
( pagi harinya )
" … " Aditya membuka matanya lalu menoleh kearah istrinya yang masih tertidur pulas di dalam pelukannya.
" … " Aditya pun dengan iseng menarik hidung istrinya.
" … " inara melepaskan tangan Aditya dari hidungnya lalu melanjutkan kembali tidurnya.
" … " tapi Aditya kembali menarik hidungnya.
" mas !" ucap inara yang kesal
" hehehe " Aditya hanya terkekeh geli melihatnya
" … " inara yang kesal pun segera melepaskan tangan Aditya dari pinggangnya lalu beranjak bangun
" eh, mau kemana ?" ucap Aditya sambil menarik inara kembali kedalam pelukannya.
" lepas !" ucap inara sambil menyingkirkan tangan Aditya dari pinggangnya
" ayok tidur lagi, jangan ngambek !" ucap Aditya sambil memeluk istrinya
" … " inara pun memejamkan matanya kembali sambil memeluk Aditya.
...**...
( Lucia )
" klek " pintu kamarnya terbuka
" … " Lucia pun menoleh kearah pintu
" cepat persiapkan dia !" ucap Dimas pada pelayan sambil berjalan keluar.
" baik tuan " ucap pelayan sambil berjalan kearah Lucia
" ayok non !" ucap pelayan sambil menarik tangan Lucia lalu mendudukkannya di depan kaca rias.
" aku mau di bawa kemana?, kenapa di make up segala ?" tanya Lucia yang melihat pelayan tersebut mengeluarkan alat makeup.
" saya hanya mengikuti perintah tuan non !" ucap pelayan tersebut
" aku tidak mau !" ucap Lucia sambil bangkit dari tempat duduknya
" tapi non, nanti tuan bisa marah !" ucap pelayan tersebut sambil menatap kearah Lucia.
" aku tetap tidak mau !" ucap Lucia!
" kenapa ribut-ribut ?" tanya Dimas sambil masuk kedalam kamar Lucia
" kenapa dia belum siap ?" tanya Dimas sambil menatap kearah pelayan
" nona tidak mau di makeup tuan !" ucap pelayan sambil menunduk
" tidak usah dengarkan dia, cepat persiapkan dia dan ganti bajunya !" ucap Dimas
" kau mau membawa ku kemana ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas
" cepat persiapkan dia !" ucap Dimas sambil keluar
" ayok non !" ucap pelayan sambil menarik tangan Lucia untuk kembali duduk di kursi.
" … " Lucia pun duduk di kursi dengan pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa
" … " pelayan tersebut mulai merias Lucia.
( 30 menit kemudian )
Lucia sudah siap dengan baju kebaya modern dan makeup natural,ia terlihat sangat cantik.
__ADS_1
" ayok non !" ucap pelayan sambil memegang tangan Lucia untuk berjalan keluar.
" … " Lucia pun berjalan keluar dengan tatapan kosong.
" bawa dia ke mobil !" perintah Dimas sambil berjalan keluar rumah.
" baik tuan !" ucap pelayan sambil membawa Lucia menuju mobil.
" masuk !" ucap Dimas sambil membuka pintu mobilnya.
" ayok masuk !" ucap Dimas sambil mendorong Lucia kedalam mobil, lalu menutup kembali pintunya dan masuk ke kursi pengemudi.
" … " ia memasang sabuk pengamannya lalu menginjak pedal gas mobilnya dan pergi dari sana.
" kau mau menjual ku kemana ?" tanya Lucia dengan air mata menetes di pipinya
" … " tapi Dimas hanya diam saja sambil fokus menyetir
" kenapa tidak kau bunuh saja aku ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas
" kau bisa diam tidak ?" ucap Dimas sambil menoleh kearah Lucia yang duduk di kursi belakang.
" … " Lucia pun terdiam sambil membuang pandangannya kearah luar.
...**...
mobil Dimas berhenti di sebuah rumah yang terlihat ramai dan di jaga ketat oleh pengawal.
" … " Dimas turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Lucia.
" ayok turun !" ucap Dimas sambil menarik tangan Lucia untuk keluar dari mobil.
" aku tidak mau !" ucap Lucia sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Dimas
" … " tapi Dimas menggenggam tangannya dengan erat dan menariknya untuk masuk kedalam rumah tersebut.
" … " begitu sampai di depan pintu, tuan Malik sudah menunggunya dengan tersenyum bahagia.
