
( di Jakarta )
inara sudah siap dengan pakaian samarannya untuk masuk kedalam rumah Dimas.
" ada keperluan apa ?" tanya penjaga
" saya mau bertemu dengan bibik saya !" ucap inara yang menyamar sebagai gadis culun dengan rambut di kepang dua serta memakai kacamata tebal.
" siapa bibik kamu ?" tanya penjaga sambil memperhatikan penampilan inara
" bik Yanti,dia bekerja di sini " ucap Inara
" saya keponakannya, panggil saja kalau tidak percaya !" ucap inara yang para penjaga seperti curiga kepadanya
" panggil dia !" ucap penjaga pada temannya
" iya " ucapnya sambil pergi ke dalam
tak lama kemudian dia keluar bersama bik Yanti
" kamu kenal dia ?" tanya penjaga
" dia keponakan saya !" jangan bik yang sambil melihat ke arah inara
" benarkan, kalian sih tidak percaya !" ucap inara
" ngapain kamu disini ?" tanya penjaga
" saya yang menyuruhnya ke sini untuk membantu saya, karena Susi sedang sakit !" jelas bik Yanti
" siapa nama kamu ?" tanya penjaga
" Icha pak " jawab Inara
" baiklah,kau boleh masuk !" ucap penjaga sambil membuka pintu gerbangnya.
" makasih !" ucap inara sambil masuk kedalam
" kau hebat !" ucap inara pada bik Yanti sambil masuk kedalam rumah
" hanya itu yang bisa saya lakukan " ucap bik Yanti
" makasih bik !" ucap inara
" … " bik Yanti hanya mengangguk sambil pergi ke dapur
" apa yang bisa saya bantu bik ?" tanya inara
" lakukan saja pekerjaan nona !" ucap bik Yanti sambil memotong sayurannya
" baiklah bik, saya akan membersihkan kamarnya dulu !" ucap inara sambil pergi
" iya " ucap bik Yanti
...***...
" klek " inara masuk kedalam kamar Dimas sambil membawa sapu, Inara pun membersihkan kamar tersebut. setelah itu ia mengambil kursi dan meletakkannya di depan dinding, Inara naik keatas kursi tersebut lalu mengambil sebuah kain untuk mengelap CCTV yang terpasang di dinding tersebut. setelah itu inara menutup CCTV tersebut menggunakan kain.
inara meletakkan kembali kursi tersebut pada tempatnya, setelah itu inara mulai menggeledah kamar tersebut.
" tidak ada apa-apa di sini !" ucap inara sambil menutup kembali lacinya
" dimana dia menyembunyikannya,masak tidak ada hal yang penting sih di sini !" ucap inara kesal karena sudah menggeledah semua isi kamar tersebut tapi tidak menemukan apa-apa.
" dasar menyebalkan !" ucap inara sambil memukul foto Dimas yang terpasang di dinding, sehingga foto tersebut berputar dan terlihatlah sebuah berkas penyimpanan.
" wah, tidak sia-sia aku memukulmu !" ucap inara sambil melihat berkas tersebut yang menggunakan sandi untuk membukanya
__ADS_1
" apa sandinya ya ?" ucap inara sambil berfikir, inara mulai memasukkan beberapa angka pada berkas tersebut tapi sandinya salah. inara kembali mencobanya tapi sandinya tetap salah.
" hah !" inara menghela nafasnya sambil kembali berpikir, karena kalau sekali lagi salah berkasnya tidak bisa di buka lagi.
" ini sangat menyebalkan !" ucap inara kesal sambil menatap foto Dimas sekilas
" eh tunggu dulu !" ucap inara sambil kembali memperhatikan foto Dimas dengan teliti
" tanggal : 1 Juni 2001 " ucap Inara membaca tanggal yang terletak di bawah foto tersebut
" oke, sepertinya aku tahu sandinya !" ucap inara sambil kembali memasukkan kata sandinya
" 010601 " ucap inara sambil menekan tombol angkanya
" klik " sandinya benar
" yes !" ucap inara sambil membuka pintu berkasnya
" wow !" ucap inara saat melihat isi berkas tersebut
" dia menyimpan banyak emas " ucap Inara, lalu mengambil beberapa berkas dan membacanya
" ini dia !" ucap saat menemukan map yang di carinya, inara mengambil isi map tersebut dan menyimpannya di saku roknya.setelah itu inara menyimpan kembali map-nya ke dalam dan menutup pintunya, lalu inara keluar dari kamar tersebut.
