
" klek " inara masuk kedalam kamar sambil membawa kue buatan ibunya.
" … " inara berjalan kearah kasur lalu meletakkan kuenya di atas meja
" sudah bangun ?" tanya inara yang melihat Aditya sudah membuka matanya
" … " tapi Aditya malah menarik tangannya hingga ia jatuh keatas kasur
" … " lalu Aditya memeluk Inara dengan erat
" bangun udah sore !" ucap inara
" sebentar lagi !" ucap Aditya sambil memejamkan matanya
" aku mau mandi !" ucap inara
" bareng ya ?" ucap Aditya sambil menatap kearah istrinya
" gak ada,lepas !" ucap inara sambil menarik tangan Aditya dari pinggangnya.
" … " lalu beranjak bangun dan turun dari ranjang
" yank !" panggil Aditya sambil menatap kearah inara yang berjalan kearah kamar mandi
" klek " inara masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintunya.
" hah " Aditya hanya bisa menghela nafasnya.
( 10 menit kemudian )
" … " inara keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaiannya.
" cepat mandi sebentar lagi magrib !" ucap inara yang melihat Aditya masih tiduran di atas kasur
" ya " ucap Aditya sambil beranjak bangun dan berjalan kearah kamar mandi.
" … " inara pun berjalan kearah mushola, mengambil mukena lalu memakainya.
" … " setelah itu duduk di atas sajadah menunggu Aditya selesai mandi.
...***...
( Lucia )
" … " ia duduk di atas kasur dengan tatapan kosong
" klek " pintunya terbuka
" bawa dia kembali ke kamar !" perintah Dimas sambil menatap kearah Lucia
" … " mendengar itu Lucia pun menoleh kearah Dimas
" baik tuan !" ucap pelayan, lalu masuk kedalam dan berjalan kearah Lucia
" ayok non !" ucap pelayan tersebut
" … " tapi Lucia hanya diam saja
" cepat bawa dia !" ucap Dimas sambil keluar dari ruangan tersebut
" ayok non, nanti tuan marah !" ucap pelayan tersebut sambil memegang tangan Lucia
" … " Lucia pun beranjak dari kasur dan berjalan keluar.
" … " saat melewati lorong untuk keluar dari ruang bawah tanah,Lucia tidak sengaja melihat bik Yanti yang di kurung dengan keadaan sangat memprihatikan.
" bibik !" ucap Lucia sambil menatap kearah bik Yanti yang terlihat sangat lemas tersebut.
" ayok non !" ucap pelayan sambil menarik tangan Lucia untuk pergi dari sana
__ADS_1
" … " Lucia pun berjalan sambil menoleh kearah bik Yanti.
" … " Lucia keluar dari ruang bawah tanah dan langsung menuju ke kamarnya.
" klek " pelayan membukakan pintu kamarnya.
" silahkan non !" ucap pelayan tersebut
" … " Lucia pun masuk kedalam kamar sambil melihat kearah sekeliling kamar.
" klek " pelayan tersebut menutup kembali pintu kamarnya, lalu pergi dari sana.
" … " Lucia berjalan kearah meja yang terdapat bingkai foto ibunya yang sedang menggendong dirinya.
" … " Lucia mengambil foto tersebut lalu duduk di atas kasur
" aku kangen ibu !" ucap Lucia sambil memeluk foto ibunya dengan air mata menetes
" sekarang Lucia sendiri !" ucap Lucia sambil menangis
" klek " Dimas masuk kedalam kamar Lucia
" … " Dimas berjalan mendekat kearah Lucia yang sedang menangis sambil memeluk sebuah bingkai foto.
" kau sedang apa ?" tanya Dimas sambil menatap kearah Lucia
" … " mendengar itu, Lucia pun menoleh kearah Dimas
" cepat tidur, besok kau harus siap-siap !" ucap Dimas
" … " tapi Lucia hanya diam saja sambil menatap foto ibunya.
" … " Dimas pun menoleh kearah foto yang sedang di pegang oleh Lucia.
" apa ayah pernah mencintai ibu ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas
" … " melihat itu Lucia tersenyum getir karena ia tahu jawabannya, kalau ayahnya tidak pernah mencintai ibunya.
