Secret Files

Secret Files
38. ruang senjata


__ADS_3

( pagi harinya )


" mas, kunci motor aku dimana ?" tanya inara sambil membantu Aditya memasang dasi


" untuk apa ?" tanya Aditya sambil menatap inara


" mau aku pakai " ucap Inara


" kau lupa?, kalau aku tidak mengizinkan mu naik motor lagi !" tanya Aditya


" kau tahu kan, kalau bermotor itu hobi aku ?" tanya inara sambil menatap Aditya


" aku tetap tidak akan mengizinkan mu !" ucap Aditya yang tidak mau di bantah


" dasar menyebalkan !" ucap inara kesal sambil menarik kencang dasinya, lalu keluar dari kamar


" uhuk uhuk !" yang membuat Aditya batuk-batuk


" dia ingin membunuhku apa ?" ucap Aditya sambil mengulurkan dasinya.


...**...


" aku berangkat dulu !" ucap Aditya pada inara yang sedang duduk di sofa sambil nonton tv


" ya " ucap Inara tanpa menoleh kearah Aditya


" tidak Salim dulu ?" tanya Aditya sambil menatap inara


" … " inara mengulurkan tangannya kepada Aditya tanpa menoleh


" hah !" Aditya menghela nafasnya sambil berjalan kearah inara, lalu memberikan tangannya untuk di salim oleh inara.


" … " Aditya mencondongkan tubuhnya untuk mencium kening istrinya, tapi inara malah memalingkan wajahnya kesamping tidak mau dicium.


" baiklah, aku pergi dulu !" ucap Aditya sambil menegakkan tubuhnya dan pergi


...**...


( Lucia )


mereka telah sampai di Jakarta, mereka berjalan keluar bandara menuju parkiran.


" kau mau kemana sekarang ?" tanya tuan rathore sambil menunggu jemputan


" aku juga tidak tau !" ucap Lucia bingung


" tapi aku mau ke makam ibuku dulu !" Ucap Lucia


" … " tuan rathore hanya mengangguk.


tak lama,dua buah mobil jemputan pun datang


" silahkan tuan !" ucap Liam sambil membuka pintu untuk tuan rathore


" kau antar dia !" ucap tuan rathore sambil masuk kedalam mobil.


" baik tuan !" ucap Liam, lalu menutup pintu mobilnya dan mobil itu pun meluncur pergi


" ayok aku antar !" ucap Liam sambil masuk kedalam mobil


" iya " ucap Lucia sambil masuk kedalam mobil,Liam pun mengantar Lucia ke makam ibunya.


...**...


 ( sementara di luar negeri ),Dimas bersiap untuk kembali ke Jakarta.


" kalian terus cari dia, kabarin aku kalau dia sudah ketemu !" ucap Dimas


" baik tuan !" ucap anak buahnya.


Dimas pun masuk kedalam bandara .


...**...


( di makam )

__ADS_1


Lucia duduk di pinggir makam ibunya sambil mengusap batu nisannya.


" ibu, aku sudah kembali !,ibu apa kabar di sana ?" ucap Lucia sambil menangis


" aku kangen ibu, sekarang aku tidak tahu harus kemana ?" ucap Lucia


" aku berharap semoga ibu bisa tenang di sana !" ucap Lucia sambil memeluk makam ibunya.


" … " Liam yang berdiri di samping Lucia, hanya bisa menatap iba kepadanya.


setelah merasa tenang, Lucia pun bangun sambil mengusap air matanya, lalu menoleh kearah Liam yang masih bersedia menemaninya.


" makasih !" ucap Lucia


" … " Liam hanya mengangguk dan berjalan kembali ke mobil,Lucia mengikutinya dari belakang.


" sekarang kau mau kemana,biar aku antar !" tanya Liam sambil menyetir


" entahlah, aku Juga tidak punya uang " ucap Lucia sambil menunduk


" bagaimana kalau kau bekerja di tempat ku saja ?" tanya Liam sambil menoleh kearah Lucia.


" … " mendengar itu Lucia menoleh kearah Liam


" nanti aku gaji !" ucap Liam


" baiklah, makasih !" ucap Lucia


" ya " ucap Liam sambil kembali fokus menyetir.


...**...


( inara )


merasa bosan sendirian di rumah, inara pun memutuskan untuk pergi ke rumah orangtuanya.


...**...


sampai di sana, Inara mengamati setiap sudut rumah itu, yang penuh dengan kenangan bersama dengan orang tuanya.


" klek !" inara membuka pintu kamar orangtuanya, lalu masuk kedalam dan duduk di atas kasur.


" aku kangen kalian !" ucap inara sambil mengusap bingkai foto tersebut.


inara meletakkan kembali foto tersebut di meja, lalu beranjak ke rak buku ayahnya.inara melihat dan mengambil sebuah buku tersebut, membuka bolak-balik buku tersebut lalu meletakkan kembali ke rak nya, tapi Inara tidak sengaja melihat sebuah tombol di tersebut.


