
Tapi, kenyataannya yang di harapkan Sora sangat sulit di dapatkan. Hari persidangan tinggal 1 hari hari lagi. Sora pada malam hari itu menemui kedua mertuanya untuk meminta haknya sebagai menantu keluarga Coriander.
“Kau masih punya muka untuk menemui kami?!” Yuki berkata dengan kesal tertahan.
“Ma, aku selama ini sudah cukup sabar menghadapi kalian yang tidak pernah menganggapku sebagai menantu kalian,” jawab Sora dengan pelan, tapi di dalam hatinya saat ini ada sebuah api yang berkobar. Ya, dia berusaha untuk menahan emosinya yang sudah akan meledak.
“Aku ke sini untuk meminta hakku untuk memimpin Galery Berlian,” lanjut Sora.
Yuki tersenyum sinis seraya berdecih pelan. “Sepertiny kau ketinggalan berita, kalau Galery sudah mempunyai pemimpin yang baru!” jawab Yuki sambil menyeriangai tipis.
“Wanita yang bernama Nana itu? Dia bukan siapa-siapa untuk keluarga ini! Seharusnya yang lebih berhak memipin Galeri Berlian adalah menantu Sah Keluarga Coriander!” Sora berkata dengan bersungut-sungut, sungguh dia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
“Karena kau tidak pantas memimpin Galeri Berlian itu! Ada orang yang lebih berhak untuk menempati posisi kepemimpinan di sana! Yang jelas itu bukan kamu!” balas Yuki.
Sora mengepalkan kedua tangannya degan erat. Ini sama saja sebuah penghinaan untuk dirinya. Sora tidak menerima hal itu. Dia membuka kedua bibirnya ingin melayangkan protes akan tetapi Fahri sudah menyelanya lebih dulu.
__ADS_1
“Jadi kau ke sini malam-malam ingin membicarakan harta gonogini? Jika iya, kau tidak akan mendapatkan apa pun! Karena kau tidak melahirkan keturunan keluarga Coriander!” ucap Fahri dengan tegas.
Sora terdiam, bagaimana bisa dia bisa melahirkan anak, kalau selama 5 tahun menikah dengan Haidar, suaminya itu tidak pernah menyentuhnya, bahkan tidur saja terpisah.
“Satu hal lagi, sebenarnya Haidar tidak memiliki apa pun alias pria miskin yang bernaung di bawah ketiak orang tuanya. Dia selama ini hanya kami titipkan untuk memimpin perusahaan keluarga, jadi mohon maaf kalau kau nanti tidak akan mendapatkan sepeser pun harta dari Haidar!” lanjut Fahri dengan tenang, akan tetapi narasi yang dia ucapkan itu berhasil mematikan lawan.
Sora tercengang ketika mendengar semua penjelasan ayah mertuanya.
“Kalian pasti berbohong! Mana mungkin dia miskin, karena selama ini dia memberikanku uang bulanan yang cukup banyak! Kalian sungguh keterlaluan!” seru Sora penuh amarah.
Jika begitu, sia-sia dirinya mempertahankan pernikahan itu jika tidak mendapatkan uang sepeser pun.
Sora beranjak dari duduknya seraya mengentakkan salah satu kakinya penuh emosi saat akan keluar dari rumah mertuanya itu.
Sora menendang ban mobilnya penuh emosi, pada saat dia akan membuka pintu mobil, ada seorang bodyguard yang menghampirinya.
__ADS_1
“Maaf, Mbak, mobil ini milik perusahaan jadi Anda tidak bisa memakai mobil ini lagi,” ucap bodyguard berbadan besar itu yang di tugaskan Haidar untuk menahan fasilitas yang di gunakan Sora.
“Apa kau bilang!!!” seru Sora penuh emosi, menatap tajam bodyguard tersebut.
“Saya hanya menjalankan perintah,” jawabnya.
Sora mendengus kesal, lalu menyerahkan kunci mobilnya kepada pria tersebut.
“Lagi pula aku tidak membutuhkan mobil murahan ini!” Sora segera berlalu dari sana dengan angkuh, karena ia masih bisa naik taksi pulang ke rumahnya.
Akan tetapi saat dia sudah berada di luar gerbang rumah mewah itu dia mengumpat kesal sambil menjambak rambutnya penuh emosi. Bagaimana tidak emosi, jika pada saat ia membuka M-bankingnya ternyata rekeningnya sudah di blokir, padahal di dalam rekening itu ada uang ratusan juta.
Beruntung ia masih punya M-banking lainnya. Tapi, ternyata sama saja, semua rekeningnya telah di blokir.
“Sial!!! Aku akan membalas kalian semua!” geram Sora sembari menatap pintu gerbang berwarna gold itu.
__ADS_1
***
Di izinkan untuk mengumpat ya, tapi mengumpatlah dengan cara yang elegant, 😄