Second Husband

Second Husband
Episode 80


__ADS_3

Zila masih tersenyum bahagia tanpa adanya rasa curiga. Seolah tak merasa aneh dengan sikap Jhon yang dingin dan seperti menjaga jarak, Zila masih saja begitu percaya diri menjawab semua pertanyaan yang diajukan untuknya. Bahkan ada beberapa pertanyaan yang menyudutkan atau tentang ha yang sangat pribadi, dia masih saja dengan tenang bisa menjawab semua pertanyaan itu. Setelah adanya Jhon, perhatian begitu tertuju padanya. Memang wajar pria yang bisa dikatakan sempurna itu bisa dengan mudah mendapatkan perhatian. Bukan hanya kaya, tapi Jhon juga terkenal dengan pria pekerja keras yang banyak menghasilkan keuntungan selama beberapa periode. Namanya juga sudah tak asing lagi bagi para pembisnis kelas atas karena Jhon menduduki peringkat atas di dunia bisnis. Sesekali Jhon me atap ke arah Zila tapi masih saja tak menunjukkan ekspresi. Pembawa acara terus saja bebosabasi bertanya kabar, pekerjaan dan banyak sekali macam-macam pertanyaan yang menurutnya tidak penting.


" Terimakasih banyak karena sudah memenuhi undangan dari kami, Tuan. Senang bertemu dengan anda. Dan, Bagaimana kabar anda Tuan? "


" Kita bisa bicara pokoknya saja. Bisa kan? " Tanya Jhon tanpa menunjukkan ekspresi. Sungguh dia sangat malas menuang waktu seperti ini. Lagi pula, tujuan di undang nya dia disana hanya untuk memperjelas isu yang sedang berkembang di masyarakat luas kan?


Pembawa acara tersenyum canggung tapi sebisa mungkin dia membawa diri agar tidak terlihat kaku menghadapi Jhon.


" Baiklah. Sepertinya anda sangat tidak suka bosabasi ya? kalau begitu, saya ajukan pertanyaan pokok. Tuan Jhon, dua hari belakangan ini isu kedekatan anda dengan nona Zila terendus oleh masyarakat, bagaimana pendapat anda? "


Jhon tersenyum tapi tidak tahu apa maksud dari senyumnya.


" Benarkah? "


" Apa anda tidak mendengar isu dua hati belakangan ini? "


" Tidak. Dua hari terakhir, aku sibuk menemani isteri dan anak kami. Istriku sedang hamil dan dia sangat manja. Aku benar-benar tidak tahu dengan isu seperti ini. " Jawab Jhon yang terlihat benar-benar tidak tahu. Tentu saja Zila sudah menduga kalau Jhon akan mengelak, tali dia sungguh tidak menyangka kalau dia akan menjelaskan statusnya di acara live seperti ini. Ini kan sama saja memberi tahu dunia kalau dia sudah berkeluarga. Kesal Zila.


Pembawa acara nampak bingung dengan penjelasan dari Jhon. Tentu saja dia bingung, karena beberapa saat lalu keterangan dari Zila jelas menjelaskan bahwa mereka ada hubungan yang spesial.


" Jadi tentang isu itu, apakah anda menyangkalnya? "


Jhon menatap tajam pembawa acara.


" Kenapa aku harus menyangkal hal yang tidak aku lakukan? "


Pembawa acara nampak sekali tertekan oleh cara Jhon menatapnya, tapi demi kelancaran acara, dia harus tetap bisa membawa diri agar selalu terlihat luwes dan bisa menguasai panggung.

__ADS_1


" Ah, maaf kan saya, Tuan. Keterangan beberapa saat dari Nona Zila begitu berbanding terbalik dengan apa yang anda katakan. "


Jhon menatap Zila begitu juga sebaliknya. Sejujurnya Zila ingin sekali menyangkalnya dengan semangat, tapi sepertinya itu tidak akan berhasil. Terlebih ini adalah acara live. Bukankah kalau menunjukkan bukti adalah pilihan yang tepat? biar saja sekalian seluruh dunia tahu apa yang sudah Jhon lakukan dengannya. Dengan begitu, dia juga akan lebih mudah mendapatkan pertanggung jawaban dari Jhon. Lalu setelah itu, barulah dia bisa mendepak jauh Elia dan menggantikannya menjadi Nyonya Damien.


