
" itu mobilnya, cepat kejar jangan sampai lolos !" ucap anak buah tuan Malik
" ya " ucap pengawal yang sedang mengemudikan mobilnya, lalu menambahkan kecepatan mobilnya untuk mengejar Lucia.
" … " Lucia menoleh kearah belakang dan melihat anak buah tuan Malik sedang mengejarnya
" aduh, bagaimana ini ?" ucap Lucia sambil panik sambil menambahkan kecepatan mobilnya untuk menghindari dari kejaran mereka.
" lebih cepat lagi !" ucap anak buah tuan Malik pada temannya yang sedang menyetir
" … " mereka terus mengejar mobil Lucia
" … " Lucia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil sesekali melirik kearah sepion belakang.
" cepat hadang mobilnya !" ucap anak buah tuan Malik saat sudah sampai di jalan yang sepi
" … " temannya pun menginjak pedal gas mobilnya untuk menyelip mobil Lucia, setelah membanting setir mobil kearah kiri jalan untuk menghadang mobil Lucia.
" … " Lucia yang panik melihat mereka tiba-tiba menyelip, segera menginjak rem mobilnya agar tidak menabrak mobil mereka yang berhenti tepat di depan mobilnya.
" kritt !" Lucia menginjak rem mobilnya dengan keras hingga membuat kepalanya terbentur dengan setir mobilnya.
" hah hah !" nafas Lucia memburu begitu mobil berhenti.
" … " ia pun menoleh kearah depan dan melihat anak buah tuan Malik sudah turun dari mobil lalu berjalan kearah mobilnya.
" buka !" ucap mereka sambil memukul-mukul pintu mobilnya
" cepat buka !" teriak mereka
" … " yang membuat Lucia semakin takut,ia pun menoleh kearah pistol yang berada di atas kursi.
" cepat keluar !" teriak mereka sambil menggedor-gedor pintu mobil
" … " Lucia pun mengambil pistol tersebut, lalu membuka jendela mobilnya.
" berhenti !" ucap Lucia sambil menodongkan pistol kearah mereka
" melihat itu mereka pun menjauh dari pintu mobil Lucia, lalu mengeluarkan pistol yang di selipkan di pinggangnya.
" dor !" melihat itu Lucia segera menembak kaki seorang pengawal tersebut.
" … " melihat temannya di tertembak, tiga orang pengawal tersebut segera menodongkan senjata kearah Lucia.
" cepat turunkan senjatanya kalau kau tidak mau mati !" ucap mereka sambil mengepung Lucia
" kalau begitu tembak saja aku !" ucap Lucia yang tidak gentar menghadapi mereka.
" dor !" seorang pengawal menembaki mobil Lucia karena kesal
" sekarang turunkan senjata mu !" teriak pengawal tersebut marah sambil menatap tajam kearah Lucia
" dor dor dor !" bukan takut Lucia malah menembaki mereka
" … " mereka itu mereka pun segera menghindar dari tembakan Lucia
" dor !" lalu seorang pengawal menembaki tangan Lucia sehingga senjata yang dipegangnya jatuh.
" arrghh !" jerit Lucia sambil memegang tangannya yang berdarah
" … " melihat itu mereka pun segera membuka pintu mobilnya lalu menarik Lucia keluar dari mobil.
" lepaskan !" berontak Lucia
" ayok jalan !" ucap pengawal tersebut sambil menyeret Lucia menuju mobilnya.
" buka pintunya !" ucap pengawal tersebut pada temannya
" … " temannya pun langsung membuka pintu belakang mobilnya
__ADS_1
" ayok masuk !" ucap pengawal tersebut sambil menarik tangan Lucia
" tidak mau, lepaskan aku !" ucap Lucia sambil berontak dan menginjak kaki pengawal tersebut menggunakan sepatu high heelsnya.
" argh !" jerit pengawal tersebut sambil melepaskan genggamannya pada tangan Lucia.
" … " melihat itu Lucia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,ia segera berlari dari mereka.
" cepat kejar dia !" ucap pengawal tersebut pada temannya
" … " mereka pun segera berlari mengejar Lucia
" … " Lucia melepaskan sepatu high heelsnya lalu melemparkannya kearah mereka.
" … " Lucia terus berlari sambil memegang tangannya yang sakit
" hei berhenti !" teriak mereka sambil mengejar Lucia.
