Secret Files

Secret Files
67. tertabrak mobil


__ADS_3

 " itu mobilnya, cepat kejar jangan sampai lolos !" ucap anak buah tuan Malik


 " ya " ucap pengawal yang sedang mengemudikan mobilnya, lalu menambahkan kecepatan mobilnya untuk mengejar Lucia.


 " … " Lucia menoleh kearah belakang dan melihat anak buah tuan Malik sedang mengejarnya


 " aduh, bagaimana ini ?" ucap Lucia sambil panik sambil menambahkan kecepatan mobilnya untuk menghindari dari kejaran mereka.


 " lebih cepat lagi !" ucap anak buah tuan Malik pada temannya yang sedang menyetir


 " … " mereka terus mengejar mobil Lucia


 " … " Lucia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil sesekali melirik kearah sepion belakang.


 " cepat hadang mobilnya !" ucap anak buah tuan Malik saat sudah sampai di jalan yang sepi


 " … " temannya pun menginjak pedal gas mobilnya untuk menyelip mobil Lucia, setelah membanting setir mobil kearah kiri jalan untuk menghadang mobil Lucia.


 " … " Lucia yang panik melihat mereka tiba-tiba menyelip, segera menginjak rem mobilnya agar tidak menabrak mobil mereka yang berhenti tepat di depan mobilnya.


 " kritt !" Lucia menginjak rem mobilnya dengan keras hingga membuat kepalanya terbentur dengan setir mobilnya.


 " hah hah !" nafas Lucia memburu begitu mobil berhenti.


 " … " ia pun menoleh kearah depan dan melihat anak buah tuan Malik sudah turun dari mobil lalu berjalan kearah mobilnya.


 " buka !" ucap mereka sambil memukul-mukul pintu mobilnya


 " cepat buka !" teriak mereka


 " … " yang membuat Lucia semakin takut,ia pun menoleh kearah pistol yang berada di atas kursi.


 " cepat keluar !" teriak mereka sambil menggedor-gedor pintu mobil


 " … " Lucia pun mengambil pistol tersebut, lalu membuka jendela mobilnya.


 " berhenti !" ucap Lucia sambil menodongkan pistol kearah mereka


 " melihat itu mereka pun menjauh dari pintu mobil Lucia, lalu mengeluarkan pistol yang di selipkan di pinggangnya.


 " dor !" melihat itu Lucia segera menembak kaki seorang pengawal tersebut.


 " … " melihat temannya di tertembak, tiga orang pengawal tersebut segera menodongkan senjata kearah Lucia.


 " cepat turunkan senjatanya kalau kau tidak mau mati !" ucap mereka sambil mengepung Lucia


 " kalau begitu tembak saja aku !" ucap Lucia yang tidak gentar menghadapi mereka.


 " dor !" seorang pengawal menembaki mobil Lucia karena kesal


 " sekarang turunkan senjata mu !" teriak pengawal tersebut marah sambil menatap tajam kearah Lucia


 " dor dor dor !" bukan takut Lucia malah menembaki mereka


 " … " mereka itu mereka pun segera menghindar dari tembakan Lucia


 " dor !" lalu seorang pengawal menembaki tangan Lucia sehingga senjata yang dipegangnya jatuh.


 " arrghh !" jerit Lucia sambil memegang tangannya yang berdarah


 " … " melihat itu mereka pun segera membuka pintu mobilnya lalu menarik Lucia keluar dari mobil.


 " lepaskan !" berontak Lucia


 " ayok jalan !" ucap pengawal tersebut sambil menyeret Lucia menuju mobilnya.


" buka pintunya !" ucap pengawal tersebut pada temannya


" … " temannya pun langsung membuka pintu belakang mobilnya

__ADS_1


" ayok masuk !" ucap pengawal tersebut sambil menarik tangan Lucia


" tidak mau, lepaskan aku !" ucap Lucia sambil berontak dan menginjak kaki pengawal tersebut menggunakan sepatu high heelsnya.


" argh !" jerit pengawal tersebut sambil melepaskan genggamannya pada tangan Lucia.


" … " melihat itu Lucia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,ia segera berlari dari mereka.


" cepat kejar dia !" ucap pengawal tersebut pada temannya


" … " mereka pun segera berlari mengejar Lucia


" … " Lucia melepaskan sepatu high heelsnya lalu melemparkannya kearah mereka.


" … " Lucia terus berlari sambil memegang tangannya yang sakit


" hei berhenti !" teriak mereka sambil mengejar Lucia.


