
inara kembali ke rumah yang berada di dalam hutan tersebut, karena penasaran dengan wanita yang disekap di sana.
" … " inara berjalan mengendap-endap sambil memperhatikan kearah sekitar.
" … " inara mencoba membuka pintu belakang rumah tersebut.
" klek " inara membuka pintunya pelan-pelan sambil mengintip kedalam rumah tersebut.
" … " merasa aman, inara menutup pintunya lalu berjalan mencari kamar wanita yang disekap tersebut.
" dikunci " ucap Inara yang melihat pintu kamarnya terkunci.ia pun mencoba membuka kunci pintu tersebut menggunakan jepit rambutnya.
" klek !" kuncinya terbuka
" … " inara menoleh kearah sekitar, lalu membuka pintunya dan masuk kedalam kamar tersebut.
di dalam kamar tersebut inara melihat seorang wanita dengan penampilan tidak terurus sedang duduk membelakanginya dan sebelah kakinya terikat dengan rantai.
" halo !" ucap Inara sambil menghampiri wanita tersebut,tapi saat wanita tersebut akan menoleh kearahnya tiba-tiba..
" Blam !" tiba-tiba ada yang memukulnya dari belakang.
" … " inara pun jatuh pingsan
...**...
Inara membuka matanya dan melihat dirinya sedang terikat di sebuah kursi.
" … " ia pun berusaha untuk melepaskan ikatannya.
" kau sudah sadar ?" tanya wanita berjubah
" … " mendengar itu inara pun menoleh kearah belakangnya dan melihat wanita berjubah sedang duduk di kursi membelakanginya.
" apa mau mu ?, lepaskan aku !" ucap Inara
" berikan filenya maka aku akan melepaskan mu !" ucap wanita berjubah tersebut.
" tidak akan !" ucap Inara
" benarkah ?" tanya wanita berjubah, lalu menepuk tangannya untuk memanggil anak buahnya.
" ya bos ?" ucap anak buahnya sambil masuk kedalam.
" bawah dia ke sana !" perintah wanita berjubah tersebut sambil bangun dan berjalan keluar
" baik bos !" ucap anak buahnya, lalu membuka ikatan inara
" lepaskan !" berontak inara saat mereka memegang tangannya
" ayok ikut !" ucap mereka sambil menarik inara keluar dari ruang tersebut.
" … " mereka membawa inara ke kamar wanita itu di sekap
" … " inara melihat wanita berjubah sedang duduk membelakanginya
" inara !" panggil wanita yang disekap tersebut dengan lemas
" … " mendengar namanya di panggil, inara pun menoleh kearah wanita yang disekap tersebut.
" deg " inara terpaku begitu melihat wajah wanita tersebut
" ibu !" ucap Inara yang terkejut melihat ibunya ternyata masih hidup
__ADS_1
" … " inara pun berjalan hendak menghampiri ibunya, tapi mereka memegang kedua tangannya dengan erat.
" inara !" panggil ibunya sambil kearahnya
" lepaskan !" ucap Inara memberontak
" diam !" bentar mereka
" bagaimana, apa kau berubah pikiran ?" tanya wanita berjubah tersebut
" siapa kau sebenarnya ?" tanya inara sambil menatap kearah wanita berjubah tersebut
" … " tapi wanita berjubah tersebut hanya diam saja
" siapa kau sebenarnya, perlihatkan wajahmu jangan menjadi pengecut !" ucap Inara yang kesal
" hehehe " wanita berjubah tersebut hanya terkekeh mendengarnya.
" … " wanita berjubah tersebut pun bangkit dari tempat duduknya, lalu berbalik kearah inara.
" apa kau mengenal aku ?" tanya wanita berjubah tersebut sambil tersenyum kearah inara
" siapa kau ?" tanya inara sambil menatap kearah wanita berjubah tersebut
" bagaimana kalau kita tanyakan kepada ibumu ?!" ucap wanita berjubah tersebut sambil menghampiri ibunya inara.
" apa kau mengenal aku Laura ?" tanya wanita berjubah sambil menarik rambut ibunya inara
" apa yang kau lakukan, lepaskan ibuku !" teriak Inara
" serahkan filenya atau ibumu..." ucap wanita berjubah tersebut sambil menodongkan pistol di kepala ibunya inara.
