Secret Files

Secret Files
17. pelakor


__ADS_3

" kamu kenapa sih seharusnya aku yang marah, kamu pulang tidak bilang-bilang, aku capek nyari kamu khawatir kenapa-kenapa,tapi kamu malah asyik tidur !" ucap Aditya kesal


" kalau begitu gak usah nyariin aku, kembali aja sana lanjutin reunian bareng mantan kamu ngapain pulang !" ucap Inara kesal sambil berjalan ke arah pintu tapi belum juga sampai di pintu,Aditya sudah menarik tangan nya hingga membuat inara berada di dalam dekapan nya .


" apa yang kau..." ucap Inara terputus karena Aditya sudah membungkam mulutnya


" ummmmm !" inara sambil memukul pundak Aditya, tapi bukan nya lepas Aditya malah menarik pinggang dan tengkuknya untuk memperdalam ciumannya.merasa inara kehabisan nafas Aditya baru melepaskan ciumannya.


" hah..hah " inara ngos-ngosan sambil menatap tajam Aditya, yang di tatap malah tersenyum sambil ibu jarinya menghapus Saliva di bibir inara


" aku udah gak punya hubungan lagi sama dia, tadi kami cuma membahas pekerjaan " jelas Aditya sambil menatap inara


" bahas pekerjaan tapi pegangan tangan " ucap Inara ketus sambil memalingkan wajahnya kearah lain


" kamu cemburu? " tanya Aditya


" siapa juga yang cemburu, lepas aku mau keluar! " ucap Inara sambil melepaskan tangan Aditya di pinggangnya dan beranjak pergi,tapi baru juga beberapa langkah Aditya sudah memeluknya dari belakang.


" apa yang kamu lakukan,lepas ! " ucap Inara


" maaf tadi aku membentak kamu, aku hanya khawatir kamu kenapa-napa " ucap Aditya


" tadi aja lupa sama aku, kenapa sekarang sok peduli, jangan buat aku salah paham dengan sikap mu !" ucap Inara sambil melepaskan tangan Aditya lalu keluar dari kamar.


Aditya terpaku mendengar ucapan inara ia merasa bersalah, karena berdebat dengan Gita ia sampai melupakan istrinya.


" sial, ini semua gara-gara Gita, lagian ngapain sih dia balik kesini lagi !" gerutu Aditya sambil duduk di kasur.


" inara sekarang marah lagi, gimana coba ngebujuk nya !" Aditya frustasi sambil menggaruk kepalanya .


( di kamar tamu )


inara merebahkan dirinya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar.


" kenapa aku harus marah-marah seperti tadi coba,dan kenapa disini rasanya sakit sekali melihatnya bersama perempuan lain !" ucap Inara sambil memegang dadanya


" apa aku sudah mencintainya !" ucap Inara sambil berfikir


" gak! ini gak boleh, dia masih belum mencintaiku " ucap Inara sambil menarik selimut menutupi kepalanya.


" argh.. aku bisa gila !" ucap Inara frustasi sambil membuka kembali selimutnya.


...*****...


( pagi harinya )


mereka sarapan dengan canggung, Aditya terus melirik kearah inara yang makan dengan aura dinginnya tanpa berkata sepatah katapun.


" kamu ke kampus hari ini ?" tanya Aditya


" gak " jawab Inara tanpa melihat ke arah Aditya


" sepertinya dia masih marah " ucap Aditya dalam hati sambil melihat ke arah inara.


" yaudah aku ke kantor dulu " ucap Aditya sambil beranjak dari kursi


" gak salam ?" tanya Aditya melihat inara masih duduk di kursi


" ..." inara hanya mengulurkan tangannya kepada Aditya


" hah.." Aditya menghela nafas sambil memberikan tangannya kepada inara


" aku pergi dulu! " ucap Aditya sambil pergi


" hmmmm " ucap Inara sambil membereskan piring kotor dan membawanya ke dapur.


...*****...


sampai kantor Aditya langsung masuk ke ruangannya.lalu duduk di kursi dan membuka leptop nya.

__ADS_1


" tok tok tok " suara ketukkan pintu dari luar


" masuk " ucap Aditya


" ini pak kontrak dengan nona Gita yang harus di tandatangani " ucap Tian sambil menyerahkan surat kontrak nya


" taruk saja di sana nanti saya tanda tangan " ucap Aditya yang sedang fokus dengan leptop nya


" nona Gita juga belum menandatangani nya pak, rencananya hari ini dia kesini buat tandatangani kontrak " jelas Tian yang tak mendapat respon apapun dari Aditya


" kalau begitu saya permisi dulu pak !" ucap Tian sambil beranjak pergi


" hmmmm " ucap Aditya


...****...


inara sedang bersantai di atas sofa sambil nonton tv selesai membereskan rumah.


" drrrtt.. drrrtt " bunyi ponsel nya di atas meja, inara mengambil nya dan melihat siapa yang menelepon


" apa ?" tanya Inara ketus


" tolong ambilkan berkas di atas meja dan bawa kemari !" ucap Aditya


" aku sedang sibuk " ucap Inara males


" memang nya kau sibuk apa sih, tolong antar berkas itu kemari !"


