Secret Files

Secret Files
68. banyak bacot


__ADS_3

 ( malam harinya )


 " … " mereka sedang makan malam di meja makan, Aditya dan inara makan dengan hening tanpa ada yang berbicara.


 " … " buk Laura pun menoleh kearah keduanya yang terlihat seperti sedang marahan.


 " aku duluan " ucap Aditya sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar


 " hah !" Inara hanya menghela nafasnya sambil mengambil air minum


 " kalian sedang berantem ?" tanya buk Laura sambil menatap kearah putrinya.


  " dia marah sama aku " ucap Inara sambil meletakkan gelasnya di atas meja.


 " yaudah sana, temui suamimu dan minta maaf !" ucap buk Laura


 " iya " ucap inara sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya


 " dasar anak muda !" ucap buk Laura sambil membereskan piring kotornya.


 " klek " inara masuk kedalam kamar dan melihat Aditya sedang sibuk dengan leptop nya di atas sofa.


 " … " inara pun berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya.


 " … " keluar dari kamar mandi, Inara menghampiri Aditya di sofa


 " … " inara duduk di sofa sambil menatap kearah Aditya yang sedang fokus pada leptop nya tanpa sedikitpun menoleh kearahnya.


 " … " inara pun mengambil leptop Aditya lalu meletakkannya di atas meja.


 " apa yang kau lakukan ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya


 " … " namun bukannya menjawab, inara malah duduk di atas pangkuannya.


 " … " inara duduk dengan santai sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Aditya


 " cepat turun, aku masih banyak pekerjaan !" ucap Aditya sambil melepaskan tangan inara dan lehernya.


 " … " tapi inara malah kembali mengalungkan tangannya


 " inara " ucap Aditya sambil menatap kearah istrinya


 " kenapa?, kamu tidak suka aku duduk di sini ?" tanya inara sambil melepaskan tanganya dari leher Aditya


 " aku sedang banyak pekerjaan !" ucap Aditya sambil menoleh kearah lain


 " aku minta maaf kalau kau merasa aku tidak menghargai mu, sebenarnya aku tidak bermaksud begitu, aku hanya tidak mau menyusahkan mu !" ucap inara sambil menatap kearah Aditya


 " … " mendengar itu Aditya pun menoleh kearah istrinya


 " maaf !" ucap inara dengan mata sudah berkaca-kaca


 " hah !" Aditya menghela nafasnya dengan kasar


 " aku cuma takut kamu kenapa-napa tahu tidak ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya.


 " … " inara hanya terdiam sambil menunduk dengan air mata menetes di pipinya.


 " … " Aditya menarik inara kedalam pelukannya


 " hiks " Inara menangis di dalam pelukan Aditya.


 " … " Aditya melepaskan pelukannya lalu menatap kearah istrinya


 " jangan kayak gitu lagi aku tidak suka !" ucap Aditya sambil mengusap air mata inara


 " dengar tidak ?" tanya Aditya


 " iya " ucap inara


 " bagus, sekarang turun aku mau lanjut bekerja !" ucap Aditya

__ADS_1


 " dasar menyebalkan !" ucap inara sambil beranjak turun dari pangkuan Aditya, lalu naik keatas kasur.


 " … " inara menarik selimut lalu merebahkan dirinya sambil membelakangi Aditya.


 " … " Aditya mengambil leptop nya kembali lalu melanjutkan pekerjaannya.


...**...


 ( di rumah sakit )


 " … " Lucia sudah dipindahkan ke ruang inap


 " klek " Liam masuk ke ruang Lucia


 " … " ia berjalan kearah ranjang lalu duduk di atas kursi yang ada di samping ranjang Lucia.


 " … " Lucia menggeliat dan mulai membuka matanya


 " kau sudah sadar ?" tanya Liam sambil menatap kearah Lucia


 " … " mendengar itu Lucia pun menoleh kearah Liam


 " kenapa kau ada disini ?" tanya Lucia


 " aku yang menabrak mu " ucap Liam


 " … " Lucia pun mengingat saat ia lari dari kejaran ank buah tuan Malik dan tertabrak mobil.


 " … " Lucia pun beranjak bangun


 " kau mau apa ?" tanya Liam


 " aku harus segera pergi dari sini !" ucap Lucia sambil duduk di atas ranjang


 " kau itu masih sakit,ayok berbaring lagi !" ucap Liam sambil menatap kearah Lucia


 " mereka pasti akan mencari ku ke sini !" ucap Lucia sambil beranjak turun


 " tapi…" ucap Lucia


 " sudah,ayok istirahat !" ucap Liam menuntun Lucia untuk kembali berbaring


 " … " Lucia pun kembali berbaring di atas kasur


 " … " Liam menarik selimut untuk menutupi Lucia


 " aku keluar sebentar mau beli makanan " ucap Liam sambil beranjak pergi,tapi malah menarik tangannya.