" oke,aku serahkan filenya tapi lepaskan ibuku !" ucap Inara
" oke !" ucap wanita berjubah tersebut sambil menurunkan pistolnya
" … " lalu mendekatkan kearah inara sambil mengulurkan tangannya
" lepas !" ucap Inara
" … " wanita berjubah pun memberi kode kepada anak buahnya untuk melepaskan inara.
" dasar menyebalkan !" umpat Inara sambil memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit.
" cepat serahkan filenya !" ucap wanita berjubah sambil menodongkan pistol kepada inara
" santai !" ucap Inara sambil mengangkat kedua tangannya.
" … " lalu mengambil filenya dan menyerahkannya kepada wanita berjubah tersebut
" apa ini asli ?" tanya wanita berjubah tersebut yang tidak mau tertipu oleh inara
" kau bisa memeriksanya kalau tidak percaya !" ucap Inara
" … " wanita berjubah hanya mengangguk sambil melihat filenya.
" apa kami sudah boleh pergi ?" tanya inara sambil menatap kearah ibunya.
" tentu !" ucap wanita berjubah tersebut sambil berjalan keluar dengan di ikuti oleh anak buahnya di belakang
" … " inara segera berlari kearah ibunya
__ADS_1
" ibu !" ucap Inara sambil memeluk ibunya dengan erat
" hiks " ibunya menangis sambil memeluknya dengan erat
" bagaimana bisa, bukannya ibu sudah meninggal ?" tanya inara sambil melepaskan pelukannya
" yang meninggal itu orang lain, mereka menyekap ibu disini !" jelas ibunya.
" wajahnya hancur tidak bisa dikenali, inara pikir itu benaran ibu soalnya pakaiannya sama persis seperti ibu !" ucap Inara sambil memegang tangan ibunya.
" inara senang ternyata ibu masih hidup !" ucap Inara sambil memeluk kembali ibu
" ibu juga, karena bisa melihat kamu lagi !" ucap ibunya sambil membalas pelukannya.
" tit tit tit !" mendengar suara itu inara segera melepaskan pelukannya, lalu melihat kearah sekitar mencari suara tersebut.
" ada bom !" ucap Inara sambil menatap kearah bom yang tertempel di dinding.
" ibu kita harus segera keluar dari sini !" ucap Inara sambil mencari alat untuk bisa membuka rantai di kaki ibunya.
" tit tit tit.." terlihat waktunya tinggal 10 menit lagi
" … " saat berjalan kearah pintu keluar,ia tidak sengaja melihat sebuah kapak yang di tancapkan di dinding.
" … " inara segera menarik kapak tersebut, lalu berlari kearah ibunya
" Ting !" ia mencoba memotong rantai tersebut menggunakan kapak,tapi rantainya sulit untuk putus
" tit tit tit !" waktunya hanya tinggal 5 menit
" kamu pergi dari sini, biarkan ibu di sini !" ucap ibunya sambil menangis
" tidak, kita akan keluar bersama !" ucap Inara sambil terus terus memotong rantai tersebut dengan kapak
" tit tit tit " inara melihat waktunya hanya tinggal 3 menit
" inara pergi dari sini !" ucap ibu
" tidak !" ucap Inara, lalu ia memotong rantainya dengan keras sehingga..
" Ting !" rantainya pun terputus
" … " inara segera membuang kapalnya, lalu membuka rantai tersebut dari kaki ibunya
" tit tit tit ...!" waktunya tinggal satu menit lagi
" ayok !" ucap Inara menarik tangan ibunya sambil berlari keluar.
" bum...!" bom tersebut pun meledak dengan keras, hingga membuat inara dan ibu terlempar.
" selamat tinggal !" ucap wanita berjubah sambil menatap kearah rumahnya yang sudah terbakar.
" … " lalu ia berjalan kearah mobilnya
" … " anak buahnya segera membukakan pintu mobil untuknya.
" … " ia pun masuk kedalam mobil dan duduk di kursi sambil melihat kearah file yang berada di tangannya.
" … " mobil mereka pun meluncur pergi dari sana, meninggalkan inara dan ibunya yang masih berada di dalam rumah tersebut.
...***...
__ADS_1