" kenapa kalian menikah kalau tidak saling mencintai ?" tanya Lucia
" jangan banyak tanya, cepat tidur !" ucap Dimas sambil beranjak keluar
" apa karena tidak cinta makanya ayah membunuhnya ?" ucap Lucia
" … " yang membuat Dimas menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kearah Lucia.
" kau bilang apa tadi ?" tanya Dimas sambil menatap tajam kearah Lucia
" kenapa, emang benarkan kalau ayah yang membunuh ibu " ucap Lucia sambil menatap kearah Dimas
" … " mendengar itu Dimas segera berjalan kearah Lucia lalu mencekik lehernya
" coba ulangi lagi !" ucap Dimas dengan marah
" kau.. seorang pembunuh !" ucap Lucia
" aku tidak pernah membunuh ibumu !" teriak Dimas marah sambil mencekik leher Lucia
" … " melihat Lucia yang kehabisan nafas, Dimas segera mendorong Lucia hingga terbaring di kasur.
" … " lalu ia segera berjalan keluar dari kamar Lucia
" brak !" Dimas menutup pintu kamarnya dengan keras.
" … " Lucia beranjak bangun sambil memegang lehernya yang terasa sakit.
" … " ia duduk di atas kasur sambil menatap kearah pintu.
" … " Lucia memikirkan apa benar yang dikatakan ayahnya tadi, kalau ia tidak membunuh ibunya.
__ADS_1
...**...
( Jasmine )
" … " ia sedang Makan malam bersama kakeknya.
" kapan ujiannya ?" tanya tuan rathore sambil makan
" besok " ucap Jasmine
" belajar dengan benar jangan keluyuran lagi !" ucap tuan rathore sambil menatap kearah Jasmine
" iya " ucap Jasmine sambil menunduk
" kau kuliah dimana ?" tanya tuan rathore
" Jasmine belum tahu kek " ucap Jasmine sambil menyuapi nasi kedalam mulutnya.
" ya udah, kakek ke kamar dulu " ucap tuan rathore sambil beranjak dari tempat duduknya
" iya " ucap Jasmine
" jangan lupa belajar !" ucap tuan rathore sambil pergi ke kamarnya
" ya " ucap Jasmine sambil mengambil air minum lalu meneguknya.
" … " setelah itu Jasmine meletakkan gelasnya di atas meja,lalu beranjak bangun dan pergi ke kamarnya.
...**...
( Inara )
" … " ia sedang berdiri di balkon kamarnya sambil bermain ponsel.
" … " Aditya berjalan mendekat kearah inara lalu memeluknya dari belakang.
" … " inara yang sedang fokus pada ponselnya pun menoleh kearah Aditya
" sedang apa ?" tanya Aditya sambil menatap kearah istrinya
" tidak ada !" ucap inara sambil menatap ke depan menikmati pemandangan malam hari.
" ayok masuk di sini dingin !" ucap Aditya
" ya " ucap Inara sambil berbalik dan berjalan masuk kedalam.
" … " inara naik ke atas kasur, menarik selimut lalu merebahkan dirinya di sana sambil memejamkan matanya.
" … " Aditya ikut naik keatas kasur dan berbaring sambil memeluk istrinya.
" … " Aditya mencium bahu istrinya yang terbuka, karena inara memakai dress tidur dengan tali spaghetti.
" … " Aditya menarik pinggang inara supaya berbalik menghadap kearahnya.
" … " inara pun membuka matanya dan menatap kearah Aditya.
" … " Aditya menatap lekat kearah inara lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candunya.
" … " Aditya menarik pinggang istrinya dan memperdalam ciumannya.
" … " Aditya berbalik dan mengunci inara dibawah di bawah tubuhnya.
" … " Aditya melepaskan ciumannya lalu menatap kearah istrinya yang terlihat terengah-engah dengan nafas memburu.
" … " Aditya menurunkan tali baju inara lalu mencium leher dan bahunya hingga meninggalkan jejak merah di sana.setelah itu Aditya kembali mencium bibir istrinya dengan sedikit menuntut.
" … " inara mengalungkan tangannya di leher Aditya sambil membalas ciumannya.
...***...
__ADS_1