
( malam harinya )
" … " mereka sedang makan malam di meja makan, Aditya dan inara makan dengan hening tanpa ada yang berbicara.
" … " buk Laura pun menoleh kearah keduanya yang terlihat seperti sedang marahan.
" aku duluan " ucap Aditya sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar
" hah !" Inara hanya menghela nafasnya sambil mengambil air minum
" kalian sedang berantem ?" tanya buk Laura sambil menatap kearah putrinya.
" dia marah sama aku " ucap Inara sambil meletakkan gelasnya di atas meja.
" yaudah sana, temui suamimu dan minta maaf !" ucap buk Laura
" iya " ucap inara sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya
" dasar anak muda !" ucap buk Laura sambil membereskan piring kotornya.
" klek " inara masuk kedalam kamar dan melihat Aditya sedang sibuk dengan leptop nya di atas sofa.
" … " inara pun berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya.
" … " keluar dari kamar mandi, Inara menghampiri Aditya di sofa
" … " inara duduk di sofa sambil menatap kearah Aditya yang sedang fokus pada leptop nya tanpa sedikitpun menoleh kearahnya.
" … " inara pun mengambil leptop Aditya lalu meletakkannya di atas meja.
" apa yang kau lakukan ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" … " namun bukannya menjawab, inara malah duduk di atas pangkuannya.
" … " inara duduk dengan santai sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Aditya
" cepat turun, aku masih banyak pekerjaan !" ucap Aditya sambil melepaskan tangan inara dan lehernya.
" … " tapi inara malah kembali mengalungkan tangannya
" inara " ucap Aditya sambil menatap kearah istrinya
" kenapa?, kamu tidak suka aku duduk di sini ?" tanya inara sambil melepaskan tanganya dari leher Aditya
" aku sedang banyak pekerjaan !" ucap Aditya sambil menoleh kearah lain
" aku minta maaf kalau kau merasa aku tidak menghargai mu, sebenarnya aku tidak bermaksud begitu, aku hanya tidak mau menyusahkan mu !" ucap inara sambil menatap kearah Aditya
" … " mendengar itu Aditya pun menoleh kearah istrinya
" maaf !" ucap inara dengan mata sudah berkaca-kaca
" hah !" Aditya menghela nafasnya dengan kasar
" aku cuma takut kamu kenapa-napa tahu tidak ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya.
" … " inara hanya terdiam sambil menunduk dengan air mata menetes di pipinya.
" … " Aditya menarik inara kedalam pelukannya
" hiks " Inara menangis di dalam pelukan Aditya.
" … " Aditya melepaskan pelukannya lalu menatap kearah istrinya
" jangan kayak gitu lagi aku tidak suka !" ucap Aditya sambil mengusap air mata inara
" dengar tidak ?" tanya Aditya
" iya " ucap inara
" bagus, sekarang turun aku mau lanjut bekerja !" ucap Aditya
__ADS_1
" dasar menyebalkan !" ucap inara sambil beranjak turun dari pangkuan Aditya, lalu naik keatas kasur.
" … " inara menarik selimut lalu merebahkan dirinya sambil membelakangi Aditya.
" … " Aditya mengambil leptop nya kembali lalu melanjutkan pekerjaannya.
...**...
( di rumah sakit )
" … " Lucia sudah dipindahkan ke ruang inap
" klek " Liam masuk ke ruang Lucia
" … " ia berjalan kearah ranjang lalu duduk di atas kursi yang ada di samping ranjang Lucia.
" … " Lucia menggeliat dan mulai membuka matanya
" kau sudah sadar ?" tanya Liam sambil menatap kearah Lucia
" … " mendengar itu Lucia pun menoleh kearah Liam
" kenapa kau ada disini ?" tanya Lucia
" aku yang menabrak mu " ucap Liam
" … " Lucia pun mengingat saat ia lari dari kejaran ank buah tuan Malik dan tertabrak mobil.
" … " Lucia pun beranjak bangun
" kau mau apa ?" tanya Liam
" aku harus segera pergi dari sini !" ucap Lucia sambil duduk di atas ranjang
" kau itu masih sakit,ayok berbaring lagi !" ucap Liam sambil menatap kearah Lucia
" mereka pasti akan mencari ku ke sini !" ucap Lucia sambil beranjak turun
" tapi…" ucap Lucia
" sudah,ayok istirahat !" ucap Liam menuntun Lucia untuk kembali berbaring
" … " Lucia pun kembali berbaring di atas kasur
" … " Liam menarik selimut untuk menutupi Lucia
" aku keluar sebentar mau beli makanan " ucap Liam sambil beranjak pergi,tapi malah menarik tangannya.
