Secret Files

Secret Files
63. tergantung kesepakatan


__ADS_3

 " drrrtt !" bunyi ponsel


 " ya halo ?" ucap Alex sambil mengangkat telponnya.


 " iya pak, makasih !" ucap Alex sambil menutup panggilannya


 " ada apa ?" tanya Laura


 " Devina kabur dari polisi dan… "


 " dan apa ?" tanya Laura


 " dan jatuh kedalam jurang !" ucap Alex


 " hah !" Laura hanya menghela nafasnya


 " mungkin itu karma buat dia " ucap Laura


 ( flash off )


 " ibu pikir dia sudah meninggal " ucap buk Laura


 " terus bagaimana ibu bisa di sekap sama dia ?" tanya inara


 " ibu juga tidak tau,pas sadar ibu sudah di ikat di sebuah ruangan " ucap buk Laura


 " aku akan membalasnya !" ucap Inara


 " terus bagaimana dengan filenya ?" tanya Aditya


 " aku akan mendapatkannya kembali !" ucap Inara tegas


...**...


 ( Devina )


 " … " duduk di meja kerjanya sambil Vidio call dengan leptop nya


 " bagaimana ?" tanya pria tersebut


 " aku sudah mendapatkannya !" ucap Devina


 " bagus, kapan kita bertemu ?" tanya pria tersebut


 " tergantung kesepakatan kita !" ucap Devina


 " apa mau mu ?" tanya pria tersebut


 " aku mau 60% saham mu menjadi milikku dan juga kau harus menjadikan aku ketua geng mafia mu !" ucap Devina


 " kau gila ?" teriak pria tersebut


 " yaudah kalau tidak mau,aku juga tidak akan menyerahkan filenya kepadamu !" ucap Devina sambil memegang filenya


 " … " pria tersebut pun terdiam sambil memikirkan permintaan Devina


 " bagaimana ?" tanya Devina lagi sambil menatap kearah pria tersebut


 " oke kalau tidak mau !" ucap Devina hendak menutup panggilannya


 " oke fine !" ucap pria tersebut akhirnya


 " … " Devina tersenyum mendengarnya


 " serahkan filenya kepadaku !" ucap pria tersebut


 " oke besok kita bertemu !" ucap Devina sambil menutup leptop nya.


...**...


 ( Jasmine )


 " … " turun dari tangga dengan pelan-pelan sambil melihat kearah sekitar


 " … " melihat tidak ada siapapun di bawah, Jasmine segera berlari menuju pintu.


 " … " saat akan membuka pintu tiba-tiba


 " mau kemana ?" tanya Niko yang berdiri di belakang Jasmine


 " … " mendengar itu Jasmine pun menoleh kearah Niko yang sedang menatap kearahnya.


 " bukan urusanmu !" ucap Jasmine sambil membuka pintu dan berjalan keluar

__ADS_1


 " malam tuan !" ucap Niko


 " … " mendengar itu, Jasmine pun menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah belakang


 " … " namun ia tidak menemukan kakeknya


 " kamu bohongi aku ?" ucap Jasmine sambil menatap kearah Niko dengan kesal


 " mau saya beritahu tuan, kalau kau keluar malam-malam ?" tanya Niko


 " kau !" ucap Jasmine yang merasa kesal


 " ada apa ribut-ribut ?" tanya tuan rathore sambil turun dari tangga


 " … " mereka pun menoleh kearah tangga


 " kau mau kemana ?" tanya tuan rathore sambil menatap kearah Jasmine


 " Jasmine mau jalan-jalan kek " ucap Jasmine sambil menunduk


 " yaudah pergi aja,tapi ajak Niko !" ucap tuan rathore


 " ih kakek, Jasmine mau kencan masak ajak dia sih !" ucap Jasmine sambil menghentakkan kakinya kesal


 " gak ada kencan-kencan,kau itu masih kecil !" ucap tuan rathore


 " ih kakek !" rengek Jasmine sambil memegang tangan kakeknya.


 " udah sana, kembali ke kamar !" ucap tuan rathore


 " awas kau !" ucap Jasmine sambil menatap kearah Niko dengan tajam


 " … " tapi Niko malah membuang pandangannya ke arah lain


 " … " Jasmine pun kembali ke kamarnya dengan kesal


 " kau juga istirahat !" ucap tuan rathore sambil pergi ke kamarnya


 " iya tuan !" ucap Niko


 " klek " Jasmine masuk kedalam kamar sambil melempar tasnya ke kasur dengan kesal.


 " lihat saja aku akan memberimu pelajaran !" ucap Jasmine sambil duduk di atas kasur.


...***...


( keesokan harinya )


 Dimas Admajaya sedang melakukan meeting dengan tuan malik, pengusaha kaya raya dan juga seorang mafia.


