
( pagi harinya )
karena hari ini libur, mereka duduk santai sambil minum teh di taman belakang.
" kapan kita pergi ke rumah kakek ?" tanya Inara
" nanti siang " ucap Aditya sambil meminum tehnya
" oh " ucap Inara sambil menatap Aditya
" apa ? " tanya Aditya
" bagaimana kabar mantan mu itu " tanya Inara
" mana aku tau !" jawab Aditya enteng
" ih, kamu itu ya !" ucap Inara kesal
" yang ngebanting dia siapa ? " ucap Aditya sambil mencomot biskuit di piring.
" dia kan bekerja di kantor mu makanya aku tanya sama kamu! " ucap Inara ketus
" itu kamu tau, pokoknya kalau terjadi sesuatu sama dia dan gagal menjadi model untuk produk aku,kamu yang harus tanggung jawab !" ucap Aditya
" enak aja aku yang harus tanggung jawab, dia yang salah kenapa gak pernah di sekolahin itu mulut, syukur cuma aku banting gak sampai aku lempar keluar gedung,coba kalau aku lempar mungkin udah lewat !" gerutu inara
" dan kau akan di penjara, lalu aku menikah lagi !" ucap Aditya santai
" apa kau akan menikah lagi ?" ucap Inara sambil menatap Aditya tajam
" tentu saja,untuk apa aku menunggumu yang sedang dipenjara !"
" oh begitu ya " ucap Inara sambil melepaskan sebelah sandalnya lalu menghampiri Aditya
" kau mau apa? " tanya Aditya melihat inara menghampiri nya sambil memegang sandal di tangannya
" memberimu pelajaran !" ucap Inara mendekati Aditya sambil mengangkat sandal jepit,melihat itu Aditya langsung kabur.
" hei jangan lari kau !" inara ucap sambil mengejar Aditya
" hei kau tak boleh kdrt, nanti aku lapor polisi Lo !" ucap Aditya sambil terus berlari
" lapor saja aku tidak takut !" ucap Inara sambil terus mengejar Aditya,Al hasil mereka kejar-kejaran sambil mengelilingi taman.aditya terus berlari hingga tanpa sengaja kakinya tersandung dan jatuh.
" kenak kau, rasakan ini !" ucap Inara sambil memukul Aditya dengan sandal jepit nya
" aw...!" ucap Aditya sambil mencoba menghindari
" hei hentikan !" ucap Aditya kerena Inara terus memukuli nya.ia pun menarik pinggang inara hingga membuat inara jatuh di atas tubuhnya.
" .. " mereka saling bertatapan, tapi semuanya buyar saat Inara kembali memukulnya.
" lepas !" ucap Inara dan Aditya pun melepaskan tangannya dari pinggang inara.
" hei bantu aku!" ucap Aditya sambil mengulurkan tangannya ke Inara.
" bangun aja sendiri! " ucap Inara sambil memakai kembali sandalnya dan berlalu pergi.
" akhhh..!" ucap Inara terkejut tiba-tiba tubuhnya melayang
" hei apa yang kau lakukan, cepat turunkan aku!" ucap Inara,
" memberimu hukuman !" ucap Aditya sambil membawa inara ke pinggir kolam renang
" Aditya jangan !" ucap Inara panik melihat Aditya membawa nya ke pinggir kolam
" satu,dua !" ucap Aditya sambil mengayun inara
" Aditya aku mohon jangan !" ucap Inara sambil mengeratkan pelukannya di leher Aditya
" tiga !" ucap Aditya sambil melempar inara ke kolam
__ADS_1
" Aditya...!" teriak Inara dan
" Blurr..!" inara terjatuh ke dalam kolam
" hahaha " Aditya tertawa terbahak melihat inara yang sudah basah kuyup.inara menatap Aditya dengan kesal,ia pun berjalan ke pinggir kolam untuk naik ke atas.
" ayo aku bantu !" ucap Aditya berjongkok sambil mengulurkan tangannya, inara menatap nya dengan tajam lalu menarik tangannya hingga
" blurr !" Aditya ikut terjatuh ke dalam kolam
" rasain!, dasar menyebalkan !" ucap Inara sambil naik ke atas lalu masuk ke dalam rumah
" hei !" teriak Aditya
" ini mah, senjata makan tuan !" ucap Aditya sambil naik dan menyusul Inara kedalam.
...****...
sampai di kamar, inara langsung ke kamar mandi.
( 15 menit kemudian )
inara keluar sudah dengan pakaian ganti
" Astaghfirullah !" ucap Inara terkejut melihat Aditya sedang bersandar di pinggir pintu
" minggir !" ucap nya sambil mendorong inara lalu masuk ke kamar mandi
" dasar menyebalkan !" ucap Inara sambil duduk di depan meja rias, lalu mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.
setelah selesai inara duduk di atas kasur sambil memainkan ponselnya.
