Secret Files

Secret Files
62. Devina


__ADS_3

setelah air infusnya habis,Inara membawa ibunya untuk pulang ke rumah.


 " … " inara membantu ibunya untuk turun dari mobil


 " ini rumah kamu ?" tanya buk Laura


 " iya,ayok masuk !" ucap Inara sambil memegang tangan ibunya untuk masuk kedalam


 " … " Aditya memarkirkan mobilnya lalu ikut masuk kedalam


 " … " inara membawa ibunya ke kamar untuk istirahat


 " ibu istirahat saja, aku keluar dulu !" ucap Inara sambil berjalan keluar


 " ya " ucap buk Laura sambil duduk di atas kasur


 " klek " inara masuk kedalam kamar


 " … " Aditya menoleh kearah istrinya yang baru masuk


 " aku mandi dulu !" ucap Inara sambil berjalan kearah kamar mandi


 " mau bareng ?" goda Aditya sambil menatap kearah istrinya


 " brak !" inara menutup pintunya dengan keras


 " hehehe " Aditya hanya terkekeh melihatnya, lalu merebahkan dirinya di atas kasur.


( 15 menit kemudian )


inara keluar sudah dengan pakaian ganti, lalu berjalan kearah kasur.


 " mandi dulu sana, nanti tidur lagi !" ucap Inara sambil naik keatas kasur


 " ya " ucap Aditya sambil beranjak bangun dan masuk kedalam kamar mandi.


...***...


 ( malam harinya )


mereka sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam.


mereka makan sambil berbincang-bincang ringan.


 " ibu mau tinggal di rumah ibu aja " ucap buk Laura


 " untuk sementara ibu tinggal dulu sama aku,di sana tidak aman, aku tidak mau kalau ibu sampai kenapa-napa !" ucap Inara


 " baiklah " ucap buk Laura


 " sebenarnya siapa wanita berjubah itu,ibu kenal dengannya ?" tanya inara sambil menatap kearah ibunya


 " hah !" buk Laura menghela nafasnya sambil meletakkan sendok nya di piring


 " dia Devina,adik tiri ibu !" ucap buk Laura


 " dari dulu dia sangat terobsesi dengan apa yang ibu milik, puncaknya ketika ibu menikah dengan ayahmu. ternyata diam-diam di juga suka dengan ayahmu, dia melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan ayahmu, bahkan dia hampir membunuh ibu saat hamil kamu !" ucap buk Laura mengingat masa lalu.


 ( ****flash black**** )


" … " Laura membuka matanya dan melihat dirinya sedang terikat di sebuah tiang dengan posisi berdiri.


 " … " ia memperhatikan kearah sekitar yang terlihat seperti sebuah gudang.


 " tuk tuk tuk !" terdengar ketukan sepatu hak tinggi mendekat


 " Devina !" ucap Laura begitu melihat orang tersebut adalah adik tirinya


 " halo kakakku sayang !" ucap Devina sambil berjalan mendekat kearah Laura


 " apa mau mu, lepaskan aku !" ucap Laura sambil menatap kearah adik tirinya


 " aku mau kau mati !" ucap Devina sambil tersenyum kearah Laura


 " apa salahku padamu ?" tanya Laura


 " karena kau selalu merebut apa yang aku mau !" teriak Devina


 " kau juga merebut pria yang selama ini aku cintai !" ucap Devina sambil menatap tajam kearah Laura


 " aku tidak tahu kalau kau mencintai Alex !" ucap Laura


 " benarkah ?" ucap Devina menyeringai


 " lepaskan aku !" ucap Laura sambil berusaha melepaskan ikatannya


 " kau dan anakmu harus mati !" ucap Devina sambil mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkannya kearah Laura

__ADS_1


 " Devina jangan gila,kalau aku mati kau juga akan masuk penjara !" teriak Laura


 " aku tidak peduli !" ucap Devina sambil menarik pelatuk pistolnya


 " dor !" terdengar suara tembakan


 " … " yang membuat Laura langsung memejamkan matanya


 " … " karena tidak merasakan apa-apa, Laura pun mencoba membuka matanya dan melihat Devina sedang duduk di lantai sambil memegang tangannya yang terkena tembakan


 " … " Laura pun menoleh kearah pintu


 " mas !" ucap Laura begitu melihat suaminya di depan pintu sambil memegang pistol


 " kamu tidak apa-apa ?" tanya Alex sambil menghampiri istrinya, lalu melepaskan ikatannya.


 " … " setelah melepaskan ikatannya,Alex segera menarik Laura kedalam pelukannya lalu mencium kening istrinya.


 " … " melihat itu Devina segera bangkit dan mengambil kembali pistolnya yang jatuh ke lantai


 " … " lalu menodongkan pistolnya kearah mereka


 " mas awas !" teriak Laura yang melihat Devina sedang memegang senjata


 " … " mendengar itu Alexander pun menoleh kearah belakang


 " dor !" pelurunya mengenai lengan Alex


 " mas !" teriak Laura yang melihat lengan Alex berdarah


 " jangan bergerak !" ucap polisi yang tiba-tiba masuk sambil menodongkan senjata kearah Devina


 " sial !" maki Devina


 " letakkan senjatanya !" perintah polisi


 " cepat !" ucap polisi yang melihat Devina masih memegang senjatanya


 " … " Devina pun meletakkan senjatanya di lantai


 " bawa dia !" perintah polisi pada anak buahnya


 " baik !" ucap mereka sambil memegang Devina lalu membawanya ke luar.


