
Zila kini tengah memandangi seluruh baju yang tadinya tergantung di lemari mewah kamar nya. Sudah banyak air mata yang ia teteskan hanya untuk memohon pengampunan dari Hendrick. Asalnya dia sama sekali tidak menyangka kalau akan jadi seperti ini. Hendrick memang mahir dalam berbisnis, tapi Zila pintarnya berlagak polos untuk mendapatkan simpatik dari Hendrik dan keluarganya. Mungkin dia terlalu percaya diri selama ini hingga lengah dan berpikir bahwa selama di bersikap polos dan lugu, semua akan baik-baik saja. Tapi siapa sangka kalau kebenaran akan terungkap dengan cara seperti ini? padahal dia berniat mengkambing hitamkan Elia agar bisa membuat Jhon marah dan menceraikan Elia. Sungguh tragedi yang mengecewakan.
Beberapa saat lalu.
" Katakan padaku, siapa Ayah kandungnya Erlan? " Tanya Hendrick dengan tatapan yang begitu menuntut. Tentu saja awalnya Zila ingin berkilah, tapi melihat ponsel yang tengah Hendrick genggam dengan erat, Zila tahu bahwa Hendrick memiliki bukti seperti kemarin. Awalnya dia menduga, semua ini adalah perbuatan Elia yang ingin balas dendam. Tapi mau bagaimana lagi? dari pada memikirkan siapa dalangnya, bukankah lebih baik dia memikirkan nasibnya sekarang ini.
Zila mencoba setenang mungkin agar tidak lebih memancing emosi dan kecurigaan Hendrick.
" Tentu saja anak kita, sayang. Kau adalah Ayahnya. "
Hendrick semakin mengepalkan kedua tangannya hingga gemetar. Sungguh dia ingin sekali memukul wanita yang berstatus istrinya itu. Tapi dia tetao harus menahannya Semarah apapun dia.
" Aku tanya sekali lagi, siapa Ayah dari Erlan? "
Zila menelan salivanya. Sial! sungguh sial karena dia sendiri tidak yakin anak siapa Erlan sebenarnya. Tapi tidak mungkin juga dia mengatakan kepada Hendrick kalau dia sendiri ragu kan?
" Tentu saja anak mu, sayang. "
Hendrick menatap Zila marah. Sungguh dia sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Hendrick menyalakan layar ponselnya dan menunjukkan semua rekaman video dan juga rekaman kamera pengawas.
" Kau tidur dengan beberapa laki-laki bahkan saat kita sudah resmi menikah. Sebenarnya sekotor apa kau ini? "
Ibunya Hendrick membulatkan matanya karena terkejut. Dia menatap Hendrick lalu menatap Zila dengan tatapan terkejut.
" Zila tidur dengan banyak pria? i itu tidak mungkin nak. " Ujar Ibunya Hendrick.
" Ibu, aku bukan orang yang suka omong kosong. "
Sementara Zila kini tengah terdiam. Bukan menyesali perbuatannya, tapi dia sedang mencari akal untuk bisa mengelabuhi Hendrick dengan wajah polosnya.
" Hendrick,... " Zila berjalan mendekati Hendrick dan mencoba meraih tangannya. Sayang, pria itu seolah sudah begitu jijik hanya untuk sekedar bersentuhan kulit saja.
Zila kembali memamerkan akting seperti biasanya. Berwajah polos dan menyedihkan seolah-olah dia adalah wanita yang selalu tertindas.
__ADS_1
" Hendrick, aku minta maaf. Tapi kau tahu kan. Elia masih tidak rela aku hidup bahagia. Dia selalu mengancam ku dan memaksaku untuk melakukan hal itu. "
Plak.....!
Hendrick menampar kuat pipi Zila. Sudah cukup dia mendengar Elia selalu di salahkan. Mantan istri yang begitu baik hati mana mungkin akan melakukan hal sekotor itu? ditambah lagi, Jhon jauh lebih baik dari pada Hendrick. Mana mungkin Elia akan menghabiskan waktu hanya untuk iri lalu melakukan hal serendah ini?
Hendrick menatap marah Zila yang kini sedang memegangi pipinya karena kesakitan.
" Dengar, aku sama sekali tidak perduli lagi dengan mu. Aku juga tidak mau melihat mu lagi. Kemasi semua batang-barang mu dan pergilah dari sini. "
Zila menggeleng sedih lalu bersimpuh memohon ampun sembari memegangi kedua kaki Hendrick.
