
Disebuah gedung perkantoran bertuliskan Dargo Company. Baik Hendrick maupun Ayahnya kini tengah kelimpungan dengan masalah yang tengah melanda perusahaan keluarga besar mereka. Hendrick yang sudah dua hari bekerja untuk meneliti dan mencari titik terang, Ayahnya Hendrick yang juga ikut andil dalam membantu semua yang harus dilakukan. Masalah kali ini benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Selain kemakmuran Dargo yang akan sirna, masih ada banyak hal yang harus ia pikirkan. Terutama tentang pekerja Dargo Company yang menggantungkan nasib mereka disana. Setelah menunggu dan tidak berhenti berusaha, akhirnya Rendra menyetujui permintaan Hendrick untuk bertemu dengan dirinya.
" Wah, sudah lama sekali aku tidak setegang ini. " Ucap Rendra sebelum beranjak pergi untuk menemui Hendrick dan Ayahnya. Tapi untunglah, Jhon dan Ken selalu membantunya dalam segala hal menyangkut tentang Dargo. Mulai dari mengantisipasi, cara menghadapi, dan jalan keluar. Meskipun tidak pernah mengatakan secara langsung, tapi Rendra akui kalau Jhon dan Ken adalah perpaduan manusia dengan otak yang brilian. Meskipun membutuhkan waktu beberapa tahun, tapi nyatanya kesabaran dan bekerja keras memang membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
Beberapa saat kemudian, Hendrick dan Ayahnya datang bersamaan. Rendra sempat tersenyum tipis lantaran melihat penampilan mereka yang begitu lesu dan sudah dipastikan kalau mereka pasti tidak tidur selama dua hari ini.
" Silahkan. " Rendra mempersilahkan Hendrick dan Ayahnya tanpa berniat bangkit dari kursi kebesarannya.
Dengan tatapan mata yang marah, Hendrick dan juga Ayahnya duduk lalu mencoba menenangkan diri.
" Apa yang membuat keluarga kebanggan Dargo datang menemui ku? " Rendra tersenyum ramah seolah tidak terjadi apa-apa.
Hendrick sebenarnya ingin sekali memukul wajah Rendra yang begitu menjijikkan dengan tatapan mata seolah merendahkan nya.
" Kembalikan saham keluarga Dargo. " Ucap Hendrick yang sudah pasti mewakili Ayahnya.
Rendra terkekeh ke arah lain lalu kembali menatap Hendrick dan Ayahnya bergantian.
" Kembalikan? " Rendra menatap bingung ke dua manik mata yang masih mengobarkan kemarahan dari Hendrick dan Ayahnya.
" Kau memanipulasi keuangan kantor, dan ka juga mencuri sedikit demi sedikit saham dengan begitu handal, siapa yang membantu mu? " Hendrick berucap dengan wajah yang jelas menahan amarahnya.
Rendra menghela nafas lalu tersenyum sesaat.
__ADS_1
" Memanipulasi? apa kau sudah benar-benar meneliti keuangan di perusahaan mu? tidak kah kau sadar jika selama dua tahun, perusahaan mu mengalami kerugian? dan semua itu terjadi karena kecerobohan Ayah mu. Hanya karena perbedaan sedikit nominal, dia begitu tergiur dan sembarangan menandatangi kerja sama fiktif dengan anggaran dana yang dibebankan kepada Dargo Company. " Rendra mengeluarkan selembar surat perjanjian yang pernah disetujui bersama dengan Hendrick beberapa tahun lalu.
" Lihat. Sesuai dengan perjanjian, jika Dargo mengalami kerugian, maka Dargo Company akan menggantinya dengan saham miliknya. Dan sayangnya, Ayahmu banyak mengalami kerugian yang tidak terhitung sampai saat ini. "
Rendra tersenyum miring. Sementara Ayahnya Hendrick menunduk kelu. Tapi sangat berbeda dengan Hendrick. Pria itu justru kesulitan menahan emosi dan bangkit laku mencengkram kuat jas milik Rendra.
" Semua ini begitu kebetulan, kau pikir aku percaya?! hah?! jika memang Ayah ku mengalami banyak kerja sama dengan keuntungan fiktif, itu pasti rencana mu kan?! kau sengaja menargetkan saham Dargo, iya kan?! dasar brengsek! " Hendrick yang sudah kalut berniat memukul wajah Rendra. Tapi dengan sigap Rendra menahan tangan itu dan mencengkramnya kuat.
