
" kakak ipar awas !" teriak Jasmine dari dalam mobil, melihat preman tersebut berjalan kearah inara sambil membawa pisau
" … " mendengar teriakkan Jasmine, inara pun menoleh kebelakang dan segera menghindar dari preman yang berlari kearahnya sambil memegang pisau di tangannya.
preman tersebut terus menyerang inara dengan pisau.
" sret !" pisau tersebut mengenai lengan Inara
" … " melihat lengannya terluka, inara menatap preman tersebut dengan tajam.
" … " saat preman tersebut menodongkan pisau kearahnya, inara segera menahan tangan preman tersebut.lalu memgelitir tangan preman tersebut hingga pisaunya jatuh ke lantai.
" dhuak, dhuak !" inara menendang perut preman tersebut hingga preman tersebut jatuh ke lantai.
" … " setelah itu, inara menginjak tangan preman tersebut dengan sepatunya.
" Aaarrgg..!" preman tersebut meringis karena inara menginjak tangannya dengan keras.
" … " melihat inara sedang sibuk dengan anak buahnya,bos preman tersebut diam-diam berjalan ke mobil. lalu mengambil sebuah balok kayu dan berjalan kearah inara sambil mengacuhkan balok kayu di tangannya.
" … " Jasmine yang melihat bos preman tersebut berniat memukul inara dengan balok kayu, segera berlari kearah inara dan memeluknya.
" bruk !" balok kayu tersebut menghantam punggung Jasmine dengan keras.
" … " Jasmine pun jatuh pingsan ke lantai.
" Jasmine !" ucap inara yang melihat Jasmine pingsan.
" … " inara segera bangun dan menatap bos preman tersebut dengan marah.
" gluk !" bos preman tersebut menelan ludahnya begitu melihat tatapan tajam dari inara.
" … " inara berjalan kearah bos preman tersebut sambil menatapnya dengan tajam
" … " bos preman tersebut segera mengacuhkan balok kearah inara, tapi inara menahan tangannya.
" dhuak, dhuak !" inara menendang perut dan ************ bos preman tersebut sehingga balok di tangannya jatuh.
" … " setelah itu, inara memgelitir tangan preman tersebut, lalu membantingnya ke lantai.
" gedebuk ! " bos preman tersebut jatuh ke lantai dengan keras.
" Aaarrgg ! " bos preman tersebut meringis kesakitan.
" … " inara mengambil pistol dari saku jaketnya lalu menodongkannya ke kepala bos preman tersebut.
" katakan siapa yang menyuruh mu ?" tanya inara
" aku tidak tahu !" ucap bos preman tersebut
" baiklah kalau begitu !" ucap inara sambil menarik pelatuk pistolnya dan bersiap untuk menembak
" baiklah, aku akan mengatakannya !" ucap bos preman tersebut
" siapa ?" tanya inara sambil menekan pistol plke kepala bos preman tersebut.
" dia Miss X !" ucap bos preman tersebut
" siapa Miss X ?" tanya Inara
" kami tidak tahu, dia hanya menyuruh kami untuk menculik gadis itu !" ucap bos preman tersebut.
" … " inara memasukkan kembali pistol ke saku jaketnya, lalu menendang lagi bos preman tersebut sebelum pergi.
" … " inara memapah Jasmine dan memasukannya kedalam mobil.setelah itu, inara masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.
...**...
__ADS_1
( Aditya )
sedang duduk di mejanya sambil menatap tajam kearah karyawan yang sedang menunduk ketakutan.
" siapa yang menyuruh mu ?" tanya Aditya dingin
" maafin saya pak !" ucap karyawan yang bernama Susi tersebut.
" katakan siapa yang menyuruh mu !" bentak Aditya sambil menatap tajam karyawan tersebut.
" saya tidak tahu pak !, mereka hanya menyuruh saya untuk melakukan itu dan mengancam akan membunuh anak saya kalau saya tidak melakukannya !" ucap Susi sambil menunduk ketakutan.
" kau di pecat !" ucap Aditya
" maafin saya pak, tolong jangan pecat saya !" ucap Susi sambil memohon kepada Aditya.
" bawa dia ke luar !" perintah Aditya
" baik pak !" ucap Tian sambil berjalan kearah Susi
" ayok !" ucap Tian sambil memegang tangan Susi untuk bangun dan membawanya untuk keluar
" pak tolong jangan pecat saya !" ucap Susi sambil berjalan keluar.
