Secret Files

Secret Files
27. tertembak


__ADS_3

turun dari taksi,Inara langsung masuk ke rumah nya.


tidak lama Aditya juga sampai,ia turun dari mobil dan berjalan ke rumah Inara.


" tok tok tok !" Aditya mengetuk pintu


" inara buka pintunya ! " ucap Aditya


" klek !" inara membuka pintu lalu kembali masuk kedalam


" inara !" panggil Aditya sambil mengikuti inara


" hei !" ucap Aditya sambil menarik tangan inara


" apa lagi ?" tanya inara sambil menatap Aditya


" aku minta maaf !" ucap Aditya


" udah kamu pulang aja sana, aku mau sendiri !" ucap Inara sambil melepaskan tangannya lalu berjalan ke arah tangga.


" yang !" ucap Aditya sambil mengikuti inara


" Dor !" suara tembakan yang berasal dari jendela, membuat inara terkejut dan menoleh ke arah jendela dan melihat seseorang dengan pakaian serba hitam sedang berlari keluar.


" arrghh !" suara ringisan membuat inara menoleh ke arah Aditya.


" Aditya..!" teriaknya, melihat Aditya yang sudah terduduk dilantai sambil memegang perutnya yang berlumuran darah terkena tembakan.


" mas bertahan!,kita ke rumah sakit " ucap Inara panik sambil mengikatkan sebuah kain di perut Aditya untuk menghentikan pendarahan nya.


" arrghh.!" Aditya meringis saat inara mengikat perutnya dengan kencang.


" kamu bisa berjalan ?, kita ke mobil !" tanya inara


" bantu aku berdiri !" ucap Aditya


" ayok, pelan-pelan !" ucap Inara sambil memapah Aditya menuju mobil.


" pelan-pelan !" ucap Inara sambil membantu Aditya duduk di kursi, setelah itu menutup pintunya.


Inara membuka pintu kemudi lalu masuk dan menancap gas mobilnya menuju rumah sakit.


" mas bertahan!, sebentar lagi kita sampai " ucap Inara sambil menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.


( 30 menit kemudian )


mereka pun sampai di rumah sakit,ia segera membawa Aditya masuk dengan dibantu oleh perawat,aditya didorong menuju ruang operasi.


" maaf mbak tunggu disini saja, tidak boleh masuk ke dalam !" ucap suster sambil menutup pintu nya.


...**...


inara duduk di kursi tunggu dengan cemas,ia takut kehilangan Aditya sama seperti kedua orang tuanya.


" kakak ipar, mana kakak ?" tanya Jasmine sambil berlari ke arah inara


" dia masih di dalam !" ucap Inara sambil melihat ke ruang operasi dengan cemas


" kakak akan baik-baik saja kan ?" tanya Jasmine sambil menangis


" kita berdoa saja !" ucap Inara sambil memeluk Jasmine


" klek " pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah seorang suster


" bagaimana sus ?" tanya inara sambil menghampiri suster


" pasien kehilangan banyak darah,dan kami kehabisan stok darahnya !" ucap suster


" apa golongan darah nya sus ?" tanya inara


" B- negatif " ucap suster


" kalau begitu ambil darah saya aja sus !, golongan nya sama " ucap Inara


" baiklah,mari ikut saya !" ucap suster sambil pergi


" ya " ucap Inara sambil mengikutinya


...***...


selesai mendonor darah, Inara kembali ke ruang tunggu.

__ADS_1


" kakak ipar ini minum dulu !" ucap Jasmine sambil memberikan air kepada inara


" makasih " ucap Inara sambil mengambil lalu meminumnya


" klek " dokter keluar dari ruang operasi


" bagaimana kakak saya dok ?" tanya Jasmine


" beliau sudah melewati masa kritisnya,kami akan memindahkan nya ke ruang inap " jelas dokter


" syukurlah " ucap mereka lega


" kami permisi dulu !" ucap dokter


" iya, makasih Dok " ucap Inara


".... " dokter hanya mengangguk sambil pergi


...***...


( di ruang inap )


" klek " inara masuk dan duduk di samping ranjang Aditya


" mas !" panggil inara sambil memegang tangan Aditya yang masih belum siuman


" maafin aku, gara-gara aku kamu jadi seperti ini !" ucap Inara dengan mata berkaca-kaca sambil mencium tangan suaminya


" aku akan membalas mereka, sudah cukup aku diam saja !" ucap Inara


" mereka akan merasakan pembalasan ku, terutama Dimas Admajaya !" ucap Inara dengan sorot mata penuh kebencian.


