
sampai diruang bawah tanah,Dimas melihat ruangan sudah berantakan dan berlian nya hilang.
" Andre..!" teriaknya
" ya bos " ucap Andre sambil mendekatinya
" tutup semua pintu dan gerbang jangan biarkan dia lolos !" ucap Dimas marah
" baik bos !" ucap Andre sambil keluar
" kurang ajar !" teriak Dimas marah sambil keluar dari ruangan tersebut.
...**...
Inara membuang baju pelayan dan menggantinya dengan baju pesta,ia juga menggunakan rambut palsu supaya tidak di kenali.
setelah itu inara masuk ke kamar Dimas dan memasang kamera kecil di sana.
" tuk tuk tuk !" suara sepatu mulai mendekat
" klek !" Dimas masuk ke kamar dan berjalan ke arah lemari
( sementara di dalam lemari ), inara deg-degan takut ketahuan.
" klek " Dimas membuka pintu lemari dan mengambil sebuah berkas, setelah itu menutup nya kembali dan berjalan hendak keluar.tapi baru beberapa langkah ia berhenti dan berbalik kembali ke arah lemari,ia hendak membuka pintu lemari dimana Inara bersembunyi.
" drrrtt.." bunyi ponsel membuat Dimas urungkan niatnya untuk membuka pintu lemari
" ya baiklah, saya akan segera ke sana !" ucap Dimas mengangkat telepon sambil berjalan keluar kamar.
" hah !" inara menghela nafas lega
" untung saja " ucap Inara sambil keluar dari lemari tersebut.
" aku harus segera keluar dari sini !" ucap inara sambil berjalan ke arah jendela dan melihat keadaan di luar.
" sial, mereka telah menutup gerbangnya !" umpat Inara
" baiklah, mari kita bermain !" ucap inara sambil membuka jendela lalu keluar dari sana, sambil mengendap-endap.inara berjalan di belakang pengawal lalu memukul lehernya hingga pingsan, setelah itu ia berjalan menuju tembok rumah bagian belakang.
" sial, disini juga banyak penjaganya!" ucap inara melihat di belakang rumah juga dijaga dengan ketat.
" hei, itu dia !" teriak pengawal sambil berlari kearah inara
" sial !" umpat Inara sambil mengambil dua buah bom asap dari balik bajunya lalu melemparkannya kearah mereka.setalah itu, Inara segera berlari kearah pagar lalu memanjatnya.
" Dor dor dor !" mereka menembaki inara yang sudah berada diatas pagar
" dor dor dor !" inara membalas tembakan mereka sambil merunduk lalu meloncat dari pagar tersebut
" cepat kejar dia !" ucap mereka sambil memanjat pagar untuk mengejar inara
" Dor dor dor !" mereka menembaki inara yang sedang berlari ke jalan
" Dor dor dor !" umpat inara berlari sambil membalas tembakan mereka.
" Bim Bim Bim !" suara klakson mobil yang berhenti di depan Inara.
" Dor dor !" mereka masih mengejarnya
" sial !" ucap inara sambil berlari ke arah mobil tersebut, lalu membuka pintu dan masuk kedalam.
" pakai sabuk pengaman nya !" ucap Aditya sambil menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi
" hah !" inara menghela nafas panjang sambil melepaskan wig di kepala nya lalu membuangnya keluar jendela
" kau tidak apa-apa ?" tanya Aditya sambil menoleh ke arah inara
" tidak !" ucap inara sambil mengambil air minum lalu meminumnya.
" apa kau mendapatkan ?" tanya Aditya
__ADS_1
" ini !" ucap inara sambil memperlihatkan berlian nya kepada Aditya
" itu benaran asli ?" tanya Aditya
" tentu saja !" ucap inara sambil menyimpan kembali berlian nya
" mau kau apakan berliannya ?" tanya Aditya
" mau di jual biar kaya !" ucap inara sambil terkekeh
" dasar !" ucap Aditya sambil kembali fokus menyetir
...***...
( di rumah Dimas Admajaya )
" dasar tidak becus !, bagaimana bisa dia bisa lolos !" teriak Dimas marah
" dia tidak sendiri bos !" ucap pengawal
" dasar bodoh, sebenarnya apa pekerjaan kalian hah !,cepat cari mereka sampai ketemu !" teriak Dimas sambil menatap anak buahnya tajam
" baik bos !" ucap mereka sambil membubarkan diri untuk mencari inara.
