Secret Files

Secret Files
66. di paksa menikah


__ADS_3

 ( pagi harinya )


 " … " Aditya membuka matanya lalu menoleh kearah istrinya yang masih tertidur pulas di dalam pelukannya.


 " … " Aditya pun dengan iseng menarik hidung istrinya.


 " … " inara melepaskan tangan Aditya dari hidungnya lalu melanjutkan kembali tidurnya.


" … " tapi Aditya kembali menarik hidungnya.


 " mas !" ucap inara yang kesal


 " hehehe " Aditya hanya terkekeh geli melihatnya


 " … " inara yang kesal pun segera melepaskan tangan Aditya dari pinggangnya lalu beranjak bangun


 " eh, mau kemana ?" ucap Aditya sambil menarik inara kembali kedalam pelukannya.


 " lepas !" ucap inara sambil menyingkirkan tangan Aditya dari pinggangnya


" ayok tidur lagi, jangan ngambek !" ucap Aditya sambil memeluk istrinya


 " … " inara pun memejamkan matanya kembali sambil memeluk Aditya.


...**...


( Lucia )


 " klek " pintu kamarnya terbuka


 " … " Lucia pun menoleh kearah pintu


 " cepat persiapkan dia !" ucap Dimas pada pelayan sambil berjalan keluar.


 " baik tuan " ucap pelayan sambil berjalan kearah Lucia


 " ayok non !" ucap pelayan sambil menarik tangan Lucia lalu mendudukkannya di depan kaca rias.


 " aku mau di bawa kemana?, kenapa di make up segala ?" tanya Lucia yang melihat pelayan tersebut mengeluarkan alat makeup.


 " saya hanya mengikuti perintah tuan non !" ucap pelayan tersebut


 " aku tidak mau !" ucap Lucia sambil bangkit dari tempat duduknya


 " tapi non, nanti tuan bisa marah !" ucap pelayan tersebut sambil menatap kearah Lucia.


" aku tetap tidak mau !" ucap Lucia!


 " kenapa ribut-ribut ?" tanya Dimas sambil masuk kedalam kamar Lucia


 " kenapa dia belum siap ?" tanya Dimas sambil menatap kearah pelayan


 " nona tidak mau di makeup tuan !" ucap pelayan sambil menunduk


 " tidak usah dengarkan dia, cepat persiapkan dia dan ganti bajunya !" ucap Dimas


 " kau mau membawa ku kemana ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas


 " cepat persiapkan dia !" ucap Dimas sambil keluar


 " ayok non !" ucap pelayan sambil menarik tangan Lucia untuk kembali duduk di kursi.


 " … " Lucia pun duduk di kursi dengan pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa


 " … " pelayan tersebut mulai merias Lucia.


( 30 menit kemudian )


Lucia sudah siap dengan baju kebaya modern dan makeup natural,ia terlihat sangat cantik.

__ADS_1


 " ayok non !" ucap pelayan sambil memegang tangan Lucia untuk berjalan keluar.


 " … " Lucia pun berjalan keluar dengan tatapan kosong.


 " bawa dia ke mobil !" perintah Dimas sambil berjalan keluar rumah.


 " baik tuan !" ucap pelayan sambil membawa Lucia menuju mobil.


 " masuk !" ucap Dimas sambil membuka pintu mobilnya.


 " ayok masuk !" ucap Dimas sambil mendorong Lucia kedalam mobil, lalu menutup kembali pintunya dan masuk ke kursi pengemudi.


 " … " ia memasang sabuk pengamannya lalu menginjak pedal gas mobilnya dan pergi dari sana.


 " kau mau menjual ku kemana ?" tanya Lucia dengan air mata menetes di pipinya


 " … " tapi Dimas hanya diam saja sambil fokus menyetir


 " kenapa tidak kau bunuh saja aku ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas


 " kau bisa diam tidak ?" ucap Dimas sambil menoleh kearah Lucia yang duduk di kursi belakang.


 " … " Lucia pun terdiam sambil membuang pandangannya kearah luar.


...**...


mobil Dimas berhenti di sebuah rumah yang terlihat ramai dan di jaga ketat oleh pengawal.


 " … " Dimas turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Lucia.


 " ayok turun !" ucap Dimas sambil menarik tangan Lucia untuk keluar dari mobil.


 " aku tidak mau !" ucap Lucia sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Dimas


 " … " tapi Dimas menggenggam tangannya dengan erat dan menariknya untuk masuk kedalam rumah tersebut.


 " … " begitu sampai di depan pintu, tuan Malik sudah menunggunya dengan tersenyum bahagia.