" Tolong jangan begini, Hendrick. Erlan adalah anak kita. Aku mohon jangan mengusir ku. Aku minta maaf. Aku tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi. "
" Pergilah! sebelum aku sendiri yang akan menendang mu keluar. ''
Zila tetap memohon dan tak berniat bangkit dari posisinya.
Hendrick yang sudah merasa kesal akhirnya memutuskan untuk menepis kasar kedua tangan Zila agar menjauh dari kakinya.
" Aku sudah muak dengan mu. Pergi atau aku akan menyeret mu keluar sekarang juga. "
Zila yang lama-lama merasa kesal karena terus di tolak, akhirnya tidak tahan lagi dan menunjukkan sifat aslinya.
" Dasar pria bodoh! " Maki Zila yang sukses membuat Hendrick dan Ibunya terperangah kaget.
Zila tersenyum menghina dengan kedua lengan terlipat ke depan.
" Kalian selalu bersikap sok kaya dan sok berkelas. Lihat lah diri kalian sekarang. Kalian miskin! sudah tidak punya apa-apa lagi. Seharusnya kalian berterimakasih karena aku masih mau bertahan di sini. "
" Dasar tidak tahu malu! " Maki Hendrick.
" Kenapa kau mengatai ku begitu? dulu kau begitu lembut padaku, kau juga selalu mengatakan bahwa aku polos dan naif. Sekarang kenapa kau berani menghina ku? orang miskin sepertimu mana pantas menghina ku? "
__ADS_1
Hendrick sebenarnya ingin sekali memukul wajah Zila lagi. Tapi sepertinya Zila sudah memperlihatkan sifat aslinya. Maka biarkan saja dia bermain sembari memberi tahu seluruh anggota keluarganya tentang siapa Zila yang sebenarnya.
Mendengar suara ribut, kakek, ayahnya Hendrick serta Siska akhirnya berkumpul untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
" Kakak, ada apa ini? " Tanya Siska.
Melihat keluarga Dargo sudah berkumpul, Zila semakin tertantang dan menjadi semakin liar dalam berkata-kata.
" Hoi,... lihatlah keluarga bodoh ini. Benar-benar sekumpulan orang bodoh! " Maki Zila sembari cengengesan bahagia.
" Apa yang kau katakan! " Tanya kakek.
" Semua kebusukannya sudah terungkap, Kakek. " Jawab Hendrick.
" Kebusukan apa? apa ya.g kau bicarakan Hendrick? "
" Dia, wanita yang selama ini menjadi istriku adalah seorang jal*ng yang tida tahu malu. Dia melakukan segala cara untuk masuk kedalam keluarga kita. Dia bahkan mengkambing hitamkan Elia atas tindakan kejahatannya. Bukan hanya itu, dia sendiri terlihat ragu saat aku bertanya siapa ayah kandungnya Erlan.
Kakek, Ayah nya Hendrick, dan juga Siska hanya bisa terperangah tidak percaya. Selama ini dia pikir kalau Zila adalah gadis polos dan naif. Sungguh mereka sama sekali tidak percaya. Sementara Ibunya Hendrick kini tengah gelisah memikirkan Erlan, dia sangat takut jika Erlan ternyata bukan lah cucunya. Seandainya bukan, berati dia hanya punya satu cucu. Yaitu, Ive. Bocah kecil nan cantik yang selama ini acuhkan seolah tidak di anggap keberadaannya.
" Hendrick, apa kau memiliki bukti? " Tanya Kakek.
" Aku punya semua buktinya, Kek. Banyaknya pria yang tidur bersamanya, kehamilan dan Erkan yang tidak tahu siapa Ayahnya. Belum lagi kebusukan-kebusukan tang lainya. " Ujar Hendrick.
Zila yang tadinya hanya tersenyum, lama kelamaan menjadi tertawa lalu terbahak-bahak. Konyol! mereka semua konyol karena tengah menyadari kebodohannya sendiri.
" Kenapa? kalian merasa malu karena tertipu oleh ku? "
Zila berjalan mendekati segerombolan keluarga Dargo dengan berani.
" Kalian adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang hanya memikirkan tentang harta. Saat kalian tahu dari mana kekuarga aku berasal, kalian secepat kilat menyetujui pernikahan kami. Itu karena aku adalah anak orang yang memiliki uang kan? dasar keluarga bodoh!
TBC
__ADS_1