
setelah air infusnya habis,Inara membawa ibunya untuk pulang ke rumah.
" … " inara membantu ibunya untuk turun dari mobil
" ini rumah kamu ?" tanya buk Laura
" iya,ayok masuk !" ucap Inara sambil memegang tangan ibunya untuk masuk kedalam
" … " Aditya memarkirkan mobilnya lalu ikut masuk kedalam
" … " inara membawa ibunya ke kamar untuk istirahat
" ibu istirahat saja, aku keluar dulu !" ucap Inara sambil berjalan keluar
" ya " ucap buk Laura sambil duduk di atas kasur
" klek " inara masuk kedalam kamar
" … " Aditya menoleh kearah istrinya yang baru masuk
" aku mandi dulu !" ucap Inara sambil berjalan kearah kamar mandi
" mau bareng ?" goda Aditya sambil menatap kearah istrinya
" brak !" inara menutup pintunya dengan keras
" hehehe " Aditya hanya terkekeh melihatnya, lalu merebahkan dirinya di atas kasur.
( 15 menit kemudian )
inara keluar sudah dengan pakaian ganti, lalu berjalan kearah kasur.
" mandi dulu sana, nanti tidur lagi !" ucap Inara sambil naik keatas kasur
" ya " ucap Aditya sambil beranjak bangun dan masuk kedalam kamar mandi.
...***...
( malam harinya )
mereka sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam.
mereka makan sambil berbincang-bincang ringan.
" ibu mau tinggal di rumah ibu aja " ucap buk Laura
" untuk sementara ibu tinggal dulu sama aku,di sana tidak aman, aku tidak mau kalau ibu sampai kenapa-napa !" ucap Inara
" baiklah " ucap buk Laura
" sebenarnya siapa wanita berjubah itu,ibu kenal dengannya ?" tanya inara sambil menatap kearah ibunya
" hah !" buk Laura menghela nafasnya sambil meletakkan sendok nya di piring
" dia Devina,adik tiri ibu !" ucap buk Laura
" dari dulu dia sangat terobsesi dengan apa yang ibu milik, puncaknya ketika ibu menikah dengan ayahmu. ternyata diam-diam di juga suka dengan ayahmu, dia melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan ayahmu, bahkan dia hampir membunuh ibu saat hamil kamu !" ucap buk Laura mengingat masa lalu.
( ****flash black**** )
" … " Laura membuka matanya dan melihat dirinya sedang terikat di sebuah tiang dengan posisi berdiri.
" … " ia memperhatikan kearah sekitar yang terlihat seperti sebuah gudang.
" tuk tuk tuk !" terdengar ketukan sepatu hak tinggi mendekat
" Devina !" ucap Laura begitu melihat orang tersebut adalah adik tirinya
" halo kakakku sayang !" ucap Devina sambil berjalan mendekat kearah Laura
" apa mau mu, lepaskan aku !" ucap Laura sambil menatap kearah adik tirinya
" aku mau kau mati !" ucap Devina sambil tersenyum kearah Laura
" apa salahku padamu ?" tanya Laura
" karena kau selalu merebut apa yang aku mau !" teriak Devina
" kau juga merebut pria yang selama ini aku cintai !" ucap Devina sambil menatap tajam kearah Laura
" aku tidak tahu kalau kau mencintai Alex !" ucap Laura
" benarkah ?" ucap Devina menyeringai
" lepaskan aku !" ucap Laura sambil berusaha melepaskan ikatannya
" kau dan anakmu harus mati !" ucap Devina sambil mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkannya kearah Laura
__ADS_1
" Devina jangan gila,kalau aku mati kau juga akan masuk penjara !" teriak Laura
" aku tidak peduli !" ucap Devina sambil menarik pelatuk pistolnya
" dor !" terdengar suara tembakan
" … " yang membuat Laura langsung memejamkan matanya
" … " karena tidak merasakan apa-apa, Laura pun mencoba membuka matanya dan melihat Devina sedang duduk di lantai sambil memegang tangannya yang terkena tembakan
" … " Laura pun menoleh kearah pintu
" mas !" ucap Laura begitu melihat suaminya di depan pintu sambil memegang pistol
" kamu tidak apa-apa ?" tanya Alex sambil menghampiri istrinya, lalu melepaskan ikatannya.
" … " setelah melepaskan ikatannya,Alex segera menarik Laura kedalam pelukannya lalu mencium kening istrinya.
" … " melihat itu Devina segera bangkit dan mengambil kembali pistolnya yang jatuh ke lantai
" … " lalu menodongkan pistolnya kearah mereka
" mas awas !" teriak Laura yang melihat Devina sedang memegang senjata
" … " mendengar itu Alexander pun menoleh kearah belakang
" dor !" pelurunya mengenai lengan Alex
" mas !" teriak Laura yang melihat lengan Alex berdarah
" jangan bergerak !" ucap polisi yang tiba-tiba masuk sambil menodongkan senjata kearah Devina
" sial !" maki Devina
" letakkan senjatanya !" perintah polisi
" cepat !" ucap polisi yang melihat Devina masih memegang senjatanya
" … " Devina pun meletakkan senjatanya di lantai
" bawa dia !" perintah polisi pada anak buahnya
" baik !" ucap mereka sambil memegang Devina lalu membawanya ke luar.
