
talita tidak menjawab...
hanya menangis dan menangis bagi nya berpisah dengan Dennis itu begitu menyesakan,,
Hanna yang melihat putrinya terus menangis sedari tadi mencoba lagi untuk menanyakan apa gerangan yang telah terjadi.
"litta... buka pintunya litt.. apa yang sebenarnya telah terjadi padamu ??""
akhirnya litta membukakan pintu kamarnya, dengan wajah yang kusut, matanya yang sembab.
"nak...apa yang sebenarnya membuatmu begini?"
"apa kau Dan Dennis bertengkar..." ucap ibunya
"hiks...hiks...hiks... aku meminta Dennis mengakhiri hubungan kami bu..." talita sambil menangis terisak isak.
ibu Talita memegangi tangan dan dagu Talita sambil mengarahkan Talita untuk melihat nya.
"sayang... coba kau ceritakan dengan jelas, Apa yang terjadi sehingga kau meminta mengakhiri hubungan kalian? apakah Dennis telah menduakan mu? atau sebalik nya?"
"aku kecewa pada Dennis bu, ia tidak pernah bisa menghilangkan sifat cueknya, ia selalu lupa dengan Hari ulang tahun litta, Hari jadi, Hari valentine, Dan bahkan ketika litta bercerita dengannya ia Suka tidak menggubris apa yang sedang litta bicarakan dengannya ibu..."
belum sempat Hanna menasehati putrinya, putrinya Talita sudah kembali berbicara lagi.
talita masih sambil menangis Dan berkata
"selain itu bu... ibu Dan kakak keduanya Dennis juga tidak menyukaiku bu, mereka selalu memandang rendah talita, selalu menghina Talita, lambat laun Talita juga takut bu, kalau suatu hari ketika litta menjadi istri Dennis ibunya akan menyiksa Talita, jadi litta pikir ada baiknya litta akhiri Saja hubungan ini"
"talita sudah lama menahan semua perasaan kecewa ini bu, tapi talita tidak bisa berpisah dari Dennis, sakit rasanya bu."
sambil menangis tubuh talita bergetar, seakan okakan begitu dahsyat rasa sakit yang di rasakannya.
ibunya menghela napas panjang melihat putri kesayangannya yang biasa selalu tegar Dan dewasa menangis hingga sedemikian Rupa akibat masalah percintaannya.
"litta, apakah kau yakin berpisah dengan Dennis adalah yang terbaik?"
cobalah kau pikirkan baik baik nak.. "
ayah Talita masuk kekamar Talita, ayah tahu bahwa Talita telah menangis berjam jam sejak tadi.
__ADS_1
ayah talita adalah seorang pria yang jarang berbicara dari hati ke hati pada anak anaknya, ia hanya seorang pria yang selalu memperhatikan anak anaknya dari jarak jauh.
litta sedikit takut ketika melihat ayah datang, litta berusaha menghentikan tangisannya.
"anakku Talita sayang... selama ini ayah tidak pernah ambil bicarakan dalam urusan pribadimu, jujur ayah Tau Dennis itu pria yang baik nak, dia mungkin tidak banyak bicarakan, cuek tapi sungguh hatinya sangat baik nak, ia termasuk pria yang bertanggung jawab Dan jujur".
"ayah bisa lihat besar rasa sayang nya padamu nak, saat ia ke rumah Dan kau belum pulang dia selalu ngobrol dengan ayah, anaknya sangat sopan, bertanggung jawab, Dan baik hati nak". ayah bisa membaca itu semua dari gerak geriknya nak, ayah percaya pada nya, ia bisa membahagiakanmu, sebab itulah ayah tidak pernah melarangmu bersama dengan Dennis berbeda dengan pria pria lain yang pernah mendekatimu ayah tidak Suka nak".
"kalau soal kakak Dan ibunya tidak perlu kau risaukan nak..."
