Secret Files

Secret Files
56. jangan berani macam-macam !


__ADS_3

 ( Liam )


 " klek " Liam masuk kedalam dan melihat keadaan rumah masih gelap


 " … " Liam pun menyalahkan lampunya, lalu berjalan kearah sofa


 " kemana dia ?" tanya Liam sambil meletakkan jaketnya diatas sofa, lalu berjalan kearah kamar Lea


 " tok tok tok !" Liam mengetuk pintunya, tapi tidak ada respon dari Lucia.


 " … " karena tidak mendapatkan respon, Liam membuka pintu dan masuk kedalam,tapi kamar Lucia juga gelap.


 " Lucia !" panggil Liam sambil menyalakan lampunya


 " … " tapi kamarnya kosong,ia pun berjalan kearah kamar mandi Lucia.


 " kemana dia ?" tanya Liam, karena Lucia juga tidak ada di kamar mandi


 " apa dia sudah pergi ?" ucap Liam sambil berjalan kearah lemari, lalu membukanya tapi baju Lucia masih ada.


 " dia juga tidak memakai ponsel !" ucap Liam sambil menutup kembali pintu lemari, lalu berjalan keluar.


 " … " Liam mengambil jaketnya dan pergi untuk mencari Lucia.


...**...


 ( di ruang bawah tanah )


Lucia mulai sadar dari pingsannya


 " … " Lucia membuka matanya, lalu melihat ke sekeliling ruangan tersebut


 " ini dimana ?" tanya Lucia sambil bangun dan duduk di atas kasur.


 " klek !" ada yang membuka pintu


 " … " Lucia pun menoleh kearah pintu, Lucia langsung melebarkan matanya begitu melihat yang masuk adalah Dimas.


 " kau sudah bangun rupanya !" ucap Dimas sambil berjalan mendekat kearah Lucia.


 " … " melihat Dimas mendekat, Lucia langsung bergeser kebelakang


 " bagaimana, apa sudah puas kau jalan-jalan ?" tanya Dimas sambil duduk di atas kasur


 " … " Lucia hanya menunduk sambil memeluk lututnya ketakutan.


 " … " melihat Lucia diam saja, Dimas bergeser kearah Lucia


 " jangan mendekat !" teriak Lucia sambil menangis


 " kenapa ?" tanya Dimas sambil tersenyum dan semakin bergeser kearah Lucia.


 " … " Lucia hanya menangis ketakutan


 " argh..!" teriak Lucia karena Dimas mencekik lehernya dengan kuat


 " … " Lucia berusaha melepaskan tangan Dimas dari lehernya


 " jangan berani lagi untuk kabur, kalau kau masih mau hidup !" ucap Dimas sambil melepaskan tangannya dari leher Lucia, lalu pergi dari sana.


 " uhuk uhuk !" Lucia batuk-batuk begitu Dimas melepaskannya.


 " hiks.." Lucia hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil memeluk kedua lututnya.


 " ibu.." ucap Lucia sambil menyembunyikan wajahnya di atas lutut.


...***...


 " … " inara duduk di kasur sambil bermain ponselnya.


 " … " Aditya pun menoleh kearah istrinya yang sibuk dengan ponselnya


 " apa ?" tanya inara yang masih fokus pada ponselnya


 " emang tidak bisa di simpan dulu ponselnya ?" ucap Aditya sambil menatap kearah inara


 " … " mendengar itu, inara pun menoleh ke arah Aditya yang sedang menatap kearahnya.


 " kenapa ?" tanya Inara sambil menyimpan ponselnya.


 " dari tadi kau sibuk terus dengan ponsel mu itu !" ucap Aditya yang kesal karena di cuekin


 " jadi mau di perhatiin hmmmm ?" tanya Inara sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Aditya.

__ADS_1


 " … " Aditya hanya memalingkan wajahnya kesamping dengan cemberut


 " cup " inara mencium pipi Aditya


 " … " Aditya pun menoleh kearah istrinya masih dengan wajah cemberutnya.


 " udah dong !" ucap inara memeluk Aditya sambil menempelkan pipinya dengan pipi Aditya.


 " … " Aditya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu


 " ayang...!" panggil inara dengan manja sambil menyandarkan dagunya di bahu Aditya


 " … " Aditya pun menoleh kearah istrinya sambil tersenyum, siapa yang tidak luluh coba melihat tingkah mengemaskan istrinya itu.


 " ganteng banget sih ?!" ucap inara sambil mencolek dagu Aditya


 " udah berani ya,godain aku ?" ucap Aditya sambil menggelitik pinggang Inara


 " mas hentikan,geli !" ucap inara sambil tertawa


 " … " Aditya pun berhenti menggelitik inara


 " ayok tidur !" ucap inara sambil menarik selimut lalu merebahkan dirinya di atas kasur sambil memejamkan matanya.


