Secret Files

Secret Files
65. pembunuh !


__ADS_3

 " klek " inara masuk kedalam kamar sambil membawa kue buatan ibunya.


 " … " inara berjalan kearah kasur lalu meletakkan kuenya di atas meja


 " sudah bangun ?" tanya inara yang melihat Aditya sudah membuka matanya


 " … " tapi Aditya malah menarik tangannya hingga ia jatuh keatas kasur


 " … " lalu Aditya memeluk Inara dengan erat


 " bangun udah sore !" ucap inara


 " sebentar lagi !" ucap Aditya sambil memejamkan matanya


 " aku mau mandi !" ucap inara


 " bareng ya ?" ucap Aditya sambil menatap kearah istrinya


 " gak ada,lepas !" ucap inara sambil menarik tangan Aditya dari pinggangnya.


 " … " lalu beranjak bangun dan turun dari ranjang


 " yank !" panggil Aditya sambil menatap kearah inara yang berjalan kearah kamar mandi


 " klek " inara masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintunya.


 " hah " Aditya hanya bisa menghela nafasnya.


 ( 10 menit kemudian )


 " … " inara keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaiannya.


 " cepat mandi sebentar lagi magrib !" ucap inara yang melihat Aditya masih tiduran di atas kasur


 " ya " ucap Aditya sambil beranjak bangun dan berjalan kearah kamar mandi.


  " … " inara pun berjalan kearah mushola, mengambil mukena lalu memakainya.


 " … " setelah itu duduk di atas sajadah menunggu Aditya selesai mandi.


...***...


 ( Lucia )


 " … " ia duduk di atas kasur dengan tatapan kosong


 " klek " pintunya terbuka


 " bawa dia kembali ke kamar !" perintah Dimas sambil menatap kearah Lucia


 " … " mendengar itu Lucia pun menoleh kearah Dimas


 " baik tuan !" ucap pelayan, lalu masuk kedalam dan berjalan kearah Lucia


 " ayok non !" ucap pelayan tersebut


 " … " tapi Lucia hanya diam saja


 " cepat bawa dia !" ucap Dimas sambil keluar dari ruangan tersebut


 " ayok non, nanti tuan marah !" ucap pelayan tersebut sambil memegang tangan Lucia


 " … " Lucia pun beranjak dari kasur dan berjalan keluar.


 " … " saat melewati lorong untuk keluar dari ruang bawah tanah,Lucia tidak sengaja melihat bik Yanti yang di kurung dengan keadaan sangat memprihatikan.


 " bibik !" ucap Lucia sambil menatap kearah bik Yanti yang terlihat sangat lemas tersebut.


 " ayok non !" ucap pelayan sambil menarik tangan Lucia untuk pergi dari sana

__ADS_1


 " … " Lucia pun berjalan sambil menoleh kearah bik Yanti.


 " … " Lucia keluar dari ruang bawah tanah dan langsung menuju ke kamarnya.


 " klek " pelayan membukakan pintu kamarnya.


 " silahkan non !" ucap pelayan tersebut


 " … " Lucia pun masuk kedalam kamar sambil melihat kearah sekeliling kamar.


 " klek " pelayan tersebut menutup kembali pintu kamarnya, lalu pergi dari sana.


 " … " Lucia berjalan kearah meja yang terdapat bingkai foto ibunya yang sedang menggendong dirinya.


 " … " Lucia mengambil foto tersebut lalu duduk di atas kasur


 " aku kangen ibu !" ucap Lucia sambil memeluk foto ibunya dengan air mata menetes


 " sekarang Lucia sendiri !" ucap Lucia sambil menangis


 " klek " Dimas masuk kedalam kamar Lucia


 " … " Dimas berjalan mendekat kearah Lucia yang sedang menangis sambil memeluk sebuah bingkai foto.


 " kau sedang apa ?" tanya Dimas sambil menatap kearah Lucia


 " … " mendengar itu, Lucia pun menoleh kearah Dimas


 " cepat tidur, besok kau harus siap-siap !" ucap Dimas


 " … " tapi Lucia hanya diam saja sambil menatap foto ibunya.


 " … " Dimas pun menoleh kearah foto yang sedang di pegang oleh Lucia.


