
Liam membawa Lucia ke apartemennya.
" ayok masuk !" ucap Liam sambil membuka pintunya
" … " Lucia pun masuk kedalam
" … " Liam membawa Lucia menuju ke kamar
" klek " Liam membuka pintu kamarnya
" sekarang kau istirahatlah !" ucap Liam
" … " Lucia hanya mengangguk sambil duduk di atas kasur
" … " Liam pun menutup kembali pintunya dan pergi menuju kamarnya.
...**...
( Aditya )
" … " Aditya menutup leptop nya, lalu beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamar mandi.
( 5 menit kemudian )
" … " keluar dari kamar mandi,ia langsung naik keatas kasur dan merebahkan dirinya di samping inara
" … " Aditya menarik selimut lalu memejamkan matanya.
" … " inara berbalik, lalu menarik tangan Aditya dan tidur didalam pelukannya.
" … " membuat Aditya menoleh kearah istrinya, iapun berbalik sambil membenarkan selimut untuk menutupi inara.
" … " setelah itu Aditya menarik inara kedalam pelukannya sambil mencium keningnya.
" … " Aditya menyandarkan dagunya di kepala inara sambil memejamkan matanya.
...***...
( pagi harinya )
" … " Dimas sedang duduk di sofa sambil mengganti perban yang ada di tangannya.
" … " tiba-tiba anak buahnya datang menghampirinya
" ada apa ?" tanya Dimas sambil membalut lukanya
" di luar ada polisi bos !" lapor anak buahnya
" apa ?" tanya Dimas sambil menoleh kearah anak buahnya
" mau apa mereka ke sini ?" tanya Dimas sambil menurunkan lengan bajunya lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.
" klek " Dimas membuka pintu dan melihat sudah ada polisi yang berdiri di depan pintunya.
" ada keperluan apa pak ?" tanya Dimas sambil menatap kearah polisi tersebut
" kami kesini untuk menangkap anda,ini surat penangkapannya !" ucap polisi tersebut sambil menyerahkan surat tersebut kepada Dimas
" … " Dimas pun mengambil lalu membacanya
" tapi apa salah saya ?" tanya Dimas
" Anda di tangkap karena menjual barang terlarang !" jelas polisi tersebut
" apa buktinya kalau saya menjual barang terlarang ?" tanya Dimas
" ini buktinya !" ucap polisi sambil memperlihatkan sebuah video kepada Dimas
" sial !" maki Dimas dalam hati, saat melihat video tersebut,yang ternyata berisi tentang dirinya saat mengecek barang terlarang tersebut,serta percakapannya saat menyuruh anak buahnya untuk menyimpan barang terlarang tersebut.
" Anda di tangkap !" ucap polisi sambil memborgol tangan Dimas
" ayok ikut kami ke kantor !" ucap polisi sambil memegang tangan Dimas
" … " Dimas pun tidak bisa berkutik,ia terpaksa ikut ke kantor polisi.
__ADS_1
" ayok masuk !" ucap polisi sambil membuka pintu mobilnya
" … " Dimas pun masuk dan duduk di kursi
" … " kedua polisi tersebut masuk kedalam dan duduk di samping kanan dan kiri Dimas.
" jalan !" ucap polisi kepada temannya yang duduk di kursi pengemudi
" … " polisi tersebut pun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Dimas menuju ke kantor.
" … " Dimas duduk di belakang sambil berpikir siapa yang sudah mengkhianatinya, karena saat di markas tidak ada orang lain selain anak buahnya dan Andre.
" sial " maki Dimas
...**...
( tuan Malik )
" dasar tidak berguna !" teriak tuan Malik marah sambil menatap tajam kearah anak buahnya dengan muka yang sudah babak-belur.
" melawan satu orang saja kalian kalah !" teriak tuan Malik
" maaf bos, dia sangat jago berkelahi !" ucap anak buahnya sambil menunduk
" kalian saja yang bodoh !" ucap tuan Malik
" maaf bos " ucap mereka
" kalian di pecat !" ucap tuan Malik
" tolong beri kami satu lagi kesempatan bos !" ucap mereka sambil memohon
" pergi dari sini, saya tidak butuh orang bodoh seperti kalian !" ucap tuan Malik, lalu pergi dari sana
" … " mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain pergi dari sana.
...**...