" siapa kau ?" tanya Lucia sambil menatap kearah tuan Malik dengan tajam
" aku calon suamimu " ucap tuan Malik dengan bangga
" kau mau menikahkan aku dengan tua Bangka ini ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas
" … " tapi Dimas tidak menjawabnya
" bawa dia masuk !" ucap tuan Malik sambil masuk kedalam
" … " Dimas pun menarik tangan Lucia untuk masuk kedalam
" lepaskan aku !" ucap Lucia memberontak
" … " tapi Dimas terus menyeretnya kedalam.
( sampai di dalam )
Lucia melihat sudah ada penghulu dan juga saksi yang sedang duduk sambil menatap kearahnya.
" ayok bawa dia ke sini !" ucap tuan Malik yang sudah duduk di meja ijab Kabul
" aku tidak mau, lepaskan aku !" ucap Lucia sambil mencoba untuk melepaskan dirinya
" duduk !" ucap Dimas sambil mendorong Lucia untuk duduk di kursi
" ayok kita mulai pak !" ucap tuan Malik pada penghulu
" … " tapi pak penghulu hanya diam saja sambil menatap kearah Lucia yang sedang menangis
" ayok cepat !" ucap tuan Malik sambil memukul meja
__ADS_1
" iya tuan " ucap penghulu, lalu menggenggam tangan tuan Malik
" tuan Malik, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Lucia binti Dimas Admajaya dengan masa kawin… " ucap pak penghulu
" berhenti !" ucap Lucia sambil menarik pistol dari pinggang Dimas lalu menodongkannya kearah mereka.
" … " Dimas tidak menyangka kalau Lucia akan bertindak seperti itu.
" turunkan senjatanya !" perintah Dimas sambil mendekat kearah Lucia
" dor !" Lucia menembak lengan Dimas
" argh !" ringisan Dimas sambil memegang lengannya.
" sayang, kita bisa bicara baik-baik !" ucap tuan Malik sambil menatap kearah Lucia
" diam !" teriak Lucia sambil mengarahkan senjatanya kearah tuan Malik.
" … " yang membuat tuan Malik mengangkat kedua tangannya.
" … " melihat itu para pengawal tuan Malik pun masuk dan mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya kepada Lucia.
" diam kalian kalau tidak tua Bangka ini akan mati !" ucap Lucia sambil menodongkan senjata ke kepala tuan Malik
" … " tuan Malik pun memberi kode kepada anak buahnya untuk menurunkan senjatanya.
" … " mereka pun menurunkan senjatanya.
" ayok bangun !" ucap Lucia sambil menarik tuan Malik untuk bangkit dari tempat duduknya.
" jalan !" perintah Lucia sambil menodongkan senjatanya di kepala tuan Malik.
" … " Lucia berjalan keluar dengan menyandera tuan Malik
" … " Dimas memberi kode kepada para pengawal untuk menangkap Lucia.
" dor !" Lucia melepaskan tembakan ke atas
" tetap di tempat kalian !" ucap Lucia sambil menoleh kearah mereka.
" … " mereka pun tidak berani berbuat apa-apa karena takut tuannya kenapa-napa.
" … " Lucia menyeret tuan Malik keluar menuju mobil.
" berikan kunci mobilnya !" ucap Lucia begitu sampai di mobilnya.
" cepat !" ucap Lucia sambil menekan senjatanya di kepala tuan Malik
" berikan kunci mobilnya !" perintah tuan Malik kepada anak buahnya.
" … " anak buahnya pun berlari sambil membawa kunci mobilnya
" buka bersama !" ucap Lucia
" … " anak buah tuan Malik pun membuka pintunya.
" … " setelah pintunya terbuka, Lucia segera mendorong tuan Malik lalu masuk kedalam mobil dan menutup kembali pintunya.
" … " Lucia menginjak pedal gasnya lalu pergi dari sana.
" cepat kejar dia !" perintah tuan malik
" baik bos !" ucap anak buahnya sambil masuk kedalam mobil dan mengejar Lucia.
" … " tuan Malik menghampiri Dimas yang sedang berdiri di depan pintu dengan marah.
" dasar tidak becus !, kesepakatan kita batal !" ucap tuan Malik marah, lalu masuk kedalam rumahnya.
" sial !" maki Dimas, lalu beranjak pergi dari sana sambil memegang lengannya yang terluka.
__ADS_1
...**...