Secret Files

Secret Files
58. siapa dia ?


__ADS_3

 ( ke esokan harinya )


 " klek " Aditya keluar dari ruang wardrop sudah dengan pakaian rapi,siap untuk pergi ke kantor


" kamu gak ke kampus ?" tanya Aditya yang melihat inara masih belum siap


 " aku berangkatnya agak siang " ucap inara sambil bermain ponsel di atas kasur


 " yaudah, aku berangkat dulu !" ucap Aditya sambil mencium kening istrinya


 " hati-hati !" ucap inara sambil mencium tangan suaminya


 " ya " ucap Aditya sambil pergi


 " … " inara kembali fokus pada ponselnya.


...**...


 " … " inara memakai helmnya sambil naik keatas motor, lalu menyalakan kunci motornya dan pergi menuju kampus.


 " … " inara berhenti di lampu merah,ia membuang pandangannya ke sekitar sambil menunggu lampu hijaunya menyala.


 " … " matanya tak sengaja melihat kearah mobil yang jendelanya sedikit terbuka


 " itu bukannya… " ucap Inara yang melihat wanita berjubah di dalam mobil tersebut.


 " … " lampu hijau menyala dan mobil tersebut pun meluncur pergi.


 " … " tidak mau kehilangan jejak lagi, inara pun mengejar mobil tersebut.


 " ada apa ?" tanya wanita berjubah yang melihat anak buahnya melihat kearah sepion belakang


 " ada yang mengikuti kita bos " ucap anak buahnya


 " tambah lagi kecepatannya !" ucap wanita berjubah tersebut


 " baik bos !" ucap anak buahnya sambil menambah kecepatannya mobilnya


 " … " melihat mobil tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi,inara segera menarik gas motornya untuk mengejar mobil tersebut.


 " kau tidak boleh lolos !" ucap inara sambil menarik gas motornya untuk mengejar mobil tersebut yang melaju kearah jalan tol.


 " … " saat mobil tersebut hampir masuk ke pintu tol inara segera mengambil sebuah alat pelacak dari saku jaketnya,lalu melemparkannya kearah mobil tersebut hingga tertempel di bagian belakang mobilnya.


 " yes !" ucap inara sambil menghentikan motornya dan melihat mobil tersebut sudah masuk kedalam jalan tol.


 " … " inara mengeluarkan ponselnya, lalu mengaktifkan pelacak tersebut


 " … " inara menaruh ponselnya di atas motor, lalu kembali menancap gas motornya untuk mengikuti mobil tersebut sambil melihat petunjuk dari ponselnya.


...**...


 ( Dimas )


ia sedang duduk di ruangan sambil fokus pada leptop nya.


 " tok tok tok !" Andre mengetuk pintu sambil masuk kedalam


 " ada apa ?" tanya Dimas yang masih fokus pada leptop nya


 " mereka sudah berhasil menangkap pembantu itu !" lapor Andre


 " … " mendengar itu, Dimas pun menoleh kearah Andre

__ADS_1


 " dimana dia ?" tanya Dimas


 " sudah di bawa keruang bawah bos !" ucap Andre


 " … " Dimas segera bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan keluar


 " … " Dimas berjalan kearah ruang bawah dengan Andre mengikutinya dari belakang.


 ( di ruang bawah )


 " lepaskan saya !" berontak bik Yanti saat anak buah Dimas mau memasukkannya kedalam kurungan.


 " diam !" bentak anak buah Dimas sambil mendorong bik Yanti kedalam kurungan.


 " … " lalu mengunci pintunya


 " tuk tuk tuk !" suara ketukan sepatu di lantai yang semakin dekat


 " bos !" ucap anak buahnya sambil menunduk


 " … " bik Yanti yang melihat Dimas semakin ketakutan


 " buka !" ucap Dimas


 " baik " ucap anak buahnya sambil membuka kunci pintunya


 " … " setelah pintu terbuka, Dimas masuk kedalam dan menghampiri bik Yanti yang sedang menunduk ketakutan.


 " … " Dimas berjongkok di depan bik Yanti dengan tatapan tajam


 " ampuni saya tuan !" ucap bik Yanti yang ketakutan


 " mengampuni mu ?" tanya Dimas dingin


 " saya… arrghh..!" ringisan bik Yanti karena Dimas menarik rambutnya dengan kuat.


 " arrghh…!" ringisan bik Yanti kesakitan, lalu pingsan.