" Tuan, ada sumber informasi yang memberikan potongan video dan photo kepada kami. Di rekaman video itu adalah pria yang mirip dengan anda dan juga Nona Zila di dalam sebuah kamar hotel. " Ucap pembawa acara yang ternyata mampu membuat Zila tersenyum bahagia. Didalam hatinya berkata, kali ini pasti Jhon tidak akan bisa mengelak lagi.


" Benarkah? kapan kejadian itu? " Tanya Jhon.


" Tanggal yang tercantum disana menunjukkan bahwa kejadian itu terjadi tiga malam yang lalu. "


Jhon tersenyum sesaat lalu mengeluarkan ponselnya. Dia membuka laman media sosial Elia dan menunjukkannya kepada si pembawa acara.


" Malam itu aku seharian menemani istriku. Lihatlah, bahkan istriku membuat siaran langsung dan beberapa Video saat kami bermain dengan putri kami. Agar kalian bisa melihat dengan jelas, aku akan meminta calon adik ipar ku menunjukkan lebih banyak bukti. Saat ini calon adik ipar ku juga sudah bersama kru acara ini. Bukti apapun yang di butuhkan, aku akan memberikannya. "


Setelah melihat bukti rekaman video dari Jhon, pembawa acara itu justru terlihat bingung. Lalu siapa laki-laki yang bersama Zila?


" Aku hanya ingin menguji seseorang saja. " Ucap Jhon.


Sungguh ini di luar ekspetasi Zila. Jelas-jelas malam itu adalah Jhon. Parfumnya, penampilannya, jam tangannya, bahkan hampir semua mirip dengan Jhon. Lalu bagaimana ada dua Jhon di waktu yang sama?


Jhon pasti memanipulasi video itu.


" Nona Zila, bagaimana pendapat anda tentang pernyataan Tuan Jhon? "


" Pasti ada kesalahpahaman. Kami memang bersama malam itu. Dan aku tahu dia takut istrinya marah, jadi aku memaklumi saja. " Jawab Zila lalu menatap Jhon seolah mengancam dengan rekaman video versi full nya.


" Lalau bagaimana dengan jama tangan super mahal yang hanya ada beberapa unit saja di negara ini? dan satu-satunya orang yang mirip dengan potongan video itu, hanya anda Tuan Jhon. "

__ADS_1


Jhon tersenyum. Dia menghidupkan kembali layar ponselnya lalu menunjukkan wajah seseorang di sana. Tapi sebelum itu, dia pastikan bahwa tidak ada kamera yang menyorot ke arah layar ponselnya.


" Bagaimana dengan orang ini? "


Pembawa acara tercengang melihat penampilan seorang pria yang mirip dengannya meski tentulah wajahnya agak berbeda. Tapi dari potongan rambut, cara berpakaian, dan jam tangan itu juga melekat di pergelangan tangannya.


" Dia berulang tahun beberapa hari yang lalu, dan dia meminta jam tangan ku sebagai hadiahnya. " Jhon tersenyum lalu mematikan layar ponselnya.


Pembawa acara itu menatap Zila dan Jhon bergantian.


" Tidak mungkin! jelas-jelas itu adalah kau, Jhon. Kau sudah berjanji untuk datang. Aku sudah memastikan bahwa itu adalah kau. " Ucap Zila yang tidak mau terpojok apalagi disalahkan. Dia pikir, dengan mengancam dan mendesak Jhon, pria itu akan merasa takut.


Jhon menghela nafas tapi terlihat sangat jelas jika dia begitu enggan menanggapi nya.


" Lalu, siapa pria itu Tuan? " Jawaban dari pertanyaan ini juga yang di tunggu oleh Zila.


" Aku tidak bisa menyebutkan namanya. Meski dia sendiri sudah mengatakan siap dengan konsekuensinya, tapi aku tidak mau menghancurkan hidup orang yang tidak pernah merugikan ku. "


" Baiklah, saya paham maksud anda. Jadi, Nona Zila. Sepertinya kesalah pahaman anda sudah membuat nama seseorang tercoreng. "


" Tidak! bohong, dia berbohong! "


Jhon menatap Zila tajam.


" Nona, mau melihat pertunjukkan? duduklah dengan tenang lalu lihat ke layar itu. " Tunjuk Jhon ke arah sebuah layar kaca yamg mulai menampilkan photo-photo fulgar Zila dengan banyak pria. Karena ini adalah siaran langsung, tentulah Ken sudah mensensor wajah para pria nya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2