SECOND PALACE

SECOND PALACE
Om Gendut!


__ADS_3

Haidar sampai di pengadilan agama, di sana sudah ada kedua orang tuanya yang sudah menunggu.


“Kamu ini bagaimana sih!” Yuki memarahi putranya.


“Maaf, aku bangun kesiangan,” jawab Haidar.


“Sepertinya wanita ular itu tidak hadir di persidangan. Bagus! Jadi kalian bisa berpisah dengan cepat.” Yuki menepuk pundak putranya, lalu segera mengajak Haidar memasuki ruang persidangan di ikuti oleh Fahri.


*


*


Sora baru membuka kedua matanya sambil memijat pelipisnya yang terasa berat. Tadi malam dia menginap di rumah temannya, dan mengadakan pesta di sana.


“Astaga, aku harus segera ke pengadilan.” Sora berusaha mendudukkan dirinya akan tetapi dia tersentak kaget saat ada yang meraba perutnya. Dia sejenak mematung sambil merakan jamahan tangan itu yang semakin turun dari area sensitifnya.


“Kau mau ke mana?” tanya seorang pria yang tidur di sebelah Sora.

__ADS_1


Sora menoleh, lalu ia terkejut saat melihat pria paruh baya berbadan subur dan perut buncit sedang meraba tubuhnya yang polos. “Sebenarnya apa yang telah terjadi?” Sora bertanya pada dirinya sendiri, karena ia tidak mengingat apa pun tentang kejadian tadi malam.


“Om ini siapa?” tanya Sora seraya menghempaskan tangan besar pria itu.


“Kau lupa denganku yang sudah memuaskanmu semalaman suntuk? Kau tadi malam seperti hewan buas yang kelaparan,” jawab pria itu sambil menyeringai menatap Sora.


Sora bergidik jijik, lantaran ia tidak pernah di jamah oleh pria paruh baya, apa lagi berbadan gendut seperti itu.


“Om, pasti bohong!” Sora segera menutupi tubuh polosnya dengan selimut, lalu segera beranjak dari tempat tidur yang berantakan itu.


Sora tertegun saat melihat uang tersebut. Dia ingin mengambilnya, akan tetapi hatinya ragu.


“Jika kau bersedia memberikan servis lagi, aku akan memberikan lebih dari itu.” Pria tersebut menyeringai tipis, dan sayangnya malah terlihat menjijikan dan juga menyeramkan di mata Sora.


“Bagaimana?”


“Aku harus segera pergi ke pengadilan untuk mengurus perceraianku.” Sora menolak ajakan pria tersebut. Dia memang murahan, akan tetapi ia tidak pernah menjajakan tubuhnya seperti ini. Ia hanya akan melakukan hubungan badan dengan kekasihnya saja, dan yang terakhir dengan Haidar, 5 tahun yang lalu.

__ADS_1


“Aku akan menambah lagi bayaranmu. Lagi pula hadir atau tidak hadirnya dirimu di persidangan itu, kau akan tetap di ceraikan oleh Haidar,” ucap pria tersebut.


“Om tahu?” tanya Sora.


“Temanmu yang menceritakannya. Bagaimana dengan tawaranku? Kau mau tidak?” tanya pria tersebut. “Aku juga akan memberikanmu pekerjaan.


Aku ini adalah pemilik agency model terkenal di kota ini.” Pria tersebut seraya memberikan kartu namanya kepada Sora.


Sora menelan ludahnya dengan kasar, saat membaca kartu nama tersebut. Ini adalah kesempatan emas untuknya menjadi seorang model lagi, sekaligus ia bisa membalaskan dendamnya kepada Haidar karena sudah mencampakkannya tanpa memberikan harta sama sekali.


“Baiklah aku mau.” Sora langsung melepaskan selimutnya dan merangkak ke atas tempat tidur. Sudah terlanjur basah kenapa tidak mencebur sekalian, pikir Sora.


***


Bestie, jangan lupa dukungannya yak.


Santuy, konfliknya nggak berat kok hanya saja bikin gregetan dan naik darah, wk wk wk wk.🤣🙈

__ADS_1


__ADS_2