 " siapa kau ?" tanya Lucia sambil menatap kearah tuan Malik dengan tajam


 " aku calon suamimu " ucap tuan Malik dengan bangga


 " kau mau menikahkan aku dengan tua Bangka ini ?" tanya Lucia sambil menatap kearah Dimas


 " … " tapi Dimas tidak menjawabnya


 " bawa dia masuk !" ucap tuan Malik sambil masuk kedalam


 " … " Dimas pun menarik tangan Lucia untuk masuk kedalam


 " lepaskan aku !" ucap Lucia memberontak


 " … " tapi Dimas terus menyeretnya kedalam.


 ( sampai di dalam )


Lucia melihat sudah ada penghulu dan juga saksi yang sedang duduk sambil menatap kearahnya.


 " ayok bawa dia ke sini !" ucap tuan Malik yang sudah duduk di meja ijab Kabul


 " aku tidak mau, lepaskan aku !" ucap Lucia sambil mencoba untuk melepaskan dirinya


 " duduk !" ucap Dimas sambil mendorong Lucia untuk duduk di kursi


 " ayok kita mulai pak !" ucap tuan Malik pada penghulu


 " … " tapi pak penghulu hanya diam saja sambil menatap kearah Lucia yang sedang menangis


 " ayok cepat !" ucap tuan Malik sambil memukul meja

__ADS_1


 " iya tuan " ucap penghulu, lalu menggenggam tangan tuan Malik


 " tuan Malik, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Lucia binti Dimas Admajaya dengan masa kawin… " ucap pak penghulu


 " berhenti !" ucap Lucia sambil menarik pistol dari pinggang Dimas lalu menodongkannya kearah mereka.


 " … " Dimas tidak menyangka kalau Lucia akan bertindak seperti itu.


 " turunkan senjatanya !" perintah Dimas sambil mendekat kearah Lucia


 " dor !" Lucia menembak lengan Dimas


 " argh !" ringisan Dimas sambil memegang lengannya.


 " sayang, kita bisa bicara baik-baik !" ucap tuan Malik sambil menatap kearah Lucia


 " diam !" teriak Lucia sambil mengarahkan senjatanya kearah tuan Malik.


 " … " yang membuat tuan Malik mengangkat kedua tangannya.


 " … " melihat itu para pengawal tuan Malik pun masuk dan mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya kepada Lucia.


 " diam kalian kalau tidak tua Bangka ini akan mati !" ucap Lucia sambil menodongkan senjata ke kepala tuan Malik


 " … " tuan Malik pun memberi kode kepada anak buahnya untuk menurunkan senjatanya.


 " … " mereka pun menurunkan senjatanya.


 " ayok bangun !" ucap Lucia sambil menarik tuan Malik untuk bangkit dari tempat duduknya.


 " jalan !" perintah Lucia sambil menodongkan senjatanya di kepala tuan Malik.


 " … " Lucia berjalan keluar dengan menyandera tuan Malik


 " … " Dimas memberi kode kepada para pengawal untuk menangkap Lucia.


 " dor !" Lucia melepaskan tembakan ke atas


 " tetap di tempat kalian !" ucap Lucia sambil menoleh kearah mereka.


 " … " mereka pun tidak berani berbuat apa-apa karena takut tuannya kenapa-napa.


 " … " Lucia menyeret tuan Malik keluar menuju mobil.


 " berikan kunci mobilnya !" ucap Lucia begitu sampai di mobilnya.


 " cepat !" ucap Lucia sambil menekan senjatanya di kepala tuan Malik


 " berikan kunci mobilnya !" perintah tuan Malik kepada anak buahnya.


 " … " anak buahnya pun berlari sambil membawa kunci mobilnya


 " buka bersama !" ucap Lucia


 " … " anak buah tuan Malik pun membuka pintunya.


 " … " setelah pintunya terbuka, Lucia segera mendorong tuan Malik lalu masuk kedalam mobil dan menutup kembali pintunya.


 " … " Lucia menginjak pedal gasnya lalu pergi dari sana.


 " cepat kejar dia !" perintah tuan malik


 " baik bos !" ucap anak buahnya sambil masuk kedalam mobil dan mengejar Lucia.


 " … " tuan Malik menghampiri Dimas yang sedang berdiri di depan pintu dengan marah.


 " dasar tidak becus !, kesepakatan kita batal !" ucap tuan Malik marah, lalu masuk kedalam rumahnya.


 " sial !" maki Dimas, lalu beranjak pergi dari sana sambil memegang lengannya yang terluka.

__ADS_1


...**...


__ADS_2