Second Husband

Second Husband
Episode 79


__ADS_3

Dua hari, adalah hari dimana Elia terus saja mengomel. Iya, calon Ibu dua anak itu merasa kesal karena Jhon sama sekali tak menyangkal dengan berita yang sedang hangat di bicarakan di luaran sana. Sesuai dengan tebakan Jhon, jam tangan itu mengantarkan Zila kepada puncak khayalan. Banyak sekali orang yang mengucapkan selamat atas kedekatannya dengan Jhonson Damien. Sebenarnya jemari Elia sangat ingin berkomentar kalau Jhonson Damien adalah suaminya, tali melihat Jhon yang mendiamkan saja apa yang terjadi, Elia mau tak mau hanya bisa mengikuti saja apa yang dilakukan Suaminya.


Elia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air. Sesaat dia berhenti lalu menghela nafas nya. Lagi-lagi gosip tentang suaminya disiarkan di televisi. Tidak tahu kenapa, tapi sepertinya beberapa media terus menyorot gosip ini. Mungkin, itu karena Jhon adalah pembisnis yang sedang menduduki jajaran atas sekarang ini.


" Eh, kakak ipar? " Sapa Jehan. Gadis cantik itu bergeser dan menepuk ruang kosong di sofa yang ia duduki.


Elia tersenyum lalu duduk disamping Jehan.


" Apa tidak ada berita yang lain? " Sebal Elia.


Jehan terkekeh lalu mengangguk setelahnya. Dia paham benar jika kesal rasanya mendengar suami sendiri sedang di gosip kan dengan wanita lain. Tapi Jehan tahu jika kakak nya tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu. Terlebih lagi, itu bersama mantan suami dari sepupunya sendri. Lagi pula, Zila tentu tidak bisa dibandingkan dengan Elia. Jadi mereka lebih senang mendengarkan saja dan menunggu Jhon bereaksi.


***


Di kantor, Jhon dan Ken kini tengah mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Selama dua hari ini juga Zila terus saja mencoba untuk menemuinya. Tapi dengan dalih banyaknya pekerjaan dan harus menghadiri rapat, Jhon akhirnya bisa terhindar dari gangguan Zila. Tapi tetap saja, wanita yang tak mau kalah itu terus saja meneror ponselnya. Bahkan Zila sampai mengirimkan ratusan pesan kepadanya selama dua hari terakhir ini.


" Jhon, malam nanti Zila akan menghadiri acara talk show. Aku sudah menyiapkan semuanya secara terperinci. " Ucap Ken kepada Jhon.


" Bagus. Aku hanya perlu memenuhi undangan talk show itu kan? " Tanya Jhon.


" Apa tidak apa-apa? sebelumnya kau kan tidak pernah mau datang ke acara seperti ini. "


" Untuk kali ini, aku akan membuat pengecualian. Bukankah acara itu ditayangkan secara Live? "


" Iya. "

__ADS_1


Jhon tersenyum.


" Kala begitu, biarkan saja Zila menggali kuburnya sendiri. Dia adalah wanita yang tidak tahu malu. Kalau aku terus menyangkal, dia pasti akan meminta kru disana menyiarkan secara langsung kejadian di malam itu. "


" Baiklah kalau begitu. Untuk berjaga-jaga, aku akan tetap menyiapkan rencana cadangan. Sebisa mungkin, nama mu tidak boleh tercoreng. "


Jhon tersenyum lalu mengangguk.


" Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, Ken. Tapi hanya degan satu atau dua patah kata dariku, Zila tentu akan jatuh ke lubang kuburnya sendiri. "


Setelah obrolan panjang itu Jhon dan Ken kembali bekerja. Tak lupa, dia menghubungi Rendra untuk berjaga-jaga. Walau bagaimana pun, ada seorang gadis yang saat ini berstatus sebagai tunangannya. Mau tidak mau, Rendra juga harus bersiap akan hal ini. Todak tahulah bagaimana menjabarkan tentang pria itu. Meskipun sudah bertunangan, tapi dia terlihat masa bodoh dan acuh kepada tunangannya. Bahkan adanya masalah ini, dia malah mengatakan terimakasih kepada Jhon karena kemungkinan bisa putus hubungan tunangannya.


