Secret Files

Secret Files
69. di penjara


__ADS_3

Liam membawa Lucia ke apartemennya.


 " ayok masuk !" ucap Liam sambil membuka pintunya


 " … " Lucia pun masuk kedalam


 " … " Liam membawa Lucia menuju ke kamar


 " klek " Liam membuka pintu kamarnya


 " sekarang kau istirahatlah !" ucap Liam


 " … " Lucia hanya mengangguk sambil duduk di atas kasur


 " … " Liam pun menutup kembali pintunya dan pergi menuju kamarnya.


...**...


 ( Aditya )


 " … " Aditya menutup leptop nya, lalu beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamar mandi.


( 5 menit kemudian )


 " … " keluar dari kamar mandi,ia langsung naik keatas kasur dan merebahkan dirinya di samping inara


 " … " Aditya menarik selimut lalu memejamkan matanya.


 " … " inara berbalik, lalu menarik tangan Aditya dan tidur didalam pelukannya.


 " … " membuat Aditya menoleh kearah istrinya, iapun berbalik sambil membenarkan selimut untuk menutupi inara.


 " … " setelah itu Aditya menarik inara kedalam pelukannya sambil mencium keningnya.


 " … " Aditya menyandarkan dagunya di kepala inara sambil memejamkan matanya.


...***...


 ( pagi harinya )


 " … " Dimas sedang duduk di sofa sambil mengganti perban yang ada di tangannya.


 " … " tiba-tiba anak buahnya datang menghampirinya


 " ada apa ?" tanya Dimas sambil membalut lukanya


 " di luar ada polisi bos !" lapor anak buahnya


 " apa ?" tanya Dimas sambil menoleh kearah anak buahnya


 " mau apa mereka ke sini ?" tanya Dimas sambil menurunkan lengan bajunya lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.


 " klek " Dimas membuka pintu dan melihat sudah ada polisi yang berdiri di depan pintunya.


 " ada keperluan apa pak ?" tanya Dimas sambil menatap kearah polisi tersebut


 " kami kesini untuk menangkap anda,ini surat penangkapannya !" ucap polisi tersebut sambil menyerahkan surat tersebut kepada Dimas


 " … " Dimas pun mengambil lalu membacanya


 " tapi apa salah saya ?" tanya Dimas


 " Anda di tangkap karena menjual barang terlarang !" jelas polisi tersebut


 " apa buktinya kalau saya menjual barang terlarang ?" tanya Dimas


 " ini buktinya !" ucap polisi sambil memperlihatkan sebuah video kepada Dimas


 " sial !" maki Dimas dalam hati, saat melihat video tersebut,yang ternyata berisi tentang dirinya saat mengecek barang terlarang tersebut,serta percakapannya saat menyuruh anak buahnya untuk menyimpan barang terlarang tersebut.


 " Anda di tangkap !" ucap polisi sambil memborgol tangan Dimas


 " ayok ikut kami ke kantor !" ucap polisi sambil memegang tangan Dimas


 " … " Dimas pun tidak bisa berkutik,ia terpaksa ikut ke kantor polisi.

__ADS_1


 " ayok masuk !" ucap polisi sambil membuka pintu mobilnya


 " … " Dimas pun masuk dan duduk di kursi


 " … " kedua polisi tersebut masuk kedalam dan duduk di samping kanan dan kiri Dimas.


 " jalan !" ucap polisi kepada temannya yang duduk di kursi pengemudi


 " … " polisi tersebut pun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Dimas menuju ke kantor.


 " … " Dimas duduk di belakang sambil berpikir siapa yang sudah mengkhianatinya, karena saat di markas tidak ada orang lain selain anak buahnya dan Andre.


 " sial " maki Dimas


...**...


 ( tuan Malik )


 " dasar tidak berguna !" teriak tuan Malik marah sambil menatap tajam kearah anak buahnya dengan muka yang sudah babak-belur.


 " melawan satu orang saja kalian kalah !" teriak tuan Malik


 " maaf bos, dia sangat jago berkelahi !" ucap anak buahnya sambil menunduk


 " kalian saja yang bodoh !" ucap tuan Malik


 " maaf bos " ucap mereka


 " kalian di pecat !" ucap tuan Malik


 " tolong beri kami satu lagi kesempatan bos !" ucap mereka sambil memohon


 " pergi dari sini, saya tidak butuh orang bodoh seperti kalian !" ucap tuan Malik, lalu pergi dari sana


 " … " mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain pergi dari sana.


...**...


