Secret Files

Secret Files
18. marah juga perlu tenaga


__ADS_3

inara masuk kedalam live, melihat Aditya mengejarnya ia langsung menekan penutup pintu live.


" inara tunggu !" ucap Aditya melihat pintu live tertutup


" sial " Aditya sambil menuju live satunya lagi.


...***...


sampai bawah, Inara langsung ke parkiran mengambil motornya


" inara ! " panggil Aditya, tapi inara tidak menghiraukan nya,ia menyalakan motornya dan meluncur meninggalkan kantor.


Aditya segera masuk kedalam mobilnya untuk mengejar inara.


" itu dia cepat kejar !" ucap si botak


" iya " ucap si gondrong sambil mengikuti motor Inara.


inara menoleh ke arah sepion melihat ada mobil yang mengikutinya tapi bukan Aditya melainkan para penjahat yang mau menculiknya.


" sial !" ucap Inara sambil menarik gas motornya, mereka terus mengejar inara sampai di jalan sepi mereka menyelip dan menghadang motor Inara dari depan.lalu mereka keluar dari mobil dan berjalan ke arah inara.


" apa mau kalian ?" tanya Inara sambil membuka helm dan turun dari motornya.


" serahkan file itu !" ucap mereka


" file apa yang kalian maksud, aku tidak memilikinya !" ucap Inara


" jangan bohong! kami tahu kau memilikinya, cepat serahkan file itu dan kau akan bebas! " ucap mereka


" tidak akan, ayo maju !" ucap Inara


" kasih dia pelajaran !" ucap sibotak


" ayo " ucap si gondrong sambil menghajar Inara,tapi inara berhasil menapih semua pukulan nya


" dhuak !" inara menendang perut si gondrong dengan keras


" argghh !" ucap si gondrong terjungkal kebelakang sambil memegang perutnya


" kurang ajar! " ucap sibotak sambil menghajar Inara dan inara berhasil membalas semua pukulan nya hingga...


" dhuak..!" sebuah pukulan benda berat mendarat di bahunya


" arrghh.." teriak Inara memegang bahunya dan menoleh ke belakang melihat si gondrong sedang memegang sebuah balok untuk memukuli nya


" ayo !" ucap si botak sambil menarik tangan inara


" Apa yang kalian lakukan, cepat lepaskan dia !" ucap Aditya sambil menatap mereka tajam


" bereskan dia !" ucap si botak yang masih memegang tangan inara


" ku bilang lepaskan dia apa kau tuli !" teriak Aditya


" jangan banyak bicara !" ucap si gondrong sambil menyerang, Aditya melawan dan memukuli si gondrong dengan membabi-buta hingga terkapar di tanah.si botak yang melihat temannya tak berdaya langsung berlari ke arah Aditya dan menghajar nya, Aditya menakis semua pukulan nya kemudian membalasnya


" dhuak, dhuak, dhuak " Aditya memukuli nya hingga terkapar di tanah.


" kau tidak apa-apa ?" tanya Aditya sambil mendekati inara yang sedang duduk sambil memegang bahunya.


" ayo bangun, kita ke rumah sakit! " ucap Aditya sambil membantu inara bangun dan memapahnya menuju mobil.aditya membantu inara masuk ke mobil, setelah nya ia membuka pintu kemudi lalu masuk dan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.


...****...

__ADS_1


( di rumah sakit )


" bagaimana Dok ?" tanya Aditya pada dokter yang baru saja selesai memeriksa inara


" syukurlah tidak ada luka yang serius cuma memar saja, cukup di oleskan salep saja nanti juga akan sembuh, ini salepnya ! " jelas dokter sambil menyerahkan salepnya


" makasih Dok, kami permisi dulu !" ucap Aditya sambil beranjak dari kursi


" sama-sama " ucap dokter tersebut


" ayo !" ucap Aditya pada inara


" ya " ucap Inara sambil berjalan keluar


...******...


sampai di rumah, Inara langsung masuk ke kamar lalu duduk di atas kasur.


" ayo buka baju nya !" ucap Aditya sambil masuk ke kamar


" Apa !" ucap Inara sambil menatap Aditya


" ayo cepat,biar aku oleskan salep nya !" ucap Aditya sambil duduk di atas kasur


" oh, iya " ucap Inara sambil membelakangi Aditya, kemudian membuka bajunya yang hanya menyisakan bra-nya saja, lalu menarik selimut untuk menutupi bagian depannya.


" gluk !" Aditya sampai meneguk ludah nya melihat punggung mulusnya Inara


" ayo cepat !" ucap Inara sambil menoleh kebelakang


" hah!,i.ya " ucap Aditya sambil membuka salepnya lalu duduk lebih dekat dengan inara dan membuka pengait bra nya.


