
( ke esokan hari nya )
" saya udah boleh pulang kan dok ?" tanya Aditya
" baiklah anda sudah boleh pulang, anda tidak boleh banyak bergerak dulu dan lukanya jangan terkena air dulu !" ucap dokter setelah mengecek keadaan Aditya
" baik dok " ucap Aditya
" ya sudah kami permisi dulu !" ucap dokter sambil pergi setelah melepaskan jarum infus nya
" makasih Dok " ucap Inara
inara segera membereskan barang-barang yang akan di bawa pulang, setelah itu mengganti pakaian Aditya dan menyiapkan kursi roda.
" ayok !" ucap inara membantu Aditya untuk duduk di kursi roda.
setelah itu,Inara mendorong kursi roda nya hingga sampai di parkiran.
( di parkiran )
Inara membantu Aditya masuk ke mobil, setelah itu ia duduk di kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya menuju rumah.
...***...
( sampai rumah )
inara membantu Aditya turun dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah
" kok pintunya tidak terkunci ?" tanya inara yang melihat pintunya tidak terkunci
" ada Jasmine di dalam mungkin !" ucap Aditya
inara membuka pintu dan masuk kedalam dengan waspada.
sampai di dalam,ia melihat keadaan rumah yang seperti habis di obral-abrik, Inara pun mengambil pistol dari saku jaketnya lalu naik ke atas menuju kamar.
" klek !" inara membuka pintu sambil menodongkan senjatanya,tapi ia tidak menemukan siapa pun hanya tinggal kamarnya yang sangat berantakan.
" hah !" inara menghela nafas panjang sambil duduk di atas kasur
" bagaimana ?" tanya Aditya sambil masuk ke kamar
" mereka sudah pergi !" ucap inara
" apa yang mereka cari ?" tanya Aditya sambil duduk di atas kasur
" filenya, apa lagi !" ucap Inara sambil merebahkan dirinya di atas kasur
" emang filenya kamu simpan dimana ?" tanya Aditya
" itu !" ucap inara sambil menunjuk ke atas
" jangan bilang kalau kau menyimpannya di lampu hias " ucap Aditya sambil melihat ke atas
" emang iya !" ucap Inara
" kenapa kau menyimpannya di tempat yang mudah terlihat !" tanya Aditya
" karena di tempat seperti itu yang aman, mereka tidak akan curiga !" ucap Inara
" astaga " ucap Aditya sambil merebahkan dirinya di samping inara,ia tidak habis pikir dengan istrinya itu
" udah kamu lihat filenya masih ada tidak ?" tanya Aditya
" sebentar !" ucap Inara sambil berdiri lalu mengambil sesuatu dari lampu hias
" ini !" ucap Inara sambil memperhatikan file nya kepada Aditya
" syukurlah kalau masih ada !" ucap Aditya
" harus aku apa kan file ini ?" tanya Inara berbaring sambil memperhatikan file tersebut
" udah disimpan lagi aja !" ucap Aditya
__ADS_1
" yaudah deh, nanti aku simpan lagi !" ucap Inara sambil meletakkan nya di atas meja
" kamu istirahat saja, aku mau beresin kamar dulu !" ucap Inara sambil bangun dan membereskan barang-barang yang berserakan di lantai ketempat semula.setelah selesai, Inara mengganti bajunya dengan baju rumahan.
" aku ke bawah dulu ya " ucap Inara sambil berjalan keluar
" ya " ucap Aditya sambil bermain ponsel nya
...**...
inara membereskan rumah, setelah itu ke dapur untuk memasak makan siang.
setelah selesai, inara membawanya ke kamar.
" klek " membuka pintu dan melihat Aditya sedang sibuk dengan leptop nya di atas kasur
" ayok makan dulu !" ucap Inara sambil meletakkan makanan nya di atas meja
" bentar, aku belum laper !" ucap Aditya yang sedang fokus dengan leptop nya
" makan dulu kau harus minum obat !" ucap Inara
" yaudah suapin,aku harus menyelesaikan ini dulu !" ucap Aditya
" emang tidak bisa nanti aja apa ?" ucap Inara sambil menyuapi Aditya
" tidak, ini penting !" ucap Aditya
" emang seberapa penting dengan kesehatan mu itu ?" tanya inara yang membuat Aditya menoleh kearah nya
" kau itu tidak boleh banyak duduk dulu, lukamu itu belum kering !" gerutu inara sambil terus menyuapi Aditya
" iya baiklah !" ucap Aditya menutup leptop nya lalu meletakkan nya di atas meja
" ini obatnya !" ucap Inara sambil memberikan nya kepada Aditya
" ini minum nya " ucap Inara, Aditya mengambil dan meminumnya
" sekarang ayok istirahat,aku mau ke bawah dulu !" ucap Inara beranjak pergi sambil membawa piring kotor
...***...