" … " Lucia menoleh kearah belakang dan melihat mereka semakin dekat
" hah hah !" nafas Lucia memburu,ia merasa tidak sanggup lagi untuk berlari,di tambah dengan tangannya yang mengeluarkan banyak darah.
" … " Lucia pun berlari kearah sebrang jalan tanpa melihat kearah kiri dan kanan, sehingga ia tidak melihat kalau ada mobil yang sedang melaju dengan kencang.
" brak !" sehingga Lucia pun tertabrak mobil tersebut
" … " melihat Lucia tertabrak para anak buah tuan Malik sambil berbalik dan pergi menuju kearah mobilnya.
" aku menabrak seseorang !" ucap Liam sambil turun dari mobil dan berlari kearah Lucia yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan.
" Lucia !" ucap Liam begitu melihat orang yang di tabrak nya adalah Lucia.
" … " ia pun segera mengangkat Lucia dan membawanya masuk kedalam mobil.
" … " Liam menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
...**...
" … " ia sedang duduk di sambil bermain ponselnya
" tuk tuk tuk " anak buahnya datang menghampirinya
" bagaimana ?" tanya Devina sambil menyimpan ponselnya
" sudah beres bos,besok kita akan berangkat !" lapor anak buahnya
" bagus " ucap Devina
" saya permisi dulu bos !" ucap anak buahnya
" … " Devina hanya mengangguk, lalu kembali fokus pada ponselnya.
...**...
( inara )
ia sedang berdiri di balkon kamarnya sambil menerima telepon.
" oke, besok aku akan Ke sana !" ucap inara
" ya " ucap inara sambil mematikan teleponnya
" … " lalu ia berbalik dan hendak masuk kedalam kamarnya
" astaghfirullah !" ucap inara terkejut yang melihat Aditya yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya dengan melipat kedua tangannya di dada.
" dari siapa ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" teman aku " ucap Inara sambil menatap kearah Aditya
__ADS_1
" mau bohongi aku ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" gak, emang bener teman aku kok !" ucap inara sambil menoleh kearah lain
" oke !" ucap Aditya, lalu masuk kedalam kamar
" … " melihat itu inara pun segera mengejar Aditya kedalam.
" … " Aditya duduk di atas sofa sambil mengambil leptop nya.
" … " inara pun berjalan kearah sofa lalu duduk di samping Aditya.
" … " inara menoleh kearah Aditya yang sedang fokus pada leptop nya dengan wajah dinginnya.
" kamu marah sama aku ?" tanya inara sambil menatap kearah Aditya
" … " tapi Aditya tidak menjawabnya
" mas !" panggil inara
" … " Aditya pun menutup leptop nya lalu menoleh kearah istrinya
" … " yang membuat inara langsung menunduk
" apa aku sama sekali tidak bisa di andalkan ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" … " mendengar itu inara pun menoleh kearah Aditya
" bukan begitu " ucap Inara
" terus apa ?,kau bahkan membohongi aku,kamu pikir aku tidak tahu kalau besok kau ingin mengambil kembali file itu dari tangan Devina !" ucap Abian
" kau ingin bertindak sendiri tanpa bicara dulu sama aku !" ucap Aditya
" … " yang membuat inara terdiam sambil menunduk karena merasa bersalah
" lakukan saja apa yang kau inginkan !" ucap Aditya sambil beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar kamar.
" … " inara menoleh kearah Aditya yang berjalan keluar
" hah !" inara menghela nafasnya, Aditya marah tanpa mau mendengarkan dulu alasannya.
...**...
( di rumah sakit )
Lucia segera dibawa ke UGD dan mendapatkan penanganan dari dokter.
" … " Liam menunggu dengan cemas di luar,ia berjalan mondar-mandir di depan pintu UGD.
( satu jam kemudian )
" klek " dokter keluar dari ruang UGD
" … " Liam segera bangkit dari kursi dan berjalan menghampiri dokter
" bagaimana keadaannya dok ?" tanya Liam
" dia kehilangan banyak darah,tapi syukurnya dia berhasil melewati masa kritisnya,kami juga sudah mengeluarkan pelurunya " jelas dokter
" hah !" Liam menghela nafas dengan lega
" nanti dia akan di pindahkan ke ruang inap " ucap Dokter
" makasih Dok !" ucap Liam
" … " dokter tersebut hanya mengangguk sambil pergi
...***...
__ADS_1