Secret Files

Secret Files
30. ruang bawah tanah


__ADS_3

( paginya )


selesai sarapan, mereka bersantai di ruang tamu sambil nonton tv.


" yank " panggil Aditya yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu inara


" ya ?" jawab Inara yang sedang fokus menonton sambil ngemil


" tolong lihat leherku gatal !" ucap Aditya


" mana ?" tanya inara sambil melihat leher Aditya


" ini !" ucap Aditya sambil mencium bibir inara


" dasar modus !" ucap Inara sambil memukul pundak Aditya


" hehehe " Aditya hanya terkekeh kecil sambil tiduran di pangkuan inara


" drrrtt..!" bunyi ponsel Inara di atas meja


" siapa ?" tanya Aditya saat inara mengangkatnya


" ya Vano, kenapa ?" tanya inara


" oh, makasih banyak ya !" ucap Inara


" iya " ucap Inara sambil mematikan telepon nya


" kenapa ?" tanya Aditya


" ini vano ngirimin tugas kampus untuk aku " ucap Inara


" kamu sering teleponan sama dia ?" Aditya dengan mode posesif nya


" tidak, kalau ada tugas kampus aja !" ucap Inara


" tetap aja kamu teleponan sama dia !" ucap Aditya


" terserah kamu deh !" ucap Inara cuek sambil kembali memakan cemilan nya


" dia itu suka sama kamu tahu tidak ?" ucap Aditya masih dengan mode cemburu nya


" masak sih, orang dia aja tidak pernah bilang !" ucap Inara santai tanpa menoleh kearah Aditya


" kalau dia bilang, kamu mau pacaran sama dia ?" tanya Aditya sambil menatap inara


" mungkin, setelah aku pikir-pikir dia itu ganteng juga !" goda Inara tanpa melihat kearah Aditya


" 😡 " dan benar saja, sekarang Aditya menatapnya dengan tajam dan marah


" hehehe " membuat inara terkekeh geli sambil menatap Aditya


" ih! gemas banget sih !" ucap Inara sambil mencubit kedua pipi Aditya


" tidak usah pegang-pegang !" ucap Aditya menapih tangan inara, lalu beranjak bangun dari pangkuan inara dan duduk berjauhan.


" kok aku mencium bau yang terbakar ya ?" ucap Inara mengendus sambil bergeser kearah Aditya


" kamu nyium tidak ?" ucap Inara sambil duduk di samping Aditya.


" … " membuat Aditya semakin kesal dan menatapnya dengan horor


" udah matanya biasa aja,gak usah melotot begitu nanti copot Lo !" ucap Inara, bukannya membujuk malah semakin memancing amarah Aditya


" Inara...!" teriak Aditya kesal


" iya sayang, aku dengar tidak usah teriak-teriak !" ucap Inara sambil menatap Aditya


" ... " tidak mau semakin kesal, Aditya memilih bangkit dari tempat duduknya, tapi inara malah menarik tangannya hingga ia kembali terduduk di atas sofa, lalu inara naik ke atas pangkuan nya sambil mengalungkan kedua tangan dileher nya.


" apa yang kau lakukan ?" tanya Aditya

__ADS_1


" turun aku mau ..." ucapan Aditya terputus karena Inara sudah membungkam mulutnya dengan ciuman yang membuat Aditya terkejut dengan aksi berani Inara tersebut, tapi karena masih kesal Aditya tidak membalasnya.


" masih marah ?" tanya Inara setelah melepaskan ciumannya


" ... " tapi Aditya hanya diam saja sambil memalingkan wajahnya, tapi inara malah kembali mencium bibirnya dengan lembut.aditya masih belum membalasnya,ia ingin melihat sejauh mana istrinya itu bertindak.


" baiklah, mari kita lihat sejauh mana kau bisa menahannya !" ucap Inara dalam hati


" sial !" umpat Aditya dalam hati, saat inara menciumnya dengan sedikit rakus, sementara tangan inara malah mengelus dada nya.


membuat Aditya tidak bisa lagi menahan diri,ia pun langsung menarik pinggang inara dan memperdalam ciumannya.inara tersenyum di sela ciumannya kerena berhasil membuat Aditya tidak tahan.


" udah berani sekarang ya!, belajar dari mana ?" ucap Aditya setelah melepaskan ciumannya


" dari kamulah !" ucap Inara


" awas aja kalau aku udah sembuh, akan aku beri pelajaran kau !" ucap Aditya sambil mengetuk kepala inara


" aw !" ucap Inara


" udah ayok turun, perutku sakit !" ucap Aditya


" iya " ucap Inara sambil turun dari pangkuan Aditya dan duduk di sofa


" permisi pak !" ucap Tian yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka


" kau itu bisa gak sih kalau masuk ketuk pintu dulu !" semprot Aditya yang terkejut melihat Tian


" sudah,tapi kalian tidak mendengar !" ucap Tian


" ada apa ?" tanya Aditya


" ini pak,ada berkas yang harus di tandatangan !" ucap Tian sambil menyerahkan berkasnya,Aditya mengambil lalu membacanya.


