
( di sebuah kamar )
orang yang memakai jubah sedang menatap foto orang tua inara yang di tempelkan di dinding kamarnya.
" …." lalu ia mencoret tanda silang di wajah ibunya Inara menggunakan spidol warna merah.
" tok tok tok !" suara ketukan pintu dari luar
" masuk !" ucapnya
" … " anak buahnya pun masuk menghampirinya
" ada apa ?" tanya wanita berjubah tersebut yang masih menatap kearah foto Alexander dan Laura .
" mobil sudah siap bos !" lapor anak buahnya
" baiklah kita pergi !" ucap wanita berjubah sambil berjalan keluar
" iya " ucap anak buahnya sambil mengikuti dari belakang.
wanita berjubah tersebut masuk kedalam mobil dan pergi.
...**...
( Dimas )
" Andre !" panggil Dimas yang sudah siap untuk pergi
" ya bos ?" ucap Andre sambil menghampiri Dimas
" siapkan mobil kita pergi !" ucap Dimas
" baik bos !" ucap Andre sambil berjalan keluar
" … " Dimas pun berjalan keluar sambil mengecek ponselnya.
" ayok bos !" ucap Andre sambil membuka pintu mobilnya,lalu menutup kembali saat Dimas sudah masuk kedalam.
" … " Andre masuk kedalam kursi pengemudi dan menancap gas mobilnya untuk pergi.
" kita mau kemana bos ?" tanya Andre sambil menyetir
" ke markas !" ucap Dimas yang sedang fokus pada ponselnya
" baik bos !" Andre sambil fokus menyetir
...**...
mobil wanita berjubah itu masuk kedalam hutan dan berhenti di sebuah rumah.
" … " wanita berjubah tersebut turun dari mobil dan masuk kedalam rumah tersebut.
" selamat datang bos !" ucap anak buahnya yang menjaga rumah tersebut
" bagaimana dia ?" tanya wanita berjubah tersebut sambil berjalan ke sebuah kamar
" dia masih berontak dan tidak mau makan bos !" lapor anak buahnya sambil mengikutinya dari belakang.
" klek " anak buahnya membuka pintu kamar tersebut, lalu wanita berjubah tersebut masuk kedalam.
dan terlihatlah,di dalam kamar tersebut ada seorang wanita dengan penampilan tidak terurus serta sebelah kakinya diikat dengan rantai.
" … " mendengar suara pintu terbuka, wanita tersebut pun menoleh kearah pintu
" lepaskan aku !" teriak wanita tersebut sambil menatap benci kearah wanita berjubah.
" nikmati saja hari-hari mu disini sebelum kau mati !" ucap wanita berjubah tersebut lalu berjalan keluar dari kamar tersebut
" dasar wanita iblis !" maki wanita tersebut
" cepat lepaskan aku !" teriaknya memberontak
" terus awasi dia jangan sampai kabur !" ucap wanita berjubah sambil pergi ke mobilnya
" baik bos !" ucap anak buahnya sambil mengantarnya ke mobil.
" … " wanita berjubah tersebut pun masuk kedalam mobil dan pergi.
...**...
" … " turun dari mobil Dimas berjalan masuk kedalam markas dengan di ikuti Andre di belakangnya.
" selamat datang bos !" ucap anak buahnya
" … " Dimas masuk dan duduk di kursinya.
" bagaimana dengan barangnya ?" tanya Dimas
" aman bos !" ucap bos preman
" hei bawa kemari !" perintahnya pada anak buahnya
__ADS_1
" … " mereka pun membawa barangnya ke hadapan Dimas
" … " Dimas langsung membuka tas yang berisi barang terlarang tersebut.
" bagus !" ucap Dimas sambil menutup kembali tasnya
" simpan ini di tempat yang aman !" perintah Dimas sambil beranjak dari tempat duduknya
" baik bos !" ucap bos preman tersebut
" ayok pergi !" ucap Dimas pada Andre sambil berjalan keluar
" iya " ucap Andre sambil mengikuti Dimas
mereka pun masuk kedalam mobil dan pergi dari sana.
...**...
( Liam )
ia masih berkeliling untuk mencari Lucia yang belum juga ditemukan.
" apa mungkin mereka sudah menangkapnya ?" pikir Liam sambil menyetir
" drrrtt..!" bunyi ponselnya
" ya tuan ?" ucap Liam sambil mengangkat ponselnya.
" baik, saya akan segera ke sana !" ucap Liam lalu mematikan panggilannya.
" … " Liam pun memutar mobilnya menuju rumah tuan rathore.
...**...
( inara )
sedang duduk bersantai di atas sofa sambil menonton tv.
" klek " suara pintu terbuka
" … " inara pun menoleh kearah pintu, melihat Aditya sudah pulang dari kantor.
