
" drrrtt !" bunyi ponsel
" ya halo ?" ucap Alex sambil mengangkat telponnya.
" iya pak, makasih !" ucap Alex sambil menutup panggilannya
" ada apa ?" tanya Laura
" Devina kabur dari polisi dan… "
" dan apa ?" tanya Laura
" dan jatuh kedalam jurang !" ucap Alex
" hah !" Laura hanya menghela nafasnya
" mungkin itu karma buat dia " ucap Laura
( flash off )
" ibu pikir dia sudah meninggal " ucap buk Laura
" terus bagaimana ibu bisa di sekap sama dia ?" tanya inara
" ibu juga tidak tau,pas sadar ibu sudah di ikat di sebuah ruangan " ucap buk Laura
" aku akan membalasnya !" ucap Inara
" terus bagaimana dengan filenya ?" tanya Aditya
" aku akan mendapatkannya kembali !" ucap Inara tegas
...**...
( Devina )
" … " duduk di meja kerjanya sambil Vidio call dengan leptop nya
" bagaimana ?" tanya pria tersebut
" aku sudah mendapatkannya !" ucap Devina
" bagus, kapan kita bertemu ?" tanya pria tersebut
" tergantung kesepakatan kita !" ucap Devina
" apa mau mu ?" tanya pria tersebut
" aku mau 60% saham mu menjadi milikku dan juga kau harus menjadikan aku ketua geng mafia mu !" ucap Devina
" kau gila ?" teriak pria tersebut
" yaudah kalau tidak mau,aku juga tidak akan menyerahkan filenya kepadamu !" ucap Devina sambil memegang filenya
" … " pria tersebut pun terdiam sambil memikirkan permintaan Devina
" bagaimana ?" tanya Devina lagi sambil menatap kearah pria tersebut
" oke kalau tidak mau !" ucap Devina hendak menutup panggilannya
" oke fine !" ucap pria tersebut akhirnya
" … " Devina tersenyum mendengarnya
" serahkan filenya kepadaku !" ucap pria tersebut
" oke besok kita bertemu !" ucap Devina sambil menutup leptop nya.
...**...
( Jasmine )
" … " turun dari tangga dengan pelan-pelan sambil melihat kearah sekitar
" … " melihat tidak ada siapapun di bawah, Jasmine segera berlari menuju pintu.
" … " saat akan membuka pintu tiba-tiba
" mau kemana ?" tanya Niko yang berdiri di belakang Jasmine
" … " mendengar itu Jasmine pun menoleh kearah Niko yang sedang menatap kearahnya.
" bukan urusanmu !" ucap Jasmine sambil membuka pintu dan berjalan keluar
__ADS_1
" malam tuan !" ucap Niko
" … " mendengar itu, Jasmine pun menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah belakang
" … " namun ia tidak menemukan kakeknya
" kamu bohongi aku ?" ucap Jasmine sambil menatap kearah Niko dengan kesal
" mau saya beritahu tuan, kalau kau keluar malam-malam ?" tanya Niko
" kau !" ucap Jasmine yang merasa kesal
" ada apa ribut-ribut ?" tanya tuan rathore sambil turun dari tangga
" … " mereka pun menoleh kearah tangga
" kau mau kemana ?" tanya tuan rathore sambil menatap kearah Jasmine
" Jasmine mau jalan-jalan kek " ucap Jasmine sambil menunduk
" yaudah pergi aja,tapi ajak Niko !" ucap tuan rathore
" ih kakek, Jasmine mau kencan masak ajak dia sih !" ucap Jasmine sambil menghentakkan kakinya kesal
" gak ada kencan-kencan,kau itu masih kecil !" ucap tuan rathore
" ih kakek !" rengek Jasmine sambil memegang tangan kakeknya.
" udah sana, kembali ke kamar !" ucap tuan rathore
" awas kau !" ucap Jasmine sambil menatap kearah Niko dengan tajam
" … " tapi Niko malah membuang pandangannya ke arah lain
" … " Jasmine pun kembali ke kamarnya dengan kesal
" kau juga istirahat !" ucap tuan rathore sambil pergi ke kamarnya
" iya tuan !" ucap Niko
" klek " Jasmine masuk kedalam kamar sambil melempar tasnya ke kasur dengan kesal.
" lihat saja aku akan memberimu pelajaran !" ucap Jasmine sambil duduk di atas kasur.
...***...
( keesokan harinya )
Dimas Admajaya sedang melakukan meeting dengan tuan malik, pengusaha kaya raya dan juga seorang mafia.
