
( Liam )
" klek " Liam masuk kedalam dan melihat keadaan rumah masih gelap
" … " Liam pun menyalahkan lampunya, lalu berjalan kearah sofa
" kemana dia ?" tanya Liam sambil meletakkan jaketnya diatas sofa, lalu berjalan kearah kamar Lea
" tok tok tok !" Liam mengetuk pintunya, tapi tidak ada respon dari Lucia.
" … " karena tidak mendapatkan respon, Liam membuka pintu dan masuk kedalam,tapi kamar Lucia juga gelap.
" Lucia !" panggil Liam sambil menyalakan lampunya
" … " tapi kamarnya kosong,ia pun berjalan kearah kamar mandi Lucia.
" kemana dia ?" tanya Liam, karena Lucia juga tidak ada di kamar mandi
" apa dia sudah pergi ?" ucap Liam sambil berjalan kearah lemari, lalu membukanya tapi baju Lucia masih ada.
" dia juga tidak memakai ponsel !" ucap Liam sambil menutup kembali pintu lemari, lalu berjalan keluar.
" … " Liam mengambil jaketnya dan pergi untuk mencari Lucia.
...**...
( di ruang bawah tanah )
Lucia mulai sadar dari pingsannya
" … " Lucia membuka matanya, lalu melihat ke sekeliling ruangan tersebut
" ini dimana ?" tanya Lucia sambil bangun dan duduk di atas kasur.
" klek !" ada yang membuka pintu
" … " Lucia pun menoleh kearah pintu, Lucia langsung melebarkan matanya begitu melihat yang masuk adalah Dimas.
" kau sudah bangun rupanya !" ucap Dimas sambil berjalan mendekat kearah Lucia.
" … " melihat Dimas mendekat, Lucia langsung bergeser kebelakang
" bagaimana, apa sudah puas kau jalan-jalan ?" tanya Dimas sambil duduk di atas kasur
" … " Lucia hanya menunduk sambil memeluk lututnya ketakutan.
" … " melihat Lucia diam saja, Dimas bergeser kearah Lucia
" jangan mendekat !" teriak Lucia sambil menangis
" kenapa ?" tanya Dimas sambil tersenyum dan semakin bergeser kearah Lucia.
" … " Lucia hanya menangis ketakutan
" argh..!" teriak Lucia karena Dimas mencekik lehernya dengan kuat
" … " Lucia berusaha melepaskan tangan Dimas dari lehernya
" jangan berani lagi untuk kabur, kalau kau masih mau hidup !" ucap Dimas sambil melepaskan tangannya dari leher Lucia, lalu pergi dari sana.
" uhuk uhuk !" Lucia batuk-batuk begitu Dimas melepaskannya.
" hiks.." Lucia hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil memeluk kedua lututnya.
" ibu.." ucap Lucia sambil menyembunyikan wajahnya di atas lutut.
...***...
" … " inara duduk di kasur sambil bermain ponselnya.
" … " Aditya pun menoleh kearah istrinya yang sibuk dengan ponselnya
" apa ?" tanya inara yang masih fokus pada ponselnya
" emang tidak bisa di simpan dulu ponselnya ?" ucap Aditya sambil menatap kearah inara
" … " mendengar itu, inara pun menoleh ke arah Aditya yang sedang menatap kearahnya.
" kenapa ?" tanya Inara sambil menyimpan ponselnya.
" dari tadi kau sibuk terus dengan ponsel mu itu !" ucap Aditya yang kesal karena di cuekin
" jadi mau di perhatiin hmmmm ?" tanya Inara sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Aditya.
__ADS_1
" … " Aditya hanya memalingkan wajahnya kesamping dengan cemberut
" cup " inara mencium pipi Aditya
" … " Aditya pun menoleh kearah istrinya masih dengan wajah cemberutnya.
" udah dong !" ucap inara memeluk Aditya sambil menempelkan pipinya dengan pipi Aditya.
" … " Aditya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu
" ayang...!" panggil inara dengan manja sambil menyandarkan dagunya di bahu Aditya
" … " Aditya pun menoleh kearah istrinya sambil tersenyum, siapa yang tidak luluh coba melihat tingkah mengemaskan istrinya itu.
" ganteng banget sih ?!" ucap inara sambil mencolek dagu Aditya
" udah berani ya,godain aku ?" ucap Aditya sambil menggelitik pinggang Inara
" mas hentikan,geli !" ucap inara sambil tertawa
" … " Aditya pun berhenti menggelitik inara
" ayok tidur !" ucap inara sambil menarik selimut lalu merebahkan dirinya di atas kasur sambil memejamkan matanya.
