
Haidar sudah berada di rumah orang tuanya. Sampai di sana, ia langsung meminta penjelasan kepada kedua orang tuanya mengenai Nana dan gadis kecil yang memanggilnya dengan sebutan ‘ayah’.
“Jadi kau sudah melihat semuanya?” Yuki bertanya kepada putranya, lalu beralih menatap suaminya, seolah berkata ‘sudah semua rahasia ini’.
“Heum.” Haidar menjawab dengan deheman diiringi dengan anggukan kepala.
Yuki menghela nafas panjang, setelah itu ia menceritakan kejadian 5 tahun yang lalu tentang Nana tanpa ada yang terlewat sama sekali.
Haidar termenung ketika mendengar cerita ibunya. Satu hal yang dia rasakan saat ini adalah penyesalan yang begitu besar. Dia tidak menyangka begitu menderitanya Nana selama ini karena dirinya.
“Sekarang kau sudah tahu semuanya. Jadi, jangan heran kalau Nana sangat membencimu. Kau sudah menorehkan luka yang begitu dalam di hatinya,” ucap Yuki pada putranya yang berdiam mematung.
“Aku menyesalinya, sungguh menyesalinya. Andai 5 tahun yang lalu Mama mengatakan yang sejujurnya kepadaku, semua tidak akan seperti ini,” jawab Haidar.
“Mama dan Papa salah karena hal itu. Tapi, dengan Mama mengatakan yang sejujurnya kepadamu, apakah kau akan bertanggung jawab?” tanya Yuki dengan nada pelan.
__ADS_1
“Tidak ingatkan yang sudah kau katakan kepada Nana sebelumnya, dan dengan teganya kau memberikan pil kb untuknya, agar dia tidak hamil.” Lanjut Yuki penuh kecewa.
“Sejak dari awal, kau sudah merendahkan harga diri Nana, Haidar. Jadi saat ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan, kau harus berjuang untuk memperbaiki diri dan meminta maaf kepada Nana.” Kali ini Fahri yang berbicara kepada putranya.
“Selama ini kami berusaha menebus kesalahan kami kepada Nana. Kami sudah menyayangi dia seperti anak kandung kami sendiri. Jadi, Mama mohon kepadamu, rubahlah semua segala sifatmu itu dan berjuanglah mendapatkan Nana dan Valen, mereka selama ini sudah cukup menderita, dan saatnya mereka harus bahagia.” Yuki memohon kepada putranya dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
“Tapi, sebelum itu kau harus menyelesaikan masalahmu dengan Sora.” Fahri berkata tegas kepada putranya.
“Ma, Pa, aku akan berusaha melakukan yang terbaik. Minggu depan aku dan Sora akan bertemu di persidangan,” jawab Haidar.
*
*
“Aku tidak mau berpisah dengannya, Ma!” Sora berbicara dengan ibunya melalui sabungan video call.
__ADS_1
“Sora, untuk apa kau mempertahankan pernikahan itu?” tanya Ibunya terdengar frustrasi.
“Kenapa Mama berkata seperti itu? Bukankah dulu Mama mendukungku untuk tetap mempertahankan pernikahan ini,” ucap Sora kesal pada ibunya.
“Dasar bodoh! Kau setujui perceraian itu tapi kau harus mengajukan syarat yaitu minta separuh harta Haidar! Jangan mau rugi, apa lagi kau sudah menjadi istri Haidar selama 5 tahun, bila perlu minta Galeri Berlian milik Yuki!” jelas Mama Sora dengan tidak masuk akal.
“Mama benar sekali!” Sora tersenyum licik, dia akan meminta haknya selama menjadi menantu keluarga Coriander, meskipun selama ini dia tidak di anggap menantu, akan tetapi dia harus mendapatkan haknya.
“Bagus! Kau pasti bisa mendapatkan apa pun yang kau mau! Karena aku ini adalah putri Mama yang sangat cerdas dan beruntung!” puji Mama Sora kepada putri semata wayangnya itu,
“Terima kasih, Mama. Aku akan menjadi wanita berkelas dan sangat di segani di kalangan sosialita kalau bisa mendapatkan Galeri Berlian itu.” Sora berkata dengan penuh percaya diri.
***
Jangan lupa dukungannya bestie❤
__ADS_1