 " … " Liam pun berbalik menatap kearah Lucia


 " jangan tinggalkan aku !" ucap Lucia sambil menatap kearah Liam


 " cuma sebentar saja, tidak lama !" ucap Liam sambil melepaskan tangan Lucia yang sedang memegang tangannya, lalu berjalan keluar untuk membeli makanannya.


 " … " Lucia pun menunggu Liam dengan was-was Takut anak buah tuan Malik datang.


...**...


 ( tuan Malik )


 " … " ia sedang duduk di sofa sambil menatap kearah anak buahnya yang berdiri di depannya.


 " bagaimana, sudah kalian temukan dia ?" tanya tuan Malik


 " dia ada di rumah sakit bos !" lapor anak buahnya


 " terus kalian tunggu apalagi, cepat bawa dia kesini !" ucap tuan Malik


 " anak buah kita sudah menuju ke sana bos !" lapor anak buahnya


 " bagus !" ucap tuan Malik sambil menyeringai.

__ADS_1


...**...


 ( di rumah sakit )


 " klek " pintu kamar Lucia terbuka


 " kau sudah kembali ?" tanya Lucia sambil menoleh kearah pintu


 " kalian… " ucap Lucia sambil beranjak duduk di atas kasur begitu melihat yang bukan Liam melainkan anak buah tuan Malik.


 " cepat bawa dia !" perintah anak buah tuan Malik kepada kedua temannya


 " … " dua orang tersebut pun langsung berjalan kearah Lucia


 " jangan mendekat !" ucap Lucia sambil duduk mundur kebelakang


 " ayok !" ucap mereka sambil memegang tangan Lucia


 " lepaskan aku !" berontak Lucia


 " ayok !" ucap mereka sambil menarik Lucia untuk turun dari ranjang.


 " argh !" jerit Lucia karena jarum infus di tangannya lepas


 " ada apa ini ?" tanya Liam sambil berdiri di depan pintu dan menatap tajam kearah mereka.


 " … " mereka dengar itu mereka pun menoleh kearah Liam


 " tidak usah ikut campur, sebaiknya kau pergi dari sini !" ucap anak buah tuan Malik sambil menatap kearah Liam


 " Liam tolong aku !" ucap Lucia sambil menangis


 " lepaskan dia !" ucap Liam sambil menatap kearah mereka yang sedang memegang Lucia.


 " banyak bacot lu !" ucap anak buah tuan Malik sambil menghajar Liam


 " … " tapi Liam berhasil menapih semua pukulannya


 " dhuak, dhuak, buk !" Liam menendang perut dan meninju wajah anak buah tuan Malik hingga membuatnya terkapar di lantai.


 " … " melihat temannya sudah babak-belur, mereka langsung melepaskan Lucia dan berlari menyerang Liam.


 " … " mereka menyerang Liam dengan membabi-buta, Liam pun berhasil menapih semua pukulannya mereka.


 " dhuak !" seorang pengawal tersebut berhasil menendang perut Liam hingga membuatnya mundur kebelakang.


 " … " Liam yang kesal, segera membalas pukulan mereka dengan membabi-buta hingga membuat mereka terkapar tidak berdaya di lantai.


 " … " melihat kedua temannya kalah, pengawal yang satu lagi segera bangkit menyerang Liam.


 " … " tapi baru juga mau memukul,Liam sudah duluan menghajarnya.


 " dhuak dhuak dhuak !" Liam menendang pengawal tersebut hingga jatuh pingsan ke lantai.


 " hah !" Liam menghela nafasnya dengan kasar, lalu menoleh kearah Lucia.


 " kamu tidak apa-apa ?" tanya Liam sambil berjalan kearah Lucia.


 " glep !" Lucia segera memeluk Liam dengan erat sambil menangis


 " … " yang membuat Liam terdiam karena tiba-tiba Lucia memeluknya.


 " aku takut !" ucap Lucia sambil menangis


 " sudah tidak apa-apa !" ucap Liam menenangkan Lucia sambil membalas pelukannya.


 " aku mau pergi dari sini !" ucap Lucia sambil melepaskan pelukannya


 " baiklah kita pergi dari sini, ayok !" ucap Liam sambil menuntun Lucia untuk keluar dari kamar tersebut.


...***...

__ADS_1


__ADS_2