SECOND PALACE

SECOND PALACE
Kehancuran Sora


__ADS_3

Di sisi lain. Yuki dan Fahri saat ini sedang berhadapan Sora dan orang tuanya.


“Aku tidak terima dengan keputusan kalian!” Mama Sora bersuara seraya menatap tajam mantan besannya.


“Ini masalah harta?” tebak Yuki dengan senyuman sinis.


“Aku mempercayakan putriku kepada kalian, bukan untuk di sakiti akan tetapi untuk di jaga!” Mama Sora mengabaikan pertanyaan Yuki, karena dia tidak ingin di curigai kalau hanya menginginkan harta keluarga Coriander saja.


“Tapi, kalian sepertinya sudah kelewat batas!” kali ini Papa Sora yang bersuara sembari mengepalkan kedua tangannya, menatap tajam pasangan suami istri yang duduk berseberangan dengannya.


Sora sendiri duduk manis di tengah kedua orang tuanya sambil menikmati pertunjukan itu. Ia berharap dengan kehadiran kedua orang tuanya, Yuki dan Fahri berubah pikiran untuk memberikan separuh harta mereka atau membiarkannya rujuk kembali dengan Haidar.


Sungguh tidak tahu diri sekali wanita itu!


“Sepertinya putri kalian tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya ya?” Yuki berkata dengan nada tenang, tapi yakinlah wanita paruh baya itu rasanya ingin menampar satu persatu wajah yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


“Heum ... atau aku saja yang menceritakan sifat busuk putri kalian!” ucap Yuki penuh penekanan seraya melirik tajam pada Sora.


Sora juga tidak mau kalah untuk menatap tajam Yuki, “apa yang akan dia katakan kepada kedua orang tuaku?” batin Sora geram.


“Katakan saja!” jawab Mama Sora dengan angkuhnya.


Yuki kemudian menjelaskan satu persatu sikap Sora mulai dari Sora pura-pura hamil anak Haidar, dan kejadian lainnya selama 5 tahun terakhir kepada kedua orang tua Sora.


Akan tetapi kedua orang tua Sora tetap tidak terima dengan penjelasan Yuki.


“Oh ya? Lalu apakah ini masih di sebut wajar?” Yuki mengambil ponselnya dari kantong celananya. Ibu jarinya berselancar di layar ponselnya, kemudian meletakkan ponselnya itu di atas meja.


Sebuah foto terpampang nyata di layar ponsel tersebut. Foto tersebut menampakkan Sora sedang bergandengan tangan mesra dengan seorang pria memasuki hotel.


Kedua mata Sora membulat sempurna ketika melihat foto tersebut. Begitu pula dengan kedua orang tuanya yang tidak kalah terkejut.

__ADS_1


“Apa-apaan ini?!” seru Mama Sora sambil mengambil ponsel tersebut, kemudian ibu jarinya menggulir layar ponsel itu ke kiri, dan ternyata masih banyak foto lainnya. “SORA!” bentaknya dengan kuat pada putri kesayangannya.


“Mama, ini tidak ... semua itu pasti editan.” Sora berkilah, lalu menatap tajam Yuki dan Fahri.


“Jangan kau pikir kami akan diam saja selama ini! Kami selalu mengawasi pergerakanmu saat masih menjadi menantu kami! Dan ternyata kau tidak lebih dari seorang Jal*ng!” ucap Yuki dengan penuh emosi.


“Bikin malu!” Papa Sora menarik rambut panjang putrinya dengan kuat. Jauh-jauh dari Jepang untuk meminta keadilan putrinya pada keluarga Coriander, akan tetapi sebuah kenyataan kini berhasil meremas jantung dan hatinya sampai tidak berbentuk lagi karena kelakuan putrinya yang keluar masuk hotel dengan pria berbeda-beda.


Sora hanya bisa menangis saat ayahnya menarik rambutnya sampai rontok. Dia melakukan semua itu karena dia juga butuh pelampiasan hasrat di saat Haidar tidak pernah menyentuhnya selama mereka menikah.


“Sekarang kalian tahu alasannya, kenapa kami juga mendukung perceraian Haidar dan Sora? Kami tidak sudi mempunyai menantu jal*ng seperti dia!” ucap Yuki dengan tajam.


“Kalian memang keluarga istriku, tapi sikap kalian benar-benar di luar batas dan tidak punya etika sama sekali. Kami harap setelah ini jangan pernah memperlihatkan wajah kalian di hadapan kami!” ucap Fahri dengan tegas dan lugas.


“Silahkan pergi dari sini!” Fahri menunjuk pintu rumahnya dengan kesal dan emosi yang bercampur menjadi satu.

__ADS_1


Dengan perasaan malu luar biasa. Keluarga Sora beranjak keluar dari rumah tersebut tanpa mengatakan apa pun lagi.


__ADS_2