
" aku pergi dulu ya !" ucap Aditya
" iya " ucap inara sambil mencium tangan suaminya
" jangan lupa kabarin aku, kalau mau pergi !" ucap Aditya
" iya,udah berangkat sana !" ucap inara sambil mendorong Aditya ke mobil
" cium dulu !" ucap Aditya
" cup " Inara mencium pipi Aditya
" udah sana !" ucap inara
" di bibir belum " ucap Aditya
" gak ada, udah sana pergi !" ucap inara sambil mendorong Aditya ke mobil
" baiklah, aku pergi !" ucap Aditya sambil membuka pintu mobil dan masuk kedalam
" hati-hati !" ucap inara
" iya !" ucap Aditya sambil menginjak pedal gas mobilnya.
setelah mobil Aditya pergi, inara kembali masuk ke rumah.
...**...
( di kantor )
" masuk ke sini sebentar !" ucap Aditya di telepon
" ada apa pak ?" tanya Tian sambil masuk
" kumpulkan semua karyawan, kita adakan meeting !" ucap Aditya
" sekarang pak !" tanya Tian
" ya sekaranglah, emang kapan lagi ?" ucap Aditya sambil menatap Tian
" baik pak !" ucap Tian sambil keluar.
...**...
( 15 menit kemudian )
semua karyawan sudah berkumpul di ruang meeting.
" kira-kira kenapa ya, kita di kumpulin di sini ?" bisik-bisik para karyawan
" aku juga tidak tau !" ucap karyawan lainnya.
" klek " Aditya masuk kedalam dan duduk di kursinya
" … " seketika para karyawan berhenti berbisik-bisik dan duduk dengan tenang)
" kalian tahu kenapa kalian di kumpulin di sini ?" tanya Aditya
" tidak pak !" ucap para karyawan
" produk yang akan kita luncurkan satu Minggu lagi telah bocor dan sudah ada yang meluncurnya dulu !" ucap Aditya sambil menatap kearah para karyawannya
" apa !" ucap para karyawan sambil melihat satu sama lain
" tapi bagaimana bisa bocor pak ?" tanya karyawan
" kemungkinan ada orang di perusahaan ini yang berkhianat !" ucap Aditya
" … " membuat para karyawan saling melihat satu sama lain
" jadi jika ada di antara kalian yang berkhianat mengaku saja !, sebelum ke sabaran saya habis !" ucap Aditya
" tapi pak,kami tidak membocorkannya ke siapa pun !" ucap para karyawan
" saya beri kalian waktu tiga hari untuk mengaku !" ucap Aditya sambil menatap seorang karyawan yang sedang menunduk ketakutan
" kalau saya sudah turun tangan sendiri,maka saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada kalian !" ucap Aditya, lalu bangkit dari tempat duduknya dan beranjak pergi.
" kira-kira siapa ya orangnya ?" tanya para karyawan
" dia berani main-main sama pak Aditya !" ucap karyawan lainnya
" mungkin dia belum tahu kalau pak Aditya sudah marah bagaimana !" tambah karyawan lainnya
" sudah,ayok kembali bekerja !" ucap Dinda
" iya !" ucap mereka sambil keluar dari ruang meeting
" … " mendengar itu, membuat seorang karyawan baru makin takut saja.ia pun berjalan duluan untuk kembali ke ruang kerjanya.
( Aditya )
__ADS_1
" terus awasi dia !" ucap Aditya sambil masuk kedalam ruangannya
" baik pak !" ucap Tian
...**...
( Lucia )
" hanya ini yang bisa saya buat, soalnya tidak ada apa-apa di kulkas !" ucap Lucia
" nanti pulang dari kantor, saya belanja !" ucap Liam sambil duduk di kursi, dan mulai memakan omelet telur buatan Lucia
" enak tidak ?" tanya Lucia
" lumayan !" ucap Liam
" maaf,aku tidak pintar memasak !" ucap Lucia, lalu memakan sarapannya
" aku pergi dulu !" ucap Liam sambil bangkit dan beranjak pergi
" iya " ucap Lucia
...**...
( Dimas Admajaya )
" siapkan mobil, kita akan pergi !" ucap Dimas
" baik bos! !" ucap Andre sambil pergi
" … " Dimas mengambil ponsel, lalu menelpon seseorang
" kita bertemu di tempat biasa !" ucap Dimas sambil berjalan keluar
" silahkan bos !" ucap Andre membukakan pintu mobil
" … " Dimas mematikan ponselnya lalu masuk kedalam mobil
" … " Andre menutup pintu, lalu masuk ke kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya.
...**...
( inara )
karena suntuk di rumah, Inara berencana membawakan makan siang untuk Aditya.
" akhirnya selesai juga !" ucap inara, selesai membuat bekal makanan untuk Aditya
" sekarang aku mau mandi dulu !" ucap inara sambil pergi ke kamar.
inara turun sudah mengganti pakaiannya dengan celana jeans yang dipadukan dengan kaos dan jaket.
