Secret Files

Secret Files
33. Lucia kabur


__ADS_3

" kamu udah makan ?" tanya Aditya


" udah " ucap Inara


" mau beli sesuatu atau langsung pulang ?" tanya Aditya sambil menoleh ke arah inara


" kita belanja dulu ya, di kulkas sudah tidak ada apa-apa lagi !" ucap inara


" baiklah " ucap Aditya.


...**...


sampai di supermarket, mereka segera berbelanja untuk keperluan rumah.setelah selesai mereka pun kembali ke mobil untuk pulang ke rumah.


...**...


" ada yang sedang mengikuti kita !" ucap Aditya sambil melihat kearah sepion mobil


" mana ?" tanya inara sambil menoleh ke belakang dan melihat ada sebuah mobil berwarna hitam yang sedang mengikuti mereka.


" kencangkan sabuk pengaman nya, kita akan bermain !" ucap Aditya sambil menginjak pedal gas mobilnya


" hati-hati !" ucap inara sambil menoleh kebelakang melihat mobil yang mengikuti mereka.


Aditya membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil menyelip mobil-mobil yang ada di depannya.


" sial !" umpat Andre sambil memukul setir mobil nya karena terjebak lampu merah, yang membuat ia kehilangan jejak mobil Aditya.


" dia sudah tidak ada !" ucap inara sambil melihat ke belakang


" kamu harus hati-hati, sepertinya mereka sudah tahu kalau kamu yang mencuri berliannya !" ucap Aditya


" hah !" inara menghela nafas panjang sambil menyandarkan kepalanya di kursi.


...**...


sampai rumah, mereka segera membersihkan diri dan sholat Maghrib.


" aku kebawah dulu !" ucap inara sambil berjalan keluar


" ya " ucap Aditya yang sedang rebahan di atas kasur.


( 30 menit kemudian )


" apa yang kau masak ?" tanya Aditya sambil duduk di kursi


" nasi goreng biar cepat !" ucap inara sambil memberikannya kepada Aditya, lalu duduk di kursinya.


...**...


selesai makan mereka kembali ke kamar


" tolong pijat kepala ku !" ucap Aditya sambil merebahkan kepalanya di atas pangkuan inara yang sedang asyik dengan ponselnya.


" kenapa, kepalamu sakit ?" tanya inara sambil meletakkan ponselnya di atas meja


" iya " ucap Aditya sambil memejamkan matanya, inara pun memijat kepalanya dengan lembut.


" bagaimana udah mendingan atau mau aku ambilkan obat ?" tanya inara


" tidak usah, dipijat saja !" ucap Aditya


" kamu lagi banyak pikiran ya ?" tanya inara sambil memijat kepala Aditya


" sedikit masalah kantor !" ucap Aditya sambil berbalik dan menyembunyikan wajahnya di perut inara.


" ada masalah apa ?" tanya inara


" tidak ada " ucap Aditya


" kamu menyembunyikan sesuatu dari aku ?" tanya inara


" ... " Aditya berbalik dan menatap kearah inara yang sedang menatapnya


" omset penjualan nya menurun, gara-gara video viral kalian itu !" jelas Aditya

__ADS_1


" oh, gara-gara mantan mu itu !" ucap inara dengan ketus


" salah sendiri kenapa yang jadi modelnya mantan,kayak gak ada yang lain aja !" tambah inara


" udah tidak usah di bahas lagi !" ucap Aditya sambil bangun dan merebahkan dirinya di atas kasur


" dasar menyebalkan !" ucap inara pelan sambil melihat ke arah Aditya


" ayok tidur !" ucap Aditya sambil menatap kearah inara


" ... " inara pun merebahkan dirinya di samping Aditya


" ayok sini !" ucap Aditya sambil menarik inara ke pelukannya lalu menarik selimut untuk menutupi keduanya.


" apa ?" tanya Aditya pada inara yang sedang menatapnya


" tidak ada !" ucap inara sambil memalingkan wajahnya


" … " Aditya mengeratkan pelukannya dan membenamkan kecupan di kening Inara


" ayok tidur kalau gak mau aku makan !" ucap Aditya sambil memejamkan matanya.


...**...


( di kediaman Dimas Admajaya )


" bagaimana ?" tanya nya sambil menatap Andre


" maaf bos, saya kehilangan jejak nya !" ucap Andre


" kalian itu memang gak ada satu pun yang becus !" ucap Dimas kesal


" maaf bos !"


