
Satu persatu pakaian terlepas dari tubuh masing-masing. Sepasang manusia di atas ranjang itu sudah polos tanpa sehelai benang.
Haidar memandang wajah cantik Nana sesaat, sebelum melabuhkan ciuman lembut di bibir ranum yang sudah terlihat bengkak karena ulahnya.
“Aku mencintaimu, Na.” Sebuah ungkapan cinta yang terdengar sangat tulus membuat hati Nana bergetar mendengarnya.
Nana memejamkan kedua matanya ketika Haidar mulai mencumbu tubuhnya dengan penuh gairah.
“Ah ...” Nana mendesaah ketika Haidar mengecupi leher jenjangnya, dan menggigit kecil hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana.
Haidar sudah seperti harimau yang kelaparan, maklum sudah lima tahun dirinya sudah berpuasa. Puas bermain di leher jenjang wanita yang di cintainya itu, kini Haidar berpindah mendaki gunung kembar milik Nana yang ukurannya sangat pas di telapak tangannya. Gunung kembar itu masih sama seperti dulu, kencang, padat, dan kenyal. Haidar meremat dua gunung kembar itu bergantian seraya menyesap pucuk dada yang berwarna pink kecoklatan itu.
Nana menggelinjang saat sebuah kenikmatan yang di berikan oleh Haidar menghantam jiwa dan raganya.
Tubuhnya semakin di buat tidak berdaya di bawah kungkungan Haidar.
__ADS_1
Bahkan wanita itu mulai menikmati permainan Haidar. Salah satu tangannya menekan kepala Haidar seraya meremat rambut tebal pria itu agar lebih kuat lagi menyesap pucuk dadanya.
Haidar tersenyum penuh kemenangan saat tindakannya itu mendapatkan respon dari Nana. Ia pun segera melancarkan aksinya yang lebih ekstrime yaitu menurunkan ciumannya ke sela paha Nana yang sudah basah. Telapak tangan Haidar mengusap lembah milik Nana yang sudah basah dan becek itu.
“Emh ... ah.” Nana memejamkan kedua matany sambil mengerang nikmat dan mengangkat sedikit bok*ngnya saat Haidar memainkan biji kacangnya yang tumbuh di sela pahanya itu.
Nafas Haidar semakin memburu saat melihat tubuh Nana meliuk-liuk indah di bawah kungkungannya. Haidar membuka kedua paha Nana dengan lebar, lalu ia menenggelamkan wajahnya di sela paha itu seraya memainkan lidah dan jarinya di sana.
“Auhhh ...” Nana hanya bisa mendessah nikmat saat Haidar semakin gila di bawah sana. Nana meremas rambut Haidar yang tebal lalu menekan kepala Haidar agar lebih dalam menghisap miliknya.
“Haidar ... aku ... ah ...” Nana tidak mampu berkata-kata lagi karena gelombang kenikmatan itu akhirnya menghantam tubuhnya. Ia bagai di terbangkan di atas awan lalu di hempaskan ke dasar samudra. Nafas Nana terengah dan tubuhnya lemas sekita saat merasakan pelepasan pertama yang sangat dahsyat.
Haidar menegakkan badannya, seraya memosisikan diri sembari memegang senjatanya yang besar seperti tongkat baseball. Ia mengarahkan senjatanya itu menuju lembah yang ada di ujung sana.
“Sakit!” Nana memekik kesakitan saat milik Haidar mulai menerobos miliknya. “Kenapa rasanya sakit sekali!” Nana sampai meneteskan air matanya, rasanya seperti saat pertama kali melakukannya dengan Haidar.
__ADS_1
“Tahan sebentar saja,” bisik Haidar. Ia senang karena Nana sangat menjaga diri, dan ia yakin tidak ada yang menyentuh Nana selain dirinya.
Haidar mulai memaju mundurkan senjatanya dengan perlahan agar Nana tidak merasakan sakit. Pria tersebut mencium bibir Nana dengan penuh kelembutan, agar Nana merasa rileks.
Nana memejamkan kedua matanya dengan erat, dan salah satu tangannya mencakar punggung Haidar dengan kuat saat merasakan senjata Haidar yang super jumbo itu berhasil masuk ke dalam miliknya.
“Arghhh!!” Nana dan Haidar memekik bersama saat penyatuan itu berhasil.
Haidar mengetatkan rahangnya saat merasakan sebuah kenikmatan yang sudah lama tidak ia rasakan. Milik Nana begitu sempit dan menggigit, penyatuan mereka sama persis saat mereka melakukan pertama kali di lima tahun yang lalu. Haidar merasa heran, karena Nana sudah pernah melahirkan putrinya akan tetapi milik wanita itu masih seperti perawan.
“Aku sangat mencintaimu.” Haidar mengungkapkan perasaannya lagi tapi kali ini ia menciumi seluruh wajah Nana tanpa ada yang terlewat sama sekali, seolah sedang menyalurkan rasa rindu, dan cintanya yang selama ini ia pendam.
Suasana di dalam kamar tersebut semakin terasa panas. Haidar bergerak mendominan di atas tubuh Nana. Suara percintaan, dessahan dan lenguhan terdengar indah di setiap sudut ruangan tersebut. Entah sampai jam berapa mereka bercinta, hanya mereka saja yang tahu.
Emak tidak bisa menjelaskannya karena emak gesrek ini masih lucu dan sangat volos, wk wk wk wk.
__ADS_1
Selamat ber-bertraveloka dot kom.🤣🙈
Jangan lupa like dan dukungannya ya❤