" kakak ipar,aku pulang ke rumah sebentar ya ambil baju ganti " ucap Jasmine sambil masuk ke ruangan


" iya " ucap Inara


" ada yang mau di titipkan ?" tanya Jasmine


" tidak " ucap Inara


" yaudah Jasmine pulang ya " ucap Jasmine sambil berjalan ke luar


" ya " ucap Jasmine sambil membuka pintu


" bruk !" Jasmine menabrak seorang yang berdiri di depan pintu


" kamu bisa gak sih, tidak berdiri di depan pintu !" gerutu Jasmine kesal sambil mendongakkan kepalanya ke atas menatap Tian


" kamu yang keluar tidak lihat jalan !" ucap Tian


" dasar menyebalkan !" ucap Jasmine sambil pergi


" kamu mau kemana ?" tanya Tian


" pulang " ucap Jasmine


" yaudah, ayok aku antar !" ucap Tian sambil menarik tangan Jasmine


" aku bisa jalan sendiri !" ucap Jasmine sambil melepaskan tangannya lalu berjalan mendahului Tian


" dasar bocil !" ucap Tian sambil mengikuti Jasmine menuju ke parkiran.


" ayo masuk !" ucap Tian sambil masuk kedalam mobilnya. Jasmine membuka pintu dan masuk kedalam,Tian segera menancap gas mobilnya menuju rumah.


...***...


sampai di rumah, Jasmine segera mandi dan mengganti pakaian.setelah itu,ia menyiapkan keperluan untuk di bawa ke rumah sakit.


( 30 menit kemudian )


" ayok !" ucap Jasmine sambil membawa paper bag di tangannya


" sini biar aku yang bawa !" ucap Tian sambil mengambil paper bag tersebut.


mereka masuk kedalam mobil untuk kembali ke rumah sakit.


" kamu udah makan belum ?" tanya Tian sambil menyetir


" belum " ucap Jasmine


" yaudah kita makan dulu, sambil membeli makanan untuk di bawa ke rumah sakit " ucap Tian

__ADS_1


" iya " ucap Jasmine


Tian membelokkan mobilnya menuju sebuah restoran.


" ayok turun !" ucap Tian sambil turun dari mobil


" iya " ucap Jasmine turun dari mobil


mereka masuk kedalam lalu duduk di kursi.


" mau pesan apa ?" tanya Tian


" nasi goreng aja sama jus jeruk " ucap Jasmine


" mbak !" panggil Tian


" mau pesan apa mas ?" tanya pelayan


" nasi goreng dua, minumannya kopi cappucino sama jus jeruk " ucap Tian


" itu aja mas ?" tanya pelayan


" iya " ucap Tian


" baik,mohon di tunggu sebentar !" ucap pelayan sambil pergi


...***...


selesai makan dan membeli makanan, mereka pun kembali ke rumah sakit.


( 30 menit kemudian )


mereka sampai di rumah sakit, mereka langsung masuk dan menuju ruang Aditya.


" klek " Jasmine membuka pintu dan masuk kedalam


" kakak ipar ini baju gantinya " ucap Jasmine sambil menyerahkan paper bag pada inara


" biar Jasmine yang jagain kakak, kakak ipar bersih-bersih dulu aja sana !" ucap Jasmine


" baiklah, aku ke kamar mandi dulu " ucap Inara sambil beranjak dari tempat duduknya


" iya " ucap Jasmine sambil duduk di kursi


" aku tunggu di luar ya, kalau butuh sesuatu panggil aja !" ucap Tian sambil berjalan keluar


" iya makasih !" ucap Jasmine


" iya " ucap Tian sambil menutup pintu


( 15 menit kemudian )


inara keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian ganti dan wajah yang terlihat lebih segar.


" kakak ipar makan dulu, udah Jasmine beliin makanan nya " ucap Jasmine


" iya makasih !" ucap Inara sambil duduk di sofa, lalu mengambil dan memakan makanannya.


" kamu udah makan ?" tanya inara


" udah tadi " ucap Jasmine


" oh " ucap Inara sambil melanjutkan makan nya


...***...


" kamu istirahat aja ini udah malam,biar aku yang jagain Aditya !" ucap Inara


" emang gak apa-apa ?" tanya Jasmine merasa sungkan


" udah kamu istirahat aja sana !" ucap Inara


" baiklah " ucap Jasmine sambil beranjak ke sofa.


inara duduk di kursi sambil menggenggam tangan Aditya.


" mas bangun dong !" ucap Inara sambil menatap Aditya yang masih memejamkan matanya.


karena terlalu lelah, tanpa sadar inara ketiduran sambil memegang tangan Aditya.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2