 " … " Dimas mendorong bik Yanti ke lantai, lalu bangkit dan berjalan keluar


 " urus dia jangan sampai mati,aku masih mau bermain !" ucap Dimas, lalu pergi dari sana


 " baik bos !" ucap anak buahnya.


...**...


 ( inara )


ia masih mengikuti mobil wanita berjubah tersebut menggunakan petunjuk dari ponselnya.


 " … " inara menghentikan motornya begitu melihat petunjuknya menuju kearah hutan.


 " mau ngapain dia kesini ?" ucap inara sambil memperhatikan kearah jalan yang hanya bisa di lewati oleh satu mobil.


 " … " inara pun kembali menyalakan motornya lalu mengikuti jalan tersebut yang masuk kedalam hutan.


 " … " inara menghentikan motornya begitu melihat mobil wanita tersebut sudah terparkir di dekat semak-semak.


 " … " inara memarkirkan motornya sedikit jauh dari mobil tersebut, lalu ia turun dari atas motor sambil membuka helm dan meletakkannya di atas motor.


 " kemana dia ?" ucap inara sambil memperhatikan kearah sekitar yang tidak ada siapapun.


 " … " inara mengambil ponselnya,lalu mencari wanita berjubah tersebut.

__ADS_1


setelah berjalan tidak terlalu jauh, inara melihat sebuah rumah yang di jaga ketat oleh pengawal.


 " … " inara bersembunyi dibalik semak-semak sambil memperhatikan rumah tersebut



" … " karena penasaran, inara pun mendekati rumah tersebut sambil mengendap-endap supaya tidak ketahuan oleh pengawal


" … " Inara segera bersembunyi dibalik pohon begitu para pengawal melihat kearah ia berada.


" ini minum dulu !" ucap seorang pengawal yang keluar dari dalam sambil membawa minuman.


" … " melihat para pengawal itu sibuk dengan minumannya, inara segera berlari kearah samping rumah tersebut.


" … " inara mendekat kearah jendela, lalu menunduk sambil mencoba mengintip kedalam rumah tersebut


" beri dia makan jangan sampai mati, aku masih membutuhkannya !" ucap wanita berjubah sambil menatap kearah wanita yang terlihat sangat lemas tersebut


" baik bos !" ucap anak buahnya


" … " wanita berjubah pun berjalan keluar dari kamar tersebut dengan di ikuti oleh anak buahnya di belakang.


" siapa dia ?" tanya inara yang melihat seorang wanita duduk sambil menunduk dengan kakinya di ikat menggunakan rantai.


" … " inara mencoba membuka jendelanya supaya bisa masuk kedalam kamar tersebut


" sial !" maki inara karena jendelanya susah untuk di buka.


" klek !" seorang pengawal kembali masuk kedalam kamar tersebut sambil membawa makanan


" … " melihat itu, inara segera menunjuk supaya tidak ketahuan


" ayok makan !" ucap pengawal sambil meletakkan makanannya di depan wanita tersebut.


" … " tapi wanita tersebut hanya diam saja


" cepat makan kalau kau tidak mau mati !" ucap pengawal sambil menekan kepala wanita tersebut ke piring berisi makanan.


" sekarang makan !" ucap pengawal sambil melepaskan tangannya dari kepala wanita tersebut, lalu beranjak keluar dari kamar tersebut.


" kurang ajar !" umpat Inara yang kesal melihat kelakuan pengawal tersebut.


" … " setelah pengawal itu keluar, wanita tersebut pun mencoba untuk memakan makanannya.


" … " inara yang sangat penasaran dengan wajah wanita tersebut, terus menatap kearah wanita tersebut yang makan dengan buru-buru tanpa sedikitpun menoleh kearah depan.


" Krak… !" karena fokus memperhatikan wanita tersebut,ia tidak sengaja menginjak ranting.


" suara apa itu ?" tanya para pengawal


" … " mendengar itu, inara segera pergi dari sana untuk bersembunyi


" … " mereka pun berjalan kearah sekitar rumah untuk mencari suara tersebut


" bagaimana ?" tanya pengawal pada temannya


" tidak ada apa-apa !" ucap pengawal tersebut sambil kembali duduk di atas kursi.


" jangan sampai ada penyusup !" ucap pengawal satu lagi


" sudah aku periksa,tapi tidak ada apa-apa !" ucap pengawal tersebut


" … " temannya hanya mengangguk sambil kembali bermain catur.

__ADS_1


" … " melihat para pengawal kembali sibuk, inara segera keluar dari persembunyiannya lalu pergi dari sana.


...***...


__ADS_2