Second Husband

Second Husband
Episode 69


__ADS_3

Setelah kepergian Lusiana, Jhon memang masih sempat memendam kekesalan. Tapi untunglah, itu hanya bersifat sementara karena saat Ive melakukan panggilan video, Jhon merasa jauh lebih baik dan mau melupakan ucapan Lusiana yang menyakitkan itu. Sebenarnya pada awalnya Jhon justru takut kalau perasannya akan kembali tumbuh, tapi untunglah, kata-kata menyebalkan dari Lusiana mampu mencegah itu semua. Sekarang, yang tersisa hanyalah rasa kecewa dan kesal kepada wanita masa lalunya itu.


Sekarang Jhon tengah fokus menunggu kabar baik yang akan semakin memperindah suasana hatinya. Kabar tentang kehancuran Zila. Wanita yang telah membuat nama istrinya tercoreng selama bertahun-tahun.


***


Di kediaman Dargo. Hendrick yang saat itu tengah merencanakan niatnya untuk membangun sebuah usaha baru, kini tengah disibukkan dengan beberapa persiapan. Setelah pertengkarannya dengan Zila tempo hari, Hendrick sama sekali tak mau menggubris Zila sedikitpun. Dia juga memilih untuk tidur di ruang kerja nya dan fokus untuk usaha barunya yang akan segera ia geluti. Mata Hendrick menajam saat melihat ada email yang masuk. Tadinya Hendrick berniat untuk mengabaikan saja, tapi tidak tahu mengapa dia tiba-tiba tergerak untuk melihat isi dari pesan email itu.


Setelah membuka email yang entah dari siapa karena alamat email yang mengirimnya sama sekali tidak ia kenal dan tidak terdeteksi. Tapi sudahlah, sepertinya Hendrick mulai tertarik untuk membuka sebuah Video yang dikirim kepadanya.


" Zila? " Ucap Hendrick terkejut. Rasanya, kejadian kemarin cukup membuat kacau. Tapi apa yang dia lihat kali ini berkali-kali lipat rasa sakit ya. Bukan marah karena cemburu, tapi dia kecewa karena telah memilih Zila yang begitu kotor dan menjijikkan.


Brak.....!


Hendrick menggebrak meja lalu menutup laptopnya dengan kasar. Entah seberapa banyak lagi kebusukan yang Zila sembunyikan darinya? tanggal yang tercantum di video itu jelas tidak di palsu kan.


" Jadi selama ini, kau begitu giat berselingkuh ya? luar biasa. Jangan-jagan, semua laki-laki di seleuruh negeri ini pernah tidur dengan mu. " Ucap Hendrick dengan tatapan marahnya. Dia mengusap wajahnya kasar hingga ia merasa lebih baik.


" Apa Erlan anak ku? Zila bahkan tidur dengan banyak pria saat sudah menikah dengan ku. Wajar kan aku meragukan Erlan? "

__ADS_1


Tadinya Hendrick berniat bangkit untuk menanyakan langsung kepada Zila, tapi ada pesan lagi yang masuk ke dalam ponsel nya. Hendrick mengeryit sesaat lalu dengan cepat membuka isi pesan itu. Gila! benar-benar gila! dia sebenarnya tidak ingin percaya, tapi sebuah rekaman CCTV telah membuktikan kebenarannya. Sebuah rekaman yang menunjukkan Zila menabrak seorang wanita yang sedang joging. Dengan jelas juga Zila nampak keluar dari mobil untuk memeriksa korban nya, tapi dia justru kembali ke mobil dan melajukan lagi mobilnya dengan cepat. Dan yang paking membuat Hendrick sedih adalah saat photo-photo Elia di bawa ke kantor polisi dan dijadikan tersangka untuk menggantikan Zila. Sungguh dia merasa menjadi pria paling bodoh sedunia saat melihat kebenaran itu. Belum lagi beberapa penghargaan yang harusnya menjadi milik Elia, justru direbut oleh Zila. Ada juga rekaman CCTV yang menunjukkan Zila sedang memeras Elia untuk melakukan segala yang dia inginkan. Dia bahkan memukul pipi Elia beberapa kali.