" … " tapi Aditya tidak menghiraukannya, ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
" drrrtt !" dering ponsel nya
" ya ?" ucap Aditya sambil menjawabnya.
" apa !" ucap Aditya sambil beranjak dari tempat duduknya
" rumah sakit mana ?" tanya Aditya sambil berjalan ke luar.
...**...
( di rumah sakit )
" dimana dia ?" tanya Aditya sambil berlari kearah inara.
" di dalam, dokter masih memeriksanya " ucap inara
" … " Aditya mengusap wajahnya dengan kasar sambil mondar-mandir di depan ruangan Jasmine
" mas !" panggil inara
" diam !" bentak Aditya sambil menatap kearah inara dengan tajam
" kalau sampai Jasmine kenapa-napa, ini semua salah kamu !" ucap Aditya
" … " yang membuat inara terdiam sambil menatap kearahnya
" klek !" dokter keluar dari ruangan Jasmine
" bagaimana Dok ?" tanya Aditya
" … " inara pun bangun menghampiri dokter tersebut
" tidak perlu dikhawatirkan, tidak ada luka yang serius dia cuma luka memar saja.setalah istirahat dia juga sudah di perbolehkan untuk pulang !" jelas dokter tersebut
" hah !" inara menghela nafasnya dengan lega
" saya permisi dulu !" ucap dokter tersebut sambil pergi
" iya " ucap Aditya, lalu masuk kedalam ruangan Jasmine.
" kamu tidak apa-apa ?" tanya Aditya sambil menghampiri Jasmine yang sedang tiduran di atas ranjang.
__ADS_1
" … " Jasmine hanya menggelengkan kepalanya, lalu menoleh kearah inara
" kakak ipar baik-baik saja kan ?" tanya Jasmine sambil menatap kearah inara
" iya " ucap inara
" tapi lengan kakak ipar tadi terluka !" ucap Jasmine
" … " yang membuat Aditya menoleh kearah inara
" aku tidak apa-apa !, yaudah aku permisi keluar sebentar !" ucap inara, lalu beranjak keluar dari ruangan Jasmine.
sampai di luar, inara duduk di atas kursi sambil membuka jaketnya dan melihat lukanya lumayan dalam juga.
" kenapa tidak bilang kalau kau terluka ?" ucap Aditya yang tiba-tiba sudah berdiri di samping inara
" … " inara hanya diam saja sambil memakai kembali jaketnya.
" … " Aditya menarik tangan inara dan membawanya ke UGD
" aku bisa jalan sendiri !" ucap inara sambil melepaskan tangannya dari genggaman Aditya
" tolong obati dia !" ucap Aditya pada suster
" ayok mbak !" ucap suster tersebut menyuruh inara untuk duduk
" … " inara pun duduk di atas kursi sambil melepaskan jaketnya.
" … " suster tersebut pun membersihkan luka inara.setelah itu memberikan obat lalu membalutnya dengan perban.
" … " Aditya menatap kearah istrinya dengan rasa bersalah, karena masalah di kantor ia tidak bisa mengontrol emosi nya.
" makasih sus !" ucap inara sambil memakai kembali jaketnya
" sama-sama mbak !" ucap suster tersebut sambil pergi
" … " inara beranjak bangun dan pergi dari sana dengan Aditya mengikutinya dari belakang.
mereka kembali ke ruangan Jasmine.
" klek " Aditya membuka pintu lalu masuk kedalam.
" ayok kita pulang !" ucapnya pada Jasmine
" iya " ucap Jasmine sambil turun dari ranjang, lalu berjalan keluar.
...**...
( di parkiran )
inara berjalan kearah mobilnya dan hendak membuka pintu.
" kita pulang bersama, nanti aku suruh orang buat membawa mobilnya !" ucap Aditya
" … " inara pun pergi ke mobil Aditya
" ayok !" ucap Aditya sambil membukakan pintu depan untuk inara,tapi inara malah membuka pintu belakang dan duduk bersama Jasmine.
" … " Aditya pun kembali menutup pintu mobilnya, lalu masuk kedalam kursi pengemudi
" … " inara menyandarkan kepalanya di kursi lalu memejamkan mata.
Jasmine menatap bingung kearah keduanya.
" apa mereka bertengkar ?" pikir Jasmine
" … " Aditya menancap gas mobilnya dan pergi dari sana.
__ADS_1
Aditya fokus menyetir sambil sesekali melirik kearah istrinya lewat sepion.
...**...