" bagaimana ?" tanya Dimas
" baiklah, aku akan membantumu asalkan …" ucap tuan menggantung sambil menatap kearah Dimas
" asalkan apa ?" tanya Dimas
" putrimu menjadi milikku !" ucap tuan malik
" apa ?" ucap Dimas yang terkejut
" aku mau putrimu menikah denganku !" ulang tuan malik
" dasar tua Bangka !" umpat Dimas dalam hati
" jadi bagaimana ?" tanya tuan malik
" … " Dimas hanya diam sambil berpikir
" kalau tidak mau yasudah, aku akan membatalkan kerjasama kita !" ucap tuan malik
" sial !" maki Dimas dalam hati, dia akan untung besar kalau kerjasama dengan si tua Bangka ini dan bisa rugi kalau sampai kerjasamanya batal.
" baiklah !" ucap Dimas yang lebih mementingkan bisnis ketimbang putrinya.
" bagus !" ucap tuan malik sambil tersenyum
" aku mau secepatnya !" ucap tuan malik yang sudah tidak sabar untuk menikah dengan Lucia.
" hmmmm !" ucap Dimas dengan malas
" yaudah, saya pergi dulu !" ucap tuan malik senang sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi
" dasar tua Bangka !" umpat Dimas sambil bangkit dari tempat duduknya lalu pergi.
__ADS_1
...**...
Aditya sedang duduk santai di balkon kamarnya sambil bermain ponsel.
" ini !" ucap Inara sambil meletakkan kopi di atas meja
" makasih !" ucap Aditya sambil menoleh kearah istrinya
" … " inara hanya mengangguk sambil duduk di samping Aditya
" ibu mana ?" tanya Aditya
" sedang nyiram tanaman di belakang, bosan katanya di kamar terus " ucap inara
" oh !" ucap Aditya sambil meminum kopinya
" dimana kau akan mencari filenya ?" tanya Aditya sambil meletakkan gelasnya di atas meja
" aku akan mencarinya di tempat tinggal wanita itu !" ucap Inara
" perlu bantuan ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" sekarang belum, nanti kalau permainannya sudah di mulai baru aku butuh bantuan mu !" ucap Inara
" oke !" ucap Aditya sambil kembali menyeruput kopinya.
...**...
( di sebuah markas )
" … " seorang pria dengan tato di tangannya sedang duduk di sofa sambil menandatangani sebuah berkas.
" ini !" ucap pria tersebut sambil menyerahkan berkas tersebut kepada wanita yang sedang duduk di depannya.
" … " wanita tersebut pun mengambil berkasnya lalu memeriksanya.
" bagus !" ucap wanita yang tak lain adalah Devina
" … " lalu ia menutup kembali berkasnya yang berisi surat penyataan pemberian saham kepadanya sebesar 60%.
" mana filenya ?" tanya pria tersebut sambil menatap kearah Devina
" kita masih punya satu kesepakatan lagi " ucap Devina
" kau mau membodohi aku, cepat serahkan filenya !" ucap pria Tersebut tegas sambil menatap kearah Devina.
" satu kesepakatan lagi,baru aku menyerahkan filenya !" ucap Devina sambil menyandarkan tubuhnya di sofa dan melipat kedua tangannya di dada.
" Prok Prok !" pria tersebut bertepuk tangan untuk memanggil anak buahnya.
" … " anak buahnya pun langsung masuk kedalam dan mengepung mereka.
" … " Devina pun melihat kearah anak buah pria tersebut yang berdiri di belakangnya.
" cepat serahkan filenya atau … " ucap pria tersebut menggantung sambil menatap kearah Devina
" … " Devina sambil bangun dari tempat duduknya, lalu mengambil sesuatu dari saku jaketnya.
" baiklah !" sambil berbalik kebelakang dan
" dor dor dor !" ia menembaki anak buah pria tersebut hingga tewas.
" kurang ajar !" maki pria tersebut sambil mengeluarkan senjatanya dan hendak menodongkannya kearah Devina.
" dor !" tapi Devina duluan menembak tangannya hingga senjata yang dipegangnya jatuh kelantai.
" … " pria tersebut pun berjongkok hendak mengambil senjatanya kembali
" dor !" melihat itu Devina segera menembak kaki pria tersebut
" arrghh !" teriak pria tersebut sambil jatuh di lantai.
" bagaimana ?" ucap Devina sambil berjalan mendekat kearah pria tersebut
" … " pria tersebut pun diam-diam mengambil senjatanya, lalu menembak kearah Devina
" dor !" pelurunya mengenai lengan Devina
" kurang ajar !" ucap Devina sambil memegang lengannya
" dor dor dor !" lalu ia menembak pria tersebut hingga tewas.
" dasar bodoh !" ucap Devina sambil mengambil berkasnya di atas meja, lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut sambil memegang lengannya.
__ADS_1
...***...