" Dasar Monster! jadi inilah kau yang sesungguhnya? aku pikir kau adalah wanita gila yang hanya memikirkan kebutuhan batin saja, tapi tidak disangka, wanita yang di pilih oleh keluarga ku, bahkan aku sendiri juga memilihnya, dia hanyalah sebongkah sampah yang bahkan tidak bisa di daur ulang. "


Hendrick mengepalkan tangan kuat dengan rahang yang mengeras menahan kesal. Meski kebenaran tentang Zila sudah banyak terungkap, tapi Hendrick meyakini jika masih banyak lagi yang Zila sembunyikan darinya. Hendrick bangkit dari posisinya lalu berjalan keluar untuk mencari keberadaan Zila. Wanita yang saat ini ingin sekali dia tebas leher nya.


" Zila! Zila! " Panggil Hendrick dengan nada suara dan tatapan yang mengobarkan kemarahan.


" Nak, ada apa? " Tanya Ibunya Hendrick yang merasa kaget mendengar anak nya memanggil nama istrinya dengan begitu lantang dan terlihat sangat marah.


" Dimana wanita itu? " Tanya Hendrick tanpa mau menatap Ibunya.


" Dia tadi ada di kamar. "


" Zila! keluar! " Mendengar Hendrick meneriaki namanya, Zila yang baru saja keluar dari kamar mandi bergegas berjalan keluar kamar dan menghampiri Hendrick.


" Ada apa, sayang? " Tanya Zila dengan tatapan panik. Kali ini dia benar-benar tidak boleh memprovokasi Hendrick. Biar bagaimanapun, sebelum dia bisa mendapatkan Jhon, dia harus bisa mempertahankan Hendrick sementara.


" Jangan memanggil ku, Sayang! " Hendrick semakin membelalakkan mata karena bertambah marah. Mendengar cara Zila memanggilnya benar-benar terasa sangat muak bagi Hendrick. Cukup sudah dia mencoba bersabar dan mencoba mencintai Zila, karena pada nyatanya, tidak sedetik pun dia pernah mencintai wanita yang sudah menjadi istrinya itu.

__ADS_1


" Ada apa dengan mu, Nak? kenapa kau membentak Zila? bicarakan saja baik-baik jika ada masalah. " Pinta Ibunya Hendrick. Bukan khawatir dengan hubungan keharmonisan anak dan menantunya, hanya saja sekarang ini Dargo masih dalam keadaan terpuruk. Meskipun tidak terlaku kaya raya, setidaknya keluarga Zila bisa ia manfaatkan sumber dayanya.


" Bicarakan baik-baik? " Hendrick menatap manik mata Ibunya sendu.


" Ibu, dulu saat Elia melajukan kesalahan kecil, Ibu selalu memarahi ya seolah-olah Elia sudah menghancurkan dunia. Kenapa Ibu begitu jahat kepada kami? " Hendrick menatap Ibunya dengan perasaan campur aduk dan tak karuan. Tapi yang paling terasa adalah kekecewaan dan penyesalan yang begitu dalam di hatinya. Andai saja dia lebih memilih untuk mendengarkan hatinya, andai saja dia tetap mempercayai Elia, andai saja dia selalu ada untuk Elia, andai andai dan andai tiada henti. Menyesal sungguh dia sangat menyesal karena telah kehilangan Elia dan juga putrinya. Karena kebodohan dan buta matanya dia harus berada di titik menyedihkan seperti sekarang ini.


" Nak, Elia bukanlah gadis yang cocok untuk menjadi menantu Dargo. " Kilah Ibu yang tentu saja ingin Hendrick dan Zila tetap baik-baik saja.


" Ibu, aku tidak pernah merasa gagal meskipun aku kehilangan Dargo Company. Tapi aku merasa begitu bodoh karena gagal memilih wanita. "


Ibu nya Hendrick meraih tangan Hendrick. Menggenggamnya dan menatanya penuh keyakinan.


" Nak, kau adalah anak Ibu yang paling hebat. Kau memiliki otak yang jenius. Semua ini akan cepat berlalu nak. Kau tenang saja. " Ucap Ibunya Hendrick yang sama sekali tidak mau bertanya tentang apa yang dirasakan anaknya dan apa yang terjadi. Dia justru sibuk memikirkan urusan yang tentu menguntungkan dirinya.


" Ibu, tolong diamlah. Ibu tidak tahu apapun dan hanya meminta ku untuk sabar. Untuk kali ini, diam saja dan jangan berani-beraninya memberikan saran padaku. " Ibunya Hendrick langsung terdiam karena ini adalah kali pertama putranya begitu serius dan terlihat mengancam.


Hendrick beralih menatap Zila.


" Katakan padaku, siapa Ayah kandungnya Erlan? "

__ADS_1


TBC


__ADS_2