
" uhuk uhuk !" inara tersadar dari pingsannya, lalu beranjak bangun sambil menoleh kearah sekitar mencari ibu
" ibu !" panggil inara dengan panik sambil mencari ibunya
" uhuk uhuk !" suara batuk ibunya
" ibu !" panggil inara sambil menghampiri ibunya, lalu memindahkan papan yang menindih tubuh ibu
" ibu tidak apa-apa ?" ucap Inara sambil membantu ibunya bangun
" … " ibunya hanya menggeleng
" ayok kita harus segera keluar dari sini !" ucap Inara yang melihat apinya mungkin membesar
" … " inara memapah ibunya menuju pintu, lalu mencoba untuk membukanya.
" … " tapi pintunya sulit untuk di buka
" sebentar !" ucap Inara sambil berjalan kearah jendela dan mencoba membukanya
" ayok buk !" ucap Inara sambil membantu ibunya untuk keluar lewat jendela
" hati-hati !" ucap Inara
" … " setelah ibunya berhasil keluar, inara segera menyusul keluar lewat jendela tersebut.
" … " inara memapah ibunya untuk pergi dari sana
" … " tapi baru beberapa langkah ibunya malah berhenti
" ayok duduk dulu !" ucap Inara sambil menuntun ibunya untuk duduk bersandar pada pohon.
" cit !" tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka.
" … " Aditya keluar dengan buru-buru dari mobilnya, lalu berjalan menghampiri istrinya.
" kamu tidak apa-apa ?" tanya Aditya dengan panik sambil memeriksa istrinya.
" aku baik-baik saja !" ucap Inara
" lain kali tidak boleh begini lagi, jangan bertindak sendiri !" ucap Aditya sambil menatap kearah istrinya
" iya maaf !" ucap Inara
" … " Aditya pun menarik inara kedalam pelukannya, lalu mencium keningnya.
" … " Aditya melepaskan pelukannya lalu menatap kearah ibunya inara yang sedang duduk dengan lemas
" dia siapa ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" ini ibuku !" ucap Inara sambil merangkul pundak ibunya
" tapi bukannya ibumu sudah.." ucap Aditya
" ibuku masih hidup !" ucap Inara
" syukurlah, yaudah ayok kita pergi dari sini !" ucap Aditya
" ya " ucap inara sambil memapah ibunya menuju mobil
" … " Aditya segera membuka pintu mobilnya.
" … " inara pun membantu ibunya untuk masuk kedalam mobil.
" terus bagaimana dengan motorku ?" tanya inara sambil menatap kearah Aditya
__ADS_1
" gampang, tinggal suruh orang untuk mengambilnya !" ucap Aditya
" baiklah " ucap Inara sambil masuk kedalam mobil dan duduk di samping ibu
" … " Aditya menutup pintu mobilnya, lalu masuk ke kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya untuk pergi dari sana
" kita ke rumah sakit " ucap Inara
" iya " ucap Aditya sambil fokus menyetir mobilnya.
...**...
sampai di rumah sakit ibunya lalu di periksa oleh dokter.
" ibu anda tidak apa-apa cuma kelelahan dan dehidrasi, saya sarankan untuk di rawat inap dulu !" ucap dokter
" baik dok " ucap inara
" saya permisi dulu !" ucap dokter sambil berjalan keluar
" makasih Dok !" ucap Inara sambil menghampiri ranjang ibunya.
" kamu juga istirahat,biar aku yang menjaganya !" ucap Aditya sambil mendorong inara menuju sofa
" baiklah " ucap inara duduk di atas sofa
" aku beliin makan dulu ya, belum makan kan ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" … " inara hanya menggelengkan kepalanya
" tunggu sebentar !" ucap Aditya sambil berjalan keluar
" … " inara melepaskan jaketnya lalu merebahkan dirinya di atas sofa
" klek " Aditya kembali sambil menenteng kertas berisi makanan
" ya " ucap inara sambil bangun, lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci tangan
" … " Aditya mengambil dan membuka makanannya
" … " selesai mencuci tangan inara kembali duduk di sofa sambil memakan makanannya
" kamu tidak makan ?" tanya inara sambil menatap kearah Aditya
" aku sudah makan " ucap Aditya
" oh !" ucap Inara sambil melanjutkan makannya
" pelan-pelan makannya !" ucap Aditya sambil membersihkan sisa makanan di pinggir bibir inara
" laper !" ucap Inara sambil melanjutkan makannya.
" … " selesai makan inara merebahkan diri atas sofa dengan bantalan menggunakan paha Aditya.
" hah !" inara menghela nafas panjang lalu mencoba memejamkan matanya.
" cup " Aditya mencium kening istrinya, lalu membelai rambutnya.
" … " Aditya menoleh kearah istrinya yang sudah tertidur pulas
" … " ia pun menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memejamkan matanya, sehingga tanpa sadar ia ketiduran.
...**...
inara terbangun dari tidurnya,ia menoleh kearah Aditya yang sedang tertidur pulas.
__ADS_1
" … " inara beranjak bangun dan berjalan kearah ranjang ibunya.
" ibu sudah bangun ?" tanya inara sambil menatap kearah ibunya
" … " ibunya hanya tersenyum kearahnya
" ibu butuh sesuatu tidak ?" tanya inara
" air " ucap ibunya
" … " inara mengambil gelas yang berisi air dari atas meja
" ini " lalu memberikannya kepada ibunya sambil membantunya untuk bangun.
" sudah " ucap ibunya
" … " inara pun meletakkan kembali gelasnya di atas meja
" ibu mau makan biar aku ambilkan makan ?" tanya inara sambil duduk di kursi
" … " ibunya hanya menggeleng
" yaudah,ibu istirahat lagi aja !" ucap Inara
" ibu sudah tidak apa-apa !" ucap ibunya sambil menatap kearahnya.
" benaran ?" tanya inara
" … " ibunya hanya mengangguk
" … " Aditya terbangun dari tidurnya dan melihat inara sedang mengobrol dengan ibunya.
" … " Aditya pun beranjak bangun dan berjalan kearah mereka.
" sudah bangun ?" tanya inara sambil menoleh kearah suaminya
" … " Aditya hanya mengangguk sambil merangkul pundak istrinya
" ini siapa ?" tanya buk Laura sambil menatap kearah Aditya
" perkenalkan ini Aditya,suami aku " ucap Inara
" apa ?" ucap ibunya yang terkejut
" kamu sudah menikah ?" tanya buk Naura sambil menatap kearah putrinya
" … " inara hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
" … " buk Laura pun menoleh kearah Aditya
" ibu " ucap Aditya sambil mencium tangan ibu mertuanya.
" suamimu ganteng sekali " puji buk Naura
" … " Aditya hanya tersenyum mendengarnya
" jangan di puji nanti dia bisa besar kepala !" ucap Inara sambil menoleh kearah suaminya.
" bilang aja kamu iri !" ucap Aditya
" ngapain iri, orang aku cantik bukan ganteng !" ucap Inara
" … " yang membuat Aditya kehabisan kata-kata.
" … " buk Laura hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
__ADS_1
...***...