
Satu minggu kemudian.
Cinta tahu ke mana dia harus pulang.
Pernah mendengar kata-kata itu ‘kan?
Hem ... sepertinya kata-kata itu sangat pas dan cocok untuk menggambarkan perjalanan cinta Nana dan Haidar, karena beberapa saat yang lalu Haidar dan Nana mengucapkan janji suci di depan penghulu dan di saksikan oleh keluarganya. Kini pasangan itu sudah sah menjadi suami istri, meski mereka menikah secara sederhana, tidak ada pesta pernikahan akan tetapi tidak mengurangi kesakralan acara itu. Haidar dan Nana menikah di rumah dan hanya di hadiri pihak keluarga saja.
Kini Haidar dan Nana sudah terikat dalam ikatan suci pernikahan untuk selamanya, semoga keduanya langgeng sampai akhir hayat.
“Selamat untuk kalian berdua,” ucap Yuki kepada pasangan pengantin baru itu.
“Terima kasih, Ma,” ucap Nana lalu memeluk wanita paruh baya yang kini sudah resmi menjadi ibu mertuanya.
“Akhirnya kamu menjadi menantu Mama,” ucap Yuki seraya mengelus punggung menantunya itu.
Nana tersenyum lalu mengangguk pelan di sela pelukan itu. Dia sudah memikirkan matang-matang dengan keputusannya sebelum menerima lamaran dari Haidar, pria yang sudah menorehkan luka di dalam hatinya dan sekaligus pria yang akan memberikan kebahagiaan kepadanya dan anak-anaknya nanti.
Pelukan sudah terurai. Kini Yuki beralih memeluk putranya yang berdiri di samping Nana. Yuki memeluk putranya dengan erat, tidak lupa memberikan wejangan kepada putra tunggalnya itu.
Setelah Yuki selesai mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu, kini bergantian pihak keluarga lainnya bergantian mengucapkan selamat kepada pengantin baru tersebut.
“Hem ... kalian melupakan aku!” seru Valen kepada semua orang yang ada di ruang tengah itu. Gadis kecil itu berkacak pinggang dan memasang wajah sok kesal. Tapi, di pandangan orang dewasa, tingkah Valen yang seperti itu malah terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
“Tentu saja tidak, Sayang. Valen tetap yang nomor satu di hati Bunda,” ucap Nana seraya menghampiri putrinya yang sangat menggenmaskan itu.
“Valen bukan nomor satu lagi di hati, Bunda. Karena sekarang ada adik bayi yang sudah menggantikan posisiku,” jawab Valen seraya memeluk kedua kaki ibunya, kemudian ia mendongak sambil tersenyum lalu mengusap perut ibunya yang masih rata itu dengan penuh kelembutan.
Semua orang di sana terkekeh saat melihat tingkah Valen yang sangat lucu dan juga terlihat dewasa.
Haidar mendekati Valen lalu menggendong putri kecilnya itu dengan penuh kebahagiaan. Karena harapannya kini sudah terkabul, yaitu menjadi suami dan ayah untuk Nana dan anak-anaknya.
“Mulai sekarang Valen kalau mau apa-apa harus bilang sama Ayah. Karena Bunda harus banyak istirahat,” ucap Haidar kepada putrinya.
“Kenapa Bunda harus banyak istrihat?” tanya Valen menatap Haidar dengan tatapan polosnya.
“Karena di dalam perut Bunda ada adik bayi, dan Bunda tidak boleh kelelahan.” Haidar menjelaskan.
“Iya, Ayah akan menjaga Bunda, Valen, dan adik bayi untuk selamanya.”
“Tapi, dulu Ayah pernah bilang kalau Ayah tidak akan bisa bersama Bunda lagi.” Anak cerdas itu mempunyai ingatan yang sangat kuat.
“Emh .. itu ‘kan dulu, sekarang sudah berubah,” jawab Haidar sambil tertawa pelan.
“Owh, jadi Ayah sama saja dong mempermainkan hati Bunda? Karena Ayah sangat plin-plan!” Valen cemberut kepada ayahnya.
Haidar menjadi kelabakan menanggapi perkataan putrinya yang kelewat cerdas itu. Semua orang di sana terkekeh sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah ayah dan anak itu.
__ADS_1
Haidar memandang Nana, seolah meminta bantuan kepada istrinya itu.
Nana pun mengerti lalu menjelaskan kepada putrinya. “Ayah dan Bunda sudah menikah, Sayang. Jadi, kalau pasangan yang sudah menikah akan menjadi suami istri dan akan bersatu selamanya, seperti Oma dan Opa, Nenek dan Kakek,” jawab Nana sembari menatap kedua mertuanya, lalu beralih menatap Dinda dan Reza yang sudah menjadi buyut dari Valen.
“Oh, begitu ya.” Valen mengangguk dan mengerti dengan penjelasan ibunya.
“Sekarang Valen mempunyai keluarga yang lengkap, Valen senang,” jawab Valen dengan suara cadelnya. Gadis kecil itu tersenyum menunjukkan rasa bahagianya yang luar biasa.
“Iya, sayang,” jawab Nana dan Haidar bersamaan, lalu mereka berdua memeluk Valen bersamaan.
Dan, akhirnya mereka menjadi keluarga yang sangat bahagia untuk selamanya.
Begitulah kisah cinta Haidar dan Nana yang penuh konflik tapi mereka berakhir dengan sangat bahagia dan bersatu menjadi keluarga yang sangat bahagia.
...TAMAT...
Mak ucapkan selamat untuk pembaca setia atau pembaca baru yang sudah mengiringi kisah mereka berdua dari awal sampai akhir. Dan jangan lupa mampir ke karya baru, Mak ya ....
Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Love you all ...
Karya Baru Emak, mampir bestie dan ramaikan
__ADS_1