" klek " Aditya keluar sudah dengan pakaian ganti, lalu naik ke atas kasur
" minggir aku mau tidur ! " ucap Aditya sambil bergeser ke arah inara
" kamu bisa gak sih, sekali aja gak nyebelin !,itu tempat nya luas ngapain mepet dengan aku coba !" ucap Inara kesal
" gak mau, aku mau disini !" ucap Aditya sambil tiduran lalu memeluk pinggang inara
" gak mau !" ucap Aditya sambil menyembunyikan wajahnya di pinggang inara lalu memejamkan matanya.
" huh..!" inara hanya bisa menghela nafasnya, sambil kembali fokus pada ponsel nya.
merasa bosan, inara mematikan ponselnya lalu meletakkannya di atas nakas.kemudian ia melepaskan tangan Aditya dari pinggangnya, lalu ikut berbaring di samping Aditya dan memejamkan matanya.
...*****...
( siang nya )
mereka bersiap untuk pergi ke rumah kakek
" ayo !" ucap Aditya sambil turun dari tangga lalu berjalan keluar
" ya " ucap Inara sambil beranjak dari sofa lalu menyusul Aditya ke mobil.
...****...
( 30 menit kemudian )
mereka pun sampai di rumah kakek
" kakak ipar !" teriak Jasmine yang baru saja turun dari tangga dan berlari ke arah inara
" eh mau ngapain " ucap Aditya merentangkan tangannya
" ih kakak apa an sih, minggir aku mau meluk kakak ipar !" ucap Jasmine sambil mendorong Aditya lalu memeluk Inara
" ini yang menjadi kakak kamu siapa sih !" ucap Aditya sambil menatap sinis ke arah Jasmine
" bilang aja iri !" ucap Jasmine sambil melepaskan pelukannya
__ADS_1
" minggir kami mau nemuin kakek! " ucap Aditya sambil mendorong Jasmine lalu menarik tangan inara dan berjalan menuju kamar kakek
" dasar menyebalkan !" ucap Jasmine sambil kembali ke kamar nya.
" tok tok tok !" Aditya mengetuk pintu
" masuk !" ucap kakek dari dalam, mereka pun masuk ke dalam
" ada apa ? " ucap kakek sambil menatap kedua
" kakek tidak menyuruh kami duduk " ucap Aditya
" duduk saja kalau kau mau tidak ada yang ngelarang ! " ucap kakek santai sambil meletakkan bukunya di atas meja
" hah !" Aditya menghela nafasnya lalu menarik inara untuk duduk di sofa
" bagaimana kabar kakek? " tanya inara
" baik " jawab nya
" jadi ada apa kalian kemari "
" itu kek, bagaimana hasil penyelidikan tentang orang tua saya " ucap Inara
" hah !" kakek menghela nafas lalu beranjak ke sebuah nakas dan menarik lacinya, mengambil sebuah map dan menyerahkan nya ke inara.
inara mengambil lalu membukanya, Aditya yang penasaran juga tak sabar melihatnya
" jadi ayahku seorang agen rahasia ?" tanya inara
" ya " jawab kakek
" lalu siapa ini ?" ucap Inara sambil melihat sebuah foto
" bukankah ini Dimas Admajaya !" ucap Aditya sambil melihat foto tersebut
" .." kakek hanya mengangguk
" siapa Dimas Admajaya ?" tanya inara
" dia seorang mafia yang menjual berlian dan penyelundupan narkoba !" jelas kakek
" tapi bukanya dia memiliki perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi " ucap Aditya
" itu hanya topeng saja !" ucap kakek
" lalu apa hubungannya dia dengan orang tua ku ?"
" dia menginginkan file itu, supaya bisa menguasai dunia bawah.makanya dia mencoba merebutnya dari ayahmu dan merencanakan kecelakaan ayahmu." jelas kakek
" jadi dia yang menyebabkan kematian orang tua ku !" ucap Inara dingin dengan tatapan tajam
" ya !"
" lihat saja aku akan membalasnya !" ucap Inara
" kau jangan gegabah dia sangat licik !" ucap kakek
" iya, aku tidak mau kalau kau sampai kenapa-napa !" tambah Aditya
" kau harus hati-hati, dia pasti sedang mencari cara untuk merebut file itu dari mu!" ucap kakek
" aku akan memerintah pengawal untuk menjaga mu !" ucap Aditya
" kalian akan menginap di sini ?" tanya kakek
" gak kami akan langsung pulang !" ucap Aditya
" kami permisi dulu kek !" ucap Inara sambil beranjak
" ya "
__ADS_1
" ayo !" ucap Aditya sambil menggenggam tangan inara dan berjalan ke luar untuk pulang.
...*****...