" Jangan berani-beraninya memukul ku. Bahkan secuil saja kau menyentuh kulit ku, aku bisa saja menghabiskan Dargo Company beserta sesuatu yang kau yakini benar tapi juga fiktif. "
Hendrick menjauhkan tubuh Rendra hingga pria itu jatuh duduk di kursinya. Ayahnya Hendrick yang coba melerai kini justru semakin menebak-nebak jika benar semua kebetulan ini seolah telah terencana dengan sangat teliti. Seolah seseorang degan begitu cerdik menghafal semua yang ada pada Dargo. Dan jawabannya hanya satu, Yaitu Jhon Damien.
" Sepertinya Jhon adalah orang dibalik semua ini. " Ucap Ayahnya Hendrick yang bukan hanya Hendrick yang bisa mendengar, Rendra juga bisa dengan jelas mendengarnya.
Hendrick meletakkan kedua tangannya di atas meja hingga terdengar suara dari sana lalu menatap tajam manik mata Rendra.
" Katakan! apa Jhon Damien yang membantu mu?! jawab aku sekarang! "
Rendra membenahi jas dan dasinya yang sedikit berantakan karena Hendrick, lalu beralih menatap Hendrick yang menatapnya dengan begitu tajam.
" Aku tidak suka melibatkan seseorang yang tidak aku kenal. Jika memang Jhon yang kau maksud begitu berpengaruh, maka aku akan mengajaknya bekerja sama untuk menghancurkan mu. Karena ketidak sopananmu yang mendarah daging itu. Jangan lupa, nasib mu berada di bawah kaki ku sekarang. Dari pada kau menghabiskan energi mu untuk marah tidak jelas, bukan kah seharusnya kau memohon kepadaku? " Rendra kembali tersenyum miring dengan maksud mengejek sikap Hendrick yang tidak menyenangkan.
" Omong kosong! memohon? kau pikir kau pantas? kau hanyalah sampah yang gila wanita. Kau lihat saja, aku akan mendapatkan kembali semua yang kau ambil dari Dargo Company. "
__ADS_1
Hendrick meninggalkan ruangan Rendra dengan wajah yang begitu marah. Kakinya terus melangkah keluar dari gedung perkantoran tanpa menghiraukan apapun. Bahkan Ayahnya yang kewalahan mengimbangi langkah kakinya tak ia hiraukan. Dia terus berjalan hingga sampailah dia di parkiran. Tempat dimana mobilnya terparkir.
" Ah! sial! brengsek! " Hendrick memukul-mukul mobilnya dengan segala amarah yang sedari ia tahan. Matanya yang sedari tadi mengobarkan kemarahan kini mulai memerah dengan cairan bening yang jatuh membasahi pipinya. Sudah beberapa tahun dia bekerja sebagai penerus Dargo Company yang dibanggakan banyak orang. Tapi apa yang terjadi sekarang? semua seolah menjadi begitu memalukan baginya. Dia merasa gagal meski ini bukan salahnya. Dargo Company yang berada di bawah pimpinannya beberapa tahun lalu begitu maju dan menjanjikan, tapi sekarang harus hancur seolah tengah disihir dengan satu jentikkan saja.
" Nak, ini adalah kesalahan Ayah. Ayah akan berusaha yang terbaik. Pulanglah dan istirahatkan tubuh mu. " Ayah meraih tubuh Hendrick dan memapahnya masuk kedalam mobil.
" Tidak, Ayah. Aku yakin dan amat sangat yakin jika ini pasti ulah Jhon. "
" Tapi tidak ada bukti sama sekali. Nak, kita memiliki kekuatan Dargo saja belum bisa mengalahkan dia. Laku dengan keadaan kita sekarang ini, kita hanyalah debu bagi Jhon. "
" Debu? bukankah debu juga bisa membuat manusia sakit? "
" Hendrick, " Ayah mencoba membujuk Hendrick agar tak gegabah. Tapi sayangnya pria itu tak mau lagi mendengar saran dari siapapun.
" Pak, ke rumah Damien sekarang. " Titah Hendrick kepada sang sopir dan langsung disanggupi oleh sopirnya.
Diperjalanan menuju kediaman Damien, Hendrick tak henti-hentinya mengepalkan tangan dengan rahangnya yang mengeras.
Kalau sampai kau terbukti dalang dari semua ini, aku benar-benar akan membunuh mu, Jhon. Aku bersumpah.
TBC...
Please tinggalkan like dan Komen ya kesayangan. Supaya aku semangat terus Up nya ❤️❤️
__ADS_1