
turun dari taksi,Inara langsung masuk ke rumah nya.
tidak lama Aditya juga sampai,ia turun dari mobil dan berjalan ke rumah Inara.
" tok tok tok !" Aditya mengetuk pintu
" inara buka pintunya ! " ucap Aditya
" klek !" inara membuka pintu lalu kembali masuk kedalam
" inara !" panggil Aditya sambil mengikuti inara
" hei !" ucap Aditya sambil menarik tangan inara
" apa lagi ?" tanya inara sambil menatap Aditya
" aku minta maaf !" ucap Aditya
" udah kamu pulang aja sana, aku mau sendiri !" ucap Inara sambil melepaskan tangannya lalu berjalan ke arah tangga.
" yang !" ucap Aditya sambil mengikuti inara
" Dor !" suara tembakan yang berasal dari jendela, membuat inara terkejut dan menoleh ke arah jendela dan melihat seseorang dengan pakaian serba hitam sedang berlari keluar.
" arrghh !" suara ringisan membuat inara menoleh ke arah Aditya.
" Aditya..!" teriaknya, melihat Aditya yang sudah terduduk dilantai sambil memegang perutnya yang berlumuran darah terkena tembakan.
" mas bertahan!,kita ke rumah sakit " ucap Inara panik sambil mengikatkan sebuah kain di perut Aditya untuk menghentikan pendarahan nya.
" arrghh.!" Aditya meringis saat inara mengikat perutnya dengan kencang.
" kamu bisa berjalan ?, kita ke mobil !" tanya inara
" bantu aku berdiri !" ucap Aditya
" ayok, pelan-pelan !" ucap Inara sambil memapah Aditya menuju mobil.
" pelan-pelan !" ucap Inara sambil membantu Aditya duduk di kursi, setelah itu menutup pintunya.
Inara membuka pintu kemudi lalu masuk dan menancap gas mobilnya menuju rumah sakit.
" mas bertahan!, sebentar lagi kita sampai " ucap Inara sambil menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.
( 30 menit kemudian )
mereka pun sampai di rumah sakit,ia segera membawa Aditya masuk dengan dibantu oleh perawat,aditya didorong menuju ruang operasi.
" maaf mbak tunggu disini saja, tidak boleh masuk ke dalam !" ucap suster sambil menutup pintu nya.
...**...
inara duduk di kursi tunggu dengan cemas,ia takut kehilangan Aditya sama seperti kedua orang tuanya.
" kakak ipar, mana kakak ?" tanya Jasmine sambil berlari ke arah inara
" dia masih di dalam !" ucap Inara sambil melihat ke ruang operasi dengan cemas
" kakak akan baik-baik saja kan ?" tanya Jasmine sambil menangis
" kita berdoa saja !" ucap Inara sambil memeluk Jasmine
" klek " pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah seorang suster
" bagaimana sus ?" tanya inara sambil menghampiri suster
" pasien kehilangan banyak darah,dan kami kehabisan stok darahnya !" ucap suster
" apa golongan darah nya sus ?" tanya inara
" B- negatif " ucap suster
" kalau begitu ambil darah saya aja sus !, golongan nya sama " ucap Inara
" baiklah,mari ikut saya !" ucap suster sambil pergi
" ya " ucap Inara sambil mengikutinya
...***...
selesai mendonor darah, Inara kembali ke ruang tunggu.
__ADS_1
" kakak ipar ini minum dulu !" ucap Jasmine sambil memberikan air kepada inara
" makasih " ucap Inara sambil mengambil lalu meminumnya
" klek " dokter keluar dari ruang operasi
" bagaimana kakak saya dok ?" tanya Jasmine
" beliau sudah melewati masa kritisnya,kami akan memindahkan nya ke ruang inap " jelas dokter
" syukurlah " ucap mereka lega
" kami permisi dulu !" ucap dokter
" iya, makasih Dok " ucap Inara
".... " dokter hanya mengangguk sambil pergi
...***...
( di ruang inap )
" klek " inara masuk dan duduk di samping ranjang Aditya
" mas !" panggil inara sambil memegang tangan Aditya yang masih belum siuman
" maafin aku, gara-gara aku kamu jadi seperti ini !" ucap Inara dengan mata berkaca-kaca sambil mencium tangan suaminya
" aku akan membalas mereka, sudah cukup aku diam saja !" ucap Inara
" mereka akan merasakan pembalasan ku, terutama Dimas Admajaya !" ucap Inara dengan sorot mata penuh kebencian.