" … " Lucia menoleh kearah belakang dan melihat mereka semakin dekat


" hah hah !" nafas Lucia memburu,ia merasa tidak sanggup lagi untuk berlari,di tambah dengan tangannya yang mengeluarkan banyak darah.


" … " Lucia pun berlari kearah sebrang jalan tanpa melihat kearah kiri dan kanan, sehingga ia tidak melihat kalau ada mobil yang sedang melaju dengan kencang.


" brak !" sehingga Lucia pun tertabrak mobil tersebut


" … " melihat Lucia tertabrak para anak buah tuan Malik sambil berbalik dan pergi menuju kearah mobilnya.


" aku menabrak seseorang !" ucap Liam sambil turun dari mobil dan berlari kearah Lucia yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan.


" Lucia !" ucap Liam begitu melihat orang yang di tabrak nya adalah Lucia.


" … " ia pun segera mengangkat Lucia dan membawanya masuk kedalam mobil.


" … " Liam menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


...**...


" … " ia sedang duduk di sambil bermain ponselnya


" tuk tuk tuk " anak buahnya datang menghampirinya


" bagaimana ?" tanya Devina sambil menyimpan ponselnya


" sudah beres bos,besok kita akan berangkat !" lapor anak buahnya


" bagus " ucap Devina


" saya permisi dulu bos !" ucap anak buahnya


" … " Devina hanya mengangguk, lalu kembali fokus pada ponselnya.


...**...


( inara )


ia sedang berdiri di balkon kamarnya sambil menerima telepon.


" oke, besok aku akan Ke sana !" ucap inara


" ya " ucap inara sambil mematikan teleponnya


" … " lalu ia berbalik dan hendak masuk kedalam kamarnya


" astaghfirullah !" ucap inara terkejut yang melihat Aditya yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya dengan melipat kedua tangannya di dada.


" dari siapa ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya


" teman aku " ucap Inara sambil menatap kearah Aditya

__ADS_1


" mau bohongi aku ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya


" gak, emang bener teman aku kok !" ucap inara sambil menoleh kearah lain


" oke !" ucap Aditya, lalu masuk kedalam kamar


" … " melihat itu inara pun segera mengejar Aditya kedalam.


" … " Aditya duduk di atas sofa sambil mengambil leptop nya.


" … " inara pun berjalan kearah sofa lalu duduk di samping Aditya.


" … " inara menoleh kearah Aditya yang sedang fokus pada leptop nya dengan wajah dinginnya.


" kamu marah sama aku ?" tanya inara sambil menatap kearah Aditya


" … " tapi Aditya tidak menjawabnya


" mas !" panggil inara


" … " Aditya pun menutup leptop nya lalu menoleh kearah istrinya


" … " yang membuat inara langsung menunduk


" apa aku sama sekali tidak bisa di andalkan ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya


" … " mendengar itu inara pun menoleh kearah Aditya


" bukan begitu " ucap Inara


" terus apa ?,kau bahkan membohongi aku,kamu pikir aku tidak tahu kalau besok kau ingin mengambil kembali file itu dari tangan Devina !" ucap Abian


" kau ingin bertindak sendiri tanpa bicara dulu sama aku !" ucap Aditya


" … " yang membuat inara terdiam sambil menunduk karena merasa bersalah


" lakukan saja apa yang kau inginkan !" ucap Aditya sambil beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar kamar.


" … " inara menoleh kearah Aditya yang berjalan keluar


" hah !" inara menghela nafasnya, Aditya marah tanpa mau mendengarkan dulu alasannya.


...**...


( di rumah sakit )


Lucia segera dibawa ke UGD dan mendapatkan penanganan dari dokter.


" … " Liam menunggu dengan cemas di luar,ia berjalan mondar-mandir di depan pintu UGD.


( satu jam kemudian )


" klek " dokter keluar dari ruang UGD


" … " Liam segera bangkit dari kursi dan berjalan menghampiri dokter


" bagaimana keadaannya dok ?" tanya Liam


" dia kehilangan banyak darah,tapi syukurnya dia berhasil melewati masa kritisnya,kami juga sudah mengeluarkan pelurunya " jelas dokter


" hah !" Liam menghela nafas dengan lega


" nanti dia akan di pindahkan ke ruang inap " ucap Dokter


" makasih Dok !" ucap Liam


" … " dokter tersebut hanya mengangguk sambil pergi


...***...

__ADS_1


__ADS_2