( sorenya )
inara sedang duduk sofa sambil mengotak-atik leptop nya, sementara Aditya sibuk dengan ponselnya.
" yank !" panggil Aditya yang mulai jenuh dengan ponselnya
" hmmmm " sahut inara yang masih fokus dengan leptop nya
" kamu lagi ngapain sih ?" tanya Aditya sambil bergeser ke samping inara
" bentar dulu !" ucap Inara dengan tangan sibuk mengotak-atik keyboard laptopnya
" coba lihat !" ucap Aditya sambil menarik leptop nya
" ih,bentar dulu !" ucap Inara saat Aditya mengambil leptop nya
" kamu lagi nyari informasi tentang Dimas Admajaya ?" tanya Aditya sambil melihat leptop nya
" iya " ucap Inara
" mau ngapain ?" tanya Aditya
" mau ngasih pelajaran lah, emang apa lagi !" ucap Inara
" kamu jangan gegabah, dia itu sangat licik !" ucap Aditya
" makanya aku lagi nyari informasi tentang dia,udah sini leptop nya !" ucap Inara sambil mengambil leptop nya
" perlu bantuan tidak ?" tanya Aditya
" tidak !" ucap Inara sambil kembali fokus pada leptop nya
__ADS_1
" kalau butuh sesuatu bilang sama aku, jangan bertindak sendiri !" ucap Aditya
" iya " ucap Inara
" yank !" panggil Aditya sambil menyandarkan kepalanya di bahu inara
" hmmmm " sahut inara
" yank !" panggil Aditya lagi sambil memeluk pinggang Inara
" apa ?" tanya inara menghentikan kegiatan nya, lalu menoleh ke arah Aditya
" kangen " ucap Aditya sambil menatap inara
" jangan macam-macam deh !" ucap Inara sambil kembali fokus pada leptop nya
" yank !" rengek Aditya
" ... " tapi inara tidak menghiraukan nya
" ... " merasa tidak di hiraukan, Aditya beranjak dari sofa lalu naik ke atas kasur
" dasar tidak peka !" gerutu Aditya sambil menarik selimut dan tidur membelakangi inara
" 🙂 " inara hanya tersenyum melihat tingkah Aditya yang sedang merajuk
...***...
( malam nya )
" ayok makan !" ucap Inara sambil meletakkan makanan nya di atas kasur
" aku tidak laper !" ucap Aditya sambil bermain ponsel nya
" hah !" inara menghela nafas nya, lalu mengambil ponsel Aditya dan memasukkan nya kedalam saku bajunya
" makan dulu !" ucap Inara sambil menyuapi Aditya
" aku bisa sendiri !" ucap Aditya sambil mengambil piring nya
" yaudah, obatnya jangan lupa di minum !" ucap Inara sambil beranjak ke kamar mandi
" dasar menyebalkan !" gerutu Aditya sambil menyendok nasinya dengan kasar
...***...
( 10 menit kemudian )
inara keluar dari kamar mandi, lalu mengambil kotak P3K dan berjalan kearah kasur.
" ayok ganti perbannya dulu !" ucap Inara duduk di atas kasur sambil membuka kotak P3K
" buka bajunya !" ucap Inara pada Aditya yang sedang berbaring di kasur
" hah !" Aditya menghela nafasnya, lalu menyikapi bajunya ke atas dada.
inara membuka perbannya, lalu memberi obat di lukanya, setelah itu membalut kembali lukanya dengan perban yang baru.
" sudah !" ucap Inara sambil menutup kotak P3K lalu menyimpannya di atas meja.
Aditya menarik kembali bajunya, lalu menarik selimut dan tidur membelakangi inara.
" kamu ngambek ?" tanya Inara
" pikir aja sendiri !" ucap Aditya ketus
inara yang gemas langsung menarik Aditya untuk menghadap ke arah nya,lalu membungkam Aditya dengan sebuah ciuman yang membuat Aditya terkejut sampai melototi matanya.
" berhenti merajuk !" ucap Inara setelah melepaskan ciumannya,lalu hendak beranjak pergi tapi Aditya malah menarik tengkuknya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibirnya.
" jangan mancing !" ucap Aditya setelah melepaskan ciumannya
" siapa juga yang mancing, udah sana lagi aku mau tidur !" ucap Inara sambil naik ke atas kasur dan menarik selimutnya
__ADS_1
" Aditya !" teriak Inara, karena tiba-tiba Aditya menariknya hingga jatuh dipeluknya lalu kembali membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman.
...****...