 " mas !" protes Inara, karena bukan tidur Aditya malah menindihnya


 " hmmmm ?" ucap Aditya sambil menyelipkan anak rambut kebelakang telinga inara


 " ayok minggir !" ucap inara sambil menatap kearah Aditya


 " … " bukannya minggir, Aditya malah menarik selimut untuk menutupi keduanya


 " eum..!" ucap inara.


...***...


( paginya )


 "… " Dimas duduk di ruang kerjanya sambil mencoba menghubungi Andre


 " nomor yang anda tuju sedang.." Dimas melempar ponselnya ke atas meja dengan kesal


 " masuk !" perintah Dimas pada anak buahnya


 " kalian cari Andre !" perintah Dimas


 " baik bos !" ucap mereka sambil pergi.


...**...


( Andre )


 " … " Andre berusaha melepaskan ikatannya


 " sial " teriak Andre karena belum bisa juga melepaskan ikatannya.


 " klik !" suara kunci pintu terbuka


 " … " Andre pun menoleh kearah pintu


 " hai !" ucap inara sambil masuk kedalam dan berjalan kearah Andre


 " lepaskan aku !" ucap Andre


 " apa yang akan aku dapatkan kalau aku melepaskan mu ?" tanya inara sambil menatap kearah Andre


 " apa mau mu ?" tanya Andre sambil menatap kearah inara


 " ini makanan untuk mu !" ucap inara sambil meletakkan makanan nya di atas kursi, lalu melepaskan ikatannya.


 " … " Andre menatap kearah inara


 " cepat makan, jangan berpikir untuk kabur !" ucap inara sambil menarik kursi lalu duduk


 " … " Andre pun memakan makanannya.


 " … " inara menunggu Andre makan sambil bermain ponselnya.


 " … " melihat inara sibuk dengan ponselnya, Andre diam-diam melepaskan ikatan di kakinya.tapi saat ikatannya hampir lepas tiba-tiba..


 " mau kabur ?" tanya inara sambil menodongkan pistol di kepala Andre


 " cepat lepaskan aku !" ucap Andre

__ADS_1


" aku akan melepaskan mu, asalkan..." ucap inara sambil menatap kearah Andre


" asalkan apa ?" tanya Andre


" asalkan kau mau melakukan perintahku !" ucap inara


" apa mau mu ?" tanya Andre


" awasi Dimas dan laporkan setiap informasi yang kau dapatkan padaku !" ucap inara


" … " mendengar itu Andre hanya terdiam sambil berfikir


" bagaimana ?" tanya inara sambil menakan pistolnya di kepala Andre.


" … " melihat Andre diam saja, inara pun menarik pelatuk pistolnya dan bersiap untuk menembak


" oke !" ucap Andre sambil mengangkat kedua tangannya


" aku akan melakukan perintah mu !" ucap Andre.


" bagus !" ucap inara sambil menurunkan pistolnya dari kepala Andre, lalu..


" buk !" inara memukul pundak Andre hingga pingsan.


...**...


( Andre )


tersadar dari pingsannya, ia melihat sudah berada di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.


" … " Andre duduk tegak sambil memegang pundaknya yang terasa sakit.


" … " Andre mengambil kertas yang inara tempelkan di kaca mobil.


" jangan berani macam-macam,aku sudah memasang pelacak di tubuhmu !" tulis inara di kertas tersebut.


" … " membaca itu, Andre segera memeriksa tubuhnya


" sial !" maki Andre begitu melihat luka di yang berada di pergelangan tangannya.


" drrrtt..!" tiba-tiba terdengar suara dering telepon


" … " Andre pun memeriksa mobilnya untuk mencari ponsel tersebut, yang ternyata berada di laci.


" … " Andre mengambil ponsel tersebut lalu mengangkatnya.


" lakukan seperti yang aku perintahkan !" ucap inara lalu memutuskan panggilannya.


" arrghh..!" teriak Andre kesal sambil memukul setir mobilnya.


...**...


( Dimas Admajaya )


" bagaimana ?" tanya Dimas sambil duduk di sofa


" kami masih belum menemukannya bos !" lapor anak buahnya


" cari dia sampai ketemu !" ucap Dimas


" aku disini !" ucap Andre sambil masuk kedalam


" … " Dimas pun menoleh kearah pintu


" … " Andre berjalan menghampiri Dimas


" kenapa dengan wajah mu ?" tanya Dimas yang melihat wajah Andre babak-belur


" hanya kecelakaan kecil bos !" ucap Andre sambil memegang wajahnya


" siapa yang menyerang mu ?" tanya Dimas sambil menatap kearah Andre


" saya juga tidak tau bos !" ucap Andre


" terus kenapa ponsel mu tidak aktif ?" tanya Dimas


" ponsel saya hilang bos !" ucap Andre.


" yaudah pergi sana !" ucap Dimas sambil memeriksa ponselnya


" permisi bos !" ucap Andre sambil pergi ke kamarnya.


" … " Dimas hanya mengangguk sambil fokus pada ponselnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2