
selesai mengganti pakaian, mereka pun kebawah untuk sarapan.
" kita jalan-jalan ya ?!" ucap Aditya sambil makan
" sekarang ?" tanya inara
" … " Aditya hanya mengangguk
" nanti sore aja, sekarang panas !" ucap inara sambil makan
" baiklah " ucap Aditya.
selesai makan mereka pun kembali ke kamar.
" … " inara duduk di atas kasur sambil fokus pada leptop nya.
" ngapain ?" tanya Aditya sambil duduk di samping inara
" Dimas sudah tahu kalau aku memasang kamera di kamarnya !" ucap inara
" dia bilang apa ?" tanya Aditya sambil melihat kearah leptop nya
" … " inara pun memperbesar volume suaranya.
di sana terlihat Dimas melambaikan tangan ke kamera sambil tersenyum.
" halo manis,kau ketahuan !" ucapnya
" kenapa kau sangat penasaran dengan ku hmmmm ?" tanya Dimas dengan menyebalkan
" jangan bermain-main dengan ku !" ucap Dimas sambil menatap kearah kamera dengan tajam. setelah itu ia mengambil kameranya lalu melemparnya.
" … " sehingga inara tidak bisa melihat apa-apa lagi.inara pun mematikan laptop nya lalu menyimpannya di atas meja.
" sekarang bagaimana ?" tanya Aditya
" kita tunggu saja apa rencana mereka !" ucap inara
" hah !" Aditya menghela nafasnya sambil merebahkan dirinya di atas kasur
" makin banyak saja orang yang menginginkan file itu !" ucap inara
" emang ada lagi selain Dimas ?" tanya Aditya sambil menatap kearah inara
" kemarin aku mengikuti Dimas dan melihat dia sedang berbicara dengan seseorang yang menggunakan jubah, tapi sayang aku tidak bisa melihat wajahnya !" ucap inara sambil menghela nafasnya.
" kemarin bagaimana bisa Jasmine mau di culik ?" tanya Aditya
" selesai berbelanja kami ke parkiran untuk mengambil mobilnya, aku berjalan duluan ke mobil dan Jasmine di belakang.saat aku mau masuk kedalam mobil tiba-tiba ada mobil yang berhenti di belakangku " ucap Inara
" terus ?" tanya Aditya
" Jasmine panggil aku,pas aku lihat Jasmine sedang di tarik oleh mereka untuk masuk kedalam mobil.aku pun berniat untuk nolongin Jasmine tapi mereka malah menghadang aku, beruntung aku bisa melawan mereka semua.tapi Jasmine malah terpukul oleh preman saat mau nolongin aku !" jelas inara sambil menatap kearah Aditya
" maaf, kemaren aku sudah membentak kamu seharusnya aku berterimakasih sama kamu !" ucap Aditya sambil menatap kearah inara
" sudahlah !" ucap inara sambil menghela nafasnya
" mereka bilang tidak siapa yang menyuruh mereka ?" tanya Aditya
" katanya mereka disuruh oleh Miss X !" ucap inara
" siapa Miss X ?" tanya Aditya
" aku juga tidak tau !" ucap inara sambil merebahkan dirinya di samping Aditya
" aku juga sudah menyuruh orang untuk menyelidiki ini, tapi mereka belum ngasih kabar !" ucap Aditya
" hah !" inara hanya bisa menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya.
" kamu harus hati-hati, mereka akan berupaya segala cara untuk bisa mendapatkan file itu !" ucap Aditya
" hmmmm " ucap Inara dengan mata terpejam
" …. " Aditya menarik pinggang inara supaya lebih dekat dengan nya, lalu memeluknya dengan erat.
" … " inara pun membuka matanya dan menatap kearah Aditya yang juga sedang menatapnya.
" … " inara mengulurkan tangannya untuk memegang wajah Aditya
" … " Aditya mencium tangan inara yang sedang memegang wajahnya.lalu mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir istrinya
" jangan nyosor !" ucap inara sambil menutup mulut Aditya menggunakan tangannya.
__ADS_1
" … " yang membuat Aditya menatap kearah inara, lalu memindahkan tangan inara dari mulutnya.
" … " setelah itu Aditya menarik tengkuk inara lalu membenamkan ciuman di bibirnya.
" ummm !" ucap inara
" … " Aditya mencium inara dengan lembut namun menuntut, merasa istrinya kehabisan nafas baru ia melepaskannya.
" hah hah !" nafas inara memburu begitu Aditya melepaskannya.
" hehehe " Aditya terkekeh geli melihat wajah istrinya yang memerah dengan nafas memburu.
" dasar soang !" ucap inara sambil memukul Aditya
" … " Aditya hanya terkekeh sambil menarik inara kedalam pelukannya.
" ayok tidur !" ucap Aditya sambil memejamkan matanya.
...**...
( Dimas Admajaya )
" prang ! " Dimas membanting kamera yang dipasang oleh inara ke lantai hingga pecah
" kurang ajar !" maki Dimas marah.
" tunggu saja, apa yang akan aku lakukan padamu !" ucap Dimas, lalu keluar dari kamarnya.
" Andre !" panggil Dimas
" ya bos ?" ucap Andre sambil menghampiri Dimas.