( Dimas )
" … " polisi tersebut membuka pintu jeruji besi tersebut
" ayok masuk !" ucap polisi sambil mendorong Dimas kedalam
" ini bajumu !" ucap polisi sambil menyerahkan baju tahanan kepada Dimas
" … " lalu menutup kembali pintunya dan pergi dari sana
" … " Dimas menoleh kearah baju tersebut yang berada di tangannya
" sial !" ucap Dimas sambil membuang baju tersebut ke lantai
...**...
sementara di markas Dimas, polisi sudah mengepung dan menyita barang terlarang tersebut.
" … " mereka juga berhasil menangkap anak buah Dimas
" jalan !" ucap polisi menyuruh anak buah Dimas untuk menuju mobil
" masuk !" ucap polisi sambil mendorong anak buah Dimas untuk masuk kedalam mobil.
" … " mereka pun masuk kedalam mobil polisi dengan tangan terborgol.
" … " mobilnya pun melaju pergi meninggalkan markas Dimas dan menuju kantor polisi.
...**...
( inara )
ia menyelinap masuk kedalam rumah Devina.
" … " inara memperhatikan kearah rumah Devina yang di jaga oleh pengawal.
" … " inara menoleh kearah CCTV yang terpasang di dinding rumah Devina
__ADS_1
" … " ia pun membenarkan topinya sambil berlari kearah rumah Devina, lalu bersandar di dinding sambil mengintip kearah pengawal.
" … " inara bergeser kearah jendela, lalu mencoba membukanya.
" klek " jendelanya berhasil terbuka, Inara mengintip kedalam rumah, melihat aman ia segera masuk melalui jendela tersebut.
" … " inara berjalan menyusuri rumah tersebut untuk mencari kamar Devina.
" … " Inara naik ke lantai atas,ia memperhatikan setiap sudut rumah tersebut,lalu berjalan kearah sebuah kamar.
" klek " inara membuka pintu dan masuk kedalam kamar tersebut.
" … " inara menutup kembali pintunya dan mulai menggeledah kamar tersebut untuk mencari filenya
" filenya tidak ada disini " ucap inara setelah menggeledah kamar tersebut tapi tidak menemukan filenya.
" dimana dia menyimpan filenya ?" ucap inara sambil memperhatikan setiap sudut kamar Devina
" … " inara pun keluar dari kamar tersebut
" … " lalu ia masuk kedalam kamar yang tidak jauh dari kamar Devina
" klek " inara masuk kedalam kamar tersebut yang ternyata ruang kerja Devina.
" … " inara berjalan kearah meja kerja Devina dan mulai menggeledah
" hah !" inara menghela nafasnya karena ia tidak menemukan apa-apa.
" … " inara memperhatikan kearah setiap sudut ruang tersebut,ia malah tidak sengaja melihat foto orang tuanya yang tertempel di dinding.
" … " inara pun berjalan kearah foto tersebut, dan terlihat hanya foto ibunya yang Devina coret dengan tanda silang sedangkan foto ayahnya tidak.
" … " inara segera menarik foto orang tuanya yang tertempel di dinding lalu menyimpannya didalam saku jaketnya.
" … " inara berjalan kearah pintu lalu keluar dari ruang tersebut.
" … " ia turun kebawah sambil memperhatikan kearah sekitar, inara berjalan kearah jendela lalu keluar dari rumah tersebut.
" … " inara menoleh kearah pengawal yang sedang duduk di kursi sambil bermain catur.
" … " ia pun berjalan mengendap-endap kearah pagar lalu memanjatnya
" bruk " inara melompat dari pagar tersebut, lalu berjalan kearah motornya yang ia parkir di belakang rumah Devina.
" … " inara naik keatas motor dan pergi dari sana.
...**...
( sedangkan di kantor polisi )
" masuk !" ucap polisi sambil mendorong anak buah Dimas kedalam penjara
" … " Dimas pun menoleh kearah anak buahnya yang di tangkap
" … " setelah mereka masuk kedalam, polisi kembali mengunci pintunya dan pergi dari sana.
" … " Dimas menatap tajam kearah anak buahnya
" … " sedangkan yang ditatap hanya menunduk
" dasar payah !" ucap Dimas sambil menatap kearah anak buahnya
" maaf bos !" ucap mereka
" katakan bagaimana bisa mereka tahu tentang barang itu ?" ucap Dimas
" kami juga tidak tau bos !" ucap mereka
" waktu itu hanya ada kalian dan… " ucap Dimas terputus
" … " Dimas mengepalkan tangannya saat tahu siapa yang mengkhianati nya
" kurang ajar !" maki Dimas marah
...***...
__ADS_1