
Nana berusaha mendorong dada bidang Haidar agar ciuman itu terlepas. Akan tetapi usahanya sia-sia, karena tenaga Haidar sangat kuat di tambah lagi kedua tangannya kini di cekal dalam satu genggaman tangan pria tersebut.
Ciuman itu masih berlanjut, bibir tebal Haidar dengan lembut mencium dan mamagut bibir Nana atas bawah bergantian. Dia tidak akan melewatkan kesempatan ini dan tidak akan membiarkan Nana lolos dari sisinya. Ia memperdalam ciumannya, menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Nana. Lidah Haidar menari-nari di sana dengan begitu indah, dan berhasil membuat Nana menjadi terbuai.
Nana yang awalnya memberontak dan menolak ciuman Haidar, kini mulai terbuai dan terbawa suasana. Nana merutuki tubuhnya yang merespons sentuhan Haidar dengan sangat baik, padahal otaknya sudah jelas menolaknya.
Haidar melepaskan ciuman itu sesaat, manik matanya yang tajam menatap wajah cantik Nana dengan dalam. Dia bisa merasakan debaran jantung Nana yang bagitu indah.
“Kau masih mencintaiku, Na,” bisik Haidar pelan tepat di depan bibir Nana yang basah karena ulahnya.
__ADS_1
Nana menelan ludahnya dengan kasar, ia membuka kedua matanya yang terpejam, menatap Haidar yang masih mengungkungnya. Wajah mereka hanya berjarak 5 senti saja, hingga deru nafas meraka yang memburu menerpa wajah masing-masing.
“Kau tidak bisa berbohong lagi,” lanjut Haidar. Salah satu tangannya terangkat untuk menangkup sebelah wajah cantik Nana.
Nana memalingkan pandangannya ketika manik tajam itu menatapnya semakin dalam.
“Aku tidak menc ...”
Ciuman yang awalnya lembut, kini semakin lama semakin menuntut. Haidar menarik tengkuk Nana dan memperdalam ciumannya itu, salah satu tangannya tidak mau kalah untuk menarik pinggang Nana, agar tubuh wanita tersebut semakin merapat pada tubuhnya.
__ADS_1
Entah sadar atau tidak, Nana membalas ciuman Haidar. Wanita tersebut sudah terbuai dengan sentuhan dan ciuman Haidar yang sebenarnya juga sangat ia rindukan.
Haidar seperti mendapatkan jackpot besar. Ia mengangkat tubuh Nana ke dalam gendongannya lalu membawa wanita tersebut menuju ranjang yang ada di dalam kamar tersebut. Haidar merebahkan tubuh Nana di atas ranjang berukuran king itu dengan perlahan dan hati-hati tanpa melepaskan ciuman mereka.
Udara di kamar tersebut semakin panas, dan gairah di tubuh keduanya juga semakin berkobar. Tubuh Nana semakin terasa meremang, di bawah sana juga terasa berdenyut seolah ingin di puaskan. Hasrat dan gairahnya yang selama ini mati suri kini telah hidup lagi. Salahkan dia jika menginginkan yang lebih? Mungkin dia bodoh dan sudah menghianati janjinya sendiri, bahwa dia tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama, tapi sekarang kenyataannya? Dia sudah tidak berdaya dan sudah pasrah di bawah kungkungan Haidar.
“Kali ini aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu. Aku akan bertanggung jawab atas dirimu dan anak-anak kita nanti, maka dari itu izinkan aku untuk menjadi pria yang pertama dan terakhir dalam hidupmu, Sayang.” Kata-kata manis Haidar mampu menggetarkan hati Nana yang selama ini telah beku. Wanita itu dengan bodohnya menganggukkan kepalanya pelan, seolah memberikan izin kepada pria brengsek yang sudah menghancurkan masa depannya itu.
***
__ADS_1
Apakah akan terjadi ninu-ninu? Saksikan di episode selanjutnya ya. Emak mau semedi dulu wkwkkwk 🤣