" bapak tidak apa-apa ?" tanya inspektur polisi menghampiri Alexander
" ayok saya antar ke rumah sakit !" pak inspektur
" … " mereka pun pergi dari sana dan menuju ke rumah sakit.
...**...
( di rumah sakit )
" makasih pak !" ucap Laura
" sama-sama buk, yaudah saya permisi dulu !" ucap pak inspektur sambil pergi
" iya " ucap Laura
" … " lalu berjalan kembali kearah ranjang suaminya
" ayok sini !" ucap Alex sambil menarik tangan istrinya untuk duduk di atas kasur
" … " Laura menatap kearah suaminya sambil menangis
" sudah jangan menangis,aku tidak apa-apa !" ucap Alex sambil menarik Laura kedalam pelukannya.
" aku takut !" ucap Laura
" sudah jangan menangis kasian anak kita " ucap Alex sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata istrinya
" dia tidak apa-apa kan ?" tanya Alex sambil mengusap perut istrinya.
" dia kuat sepertimu " ucap Laura sambil tersenyum
" itu harus !" ucap Alex sambil terkekeh, lalu mencium kening istrinya
" aku laper !" ucap Laura
" yaudah ayok kita cari makan !" ucap Alex sambil turun dari ranjang, lalu menggenggam tangan istrinya sambil berjalan keluar
...**...
( Devina )
saat di tengah jalan tiba-tiba mobil polisi berhenti.
__ADS_1
" kenapa ?" tanya polisi kepada temannya yang mengemudi
" gak tau " ucap temannya
" cepat periksa !" perintah polisi yang berada di samping Devina
" ya " ucap temannya sambil turun dari mobil
" … " Devina hanya terdiam sambil menoleh kearah polisi yang menjaganya.
" tok tok tok !" temannya mengetuk pintu belakang
" kenapa ?" tanya polisi sambil membuka pintunya
" ban nya kempes " lapornya
" kalian bantu dia untuk mengganti ban mobilnya !" perintahnya
" baik pak !" ucap mereka sambil turun dari mobil
" … " dan tinggallah Devina dan polisi tersebut di dalam mobil
" … " Devina menoleh kearah polisi tersebut yang sedang memeriksa ponselnya.
" … " lalu Devina menoleh kearah pistol yang berada di pinggang polisi tersebut
" … " Devina mengambil sapu tangan dari saku bajunya, lalu membekap mulut polisi tersebut dari belakang
" hmmmm !" ucap polisi tersebut sambil memegang tangan Devina yang berada di mulutnya, lalu jatuh pingsan.
" dasar payah !" ucap Devina
" … " lalu mengambil pistol dari pinggang polisi tersebut dan beranjak keluar dari mobil sambil menoleh kearah polisi yang tengah sibuk membenarkan mobilnya.
" … " merasa aman,ia pun segera berlari dari sana.
" hei dia melarikan diri !" ucap seorang polisi yang melihatnya
" kejar dia !" ucap mereka
" hei jangan kabur !" ucap polisi sambil berlari mengejarnya
" … " Devina menoleh kearah belakang sambil menembak mereka
" dor dor dor !" Devina menembak kearah mereka sambil terus berlari
" dor dor !" polisi membalas menembakinya sambil terus mengejarnya.
" … " Devina menoleh kearah belakang melihat mereka masih mengejarnya,ia pun berbelok kearah hutan.
" hei berhenti !" ucap polisi sambil berlari mengejarnya kedalam hutan.
" hah hah !" Devina berhenti dengan nafas memburu sambil menatap kearah sekitar.
" hei berhenti,dor !" ucap polisi sambil menembak kearah Devina
" … " Devina segera menunduk mendengar suara tembakan, lalu kembali berlari masuk kedalam hutan.
" … " langkahnya terhenti begitu melihat di depannya ada jurang
" angkat tangan !" ucap polisi sambil menodongkan senjata kearahnya
" … " Devina pun berbalik sambil mengangkat tangannya
" bawa dia !" ucap polisi tersebut
" … " mereka pun berjalan kearah Devina
" berhenti !" ucap Devina sambil menodongkan senjata kearah mereka
" … " tapi polisi tersebut malah semakin mendekat kearah sambil menodongkan senjata juga kearahnya
" kami minta kau untuk menyerah !" ucap polisi
" … " tapi tidak mendengarnya,ia masih terus menodongkan senjata kearah mereka.
" jangan mendekat !" ucap Devina sambil berjalan mundur kebelakang
" kami minta kau untuk berhenti !" ucap polisi
" … " tapi Devina malah semakin berjalan mundur kebelakang dan tanpa sengaja kakinya terpeleset
" aak !" teriak Devina dan iapun jatuh kedalam jurang.
" … " melihat Devina jatuh para polisi segera berlari kearahnya,tapi terlambat ia sudah jatuh kedalam jurang.
...***...
__ADS_1