" … " inara mengambil bekal makanan dan keluar dari rumah
" ayok kita pergi !" ucap inara sambil naik keatas motor dan menancap gas nya.
...**...
saat di jalan, inara tidak sengaja berpapasan dengan mobil Dimas.
" itu bukannya mobil Dimas ?" ucap inara yang melihat mobil Dimas menyelip kedepannya
" mau kemana dia ?" ucap inara penasaran
" … " inara pun memutuskan untuk mengikuti mobil Dimas.
...**...
inara terus mengikuti mobil Dimas hingga mobil tersebut masuk kedalam hutan.
" mau ngapain dia ke sini ?" ucap inara sambil berhenti.
" … " inara menjalankan kembali motornya untuk mengikuti Dimas kedalam hutan
" … " inara memarkirkan motornya sedikit jauh dari tempat Dimas memarkirkan mobilnya.
" kemana dia ?" ucap inara yang tidak melihat Dimas
" … " inara terus masuk kedalam hutan untuk mencari Dimas.
" … " hingga akhirnya ia melihat Dimas sedang berbicara dengan seseorang yang menggunakan jubah hitam
" siapa dia ?" ucap inara yang penasaran, karena orang tersebut berdiri membelakanginya sehingga inara tidak dapat melihat wajahnya.
" apa yang mereka bicarakan ?" ucap inara sambil bersembunyi di balik pohon dan melihat kearah mereka.
" krak ..!" inara tidak sengaja menginjak ranting
" … " membuat Dimas menoleh kearahnya
" … " inara menutup mulutnya sambil bersembunyi dibalik pohon tersebut.
__ADS_1
( 5 menit kemudian )
karena tidak lagi mendengar suara mereka, inara pun mencoba untuk mengintip
" kemana mereka ?" tanya inara karena tidak melihat mereka lagi di sana
" … " inara keluar dari persembunyiannya, lalu mencari mereka
" kemana perginya mereka, kenapa bisa cepat banget hilangnya ?" ucap inara sambil mencari mereka.
" … " hingga inara melihat orang yang memakai jubah tadi sedang berjalan tidak jauh darinya.
" ternyata dia wanita !" ucap inara sambil diam-diam mengikuti wanita tersebut
" … " merasa di ikuti wanita tersebut berhenti sebentar, lalu wanita tersebut lari kedalam hutan
" hei, jangan lari !" ucap inara sambil mengejar wanita berjubah tersebut
" dia larinya cepat sekali !" ucap inara mencoba mengejar wanita tersebut
" aw..!" ucap inara, kakinya tidak sengaja tersandung kayu hingga membuatnya jatuh
" … " inara bangkit dan mencoba mengejar lagi wanita berjubah tersebut
" sial !" ucap inara karena kehilangan jejak wanita Tersebut
" … " inara menyusuri hutan untuk mencari wanita tersebut,tapi tidak Juga ketemu.
" hah !" inara menghela nafasnya
" … " inara memutuskan untuk kembali ke motornya.
...**...
inara mengambil motornya yang ia parkir di dalam hutan, lalu pergi dari sana.
ia melanjutkan perjalanan ke kantor Aditya.
...**...
( sampai di kantor )
inara memarkirkan motornya, lalu masuk kedalam dan pergi ke ruangan Aditya.
" siang buk !" sapa Dinda begitu melihat inara
" pak Aditya nya ada ?" tanya inara
" ada buk, masuk aja !" ucap Dinda
" yaudah, saya ke dalam dulu !" ucap inara sambil pergi
" iya " ucap Dinda sambil kembali duduk di kursinya
" klek !" inara membuka pintu dan melihat Aditya sedang sibuk dengan leptop nya
" … " mendengar suara pintu terbuka, Aditya pun menoleh kearah pintu
" yank,kok tidak bilang dulu kalau mau kesini ?" tanya Aditya
" kenapa, tidak boleh aku ke sini ?" tanya inara sambil menghampiri Aditya dan meletakkan bekal makanannya di atas meja.
" ya bukan begitu, siapa tahu aja aku lagi tidak di kantor saat kamu ke sini !" ucap Aditya
" udah makan belum ?" tanya inara
" belum, lagi sibuk soalnya !" ucap Aditya
" ayok makan dulu,ini udah jam dua !" ucap inara sambil membawa bekal makanan ke sofa dan membukanya
" iya !" ucap Aditya sambil beranjak ke sofa
" kamu bawa apa aja ?" tanya Aditya sambil duduk di samping inara
" ada ayam mentega, tumis wartel buncis dan undang ada buahnya juga !" ucap inara sambil meletakkan makanan di atas meja
" wah, sepertinya enak !" ucap Aditya sambil mengambil sendok
" kamu udah makan ?" tanya Aditya sambil menyuapi nasi kedalam mulutnya.
" belum " ucap Inara
" yaudah ini,ayok aku siapin !" ucap Aditya sambil menyodorkan sendok berisi nasi ke mulut Inara
" … " inara pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Aditya.
__ADS_1
mereka pun memakan bekalnya berdua dengan Aditya menyuapi Inara.
...***...