" … " Liam pun berbalik menatap kearah Lucia
" jangan tinggalkan aku !" ucap Lucia sambil menatap kearah Liam
" cuma sebentar saja, tidak lama !" ucap Liam sambil melepaskan tangan Lucia yang sedang memegang tangannya, lalu berjalan keluar untuk membeli makanannya.
" … " Lucia pun menunggu Liam dengan was-was Takut anak buah tuan Malik datang.
...**...
( tuan Malik )
" … " ia sedang duduk di sofa sambil menatap kearah anak buahnya yang berdiri di depannya.
" bagaimana, sudah kalian temukan dia ?" tanya tuan Malik
" dia ada di rumah sakit bos !" lapor anak buahnya
" terus kalian tunggu apalagi, cepat bawa dia kesini !" ucap tuan Malik
" anak buah kita sudah menuju ke sana bos !" lapor anak buahnya
" bagus !" ucap tuan Malik sambil menyeringai.
__ADS_1
...**...
( di rumah sakit )
" klek " pintu kamar Lucia terbuka
" kau sudah kembali ?" tanya Lucia sambil menoleh kearah pintu
" kalian… " ucap Lucia sambil beranjak duduk di atas kasur begitu melihat yang bukan Liam melainkan anak buah tuan Malik.
" cepat bawa dia !" perintah anak buah tuan Malik kepada kedua temannya
" … " dua orang tersebut pun langsung berjalan kearah Lucia
" jangan mendekat !" ucap Lucia sambil duduk mundur kebelakang
" ayok !" ucap mereka sambil memegang tangan Lucia
" lepaskan aku !" berontak Lucia
" ayok !" ucap mereka sambil menarik Lucia untuk turun dari ranjang.
" argh !" jerit Lucia karena jarum infus di tangannya lepas
" ada apa ini ?" tanya Liam sambil berdiri di depan pintu dan menatap tajam kearah mereka.
" … " mereka dengar itu mereka pun menoleh kearah Liam
" tidak usah ikut campur, sebaiknya kau pergi dari sini !" ucap anak buah tuan Malik sambil menatap kearah Liam
" Liam tolong aku !" ucap Lucia sambil menangis
" lepaskan dia !" ucap Liam sambil menatap kearah mereka yang sedang memegang Lucia.
" banyak bacot lu !" ucap anak buah tuan Malik sambil menghajar Liam
" … " tapi Liam berhasil menapih semua pukulannya
" dhuak, dhuak, buk !" Liam menendang perut dan meninju wajah anak buah tuan Malik hingga membuatnya terkapar di lantai.
" … " melihat temannya sudah babak-belur, mereka langsung melepaskan Lucia dan berlari menyerang Liam.
" … " mereka menyerang Liam dengan membabi-buta, Liam pun berhasil menapih semua pukulannya mereka.
" dhuak !" seorang pengawal tersebut berhasil menendang perut Liam hingga membuatnya mundur kebelakang.
" … " Liam yang kesal, segera membalas pukulan mereka dengan membabi-buta hingga membuat mereka terkapar tidak berdaya di lantai.
" … " melihat kedua temannya kalah, pengawal yang satu lagi segera bangkit menyerang Liam.
" … " tapi baru juga mau memukul,Liam sudah duluan menghajarnya.
" dhuak dhuak dhuak !" Liam menendang pengawal tersebut hingga jatuh pingsan ke lantai.
" hah !" Liam menghela nafasnya dengan kasar, lalu menoleh kearah Lucia.
" kamu tidak apa-apa ?" tanya Liam sambil berjalan kearah Lucia.
" glep !" Lucia segera memeluk Liam dengan erat sambil menangis
" … " yang membuat Liam terdiam karena tiba-tiba Lucia memeluknya.
" aku takut !" ucap Lucia sambil menangis
" sudah tidak apa-apa !" ucap Liam menenangkan Lucia sambil membalas pelukannya.
" aku mau pergi dari sini !" ucap Lucia sambil melepaskan pelukannya
" baiklah kita pergi dari sini, ayok !" ucap Liam sambil menuntun Lucia untuk keluar dari kamar tersebut.
...***...
__ADS_1