" kita pergi !" ucap Dimas sambil berjalan keluar
" baik bos !" ucap Andre sambil mengikuti Dimas.
" kau sudah periksa tempatnya kan ?" tanya Dimas yang duduk di kursi belakang.
" sudah bos,aman !" ucap Andre sambil menyetir.
" bagus !" ucap Dimas.
...**...
" … " Andre keluar dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Dimas.
" kau bawa barangnya !" ucap Dimas sambil turun dari mobil lalu masuk kedalam gudang tersebut.
" baik bos " ucap Andre, lalu mengambil tasnya dan membawanya kedalam.
sampai di dalam sudah ada beberapa orang yang menunggu mereka.
" … " Dimas pun masuk dan duduk di kursi.
" mana barang ?" tanya pria tersebut sambil menatap kearah Dimas.
" Andre bawa kemari !" ucap Dimas
" baik bos !" ucap Dimas sambil meletakkan tasnya di atas meja, lalu membawanya.
" … " pria tersebut pun mendekat kearah meja dan melihat berliannya.
" bagaimana ?" tanya Dimas
" bagus !" ucap pria tersebut sambil memegang berliannya.
" bagaimana dengan barang yang aku minta ?" tanya Dimas
" bawa kemari !" perintah pria tersebut pada anak buahnya.
" … " anak buahnya pun membawa barangnya ke depan Dimas.
" … " Dimas membuka tasnya yang berisi senjata tersebut, Dimas mengambil dan melihat-lihat senjata tersebut.
" bagaimana ?" tanya pria tersebut
" oke !" ucap Dimas
" bawa barangnya !" perintah pria tersebut pada anak buahnya
" baik bos !" ucap anak buahnya sambil mengambil tas berisi berliannya.
" kami pergi !" ucap pria tersebut sambil beranjak keluar
__ADS_1
" … " Dimas hanya mengangguk kepalanya sambil mengusap senjatanya.
" Andre !" panggil Dimas
" ya bos ?" ucap Andre
" bereskan dia !" perintah Dimas.
" baik bos !" ucap Andre, lalu menelpon anak buahnya untuk menghadang mobil pria tersebut.
" ayok pergi !" ucap Dimas sambil menyerahkan tas berisi senjata kepada Andre.
" iya " ucap Andre sambil mengikuti Dimas keluar.
...**...
sedangkan pria tersebut duduk di dalam mobil sambil melihat berliannya.
" citt...!" tiba-tiba anak buahnya mengerem mobilnya dengan mendadak.
" kau mau mati ya ?" ucap pria tersebut kesal
" maaf bos, ada yang menghadang mobil kita !" ucapnya
" … " pria tersebut pun menoleh ke depan dan melihat mobil mereka sudah di kepung.
" dasar brengsek !" umpat pria tersebut saat melihat itu adalah anak buahnya Dimas.
" sekarang bagaimana bos ?" tanya anak buahnya
" bereskan mereka !" ucap pria tersebut marah
" baik bos !" ucap anak buahnya, lalu turun dari mobil dan melawan para anak buahnya Dimas.
mereka kalah jumlah dengan anak buahnya Dimas sehingga mereka kewalahan menghadapi anak buahnya Dimas.
" dia ingin bermain-main dengan ku !" ucap pria tersebut marah sambil mengeluarkan pistol dari saku bajunya.
" dor dor dor !" pria tersebut menembak anak buahnya Dimas.
" dor dor dor !" anak buah Dimas membalas tembakannya.
" sial !" ucap pria tersebut sambil menunduk.
anak buah Dimas berhasil mengalahkan semua anak buahnya, sehingga ia terkepung sekarang.
" citt..!" mobil Dimas berhenti di samping mobilnya.
" … " lalu Dimas turun dari mobil dan berjalan kearahnya.
" dasar kurang ajar !" ucap pria tersebut menatap Dimas dengan murka.
" … " Dimas hanya terkekeh sambil melihat kearah pria tersebut.
" bawa dia keluar !" perintah Dimas pada anak buahnya.
" baik bos !" ucap anak buahnya, lalu membuka pintu mobil dan menarik pria tersebut keluar.
" lepaskan aku !" ucap pria tersebut sambil memberontak, tapi anak buah Dimas memegangnya dengan erat.
" Andre sambil berliannya !" perintah Dimas
" baik bos" ucap Andre sambil masuk kedalam mobil pria tersebut lalu mengambil berliannya.
" dasar licik,kau membohongiku !" ucap pria tersebut marah.
" kau saja yang bodoh !" ucap Dimas
" kalian bereskan dia !" ucap Dimas sambil masuk kedalam mobilnya
" baik bos !" ucap anak buahnya
" hei jangan pergi !" teriak pria tersebut yang melihat Dimas pergi
" ayok ikut !" ucap anak buah Dimas sambil menyeret pria tersebut kedalam mobil
" kalian mau membawa aku kemana ?" tanya pria tersebut memberontak
" masuk !" ucap anak buah Dimas sambil mendorong pria tersebut kedalam mobil lalu menutup pintunya.
" ayok jalan !" ucap anak buah Dimas sambil masuk kedalam mobil.
" … " mobil mereka pun meluncur pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
...***...