
Talita adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia memiliki dua orang kakak laki-laki Dan satu orang adik perempuan.
Talita adalah wanita yg kuat, sabar, penyayang, rendah hati, dan memiliki paras yang cantik
yang sedari kecil begitu dewasa Dan pengertian, ia berasal dari keluarga yang sederhana
kedua orang tuanya sangatlah menyayanginya Karena sifatnya yang begitu dewasa.
di Masa kecilnya Tak sedikit pahitnya kehidupan yang Talita rasakan, talita hidup dalam kesulitan ekonomi, Dan di bully oleh teman teman sekolahnya, banyak Hal buruk yang harus dia alami dimasa Masa sekolahnya, namun dalam ketidak berdayaan nya dalam ekonomi membuat dia harus bertahan dalam semua keadaan itu, Karena pindah sekolah baginya tidak mungkin, pada akhirnya ia berhasil lulus sekolah dengan nilai yg cukup baik. dan akhirnya Masa sekolah itu pun berlalu namun menyisakan Luka Luka dalam hati Talita yang Tak pernah Talita ungkapkan pada siapa pun.
kini Talita berusia 20 tahun ia berkerja di sebuah perusahaan ternama di kota nya sebagai manager control.
sebagai manager tentu Saja banyak sekali perkerjaannya yang harus di lakukannya, ya tapi itu semua terbayar dengan penghasilnya.
Talita memiliki seorang kekasih bernama Dennis, mereka sudah saling mengenal lama jauh sebelum mereka menjalin sebuah hubungan.
Dennis berasal dari keluarga yang cukup terpandang.
Dennis adalah teman yang menguatkannya di Masa Masa sekolah dulu, yang di Mana masa masa itu berat bagi talita, tapi Dennis selalu ada untuk menguatkan talita.
semua telah berlalu kini Talita sudah lebih baik,
banyak Hal yang ia pelajari dari Masa itu.
sekarang Talita sedang bekerja di kantornya, duduk di ruangan manager control ruangan itu berukuran 3*3m2 terdapat dua buah meja di dalam ruangan itu, satu meja Talita Dan satu meja asistennya, ya Talita memiliki seorang asisten bernama zenna yang biasa di panggil "zen"
Zen Dan Talita cukup akrab, bahkan Talita menganggap zen seperti saudaranya sendiri, usia zen hanya satu tahun di bawah Talita.
kesehariannya di kantor Talita hanya beberapa jam, Talita lebih banyak berada di luar kantor.
sedangkan zen lebih banyak di kantornya Karena zen memang di tugaskan untuk membantu Talita menyelesaikan administration data data kantor.
kantor pun banyak orang orang yang tidak Suka dengan talita Karena bagi mereka Talita terlalu cepat Dan muda untuk menduduki posisi jabatannya.
tapi karena Talita jarang berada di kantor itu bukanlah Hal yang mengganggu bagi nya.
suatu pagi Talita menemukan zen di dalam ruangan ya sedangkan menangis tersedu sedu.
"zen, apa yang telah terjadi padamu? apa Ada yang menyakitimu?" Tanya Talita hati hati
zen : " hiks..hiks... tidak ada apa apa kak, aku hanya Ada sedikit masalah.
Talita : "jikalau kau tidak keberatan kau bisa ceritakan masalahmu pada ku zen, masalah apa yang sedangkan kau hadapi, tapi itu hanya selama kau ingin menceritakannya, bila tidak aku tidak akan memaksamu tuk bercerita".
zen hanya diam sambil menghapus airmatanya.
__ADS_1
Dan Talita ikut sedih melihat zen demikian.
tiba tiba telepon berdering Dan itu adalah Bo's talita, Talita ternyata harus bertugas keluar lagi pagi ini, Talita pun berpesan pada zen.
"zen, aku akan keluar karena sedikit urusan perkerjaan Dan Bo's memanggilku tuk menyelesaikannya, Dan ku harap kau jangan bersedih lagi, pisahkan masalah pribadimu dengan perkerjaan kita oke?
zen pun mengangguk tanda mengiyakan ucapan Talita.
Talita : "kalau begitu aku pergi dulu ya...
talita pun keluar bersama supir kantornya
di perjalanan Talita masih terpikir Ada apa dengan zenna.
apakah dia sedang bertengkar dengan kekasih nya?
hmm... tapi tidak mungkin biasa dia tidak akan bertengkar dengan kekasihnya,
ahh... sudahlah, lebih baik ku tunggu Saja nanti ketika suasana hatinya baik akan kutanyakan lagi Ada apa sebenarnya.
akhirnya setelah Hulu kilir kesana kemari Talita kembali ke kantornya, jam telah menunjukan pukul 16.30 dimana semua manusia di kantornya telah pulang, kecuali dia sendiri.
setelah siap siap Talita pulang di jemput oleh Dennis.
Dennis kelihatan tidak begitu fokus dengan apa yang di sampaikan oleh Talita, Dan tentu Saja membuat Talita sedikit merasa kesal.
ya Dennis memang orang yang cukup cuek bila di ajak bercerita.
Dan Talita sudah cukup terbiasa dengan tingkah kekasihnya itu.
keesokan harinya pagi sekali zen mengirim pesan pada Talita, yang isi pesannya
kak, Hari ini zenna izin ya.
zenna sedang tidak enak badan.
zenna juga sudah izin ke kantor.
talita hanya meng oke kan pesan tersebut.
dalam hati Talita bergumam Ada yg tidak Beres dengan zen.
hmm... semoga bukan Hal buruk gumamnyĆ .
talita berangkat kerja seperti biasanya, ketika memasuki ruangannya ternyata pak Mike sudah duduk di kursi depan meja Talita sambil menunggu Talita.
__ADS_1
pak Mike adalah tangan kanan Bo's yang mengurus semua pekerjaan lapangan,
lelaki tampan yg penuh karismatik Dan wibawa. sesungguhnya Talita mengaguminya, ya hanya sebatas kagum Saja tidak lebih.
talita sedikit kaget dengan adanya pak Mike di ruangannya,
"pagi pak..." ucap Talita
"pagi juga cantik... " ucap Mike
talita hanya tersenyum
Mike mengajak Talita keluar untuk urusan perkerjaan, mereka pun pergi bersama.
tujuan mereka adalah lokasi proyek yang sedang perusahaan mereka tangani.
tentu Saja lokasinya cukup jauh.
di perjalanan Mike bertanya tentang keberadaan zenna.
"oh ya litt... Hari ini kenapa saya tidak melihat zenna?" mike
"oh iya pak zenna sedang sakit, jadi dia absen kerja Hari ini". talita
talita tidak banyak berbicara, karena Talita sedikit segan dengan pak Mike.
sedangkan Mike Suka sekali melontarkan berbagai pertanyaan entah itu soal perkerjaan ataupun soal pribadi.
sebenarnya pak mike ini sudah lama menaruh hati pada Talita, tapi Talita selalu menjaga jarak...
ya tentu Saja karena Talita sudah memiliki Dennis maka ia harus bisa menjaga dirinya bergaul dengan pria lainnya.
tiba tiba Saja pak mike memegang tangan Talita, sontak saja Talita kaget Dan menarik tangan nya dari tangan pak mike.
suasana menjadi sedikit canggung.
mike mengeluarkan suaranya.
"maaf litt... sebenarnya Ada yang mau kukatakan padamu."
tentu Saja Talita menjadi binggung dalam jantung nya berdebar debar, ia punya firasat buruk.
__ADS_1