" ayok duduk dulu, sebentar aku buatkan minuman !"ucap Inara sambil beranjak pergi


" tidak usah buk, saya cuma sebentar setelah itu balik lagi ke kantor !" ucap Tian


" pulpennya !" ucap Aditya pada Tian


" ini pak !" ucap Tian sambil memberikannya


" ini !" ucap Aditya menyerahkan berkas yang sudah di tandatangani


" yaudah saya permisi dulu pak !" ucap Tian mengambil berkasnya lalu pergi


" iya " ucap Aditya


...****...


( di kantor Admajaya )


Dimas sedang duduk di ruangan nya sambil menelpon seseorang.


" bagaimana kau sudah mendapatkan nya ?" tanya orang di sebrang telepon


" kami belum berhasil mendapatkan nya !" ucap Dimas


" sebenarnya apa saja yang kau lakukan ?, apa aku harus turun tangan sendiri !" ucap orang di sebrang marah


" kau tidak usah khawatir,aku akan segera mendapatkan nya !" ucap Dimas sambil mematikan teleponnya.


" tok tok tok !" ketukan pintu dari luar


" masuk !" ucap Dimas


" ini bos berkasnya " ucap sang asisten Sambil meletakkan berkasnya di atas meja


" bagaimana persiapan pestanya ?" tanya Dimas sambil menandatangani berkas tersebut


" hampir 100% bos !" ucap Andre

__ADS_1


" bagaimana dengan barangnya ?" tanya Dimas sambil menutup berkas nya


" aman bos !" ucap Andre


" bagus !" ucap Dimas menyerahkan berkas nya ke Andre


" saya permisi dulu bos " ucap Andre sambil keluar


" ya " ucap Dimas sambil kembali fokus pada leptop nya.


...***...


( 1 Minggu kemudian )


di rumah Dimas Admajaya sedang di adakan pesta Dengan sangat meriah, selain untuk merayakan ulang tahunnya juga untuk misi rahasia nya.


kebanyakan tamu undangan nya rekan bisnis dan ketua mafia.


inara berhasil masuk ke rumah Dimas dengan cara menyamar sebagai pelayan.


Inara masuk sambil membawa minuman untuk tamu,saat menuju ruang tamu ia berpapasan dengan anak buahnya Dimas, yang berjalan sambil berbincang tentang ruang bawah tanah.


" kita harus menjaga ketat ruang bawah, jangan sampai ada yang masuk !" ucap si A


" iya, kalau tidak bos akan marah !" ucap B, sambil memasukkan kunci kedalam sakunya.


" kau bisa kerja tidak sih !" teriak si B marah karena inara menumpahkan minuman ke bajunya


" maaf,aku tidak sengaja !" ucap Inara menunduk dengan sebelah tangan di sembunyikan ke belakang


" dasar tidak berguna !" umpat mereka sambil pergi


" dasar bodoh !" ucap inara sambil memperlihatkan sebuah kunci di tangannya yang berhasil ia ambil.


inara pun segera pergi ke ruang bawah tanah.


...***...


sampai di ruang bawah tanah, Inara segera membuka kunci dan masuk kedalam.


" klek " inara masuk kedalam dengan waspada


( di dalam )


inara menggeledah semua ruangan tersebut, untuk mencari bukti kejahatan Dimas.


" sial, dimana dia menyimpannya !" ucap inara kesal karena belum juga menemukan nya.hingga matanya tertuju pada sebuah aquarium, Inara pun mendekati dan memperhatikan isi aquarium tersebut dengan teliti, hingga matanya tertuju pada sebuah kotak kecil yang berwarna putih di dalam aquarium tersebut.inara pun mengambil kotak tersebut dan memasukkan nya ke dalam saku bajunya, setelah itu ia pun berjalan kearah pintu hendak keluar tapi..


" Hui....!" alarm nya tiba-tiba berbunyi, membuat inara cepat-cepat keluar dari ruang tersebut.


...**...


" bos !" ucap anak buahnya sambil berlari ke arah nya


" saya tinggal sebentar !" pamit Dimas pada tamunya, lalu menghampiri anak buahnya


" ada apa ?" tanya Dimas


" itu bos,ada penyusup !" lapor anak buahnya


" sebenarnya apa pekerjaan kalian, bagaimana bisa ada penyusup !" ucap Dimas marah


" maaf !" ucap anak buahnya


" cepat cari dan tangkap dia !" ucap Dimas


" baik bos !" ucap anak buahnya sambil pergi


" dasar tidak becus !" ucap Dimas marah sambil pergi ke ruang bawah tanah.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2