SECOND PALACE

SECOND PALACE
Kedatangan David


__ADS_3

Suasana di ruang makan pada pagi hari itu terasa hangat. Suara gelak tawa mengiringi sarapan keluarga Coriander karena melihat tingkah lucu Valen.


Akan tetapi suasana yang tadinya hangat kini terasa dingin dan senyap ketika ada seorang pria baru datang di tengah-tengah mereka sembari membawa buket bunga lily dan di serahkan kepada Nana.


“Mas David!” Nana berseru senang lalu menerima buket bunga itu dengan senang hati.


“Wah, Uncle sudah kembali?” Valen tidak kalah senang dengan kehadiran David.


“Hai, tuan putri.” David langsung memeluk gadis kecil itu dengan sangat erat.


Yuki dan Fahri saling pandang, mereka berdua berusaha untuk bersikap biasa saja dan menerima kehadiran David, meski mereka tahu bahwa putra mereka saat ini sedang menahan rasa emosi, dan cemburu.


Haidar mengetatkan rahangnya dan tatapan matanya kian menajam saat David memeluk putrinya. Tapi, dia berusaha untuk menahan emosinya yang sudah memenuhi rongga dadanya.


“Mas David kapan sampai di Jakarta?” tanya Nana sembari menghirup aroma bunga lily kesukananya yang ada di pelukannya. Lalu menatap David dengan kedua mata yang berbinar terang.


“Tadi subuh, Na,” jawab David sambil tersenyum tipis seraya mendudukkan dirinya di kursi yang letaknya di samping kursi Nana sambil memangku Valen.


“Om dan Tante apa kabar?” tanya David pada kepada Yuki dan Fahri.


“Kami baik, justru kami yang bertanya seperti itu, karena kami khawatir dengan kamu yang tugas di perbatasan,” jawab Yuki tersenyum tipis lalu mengambilkan piring untuk keponakannya itu, agar David ikut sarapan bersama.

__ADS_1


“Seperti yang kalian lihat kalau aku baik dan sehat, meski kulitku bertambah gosong,” jawab David di sertai dengan tawa pelan.


“Biarpun gosong tapi tetap tampan dan manis, Mas.” Nana memuji David dan berhasil membuat rasa cemburu Haidar semakin berkobar.


“EHEM!!!” Haidar berdehem keras sembari menatap tajam David yang kini juga tengah menatapnya.


“Eh, ada Haidar!” David berkata sinis pada saudaranya itu.


“Aku rasa matamu sudah katarak hingga tidak melihatku yang sejak tadi ada duduk di samping Nana!” Haidar berkata dengan ketus dan dingin.


David hanya tersenyum miring menanggapi ucapan Haidar yang begitu pedas.”Setidaknya aku mempunyai hati untuk tidak menyakiti hati perempuan yang aku cintai!” jawab David pada akhirnya.


“Apa maksudmu!” Haidar meradang, tapi dia masih berusaha menahan emosinya, mengingat di ruangan tersebut ada putrinya.


“Sudah! Sudah! Jangan berdebat di meja makan!” Fahri berusaha untuk menghentikan perdebatan tersebut.


“Apakah kau tidak bisa menjaga sikapmu!” Nana berbisik di dekat telinga Haidar.


“Kau suka dengan pria itu ‘kan?!” balas Haidar dengan berbisik juga, kedua tangannya mengepal erat hingga buku-buku tangannya memutih.


“Kau ini berbicara apa?!” Balas Nana lalu segera menegakkan badannya kembali, malas berdebat dengan Haidar.

__ADS_1


Ck!


Haidar bercecap kesal menanggapi sikap Nana.


“Valen, ayo sama Ayah saja,” ucap Haidar berusaha meredam emosinya yang sudah mengepul seperti asap dan siap untuk keluar dari kedua telinganya.


Valen mengangguk dan segera turun dari pangkuan David, lalu beralih ke atas pangkuan ayahnya.


“Ayah?” gumam David lalu menatap Nana dan Haidar bergantian.


“Jadi Nana sudah memberitahu kepada Valen kalau Haidar adalah ayahnya?” gumam David di dalam hati. Banyak yang sudah berubah dalam beberapa bulan ini yang tidak ia ketahui.


“Kenapa? Apakah kau terkejut dengan semua ini?!” Haidar merasa menang satu langkah dari David yang menurutnya sik tampan dan sok baik itu.


“Tidak sama sekali!” jawab David dengan ketus.


“Oh, benarkah?” Haidar tersenyum miring seraya merangkul pundak Nana, kemudian dengan sengaja ia menyibakkan rambut panjang Nana ke sisi kiri hingga memperlihatkan stempel kepemilikannya yang terdapat di leher jenjang Nana yang mulus dan putih itu.


David menghirup nafas dengan dalam dan kedua matanya menatap nanar stempel yang ada di leher Nana. Kini dia merasa patah hati untuk yang kesekian kalinya.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan dukungan lainnya ya.


__ADS_2