 " bapak tidak apa-apa ?" tanya inspektur polisi menghampiri Alexander


 " ayok saya antar ke rumah sakit !" pak inspektur


 " … " mereka pun pergi dari sana dan menuju ke rumah sakit.


...**...


( di rumah sakit )


 " makasih pak !" ucap Laura


 " sama-sama buk, yaudah saya permisi dulu !" ucap pak inspektur sambil pergi


 " iya " ucap Laura


 " … " lalu berjalan kembali kearah ranjang suaminya


 " ayok sini !" ucap Alex sambil menarik tangan istrinya untuk duduk di atas kasur


 " … " Laura menatap kearah suaminya sambil menangis


 " sudah jangan menangis,aku tidak apa-apa !" ucap Alex sambil menarik Laura kedalam pelukannya.


 " aku takut !" ucap Laura


 " sudah jangan menangis kasian anak kita " ucap Alex sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata istrinya


 " dia tidak apa-apa kan ?" tanya Alex sambil mengusap perut istrinya.


 " dia kuat sepertimu " ucap Laura sambil tersenyum


 " itu harus !" ucap Alex sambil terkekeh, lalu mencium kening istrinya


 " aku laper !" ucap Laura


 " yaudah ayok kita cari makan !" ucap Alex sambil turun dari ranjang, lalu menggenggam tangan istrinya sambil berjalan keluar


...**...


( Devina )


saat di tengah jalan tiba-tiba mobil polisi berhenti.

__ADS_1


 " kenapa ?" tanya polisi kepada temannya yang mengemudi


 " gak tau " ucap temannya


 " cepat periksa !" perintah polisi yang berada di samping Devina


 " ya " ucap temannya sambil turun dari mobil


 " … " Devina hanya terdiam sambil menoleh kearah polisi yang menjaganya.


 " tok tok tok !" temannya mengetuk pintu belakang


 " kenapa ?" tanya polisi sambil membuka pintunya


 " ban nya kempes " lapornya


 " kalian bantu dia untuk mengganti ban mobilnya !" perintahnya


 " baik pak !" ucap mereka sambil turun dari mobil


 " … " dan tinggallah Devina dan polisi tersebut di dalam mobil


 " … " Devina menoleh kearah polisi tersebut yang sedang memeriksa ponselnya.


 " … " lalu Devina menoleh kearah pistol yang berada di pinggang polisi tersebut


  " … " Devina mengambil sapu tangan dari saku bajunya, lalu membekap mulut polisi tersebut dari belakang


 " hmmmm !" ucap polisi tersebut sambil memegang tangan Devina yang berada di mulutnya, lalu jatuh pingsan.


 " dasar payah !" ucap Devina


 " … " lalu mengambil pistol dari pinggang polisi tersebut dan beranjak keluar dari mobil sambil menoleh kearah polisi yang tengah sibuk membenarkan mobilnya.


 " … " merasa aman,ia pun segera berlari dari sana.


 " hei dia melarikan diri !" ucap seorang polisi yang melihatnya


 " kejar dia !" ucap mereka


 " hei jangan kabur !" ucap polisi sambil berlari mengejarnya


 " … " Devina menoleh kearah belakang sambil menembak mereka


 " dor dor dor !" Devina menembak kearah mereka sambil terus berlari


 " dor dor !" polisi membalas menembakinya sambil terus mengejarnya.


 " … " Devina menoleh kearah belakang melihat mereka masih mengejarnya,ia pun berbelok kearah hutan.


 " hei berhenti !" ucap polisi sambil berlari mengejarnya kedalam hutan.


 " hah hah !" Devina berhenti dengan nafas memburu sambil menatap kearah sekitar.


 " hei berhenti,dor !" ucap polisi sambil menembak kearah Devina


 " … " Devina segera menunduk mendengar suara tembakan, lalu kembali berlari masuk kedalam hutan.


 " … " langkahnya terhenti begitu melihat di depannya ada jurang


 " angkat tangan !" ucap polisi sambil menodongkan senjata kearahnya


 " … " Devina pun berbalik sambil mengangkat tangannya


 " bawa dia !" ucap polisi tersebut


 " … " mereka pun berjalan kearah Devina


 " berhenti !" ucap Devina sambil menodongkan senjata kearah mereka


 " … " tapi polisi tersebut malah semakin mendekat kearah sambil menodongkan senjata juga kearahnya


 " kami minta kau untuk menyerah !" ucap polisi


 " … " tapi tidak mendengarnya,ia masih terus menodongkan senjata kearah mereka.


 " jangan mendekat !" ucap Devina sambil berjalan mundur kebelakang


 " kami minta kau untuk berhenti !" ucap polisi


 " … " tapi Devina malah semakin berjalan mundur kebelakang dan tanpa sengaja kakinya terpeleset


 " aak !" teriak Devina dan iapun jatuh kedalam jurang.


 " … " melihat Devina jatuh para polisi segera berlari kearahnya,tapi terlambat ia sudah jatuh kedalam jurang.


...***...

__ADS_1


__ADS_2