" terus awasi dia !" ucap Dimas


" baik bos !" ucap Andre sambil keluar dari ruangan tersebut


" drrrtt ..!" bunyi panggilan masuk


" ya ?" ucap Dimas sambil menjawabnya


" apa !" teriak Dimas sambil bangkit dari tempat duduknya


" apa saja pekerjaan kalian hah!, bagaimana dia bisa kabur ?" teriak Dimas marah


" maaf bos! "


" cari dia sampai ketemu, kalau tidak habis kalian semua !" ucap Dimas sambil mematikan ponselnya.


" dasar tidak becus !" ucap Dimas sambil keluar dari ruangan tersebut


" Andre !" panggilnya sambil keluar dari ruangan kerjanya


" ya bos !" ucap Andre sambil menghampiri nya


" perintahkan anak buah untuk mencari Lucia sampai ketemu !" ucapnya


" baik bos !" ucap Andre berjalan keluar sambil menelepon.


...**...


( di luar negeri )


Lucia terus berlari dari kejaran bodyguard nya


" hah hah !" Lucia ngos-ngosan sambil bersembunyi dari para bodyguard nya


" terus cari dia sampai ketemu !" ucap mereka sambil berlari melewati tempat persembunyian Lucia


" hah !" Lucia bernafas lega sambil keluar dari persembunyiannya dan berlari menjauh dari tempat tersebut.


" sekarang aku harus kemana ?" ucap Lucia bingung karena tidak mengenal siapa pun di sana.ia pun menyebrang jalan raya dengan sedikit melamun sehingga ia tidak melihat ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang kearah nya.


" argh..!" teriaknya kaget begitu melihat mobilnya sudah begitu dekat dengan nya

__ADS_1


" Brak !" Lucia pun tertabrak mobil tersebut hingga ia terpental ke jalan raya.


" kita menabrak orang tuan !" ucap sang asisten


" kau itu bagaimana sih, cepat cek keadaannya !" perintah nya


" baik tuan !" ucapnya sambil turun dari mobil dan berjalan kearah Lucia


" bagaimana ?" tanya tuanya sambil menghampiri nya


" dia masih hidup tuan !" ucap sang asisten


" cepat bawa dia ke mobil !" perintahnya sambil berjalan ke arah mobil


" baik tuan !" ucap sang asisten sambil membawa Lucia ke dalam mobil


" cepat kita ke rumah sakit !" perintahnya


" iya tuan " ucap asisten sambil menancap gas mobilnya menuju rumah sakit.


...**...


sampai di rumah sakit, Lucia segera dibawa ke ruang UGD dan mendapatkan penanganan dari dokter.


( 2 jam kemudian )


dokter keluar dari ruang UGD


" bagaimana keadaannya dok ?" tanya tuan rathore sambil bangkit dari tempat duduknya


" keadaannya masih kritis akibat benturan keras di kepalanya,kami akan memindahkan nya ke ICU, berdoa saja semoga dia bisa melewati masa kritisnya !" ucap dokter sambil pergi


" hah !" tuan rathore menghela nafas panjang sambil kembali duduk di kursi


" tuan biar saya aja yang disini, tuan pulang saja untuk istirahat !" ucap sang asisten


" aku tidak apa-apa !" ucap tuan rathore


" maaf tuan, saya akan lebih hati-hati saat menyetir !" ucap Liam sang asisten


" sudahlah, kita berdoa saja semoga dia cepat sembuh !" ucap tuan rathore sambil beranjak dari tempat duduknya


" tuan mau kemana ?" tanya Liam


" kita cari makan dulu !" ucap tuan rathore sambil berjalan keluar dari UGD


" baik tuan " ucap Liam sambil mengikuti tuan rathore menuju kantin.


...***...


sedangkan anak buah Dimas, sibuk mencari Lucia yang belum juga ketemu.


" bagaimana ini, nona masih belum juga ketemu ?" ucap Lia


" tuan pasti akan marah besar kalau tahu kita masih belum menemukannya !" tambah bodyguard lainnya


" terus cari nona sampai ketemu, dia tidak mungkin pergi jauh dari sini !" ucap Lia


" baik !" ucap mereka sambil menyebar untuk mencari Lucia.


...***...


( Dimas Admajaya )


" apa kalian sudah menemukannya ?" tanya Dimas sambil menelpon


" belum tuan !" ucap anak buahnya


" apa saja yang kalian lakukan hah, kenapa belum juga menemukannya ?" ucap Dimas kesal


" kami kehilangan jejak nya tuan, nona tidak ada dimana-mana !" ucap anak buahnya


" cari dia sampai ketemu, dia tidak akan bisa pergi jauh dari sana !" ucap Dimas


" baik bos !" ucap anak buahnya

__ADS_1


" dasar payah !" ucap Dimas kesal sambil melempar ponsel nya ke kasur.


...***...


__ADS_2