"yang nantinya akan menikah itu kalian berdua, bukan ibunya atau pun kakaknya"
"yang terpenting dalam sebuah hubungan itu adalah kalian berdua nak, bagaimana dengan perasaan kalian masing masing nak".
talita hanya diam dengan tampang nya yang sangat kacau, matanya sembab lebam, rambutnya kusut.
"sekarang ayah Tanya, selama kau berhubungan dengan Dennis apakah pernah Dennis memarahimu ataupun menyakitimu?" selain dari rasa kecewamu sendiri..."
"tidak pernah yah, Dennis tidak pernah marah walau terkadang menurut Talita sikap Talita sangat buruk." Dennis hanya akan diam membiarkan ku memarah marahi nya."
ya sejak trauma masa lalu Talita Suka tidak bisa mengendalikan emosinya, terkadang ia melampiaskannya pada Dennis.
Dan Dennis tidak pernah ambil hati, ia hanya akan dengan setia mendengarkan omelan Talita.
"jadi apakah kau masih memiliki perasaan terhadap Dennis nak?" kau masih mencintainya?"
talita berpikir sejenak
"iya ayah... talita merasakan sesak ketika memikirkan harus berpisah dengan Dennis, Talita tidak sanggup yah..."
talita masih menangis terisak isak sambil menghapus air matanya.
talita segera mengirim pesan pada Dennis.
tapi tidak Ada balasan dari dennis.
__ADS_1
ya Dennis mematikan ponselnya, Dennis sangat terpukul dengan keputusan Talita, Dennis sebenarnya juga sangat lelah dengan hidupnya.
Dennis meskipun berasal dari keluarga terpandang, namun ibunya tidak pernah dengan sungguh sungguh menyayanginya, sedari kecil Dennis selalu di tinggal pergi oleh ibu Dan kakak kakaknya.
bahkan Dennis di besarkan oleh ibu angkatnya yaitu bu lastri.
sedari kecil Dennis hidup sederhana bersama ibu angkat Dan saudara angkatnya. ketika dewasa Dennis di bawah pulang oleh ayahnya untuk tinggal bersama keluarga aslinya.
ya tidak sedikit perlakuan buruk yang harus Dennis dapat dari saudara kandung Dan ibunya sendiri. tapi ayah Dennis selalu mendukung Dennis memberikan nasehat baik padanya.
sebab itu tidak sedikit juga rasa keterpurukan Dennis selama ini. tapi sebab Ada Talita hidupnya berbeda, baginya Talita adalah dewi khayangan yang Tuhan kirim untuknya.
talita begitu baik, pengertian Dan sabar, hanya Saja sebab trauma masalalu membuat Talita terkadang Tak bisa mengendalikan emosinya.
tapi itu tidak masalah bagi Dennis.
namun kini Dennis merasa kosong.
ia benci dengan hidupnya, terlebih ketika Talita meminta mengakhiri hubungan mereka.
Dennis berpikir bahwa hidupnya telah tidak berarti ia berencana untuk bunuh diri.
di rumah Dennis, ibu Dennis melihat Dennis bertampang aneh seperti orang yang kehilangan kesadaran.
bukan bertanya atau menasehati Dennis, ibu nya malah memarahi marahi Dennis dengan kasar.
membuat Dennis semakin merasa hancur, Dennis mulai berpikir bahwa di dunia ini ia tidak lagi di perlukan oleh siapapun.
di satu sisi Talita masih terus berusaha menghubungi Dennis.
talita ingin bertemu Dennis Dan membicarakan hubungan mereka.
namun ponsel Dennis tidak aktif.
talita mulai ingat dengan ucapan Dennis.
Dennis pernah bilang bila ia Tak bersama Talita ia akan mengakhiri hidupnya.
talita semakin ketakutan terlebih Dennis tidak bisa di hubungi.
talita mulai menghubungi teman teman dekat Dennis, namun mereka tidak tahu keberadaan Dennis.
talita mulai menangis ketakutan, takut is kehilangan Dennis untuk selama lama nya....
__ADS_1