 " apa ayah pernah mencintai ibu ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas


 " … " melihat itu Lucia tersenyum getir karena ia tahu jawabannya, kalau ayahnya tidak pernah mencintai ibunya.


 " kenapa kalian menikah kalau tidak saling mencintai ?" tanya Lucia


 " jangan banyak tanya, cepat tidur !" ucap Dimas sambil beranjak keluar


 " apa karena tidak cinta makanya ayah membunuhnya ?" ucap Lucia


 " … " yang membuat Dimas menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kearah Lucia.


 " kau bilang apa tadi ?" tanya Dimas sambil menatap tajam kearah Lucia


 " kenapa, emang benarkan kalau ayah yang membunuh ibu " ucap Lucia sambil menatap kearah Dimas


 " … " mendengar itu Dimas segera berjalan kearah Lucia lalu mencekik lehernya


 " coba ulangi lagi !" ucap Dimas dengan marah


 " kau.. seorang pembunuh !" ucap Lucia


 " aku tidak pernah membunuh ibumu !" teriak Dimas marah sambil mencekik leher Lucia


 " … " melihat Lucia yang kehabisan nafas, Dimas segera mendorong Lucia hingga terbaring di kasur.


 " … " lalu ia segera berjalan keluar dari kamar Lucia


 " brak !" Dimas menutup pintu kamarnya dengan keras.


 " … " Lucia beranjak bangun sambil memegang lehernya yang terasa sakit.


 " … " ia duduk di atas kasur sambil menatap kearah pintu.


 " … " Lucia memikirkan apa benar yang dikatakan ayahnya tadi, kalau ia tidak membunuh ibunya.

__ADS_1


...**...


( Jasmine )


 " … " ia sedang Makan malam bersama kakeknya.


" kapan ujiannya ?" tanya tuan rathore sambil makan


" besok " ucap Jasmine


" belajar dengan benar jangan keluyuran lagi !" ucap tuan rathore sambil menatap kearah Jasmine


 " iya " ucap Jasmine sambil menunduk


 " kau kuliah dimana ?" tanya tuan rathore


 " Jasmine belum tahu kek " ucap Jasmine sambil menyuapi nasi kedalam mulutnya.


 " ya udah, kakek ke kamar dulu " ucap tuan rathore sambil beranjak dari tempat duduknya


 " iya " ucap Jasmine


 " jangan lupa belajar !" ucap tuan rathore sambil pergi ke kamarnya


 " ya " ucap Jasmine sambil mengambil air minum lalu meneguknya.


 " … " setelah itu Jasmine meletakkan gelasnya di atas meja,lalu beranjak bangun dan pergi ke kamarnya.


...**...


 ( Inara )


 " … " ia sedang berdiri di balkon kamarnya sambil bermain ponsel.


 " … " Aditya berjalan mendekat kearah inara lalu memeluknya dari belakang.


 " … " inara yang sedang fokus pada ponselnya pun menoleh kearah Aditya


 " sedang apa ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya


 " tidak ada !" ucap inara sambil menatap ke depan menikmati pemandangan malam hari.


 " ayok masuk di sini dingin !" ucap Aditya


 " ya " ucap Inara sambil berbalik dan berjalan masuk kedalam.


 " … " inara naik ke atas kasur, menarik selimut lalu merebahkan dirinya di sana sambil memejamkan matanya.


" … " Aditya ikut naik keatas kasur dan berbaring sambil memeluk istrinya.


" … " Aditya mencium bahu istrinya yang terbuka, karena inara memakai dress tidur dengan tali spaghetti.


" … " Aditya menarik pinggang inara supaya berbalik menghadap kearahnya.


" … " inara pun membuka matanya dan menatap kearah Aditya.


" … " Aditya menatap lekat kearah inara lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candunya.


" … " Aditya menarik pinggang istrinya dan memperdalam ciumannya.


" … " Aditya berbalik dan mengunci inara dibawah di bawah tubuhnya.


" … " Aditya melepaskan ciumannya lalu menatap kearah istrinya yang terlihat terengah-engah dengan nafas memburu.


" … " Aditya menurunkan tali baju inara lalu mencium leher dan bahunya hingga meninggalkan jejak merah di sana.setelah itu Aditya kembali mencium bibir istrinya dengan sedikit menuntut.


" … " inara mengalungkan tangannya di leher Aditya sambil membalas ciumannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2