" apa yang kau lakukan " ucap Inara karena Aditya membuka bra-nya


" aw.. sakit pelan-pelan !" ucap Inara


" iya maaf !" ucap Aditya sambil meniup lukanya


" mulai sekarang kau tak boleh membawa motor lagi !" ucap Aditya


" apa ! tak bisa begitu dong " ucap Inara tak terima


" aku bilang tidak ya tidak!, mulai sekarang kau akan diantar oleh supir dan bodyguard yang akan menjaga mu " ucap Aditya tegas


" kau itu kenapa sih, pokoknya aku tidak mau memakai supir !" ucap sambil berbalik menghadap Aditya


" karena kau itu istriku,aku khawatir kau kenapa-kenapa ngerti ! " ucap Aditya sambil menatap inara


" aku bisa menjaga diriku sendiri! " ucap Inara ketus sambil berbaring di kasur membelakangi Aditya, inara kesal karena jawaban Aditya tak seperti yang dia harapkan.


" sebenarnya siapa mereka, kenapa mereka mau menculikmu " tanya Aditya


" bukan urusan mu " ucap Inara sambil beranjak bangun dan turun dari tempat tidur


" kamu itu ya, ditanya baik-baik tapi jawab nya malah seperti itu, baiklah terserah kamu aja percuma juga aku peduli ! " ucap Aditya kesal sambil beranjak keluar


" bagus!,tak usah sok peduli sama aku kembali aja kekantor sana urusin mantan tercinta mu itu siapa tahu tulangnya patah !" ucap Inara yang membuat Aditya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah inara


" kamu cemburu ?" tanya Aditya sambil berjalan mendekati inara


" gak,minggir aku mau ganti baju !" ucap Inara sambil mendorong Aditya yang menghalangi pintu.tapi bukannya minggir Aditya malah menutup pintu nya lalu menatap lekat inara


" kamu cinta sama aku? " tanya Aditya, yang membuat inara mendongak kepalanya menatap Aditya.

__ADS_1


" gak, udah minggir! " ucap Inara sambil mendorong Aditya, lalu masuk ke dalam walk in closet.aditya mengikutinya lalu memeluknya dari belakang.


" I love you !" bisik nya, inara membeku mendengar Aditya membisikkan itu sambil memegang erat selimutnya,lalu Aditya memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah nya.


" I love you inara Alexander !" ucap Aditya lagi sambil menatap inara yang terlihat bengong


" kalau kamu cinta gak sama aku ?" tanya Aditya dan tanpa sadar inara pun mengangguk


" eh ! " ucap Inara setelah tersadar


" hehehe " Aditya terkekeh melihat reaksi Inara


" kamu ngeledek aku ?" tanya Inara melihat Aditya tertawa


" gak, ayo sini !" ucap Aditya sambil menarik inara kedalam pelukannya lalu memberikan kecupan bertubi-tubi di kening dan puncak kepala inara.


" aw.. " ringis inara karena Aditya menyentuh lukanya


" maaf! " ucap Aditya sambil melepaskan pelukannya


" udah sana keluar aku mau ganti baju " ucap Inara


" perlu aku bantu ?"


" gak usah aku bisa sendiri, sana keluar !" ucap Inara sambil mendorong Aditya


" ya baiklah " ucap Aditya sambil keluar dan menutup pintu nya


inara langsung mengambil sebuah dress rumahan, lalu memakainya dengan sedikit kesulitan karena tak bisa bebas menggerakkan tangannya.selesai memakai pakaian inara kembali ke atas kasur.


" klek " Aditya masuk sambil membawa nampan berisi makanan


" ayo makan dulu, aku suapin!" ucap Aditya sambil duduk di atas kasur


" sini aku makan sendiri aja " ucap Inara


" ayo " ucap Aditya sambil mengarahkan sendok berisi makanan di depan mulut inara dan inara menerima nya.


" makan yang banyak, karena marah juga perlu tenaga " ucap Aditya sambil terus menyuapi Inara


" siapa juga yang marah " ucap Inara


" kamu lah siapa lagi !" ucap Aditya sambil menyerahkan air minum ke inara


" gak tu!" ucap Inara sambil meminum air nya


" ini obatnya di minum dulu !" ucap Aditya sambil menyerahkan obat anti nyeri, Inara mengambil lalu meminumnya.


" sekarang istirahat lah " ucap Aditya sambil membantu inara berbaring dan menyelimutinya


" aku ke bawah dulu! " ucap Aditya sambil mengambil Nampan berisi piring kotor lalu keluar


" iya " ucap Inara


...***...


selesai membereskan piring kotor, Aditya kembali ke kamar untuk mandi.


( 15 menit kemudian )


Aditya keluar dari kamar mandi dengan kaos dan celana pendek.aditya naik ke atas kasur dan ikut berbaring di samping inara, lalu menarik inara ke dalam pelukannya dan ikut memejamkan matanya.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2