" kakak ipar,aku pulang ke rumah sebentar ya ambil baju ganti " ucap Jasmine sambil masuk ke ruangan
" iya " ucap Inara
" ada yang mau di titipkan ?" tanya Jasmine
" tidak " ucap Inara
" yaudah Jasmine pulang ya " ucap Jasmine sambil berjalan ke luar
" ya " ucap Jasmine sambil membuka pintu
" bruk !" Jasmine menabrak seorang yang berdiri di depan pintu
" kamu bisa gak sih, tidak berdiri di depan pintu !" gerutu Jasmine kesal sambil mendongakkan kepalanya ke atas menatap Tian
" kamu yang keluar tidak lihat jalan !" ucap Tian
" dasar menyebalkan !" ucap Jasmine sambil pergi
" kamu mau kemana ?" tanya Tian
" pulang " ucap Jasmine
" yaudah, ayok aku antar !" ucap Tian sambil menarik tangan Jasmine
" aku bisa jalan sendiri !" ucap Jasmine sambil melepaskan tangannya lalu berjalan mendahului Tian
" dasar bocil !" ucap Tian sambil mengikuti Jasmine menuju ke parkiran.
" ayo masuk !" ucap Tian sambil masuk kedalam mobilnya. Jasmine membuka pintu dan masuk kedalam,Tian segera menancap gas mobilnya menuju rumah.
...***...
sampai di rumah, Jasmine segera mandi dan mengganti pakaian.setelah itu,ia menyiapkan keperluan untuk di bawa ke rumah sakit.
( 30 menit kemudian )
" ayok !" ucap Jasmine sambil membawa paper bag di tangannya
" sini biar aku yang bawa !" ucap Tian sambil mengambil paper bag tersebut.
mereka masuk kedalam mobil untuk kembali ke rumah sakit.
" kamu udah makan belum ?" tanya Tian sambil menyetir
" belum " ucap Jasmine
" yaudah kita makan dulu, sambil membeli makanan untuk di bawa ke rumah sakit " ucap Tian
__ADS_1
" iya " ucap Jasmine
Tian membelokkan mobilnya menuju sebuah restoran.
" ayok turun !" ucap Tian sambil turun dari mobil
" iya " ucap Jasmine turun dari mobil
mereka masuk kedalam lalu duduk di kursi.
" mau pesan apa ?" tanya Tian
" nasi goreng aja sama jus jeruk " ucap Jasmine
" mbak !" panggil Tian
" mau pesan apa mas ?" tanya pelayan
" nasi goreng dua, minumannya kopi cappucino sama jus jeruk " ucap Tian
" itu aja mas ?" tanya pelayan
" iya " ucap Tian
" baik,mohon di tunggu sebentar !" ucap pelayan sambil pergi
...***...
selesai makan dan membeli makanan, mereka pun kembali ke rumah sakit.
( 30 menit kemudian )
mereka sampai di rumah sakit, mereka langsung masuk dan menuju ruang Aditya.
" klek " Jasmine membuka pintu dan masuk kedalam
" kakak ipar ini baju gantinya " ucap Jasmine sambil menyerahkan paper bag pada inara
" biar Jasmine yang jagain kakak, kakak ipar bersih-bersih dulu aja sana !" ucap Jasmine
" baiklah, aku ke kamar mandi dulu " ucap Inara sambil beranjak dari tempat duduknya
" iya " ucap Jasmine sambil duduk di kursi
" aku tunggu di luar ya, kalau butuh sesuatu panggil aja !" ucap Tian sambil berjalan keluar
" iya makasih !" ucap Jasmine
" iya " ucap Tian sambil menutup pintu
( 15 menit kemudian )
inara keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian ganti dan wajah yang terlihat lebih segar.
" kakak ipar makan dulu, udah Jasmine beliin makanan nya " ucap Jasmine
" iya makasih !" ucap Inara sambil duduk di sofa, lalu mengambil dan memakan makanannya.
" kamu udah makan ?" tanya inara
" udah tadi " ucap Jasmine
" oh " ucap Inara sambil melanjutkan makan nya
...***...
" kamu istirahat aja ini udah malam,biar aku yang jagain Aditya !" ucap Inara
" emang gak apa-apa ?" tanya Jasmine merasa sungkan
" udah kamu istirahat aja sana !" ucap Inara
" baiklah " ucap Jasmine sambil beranjak ke sofa.
inara duduk di kursi sambil menggenggam tangan Aditya.
" mas bangun dong !" ucap Inara sambil menatap Aditya yang masih memejamkan matanya.
karena terlalu lelah, tanpa sadar inara ketiduran sambil memegang tangan Aditya.
...*****...
__ADS_1