
Galeri Berlian sengaja di liburkan pada hari itu. Semua pegawai di sana pulang semua setelah acara telah selesai. Begitu juga keluarga Coriander sudah pulang dari sana.
Kini tersisa, Haidar, Yuki dan Fahri di ruang tengah galeri tersebut.
Haidar menatap kedua orang tuanya seolah menuntut penjelasan.
"Aku membutuhkan penjelasan dari kalian, kenapa kalian malah diam seperti ini?!" Haidar berkata dengan nada kesal.
"Kau butuh penjelasan yang mana?" Fahru menyahut dengan nada lelah. Lelah menghadapi sikap bodoh putranya.
"Nana!" jawab Haidar dengan datar.
"Apa yang ingin kau ketahui?" Kali ini Yuki yang bertanya.
"Ma, Pa! Please, jangan membuatku seolah-seolah paling bersalah dalam masalah ini!" sentak Haidar dengan kuat, kemudian ia tersadar dan meminta maaf, karena tidak seharusnya dia membentak kedua orang tuanya.
"Kau memang salah Haidar!! Kau begitu pengecut karena tidak mengakui perbuatanmu yang sudah kau lakukan kepada Nana!!" ucap Yuki penuh amarah sambil menuding putranya.
"Jadi, Mama sudah--"
__ADS_1
"Kami sudah tahu semuanya Haidar! Mama dan Papa tidak menyangka kau mempunyai sifat sebejat ini!" Kali ini Fahri yang buka suara dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Maaf, Ma, Pa, aku kira kalian tidak akan menyentujui kalau aku menjalin sebuah hubungan dengan Nana. Maka dari itu aku memutuskan untuk menerima bertunangan dengan Sora." Haidar menjawab dengan nada lirih, terselip sebuah penyesalan yang amat besar di hatinya yang paling dalam.
"Dan menjodohkanmu dengan Sora adalah sebuah kebodohan dan penyesalan kami," jawab Yuki menatap putranya dengan nanar. "Tapi, kami berusaha untuk memperbaiki semuanya dengan mengusir Sora dari rumah, tapi nyatanya setelah beberapa minggu kemudian dia keluar dari rumah kita, dia kembali lagi dengan mengaku hamil anakmu dan dari sana kau mengambil keputusan lagi untuk menikahi Sora sebagai rasa tanggung jawabmu. Tapi, ternyata wanita ular itu hanya bersandiwara!" lanjut Yuki dengan perasaan penuh sesal di dalam dada.
"Kami sungguh kecewa denganmu Haidar, maka dari itu sejak kau menikahi Sora, kami tidak pernah peduli lagi denganmu. Bukan karena kami tidak sayang, akan tetapi kami hanya ingin kamu mengetahui sendiri jika wanita itu bukanlah wanita yang baik," jelas Fahri.
"Aku sudah melayangkan gugatan cerai kepadanya," jawab Haidar seraya mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku sungguh menyesali semua yang sudah aku perbuat kepada Nana. Aku mohon kepada kalian agar membantuku," lanjut Haidar dengan nada frustrasi.
"Ma, please, beri tahu aku di mana keberadaan Nana saat ini. Aku ingin menemuinya dan meminta maaf kepadanya." Haidar terus memohon kepada orang tuanya.
"Minta maaf tidak cukup Haidar! Ada hal yang harus kamu pertanggung jawabkan!" ucap Yuki.
"Aku tahu, aku sangat mencintai Nana. Dan aku akan menikahinya," jawab Haidar dengan yakin.
"Kau kira semudah membalikkan telur ceplok!! Dasar sinting!" Yuki mengumpati putranya dengan sangat kesal.
__ADS_1
"Setidaknya Haidar mau berubah, berikan dia kesempatan untuk menemui Nana," ucap Fahri kepada istrinya.
Yuki mendengus lalu menyebutkan alamat apartemen yang di tinggali oleh Nana.
"Tunggu! Bukankah itu apartemen Papa?" tanya Haidar sangat terkejut.
"Jadi, kalian selama ini menyembunyikan Nana di sana?!" Haidar tidak menyangka jika orang yang dia cari selama ini berada tidak jauh darinya.
"Kau yang terlalu bodoh!! Karena tidak menyadari kalau Nana berada di sana! Aku jadi tidak yakin kau mencintai gadis itu!" cibir Yuki dengan ketus.
Biasanya kalau orang mencintai pasangannya akan mempunyai ikatan batin, tapi Haidar ini tidak sama sekali.
Yuki rasanya ingin memukul kepala putranya sampai penyok!!
"Aku sangat mencintainya, Ma. But, terima kasih karena sudah memberikanku kesempatan untuk menemui Nana." Ia langsung beranjak dari duduknya dengan senyuman yang lebar.
"Selamat berjuang Haidar," ucap Yuki seraya menatap punggung putranya yang semakin menjauh dari pandangannya.
****
__ADS_1
Jangan lupa subscribe, like, komentar, vote, dan kasih hadiah seikhlasnya😘