" yaya.. baiklah " ucap Inara sambil beranjak dari sofa


" nanti di lobi kantor ada Tian yang nungguin kamu " ucap Aditya


" hmmmm " ucap Inara sambil mematikan ponselnya,lalu ke ruang kerja Aditiya untuk mengambil berkasnya.setelah itu kembali ke kamar untuk ganti pakaian dan pergi ke kantor.


...****...


( di kantor )


" siang Bu,mari saya antar ke ruangan pak Aditya " ucap Tian sambil berjalan ke arah live dan menekan tombol nya


" mari Bu ! " ucap Tian mempersilahkan Inara masuk ke dalam live


" ya " ucap Inara sambil masuk ke dalam live, kemudian Tian masuk dan menekan angka 10


...****...


( 5 menit kemudian )


mereka sampai di lantai 10, mereka keluar dari live lalu berjalan menuju ruangan Aditya.


" silahkan Bu itu ruangan pak Aditya !" ucap Tian menunjukkan ruangan nya


" pak !" panggil Dinda asisten Tian


" iya makasih " ucap Inara sambil berjalan ke ruangan Aditya


" pak !" panggil Dinda lagi


" apa sih kamu " ucap Tian sambil melihat ke arah Dinda


" itu..pak,di dalam ada nona Gita !" ucap Dinda


" Apa..! kenapa baru bilang sekarang " ucap Tian


" tadi saya udah coba ngomong sama bapak " ucap Dinda sambil menunduk


" kau itu bagaimana sih !" semprot Tian


" maaf pak !,terus sekarang bagaimana? "

__ADS_1


" ya mau bagaimana lagi, udah biarin aja !" ucap Tian sambil duduk di kursi nya


" kira-kira apa yang akan terjadi pak?" tanya Dinda kepo sambil duduk di kursi nya


" mana saya tau!, kerjakan tugas mu aja sana " ucap Tian sambil melototi Dinda


" iya.. pak " ucap Dinda sambil kembali fokus pada leptop nya.


( di dalam ruangan )


" ini surat kontrak nya, silahkan tandatangani " ucap Aditya sambil meletakkan nya di atas meja.


" apa kita tak bisa seperti dulu lagi ?" tanya Gita sambil menatap Aditya


" tandatangani dan pergilah, aku sibuk " ucap Aditya sambil kembali ke mejanya,tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba Gita memeluknya dari belakang.


" apa yang kau lakukan " tanya Aditya dingin


" aku masih sangat mencintai mu, tolong maafkan aku !" ucap Gita sambil memeluk erat Aditya


" aku bilang lepas, apa kau tidak dengar !" ucap Aditya kesal sambil menghamparkan tangan Gita dan berbalik menatap Gita dengan tajam


"Adi tolong maafkan aku !" ucap Gita sambil mencoba memegang tangan Aditya,tapi Aditya menyapihnya


" maaf mengganggu !" ucap Inara


" Inara " ucap Aditya sambil berjalan ke arah inara


" aku cuma mau mengantar ini !" ucap Inara sambil meletakkan berkasnya di meja.


" duduk dulu !" ucap Aditya


" gak usah aku langsung pulang aja " ucap Inara sambil berjalan ke arah pintu


" siapa dia, pembantu kamu " ucap Gita sambil melihat inara


" dia istri ku !" ucap Aditya tegas


" Apa !, jadi kau sudah menikah dengan cewek kampung ini ?" ucap Gita tak percaya


" kau tidak salah,sejak kapan kau suka sama cewek kampung seperti ini !" ucap Gita sambil menunjuk ke arah inara


" hei cewek kampung !, dasar gak tahu diri, seharusnya kamu ngaca kamu itu gak pantas untuk Aditya !" ucap Gita, mendengar itu inara menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Gita


" kamu lagi ngatain diri sendiri? " ucap Inara sambil menatap Gita remeh


" Apa " ucap Gita


" seharusnya aku yang mengatakan itu, karena kau masih saja mengejar-ngejar pria yang sudah beristri,dasar pelakor!" ucap Inara sambil berbalik dan membukakan pintu


" kau! berani sekali bilang aku pelakor !" ucap Gita kesal sambil menarik rambut inara


" apa yang kau lakukan, cepat lepaskan !" ucap Aditya sambil mendekati mereka


" biarin aja dia harus di kasih pelajaran ! dasar cewek kampung " ucap Gita sambil terus Manarik rambut inara.


inara yang kesal karena rambutnya di tarik, langsung memegang dan menarik tangan Gita hingga. .


" gedebuk...!" inara membanting tubuh Gita ke lantai dengan keras


" argh... dasar sialan !" umpat Gita meringis sambil memegang pinggang nya


setelah membanting Gita, inara keluar dari ruangan tersebut dengan santai sambil melewati dua orang yang masih syok dengan aksinya barusan.


" Adi tolong aku !" ucap Gita sambil mengulurkan tangannya kepada Aditya,tapi Aditya malah melewatinya begitu saja


" kalian berdua urus dia !" ucap Aditya sambil pergi mengejar inara


" baik pak !" ucap Dinda dan Tian, lalu menoleh ke arah Gita yang masih berbaring di lantai.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2