" kau sedang apa ?" tanya Aditya sambil menghampiri inara
" tidak ada !" ucap inara sambil menatap kearah Aditya
" hah !" Aditya menghela nafas panjang sambil duduk di atas sofa
" hmmmm !" ucap Aditya sambil merebahkan dirinya di atas pangkuan inara
" mau aku buatkan kopi ?" tanya inara sambil membelai rambut Aditya
" gak usah !" ucap Aditya sambil memejamkan matanya
" mau aku masakin apa untuk makan malam ?" tanya inara
" kita makan diluar aja !" ucap Aditya sambil berbalik menghadap kearah perut inara
" baiklah, yaudah mandi dulu sana !" ucap inara
" bentar lagi !" ucap Aditya yang masih memejamkan matanya
" … " inara pun kembali melanjutkan menonton Tv-nya.
( 5 menit kemudian )
" mas !" panggil inara, tapi tidak ada sahutan dari Aditya
" hah !" inara hanya bisa menghela nafasnya, melihat Aditya sudah tertidur dengan pulas.
" … " inara pun membiarkan Aditya untuk tertidur.
" Allahuakbar Allahuakbar !" suara adzan Maghrib mulai berkumandang
" mas !" panggil inara sambil menepuk pundak Aditya
" hmmmm " ucap Aditya masih dengan mata terpejam.
" bangun udah Maghrib !" ucap inara
" … " Aditya pun berbalik sambil membuka matanya
" aku ketiduran ya ?" tanya Aditya sambil menatap kearah inara
" ya, udah ayok bangun pegal ini kaki aku !" ucap inara
" ya " ucap Aditya sambil bangun dan beranjak ke kamar untuk mandi.
" … " inara meluruskan kakinya yang terasa pegal, lalu bangkit dan pergi ke kamar.
...**...
__ADS_1
" ayok !" ucap Aditya yang baru keluar dari ruang wardrop dengan penampilan yang sudah rapi.
" bentar !" ucap inara sambil mengoleskan makeup diwajahnya
" … " Aditya pun berjalan menghampiri inara, lalu berdiri di belakangnya sambil menatap kearah kaca
" kenapa ?" tanya inara yang melihat Aditya sedang menatapnya lewat kaca rias.
" kamu istri siapa sih? " tanya Aditya sambil memeluk inara
" kamulah siapa lagi ?!" ucap inara sambil mengoleskan lipstik di bibirnya
" pantes cantik banget !" ucap Aditya sambil mencium pipi inara
" dasar !" ucap inara tersenyum mendengar gombalan receh suaminya
" ayok !" ucap inara sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar
" ya " ucap Aditya sambil mengikuti inara.
...**...
( Lucia )
Lucia duduk termenung di atas kasur sambil memeluk kedua lututnya.
" klek " suara pintu terbuka dan masuklah seorang pelayan membawakan makanan untuknya
" ini non,makanannya !" ucap pelayan tersebut sambil meletakkan makanannya di atas kasur
" … " tapi Lucia hanya diam saja dengan pandangan kosong
" … " selesai meletakkan makanan, pelayan tersebut pun pergi
" … " Lucia menoleh sekilas kearah makanannya, lalu merebahkan dirinya di atas kasur tanpa ada niat untuk memakan sarapannya.
...**...
sedangkan inara dan Aditya sedang makan malam romantis di sebuah restoran.
" ini !" ucap Aditya sambil menyuapi steak daging ke inara
" enak ?" tanya Aditya menoleh kearah inara sambil memotong steak dagingnya
" … " inara hanya mengangguk kepalanya sambil mengunyah steak daging tersebut.
" mau aku siapin lagi ?" tanya Aditya sambil menatap kearah inara
" gak usah, aku makan sendiri aja !" ucap inara
" yaudah ini !" ucap Aditya sambil menyerahkan steak daging yang sudah di potong-potong kepada inara.
" makasih !" ucap inara sambil memakannya.
" … " Aditya hanya mengangguk sambil memakan makanannya.
selesai makan, mereka pun pergi dari sana.
( di dalam mobil )
" mau kemana lagi ?" tanya Aditya sambil menyetir
" mau jajan dulu !" ucap inara
" dimana ?" tanya Aditya
" yang di pinggir jalan itu !" ucap inara sambil menunjuk kearah penjual jajanan
" baiklah " ucap Aditya sambil mencari tempat untuk parkir mobilnya.
" ayok !" ucap Aditya setelah memarkirkan mobilnya
" ya " ucap inara sambil turun dari mobil.
mereka pun turun dari mobil dan berjalan kearah penjual makan receh di pinggir jalan.
" mau beli apa ?" tanya Aditya sambil melihat-lihat jajanannya
" mau beli minuman Boba dulu !" ucap inara sambil berjalan kearah penjual minuman Boba
" baiklah " ucap Aditya sambil mengikuti inara.
selesai membeli minuman, Inara membeli beberapa jajanan makanan.
" sudah ?" tanya Aditya
" udah,ayok kita pulang !" ucap inara sambil menatap kearah Aditya
" ayok !" ucap Aditya sambil pergi ke mobilnya.
...***...
__ADS_1