inara pergi mencari bik Yanti di kamar belakang
" klek " Inara membuka pintu dan masuk kedalam
" bagaimana ?" tanya bik Yanti
" sudah bik " jawab inara
" bibik harus segera pergi dari sini, sebelum Dimas pulang !" ucap inara
" baik neng, bibik akan pergi dari sini !" ucap bik Yanti
" gak usah neng !" tolak bik Yanti
" ambil saja bik,bibik harus pergi ke tempat yang tidak bisa di temukan oleh Dimas !" ucap inara
" makasih neng !" ucap bik Yanti sambil menerima uangnya
" oh ya bik,bibik tau tidak tentang Lucia ?" tanya inara
" saya cuma pernah dengar neng, kalau dia tinggal di luar negeri " ucap bik Yanti
" bibik punya fotonya tidak ?" tanya inara
" kalau itu bibik tidak punya neng, karena tuan sangat merahasiakannya !" ucap bik Yanti
" gitu ya bik " ucap Inara
" iya neng " ucap bibik
" yasudah aku pergi dulu bik !" ucap inara sambil beranjak
" hati-hati neng !" ucap bik Yanti
" iya " ucap Inara sambil keluar dan pergi dari rumah Dimas.
" hei kau mau kemana ?" tanya penjaga
" saya mau pulang, pekerjaan saya sudah selesai !" ucap inara
" baiklah !" ucap penjaga sambil membuka pintu gerbangnya.
inara pun segera keluar dari sana dan menuju jalan raya, menyetop taksi dan pulang ke rumahnya.
__ADS_1
...***...
( sampai di rumah )
inara turun dari taksi dan berjalan ke rumahnya.
" eh mas, udah pulang ?" tanya Inara saat melihat Aditya sudah berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang
" habis dari mana dengan penampilan seperti itu ?" tanya Aditya sambil memperhatikan penampilan inara
" udah lama pulangnya ?" tanya inara mengalihkan pembicaraan
" aku tanya habis dari mana ?" tanya Aditya lagi sambil menatap inara
" dari rumah Dimas " ucap Inara
" Apa !, kenapa tidak bilang dulu bagaimana kalau.."
" ayok masuk, jangan marah-marah nanti cepat tua !" ucap Sambil menggandeng tangan Aditya dan menariknya kedalam,ia tidak mau mendengar ceramah dari Aditya.
" kau ngatain aku tua ?" tanya Aditya
" lah tidak sadar umur, anda kan memang sudah tua !" ucap inara
" terserah kau lah !" ucap Aditya sambil pergi ke kamar.
inara pergi ke dapur membuka kulkas dan mengambil air dingin lalu meneguknya, setelah itu ia pergi keatas menyusul Aditya.
" klek " inara masuk ke kamar tapi tidak menemukan Aditya
" sedang mandi rupanya " ucap inara saat mendengar suara air di kamar mandi,lalu inara duduk di atas kasur sambil melepaskan kacamata dan ikat rambutnya.setelah itu,ia mengeluarkan kertas yang di ambilnya tadi.
" aku harus mencari bukti lain lagi, supaya Dimas bisa di penjara !" ucap inara sambil menyimpan kertas tersebut kedalam laci .
" klek " Aditya keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya.ia berjalan menuju meja rias, lalu mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.
" sini aku bantu !" ucap inara sambil mengambil hair dryer dari tangan Aditya
" ayok duduk !" ucap inara, Aditya pun duduk di kursi rias.
" udah selesai "ucap Inara sambil mematikan hair dryer dan meletakkannya di atas meja
" udah dong ngambeknya !" ucap inara yang melihat Aditya masih cemberut
" mas !" panggil inara sambil duduk di pangkuan Aditya
" … " Aditya diam saja tidak menjawab
" cup " inara mencium pipi Aditya
" cup " inara mencium pipi Aditya sebelahnya lagi
" :) " membuat Aditya tersenyum dengan aksinya itu,tapi ia buru-buru mengembalikan ekspresinya begitu inara melihat ke arahnya.
" aku minta maaf deh,pergi tidak izin dulu sama kamu janji besok tidak akan gitu lagi !" ucap inara sambil menatap Aditya
" yaudah turun sana,aku mau pakai baju !" ucap Aditya masih dengan ekspresi dingin nya
" maafin dulu !" ucap inara
" iya " ucap Aditya dengan malas
" makasih " ucap Inara sambil mengecup bibir Aditya,lalu turun dari pangkuan Aditya dan masuk ke kamar mandi.
" hah !" Aditya menghela nafasnya, lalu pergi ke wardrop untuk memakai bajunya.
...***...
__ADS_1