( Dimas )


" … " polisi tersebut membuka pintu jeruji besi tersebut


" ayok masuk !" ucap polisi sambil mendorong Dimas kedalam


" ini bajumu !" ucap polisi sambil menyerahkan baju tahanan kepada Dimas


" … " lalu menutup kembali pintunya dan pergi dari sana


" … " Dimas menoleh kearah baju tersebut yang berada di tangannya


" sial !" ucap Dimas sambil membuang baju tersebut ke lantai


...**...


sementara di markas Dimas, polisi sudah mengepung dan menyita barang terlarang tersebut.


" … " mereka juga berhasil menangkap anak buah Dimas


" jalan !" ucap polisi menyuruh anak buah Dimas untuk menuju mobil


" masuk !" ucap polisi sambil mendorong anak buah Dimas untuk masuk kedalam mobil.


" … " mereka pun masuk kedalam mobil polisi dengan tangan terborgol.


" … " mobilnya pun melaju pergi meninggalkan markas Dimas dan menuju kantor polisi.


...**...


( inara )


ia menyelinap masuk kedalam rumah Devina.


" … " inara memperhatikan kearah rumah Devina yang di jaga oleh pengawal.


" … " inara menoleh kearah CCTV yang terpasang di dinding rumah Devina

__ADS_1


" … " ia pun membenarkan topinya sambil berlari kearah rumah Devina, lalu bersandar di dinding sambil mengintip kearah pengawal.


" … " inara bergeser kearah jendela, lalu mencoba membukanya.


" klek " jendelanya berhasil terbuka, Inara mengintip kedalam rumah, melihat aman ia segera masuk melalui jendela tersebut.


" … " inara berjalan menyusuri rumah tersebut untuk mencari kamar Devina.


" … " Inara naik ke lantai atas,ia memperhatikan setiap sudut rumah tersebut,lalu berjalan kearah sebuah kamar.


" klek " inara membuka pintu dan masuk kedalam kamar tersebut.


" … " inara menutup kembali pintunya dan mulai menggeledah kamar tersebut untuk mencari filenya


" filenya tidak ada disini " ucap inara setelah menggeledah kamar tersebut tapi tidak menemukan filenya.


" dimana dia menyimpan filenya ?" ucap inara sambil memperhatikan setiap sudut kamar Devina


" … " inara pun keluar dari kamar tersebut


" … " lalu ia masuk kedalam kamar yang tidak jauh dari kamar Devina


" klek " inara masuk kedalam kamar tersebut yang ternyata ruang kerja Devina.


" … " inara berjalan kearah meja kerja Devina dan mulai menggeledah


" hah !" inara menghela nafasnya karena ia tidak menemukan apa-apa.


" … " inara memperhatikan kearah setiap sudut ruang tersebut,ia malah tidak sengaja melihat foto orang tuanya yang tertempel di dinding.


" … " inara pun berjalan kearah foto tersebut, dan terlihat hanya foto ibunya yang Devina coret dengan tanda silang sedangkan foto ayahnya tidak.


" … " inara segera menarik foto orang tuanya yang tertempel di dinding lalu menyimpannya didalam saku jaketnya.


" … " inara berjalan kearah pintu lalu keluar dari ruang tersebut.


" … " ia turun kebawah sambil memperhatikan kearah sekitar, inara berjalan kearah jendela lalu keluar dari rumah tersebut.


" … " inara menoleh kearah pengawal yang sedang duduk di kursi sambil bermain catur.


" … " ia pun berjalan mengendap-endap kearah pagar lalu memanjatnya


" bruk " inara melompat dari pagar tersebut, lalu berjalan kearah motornya yang ia parkir di belakang rumah Devina.


" … " inara naik keatas motor dan pergi dari sana.


...**...


( sedangkan di kantor polisi )


" masuk !" ucap polisi sambil mendorong anak buah Dimas kedalam penjara


" … " Dimas pun menoleh kearah anak buahnya yang di tangkap


" … " setelah mereka masuk kedalam, polisi kembali mengunci pintunya dan pergi dari sana.


" … " Dimas menatap tajam kearah anak buahnya


" … " sedangkan yang ditatap hanya menunduk


" dasar payah !" ucap Dimas sambil menatap kearah anak buahnya


" maaf bos !" ucap mereka


" katakan bagaimana bisa mereka tahu tentang barang itu ?" ucap Dimas


" kami juga tidak tau bos !" ucap mereka


" waktu itu hanya ada kalian dan… " ucap Dimas terputus


" … " Dimas mengepalkan tangannya saat tahu siapa yang mengkhianati nya


" kurang ajar !" maki Dimas marah


...***...

__ADS_1


__ADS_2