" tombol apa ini ?" inara yang penasaran pun menekan tombol tersebut, tiba-tiba rak bukunya berputar dan terlihatlah sebuah ruangan


" ruangan apa ini ucap inara sambil masuk kedalam dan rak buku tersebut berputar kembali seperti semula.


" Astaga !" ucap inara begitu melihat ruangan tersebut penuh dengan senjata.



" ayah menyimpan senjata sebanyak ini ?" ucap inara sambil melihat-lihat senjata tersebut


" keren !" ucap inara sambil mengambil sebuah senjata


" Dor !" ucap inara sambil mencoba senjata tersebut, lalu meletakkan kembali ke tempatnya.


inara mengambil sebuah senjata api dan memasukkan kedalam saku jaketnya, lalu berjalan keluar dari ruangan Tersebut sambil menekan tombol yang terletak di dinding. pintunya pun terbuka dan inara segera keluar dari ruang tersebut, lalu pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas.


...**...


" klek " inara membuka pintu dan masuk kedalam, inara melepaskan jaketnya dan melemparkannya ke atas kasur, lalu ikut merebahkan dirinya di sana


" hah !" inara menghela nafas panjang sambil menatap langit kamar, lalu ia mencoba memejamkan matanya hingga tertidur.


...**...


( Liam )


" ini apartemen aku " ucap Liam sambil membuka pintu


" ayok masuk !" ucap Liam sambil masuk kedalam

__ADS_1


" iya " ucap Lucia sambil masuk


" ini kamar kamu !" ucap Liam menunjukkan kamarnya


" Kamu istirahat saja dulu !" ucap Liam


" makasih !" ucap Lucia


" … " Liam hanya mengangguk sambil pergi ke kamarnya.


Lucia pun membuka pintu dan masuk ke kamar tersebut. sampai di dalam Lucia memperhatikan setiap sudut kamar tersebut, yang terlihat minimalis dan rapi.


Lucia meletakkan tasnya di samping lemari, lalu masuk kedalam kamar mandi.setelah selesai Lucia naik ke tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana.


...**...


( Aditya )


selesai makan siang, Aditya mengambil ponsel untuk menelpon istrinya.


" tidak di angkat !" ucap Aditya sambil kembali mencoba menelpon inara,tapi tetap saja tidak di angkat


" apa dia masih ngambek ya ?" ucap Aditya sambil menatap ponselnya.


" dasar wanita hobinya ngambek mulu !" ucap Aditya sambil meletakkan ponselnya di atas dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


...**...


( inara )


inara terbangun dari tidurnya ketika hari sudah sore,ia pun beranjak bangun dan pergi ke kamar mandi.


keluar dari sana, inara mengambil sajadah dan mengerjakan kewajiban.


setelah selesai, inara kembali memakai jaketnya dan berjalan keluar untuk pulang ke rumahnya.


...**...


( Aditya )


pulang dari kantor, Aditya langsung masuk kedalam rumah dan mencari inara.


" yank !" panggil Aditya sambil membuka pintu kamar,tapi ia tidak menemukan inara di sana.


" yank !" panggil Aditya sambil meletakkan tas kantornya di atas meja, lalu berjalan ke kamar mandi dan membuka pintunya


" kemana dia ?" ucap Aditya saat melihat di kamar mandi juga tidak ada.


Aditya melepaskan jasnya dan meletakkannya di atas kasur,lalu keluar untuk mencari inara.


Aditya turun dari tangga dengan buru-buru, lalu menyambar kunci mobil yang ada di atas meja dan berjalan kearah pintu.


" klek !" Aditya membuka pintu dengan buru-buru dan melihat inara yang sudah berdiri di depan pintu.


" hah !" Aditya bernafas lega melihat inara sudah pulang


" kau habis dari mana ?" tanya Aditya


" dari rumah !" ucap inara sambil masuk kedalam dan naik keatas.


Aditya pun menyusul Inara ke atas.


" kau marah sama aku ?" tanya Aditya begitu sampai di kamar


" … " inara hanya diam saja sambil melepaskan jaketnya dan meletakkannya di atas kasur, lalu beranjak ke kamar mandi


" yank !" panggil Aditya sambil menarik tangan inara, lalu memutar tubuh inara menghadap kearahnya.


" kamu marah karena tidak aku izinkan naik motor lagi ?" tanya Aditya sambil menatap inara


" … " inara segera melepaskan tangan Aditya dan berjalan ke kamar mandi


" yank !" panggil Aditya sambil mengikuti inara


" Brak !" inara menutup pintu dengan keras, hampir saja wajah Aditya terkena pintu.

__ADS_1


Aditya tidak bisa berbuat apa-apa, selain menunggu inara keluar.


...***...


__ADS_2