Hari ini juga tak kalah menegangkan bagi Rendra. Pria itu terus saja menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Mungkin wajahnya akan terdeteksi, jadi dia harus bersiap-siap untuk segala kemungkinan yang terjadi. Kalau benar wajahnya terdeteksi, sudah pasti orang tuanya akan marah dan menghukumnya. Tapi setidaknya itu lebih baik dari pada harus menikah dengan wanita yang tidak ia sukai.


Waktu terus berjalan hingga tibalah malam hari.


Setelah mengucapkan beberapa patah kata untuk pembukaan acara talk show itu, tak lama kemudian Zila di persilahkan untuk segera bergabung. Wanita itu tersenyum manis agar terlihat lebih ramah dan bahagia.


" Selamat malam, Nona Zila. Senang sekali bertemu anda malam ini. Bagaimana kabar anda? " Tanya si pembawa acara itu.


" Selamat malam juga. Aku juga senang bertemu dengan anda dan semua pemirsa yang sedang menonton. Kabar ku baik. " Jawab Zila lalu kembali tersenyum.


" Wah, anda terlihat berbinar sekali. Memang ya, aura seseorang yang sedang jatuh cinta benar-benar sangat cerah. " Ucap si pembawa acara lalu tersenyum setelahnya.


" Ah, tidak juga. Aku memang seperti ini terus biasanya. "

__ADS_1


" Sungguh sangat berbeda dengan beberapa rumor yang terdengar ya? padahal ada beberapa yang mengatakan jika Nona adalah orang yang tidak baik. Tapi melihat anda secara langsung, aku rasa rumor itu hanyalah perbuatan orang yang iri terhadap anda. "


" Iya, aku rasa begitu. " Ucap Zila meski di dalam hatinya menggerutu kesal. Dari mana gosip sialan itu muncul?


" Oh, iya. Banyak sekali orang yang mengatakan jika anda dan Tuan Jhonson Damien memiliki hubungan. Bagiamana anda menanggapi rumor ini? karena yang kita tahu, pembisnis Jhonson Damien adalah orang yang sangat tertutup mengenai urusan pribadi. Ada beberapa orang yang mengatakan jika Tuan Jhonson Damien memiliki pasangan. Tapi sampai sekarang juga belum terbukti apapun. "


Zila tersenyum manis sebelum menjawab pertanyaan itu. Matanya menatap ke arah kamera dan sedikit terlihat sombong.


" Entahlah. Aku juga tidak tahu mengenai statusnya. Menurutku, Pria seperti Jhon bukanlah pria yang akan sembarangan menikahi wanita. Dia pasti Kan mempertimbangkan matang-matang. Ditambah lagi, Jhon memang terlihat dingin dan cuek. Dia tidak mudah di dekati. "


" Wah, anda sama sekali tidak menyangkalnya ya? wah.. saya benar-benar merasa iri dengan anda, Nona Zila. "


" Itu karena aku merasa percuma juga di tutupi. Semua orang juga bisa menebaknya dengan mudah. "


" Semoga anda dan Tuan Jhonson bisa sampai ke jenjang pernikahan ya Nona? "


" Amin, terimakasih. "


Setelah jeda iklan, mereka akhirnya bersiap karena mendapatkan kabar jika Jhon akan segera datang. Awalnya mereka tidak terlalu berharap, tapi mendengar ini mereka benar-benar sangat antusias.


" Oh, iya. Sebentar lagi Tuan Jhonson juga akan segera bergabung. Jadi mohon tepuk tangannya untuk menyambut Tuan Jhonson Damien. " Ucap pembawa acara sembari mempersilahkan Jhon yang sudah akan bergabung. Zila juga tampak tersenyum bahagia menatap wajah Jhon.


" Terimakasih banyak karena sudah memenuhi undangan dari kami, Tuan. Senang bertemu dengan anda. Dan, Bagaimana kabar anda Tuan? "


" Kita bisa bicara pokoknya saja. Bisa kan? " Tanya Jhon tanpa menunjukkan ekspresi.

__ADS_1


TBC


__ADS_2