Secret Files

Secret Files
35. Lucia siuman


__ADS_3

( sampai di luar negeri )


Dimas langsung ke apartemen Lucia.


" selamat datang tuan " ucap Lia menyambut kedatangan nya


" sudah ada kabarnya ?" tanya Dimas sambil duduk di sofa


" kami sudah menemukan lokasi terakhir nona tuan !" ucap Lia


" lalu ?" tanya Dimas sambil para bodyguard Lucia


" itu tuan, nona tertabrak mobil " ucap Lia sambil menundukkan kepalanya


" apa ?" ucap Dimas


" terus dimana dia sekarang ?" tanya Dimas


" kami sudah mencarinya di rumah sakit terdekat,tapi belum ketemu tuan !" jelas Lia


" dasar bodoh,cari dia di semua rumah sakit di sini sampai ketemu !" ucap Dimas kesal


" baik tuan !" ucap Lia sambil pergi yang di ikuti oleh anak buahnya di belakang


" bibik !" panggil Dimas


" ya tuan ?" ucap bibik sambil menghampiri nya


" bagaimana Lucia bisa kabur ?" tanya Dimas, yang bibik diam sambil menunduk


" jawab !" teriak Dimas


" itu tuan,kami pergi ke mall untuk belanja,nona beralasan ingin ke toilet,tapi nona malah kabur dengan cara menyamar tuan." jelas bibik


" dasar bodoh !" maki Dimas


" maaf tuan !" ucap bibik


...***...


( di rumah sakit )


Lucia mulai siuman,ia pun membuka matanya perlahan.


" ini dimana ?" sambil memperhatikan setiap sudut ruangan tersebut


" klek " suara pintu terbuka lalu masuklah seorang suster untuk mengecek keadaannya


" anda sudah sadar ?" tanya suster tersebut sambil mendekati Lucia


" ini dimana ?" tanya Lucia


" anda di rumah sakit " jawab suster tersebut sambil mengecek keadaan Lucia


" rumah sakit " ucap Lucia sambil mengingat,ia kabur dari para bodyguard nya lalu tertabrak mobil


" anda butuh sesuatu ?" tanya suster


" tidak " ucap Lucia


" yaudah, saya permisi dulu !" ucap suster tersebut sambil pergi


" iya " ucap lucia


" klek !" pintu kembali terbuka dan masuklah dua orang yang Lucia tidak kenal


" siapa kalian ?" tanya Lucia yang mulai waspada

__ADS_1


" kami orang yang menabrak kamu !" ucap tuan rathore sambil mendekati Lucia


" bagaimana keadaan kamu ?" tanya tuan rathore yang melihat sikap waspada Lucia


" … " Lucia hanya diam sambil memperhatikan kedua nya


" tenang saja,kami bukan orang jahat !" ucap tuan rathore sambil duduk di kursi


" siapa namamu ?" tanya tuan rathore


" Lucia " ucapnya


" kau punya nomor keluargamu,biar kami menghubunginya " ucap tuan rathore


" jangan !, aku mohon jangan menghubunginya !" teriak Lucia histeris, membuat tuan rathore dan Liam menatapnya dengan bingung


" kau kenapa ?" tanya Liam yang melihat Lucia seperti orang ketakutan


" aku tidak mau lagi kembali ke sana !" ucap Lucia


" baiklah kami tidak akan menghubunginya " ucap tuan rathore


" sekarang kau istirahatlah !" ucap tuan rathore sambil beranjak bangun lalu keluar dari ruangan tersebut.


" sekarang bagaimana tuan ?" tanya Liam begitu sampai di luar


" kita tunggu di sampai pulih dulu !" ucap tuan rathore sambil pergi


" baik tuan " ucap Liam sambil mengikuti tuan rathore.


...***...


( ke esokan harinya )


karena keadaannya sudah stabil, Lucia di pindahkan ke ruang inap.


" sekarang aku harus kemana ?" ucap Lucia, ia tidak mau kembali ke apartemen tapi bingung harus pergi kemana


" aku juga bosan di sini !" ucap Lucia sambil bangun dan turun dari ranjang rumah sakit


" aku butuh udara segar " ucap Lucia sambil berjalan keluar kamar.


Lucia berjalan menuju taman rumah sakit sambil memegang botol infus nya.


" hah !" Lucia menghela nafasnya sambil duduk di bangku taman.


saat sedang duduk santai di taman, matanya tidak sengaja melihat para bodyguard nya di lorong rumah sakit.


