
sore saat talita pulang, talita menyadari bahwa ada sesuatu yang salah di kamar nya, ia seperti merasa ada sesuatu yang hilang namun ia tidak yakin apa itu.
talita terus melihat barang barang nya dengan seksama, butuh waktu cukup lama untuk menyadari apa itu yang hilang karena talita mengalami Sindrom lupa sejenak.
talita menyadari bahwa ada satu pakaian nya yang hilang, hanya itu yang ia sadari.
dengan bodohnya ia berlari keluar dan bertanya pada mama erin.
"ma, apa kau melihat pakaian ku yang modelnya begini bla...bla...?" ucap talita sembari memperagakan dan menjelaskan model pakaian nya yang telah hilang pada mama erin
mama erin dengan sinis melihat talita,
"apa kau kira aku ini pencuri!!" siapa yang sudi mengambil pakaianmu!" bentak mama erin
"bukan ma, bukan menuduh mama. tapi aku..."
ucap talita berusaha menjelaskan.
namun belum sempat Talita menjelaskan mama erin dengan muka masam segera meninggalkan Talita
lagi lagi talita merasakan sebuah tekanan psikis yang ia sendiri tidak sadari.
dengan lesu dan kecewa talita kembali ke kamarnya.
dikamar talita melihat ada bayangan hitam besar yang melintas lalu hilang begitu saja.
__ADS_1
malam hari saat beristirahat di kamar talita dan dennis sedang berbicara, talita kembali membicarakan tentang apa yang ia alami tadi sore. namun dennis tidak begitu merespon. dan tentu saja membuat talita merasa kesal marah dan kecewa pada dennis.
talita pun duduk di lantai pinggir ranjang sambil menangis, namun dennis tidak perduli sedikit pun padanya, tampak nya dennis juga dalam keadaan mood yang tidak bagus. dan tiba tiba saja talita merasakan perutnya cukup sakit menjalar hingga ke area ******** nya. rasanya seperti gilu ingin berkemih tapi bukan.
cukup lama talita menangis dan dennis merasa cukup risih dengan tingkah talita.
ia berdiri dan menarik tubuh talita dengan kasar dan menghempaskan tubuh talita di atas ranjang.
tentu saja membuat talita semakin kacau talita masih saja menangis.
talita berdiri dan mau masuk ke kamar mandi yang berada tak jauh di samping ranjang nya.
namun dennis menghalanginya.
dengan menarik kedua tangannya.
talita masih dalam keadaan menangis dengan mata sembab, sembari berusaha melepaskan genggaman tangan dennis hingga membungkuk
"kau kenapa begitu jahat den. aku cuma mau membasuh muka ku yang penuh dengan air mata ini. aku lelah den.." ucap talita
tiba tiba saja talita melemah seperti mau pingsan, dan dengan cepat dennis menangkap tubuhnya.
dennis memeluk talita dalam dekapan nya.
"tahukah kau sayang, kenapa kau terus ingin ke toilet setiap saat terlebih saat kau sedang dalam keadaan kacau?"
__ADS_1
talita hanya diam, sambil menangis seunggukan.
"di toilet itu sayang... ada...haiss sudah la tidak usah ku beritahu saja kau." ucap dennis
talita seperti langsung sadar saat dennis berbicara demikian.
"apa den, ada apa di toilet kita?" tanya Talita sambil memegang kedua tangan dennis dan menatap dennis
dennis tampak berpikir kembali, apakah harus ia katakan pada talita.
"den, apa den? ada apa? katakan padaku?"
tanya talita kembali
"sebaiknya kau tidak tahu saja, mungkin akan lebih baik begitu." ucap dennis
"apa den, katakanlah, apa?" paksa talita pada dennis
dennis berpikir cukup lama, apakah ia harus memberitahukannya pada talita.
"baiklah akan ku beritahu padamu litta. sebenarnya aku telah melihat beberapa kali di toilet kamar kita. aku melihat ada 2 sosok mahluk di sana. dan meraka lah kiriman dari ina. mereka la yang mengacaukan hidup kita litta." ucap dennis dengan muka yang cukup kacau saat itu
talita memeluk dennis tampaknya talita ketakutan. dennis melanjutkan perkataannya.
"satu wanita yang biasa kita sebut kuntilanak, yang satu lagi pria yang biasa kita sebut genderuwo. itulah sebabnya aku suka melarang mu ke toilet bila tidak penting."
__ADS_1
talita tampak cukup kaget dengan semua ucapan dennis dan terang saja ia juga takut.