 " bagaimana ?" tanya Dimas


 " baiklah, aku akan membantumu asalkan …" ucap tuan menggantung sambil menatap kearah Dimas


 " asalkan apa ?" tanya Dimas


 " putrimu menjadi milikku !" ucap tuan malik


 " apa ?" ucap Dimas yang terkejut


 " aku mau putrimu menikah denganku !" ulang tuan malik


 " dasar tua Bangka !" umpat Dimas dalam hati


 " jadi bagaimana ?" tanya tuan malik


 " … " Dimas hanya diam sambil berpikir


 " kalau tidak mau yasudah, aku akan membatalkan kerjasama kita !" ucap tuan malik


 " sial !" maki Dimas dalam hati, dia akan untung besar kalau kerjasama dengan si tua Bangka ini dan bisa rugi kalau sampai kerjasamanya batal.


 " baiklah !" ucap Dimas yang lebih mementingkan bisnis ketimbang putrinya.


 " bagus !" ucap tuan malik sambil tersenyum


 " aku mau secepatnya !" ucap tuan malik yang sudah tidak sabar untuk menikah dengan Lucia.


 " hmmmm !" ucap Dimas dengan malas


 " yaudah, saya pergi dulu !" ucap tuan malik senang sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi


 " dasar tua Bangka !" umpat Dimas sambil bangkit dari tempat duduknya lalu pergi.

__ADS_1


...**...


Aditya sedang duduk santai di balkon kamarnya sambil bermain ponsel.


 " ini !" ucap Inara sambil meletakkan kopi di atas meja


 " makasih !" ucap Aditya sambil menoleh kearah istrinya


 " … " inara hanya mengangguk sambil duduk di samping Aditya


 " ibu mana ?" tanya Aditya


 " sedang nyiram tanaman di belakang, bosan katanya di kamar terus " ucap inara


 " oh !" ucap Aditya sambil meminum kopinya


 " dimana kau akan mencari filenya ?" tanya Aditya sambil meletakkan gelasnya di atas meja


 " aku akan mencarinya di tempat tinggal wanita itu !" ucap Inara


 " perlu bantuan ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya


 " sekarang belum, nanti kalau permainannya sudah di mulai baru aku butuh bantuan mu !" ucap Inara


 " oke !" ucap Aditya sambil kembali menyeruput kopinya.


...**...


 ( di sebuah markas )


 " … " seorang pria dengan tato di tangannya sedang duduk di sofa sambil menandatangani sebuah berkas.


 " ini !" ucap pria tersebut sambil menyerahkan berkas tersebut kepada wanita yang sedang duduk di depannya.


 " … " wanita tersebut pun mengambil berkasnya lalu memeriksanya.


 " bagus !" ucap wanita yang tak lain adalah Devina


 " … " lalu ia menutup kembali berkasnya yang berisi surat penyataan pemberian saham kepadanya sebesar 60%.


 " mana filenya ?" tanya pria tersebut sambil menatap kearah Devina


 " kita masih punya satu kesepakatan lagi " ucap Devina


 " kau mau membodohi aku, cepat serahkan filenya !" ucap pria Tersebut tegas sambil menatap kearah Devina.


 " satu kesepakatan lagi,baru aku menyerahkan filenya !" ucap Devina sambil menyandarkan tubuhnya di sofa dan melipat kedua tangannya di dada.


 " Prok Prok !" pria tersebut bertepuk tangan untuk memanggil anak buahnya.


 " … " anak buahnya pun langsung masuk kedalam dan mengepung mereka.


 " … " Devina pun melihat kearah anak buah pria tersebut yang berdiri di belakangnya.


 " cepat serahkan filenya atau … " ucap pria tersebut menggantung sambil menatap kearah Devina


 " … " Devina sambil bangun dari tempat duduknya, lalu mengambil sesuatu dari saku jaketnya.


 " baiklah !" sambil berbalik kebelakang dan


 " dor dor dor !" ia menembaki anak buah pria tersebut hingga tewas.


 " kurang ajar !" maki pria tersebut sambil mengeluarkan senjatanya dan hendak menodongkannya kearah Devina.


 " dor !" tapi Devina duluan menembak tangannya hingga senjata yang dipegangnya jatuh kelantai.


 " … " pria tersebut pun berjongkok hendak mengambil senjatanya kembali


 " dor !" melihat itu Devina segera menembak kaki pria tersebut


 " arrghh !" teriak pria tersebut sambil jatuh di lantai.


 " bagaimana ?" ucap Devina sambil berjalan mendekat kearah pria tersebut


 " … " pria tersebut pun diam-diam mengambil senjatanya, lalu menembak kearah Devina


 " dor !" pelurunya mengenai lengan Devina


 " kurang ajar !" ucap Devina sambil memegang lengannya


 " dor dor dor !" lalu ia menembak pria tersebut hingga tewas.


 " dasar bodoh !" ucap Devina sambil mengambil berkasnya di atas meja, lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut sambil memegang lengannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2