" Andre !" panggil Dimas
" ya bos !" ucapnya sambil berjalan mendekati Dimas
" bagaimana rekaman CCTV nya ?" tanya Dimas
" dia seorang perempuan bos !" ucap Andre
" bagaimana dia bisa masuk ?"ucap Dimas
" dia menyamar menjadi pelayan bos !" jelas Andre
" dasar ceroboh, bagaimana kalian membiarkan dia masuk !" ucap Dimas marah
" dasar bodoh kalian semua !" teriak Dimas murka
" maaf bos !" ucap Andre
" kalian sudah membuat aku rugi besar !" ucap Dimas, lalu masuk kedalam kamarnya.
...***...
( di luar negeri )
Lucia duduk di balkon kamarnya sambil melamun
" tok tok tok !" suara ketukan pintu dari luar
" nona buka pintunya !" ucap Lia bodyguard Lucia
" nona ayok makan dulu, anda belum makan dari tadi pagi !" ucap Lia sambil mengetuk pintu tapi Lucia tidak menghiraukan nya.
" aku kangen ibu !" ucap Lucia sambil menangis
" aku mau ikut ibu aja,aku sudah tidak sanggup lagi !" ucap Lucia sambil menangis tersedu-sedu.
" nona masih belum membukakan pintu nya ?" tanya bibik
" belum bik !" ucap Lia sambil meletakkan makanan nya di atas meja.
" kasian nona !" ucap bibik
" mau bagaimana lagi bik,ini perintah dari tuan !" ucap Lia sambil duduk di kursi
" sejak nyonya meninggal nona jadi kesepian !" ucap bibik
" aku juga kasihan bik,tapi mau bagaimana lagi ?" ucap Lia
__ADS_1
...***...
" kita makan dulu ya,aku laper !" ucap inara
" mau makan apa ?" tanya Aditya
" aku mau makan pecel lele yang di warung itu !" ucap inara
" yang di depan itu ?" tanya Aditya
" iya " ucap Inara, Aditya pun segera memarkirkan mobilnya di depan warung tersebut.
" ayok kita turun !" ucap inara sambil melepaskan sabuk pengaman
" kau mau turun dengan penampilan seperti itu ?" tanya Aditya sambil menatap inara
" emang kenapa ?" tanya inara sambil melihat penampilan nya
" ini pakai jaketnya, kita mau makan bukan ke pesta !" ucap Aditya sambil melepaskan jaketnya
" iya " ucap Inara sambil memakainya
" ayok !" ucap Aditya sambil turun dari mobil.mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam warung tersebut.
" mas nasi pecel lele nya dua ya !" ucap inara sambil duduk di kursi
" oke mbak !" ucap pelayan
( 10 menit kemudian )
pesanan nya pun datang
" makasih mas !" ucap inara sambil mengambil makanan nya
" sama-sama mbak !" ucap pelayan tersebut sambil kembali bekerja
" kamu sering makan beginian ?" tanya Aditya sambil memperhatikan pecel lele nya
" iya,ini enak Lo ayok di makan !" ucap inara sambil memakan nasinya dengan tangan
" kamu yakin ?" tanya Aditya ragu-ragu
" iya,ayok ini aku suapin !" ucap inara sambil menyuapi Aditya
" ayok !" ucap inara karena Aditya seperti ogah memakannya
" iya " ucap Aditya sambil menerima suapan dari inara
" bagaimana ?" tanya inara sambil menatap Aditya
" enak !" ucap Aditya sambil mencuci tangan nya lalu memakan nasi pecel lele nya dengan lahap
" aku bilang juga apa !" ucap inara sambil melanjutkan makan.
...***...
selesai makan mereka pun pulang ke rumah.
( sampai di rumah )
hari sudah malam, Inara segera masuk ke kamar dan langsung menuju ke kamar mandi.
( 20 menit kemudian)
inara keluar dari kamar mandi dan menuju wardrop untuk mengganti bajunya.setelah selesai inara kembali ke kamar dan dimeja rias.
" mandi dulu sana !" ucap inara pada Aditya yang sedang rebahan di atas kasur
" hmmmm " ucap Aditya sambil beranjak ke kamar mandi.
...***...
__ADS_1