" mas !" protes Inara, karena bukan tidur Aditya malah menindihnya
" hmmmm ?" ucap Aditya sambil menyelipkan anak rambut kebelakang telinga inara
" ayok minggir !" ucap inara sambil menatap kearah Aditya
" … " bukannya minggir, Aditya malah menarik selimut untuk menutupi keduanya
" eum..!" ucap inara.
...***...
( paginya )
"… " Dimas duduk di ruang kerjanya sambil mencoba menghubungi Andre
" nomor yang anda tuju sedang.." Dimas melempar ponselnya ke atas meja dengan kesal
" masuk !" perintah Dimas pada anak buahnya
" kalian cari Andre !" perintah Dimas
" baik bos !" ucap mereka sambil pergi.
...**...
( Andre )
" … " Andre berusaha melepaskan ikatannya
" sial " teriak Andre karena belum bisa juga melepaskan ikatannya.
" klik !" suara kunci pintu terbuka
" … " Andre pun menoleh kearah pintu
" hai !" ucap inara sambil masuk kedalam dan berjalan kearah Andre
" lepaskan aku !" ucap Andre
" apa yang akan aku dapatkan kalau aku melepaskan mu ?" tanya inara sambil menatap kearah Andre
" apa mau mu ?" tanya Andre sambil menatap kearah inara
" ini makanan untuk mu !" ucap inara sambil meletakkan makanan nya di atas kursi, lalu melepaskan ikatannya.
" … " Andre menatap kearah inara
" cepat makan, jangan berpikir untuk kabur !" ucap inara sambil menarik kursi lalu duduk
" … " Andre pun memakan makanannya.
" … " inara menunggu Andre makan sambil bermain ponselnya.
" … " melihat inara sibuk dengan ponselnya, Andre diam-diam melepaskan ikatan di kakinya.tapi saat ikatannya hampir lepas tiba-tiba..
" mau kabur ?" tanya inara sambil menodongkan pistol di kepala Andre
" cepat lepaskan aku !" ucap Andre
__ADS_1
" aku akan melepaskan mu, asalkan..." ucap inara sambil menatap kearah Andre
" asalkan apa ?" tanya Andre
" asalkan kau mau melakukan perintahku !" ucap inara
" apa mau mu ?" tanya Andre
" awasi Dimas dan laporkan setiap informasi yang kau dapatkan padaku !" ucap inara
" … " mendengar itu Andre hanya terdiam sambil berfikir
" bagaimana ?" tanya inara sambil menakan pistolnya di kepala Andre.
" … " melihat Andre diam saja, inara pun menarik pelatuk pistolnya dan bersiap untuk menembak
" oke !" ucap Andre sambil mengangkat kedua tangannya
" aku akan melakukan perintah mu !" ucap Andre.
" bagus !" ucap inara sambil menurunkan pistolnya dari kepala Andre, lalu..
" buk !" inara memukul pundak Andre hingga pingsan.
...**...
( Andre )
tersadar dari pingsannya, ia melihat sudah berada di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.
" … " Andre duduk tegak sambil memegang pundaknya yang terasa sakit.
" … " Andre mengambil kertas yang inara tempelkan di kaca mobil.
" jangan berani macam-macam,aku sudah memasang pelacak di tubuhmu !" tulis inara di kertas tersebut.
" … " membaca itu, Andre segera memeriksa tubuhnya
" sial !" maki Andre begitu melihat luka di yang berada di pergelangan tangannya.
" drrrtt..!" tiba-tiba terdengar suara dering telepon
" … " Andre pun memeriksa mobilnya untuk mencari ponsel tersebut, yang ternyata berada di laci.
" … " Andre mengambil ponsel tersebut lalu mengangkatnya.
" lakukan seperti yang aku perintahkan !" ucap inara lalu memutuskan panggilannya.
" arrghh..!" teriak Andre kesal sambil memukul setir mobilnya.
...**...
( Dimas Admajaya )
" bagaimana ?" tanya Dimas sambil duduk di sofa
" kami masih belum menemukannya bos !" lapor anak buahnya
" cari dia sampai ketemu !" ucap Dimas
" aku disini !" ucap Andre sambil masuk kedalam
" … " Dimas pun menoleh kearah pintu
" … " Andre berjalan menghampiri Dimas
" kenapa dengan wajah mu ?" tanya Dimas yang melihat wajah Andre babak-belur
" hanya kecelakaan kecil bos !" ucap Andre sambil memegang wajahnya
" siapa yang menyerang mu ?" tanya Dimas sambil menatap kearah Andre
" saya juga tidak tau bos !" ucap Andre
" terus kenapa ponsel mu tidak aktif ?" tanya Dimas
" ponsel saya hilang bos !" ucap Andre.
" yaudah pergi sana !" ucap Dimas sambil memeriksa ponselnya
" permisi bos !" ucap Andre sambil pergi ke kamarnya.
" … " Dimas hanya mengangguk sambil fokus pada ponselnya.
__ADS_1
...***...