" itukan mereka,aku tidak boleh tertangkap lagi !" ucap Lucia sambil bangkit dan pergi dari taman tersebut dengan buru-buru


" mereka pasti sudah tahu kalau aku disini,aku harus segera pergi dari tempat ini !" ucap Lucia sambil berlari dan sesekali menoleh ke belakang


" bruk !" tidak sengaja Lucia menabrak seorang


" aku mohon, biarkan aku pergi jangan tangkap aku !" ucap Lucia tanpa melihat dulu kearah orangnya


" hei,kamu kenapa ?" tanya Liam yang bingung melihat Lucia berlari tanpa memperhatikan jalannya


" … " mendengar itu Lucia pun mengangkat kepalanya dan menatap kearah Liam


" tuan bantu aku keluar dari sini !" ucap Lucia sambil memegang tangan Liam


" aku tidak mau tertangkap lagi !" ucap Lucia sambil menoleh kebelakang, melihat para bodyguard nya yang berjalan kearah mereka


" mereka yang mau menangkap kamu ?" tanya Liam sambil melihat ke para bodyguard nya Lucia


" iya , tolong bantu aku !" ucap Lucia sambil menarik-narik tangan Liam

__ADS_1


" baiklah ayok !" sambil menarik tangan Lucia dan membawanya ke luar dari rumah sakit.


saat sampai di pintu masuk, mereka melihat ada para bodyguard Lucia yang berjaga di depan pintu.


" tuan bagaimana ini, mereka ada di depan pintu !" ucap Lucia panik


" sebentar !" ucap Liam sambil mengambil sebuah kursi roda


" ayok naik ke sini !" ucap Liam


" iya " ucap Lucia sambil duduk di atas kursi roda


" pakai ini !" ucap Liam sambil memberikan jaket dan topinya kepada Lucia


" … " Lucia pun mengambil dan memakainya,lalu Liam mendorong kursi roda nya keluar rumah sakit tanpa mereka curiga kalau itu orang yang mereka cari.


( sampai di parkiran )


" ayok !" ucap Liam sambil membukakan pintu mobil nya


" iya " ucap Lucia sambil turun dari kursi roda lalu masuk kedalam mobil.


Liam menutup pintu nya, lalu membuka pintu kemudi dan masuk kedalam,ia menancap gas mobilnya meninggalkan rumah sakit tersebut.


...***...


sementara di rumah sakit, para bodyguard segera pergi ke ruang inap setelah mendapatkan informasi bahwa Lucia di rawat di ruang tersebut.


" klek " Lia membuka pintu lalu masuk kedalam,tapi dia tidak menemukan siapa pun di dalam.


" bagaimana ?" tanya anak buahnya sambil menyusul kedalam


" dia telah pergi !" ucap Lia sambil keluar dari ruang tersebut


" dia pasti telah kita makanya kabur !" ucap anak buahnya


" cari dia di semua area rumah sakit ini !" perintah Lia


" baik " ucap anak buahnya sambil berpencar mencari Lucia.


sementara anak buahnya mencari Lucia, pergi ke ruang keamanan untuk melihat CCTV.


...**...


setelah berbicara dengan petugas keamanan, akhirnya ia di perbolehkan untuk mengecek CCTV.


Lia melihat semua CCTV yang ada di rumah sakit, hingga akhirnya ia melihat Lucia keluar dari ruangan nya dan pergi menuju taman.


" pak CCTV yang menuju taman nya !" ucap Lia, petugas itu pun memutar CCTV yang menuju taman,Lia melihat Lucia sedang duduk di taman, namun tiba-tiba Lucia pergi dari sana dengan terburu-buru sambil sesekali melihat ke arah belakang.


benar seperti dugaannya, Lucia telah melihat mereka makanya ia kabur dari rumah sakit .


" CCTV yang menuju pintu keluar !" ucap Lia sambil memperhatikan layar monitornya.


" stop pak !" ucap Lia begitu melihat Lucia pergi dengan seorang pria


" tolong di zoom pak !" ucap Lia


" siapa dia ?" ucap Lia karena tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria tersebut karena memakai topi dan berdiri membelakangi CCTV.


" lanjut pak !" ucap Lia sambil terus memperhatikan layar monitornya, hingga mereka sampai di parkiran.


" berhenti, tolong di zoom !" ucap Lia sambil memperhatikan flat mobil pria, Lia pun memfoto flat mobil tersebut dengan ponselnya.


" makasih pak !" ucap Lia sambil keluar dari ruang tersebut.


" perintahkan anak buah untuk mencari mobil dengan nomor flat yang aku kirim tersebut !" ucap Lia sambil berjalan keluar dari rumah sakit

__ADS_1


" baik bos !" ucap anak buahnya sambil menelpon para bodyguard lainnya.


...****...


__ADS_2