
akhirnya tiba hari di mana kami akan mengucap sumpah janji suci.
banyak kekecewaanku pada Dennis di hari hari sebelumnya, sungguh ia membiarkan semua urusan pernikahan kami di atur oleh kak Yuna tanpa mempertimbangkan perasaanku.
Yuna terlihat puas dengan semua yang ia lakukan pada ku, namun yang bisa kulakukan hanya bersabar
karena semua telah berjalan sejauh ini, aku sudah tidak mungkin untuk mundur.
aku membiarkan semua seperti apa yang keluarga Dennis atur. karena aku tidak ingin berdebat lagi dengan dennis. membiarkan semuanya berjalan seperti apa yang mereka inginkan, ya mungkin itu lebih baik di banding aku harus berdebat dengan mereka.
malam sebelumnya, aku melihat ayahku, yang selama ini bagiku beliau adalah sesosok pria yang keras bagaikan kesatria, ketika melihatku akan menikah beliau menitikan air mata hingga matanya memerah, sungguh seperti bukan ayah yang ku kenal. ia menangis seakan akan putri kesayangannya akan pergi jauh dan tak kan kembali lagi.
#####
malam harinya pesta pernikahan aku dan Dennis yang di selenggarakan di sebuah gedung besar yang juga di atur oleh kak Yuna.
pak haslan, Pak mike, zenna Dan rekan rekan lainnya datang menghadiri pesta pernikahanku.
ketika menyalamiku pak haslan Masih saja menggodaku
"selamat ya litta... tampaknya kali ini Mike harus patah hati dan menyerah ya " ucapnya seraya melirik Mike
Aku hanya tersenyum kecut pada pak haslan.
Mike hanya tersenyum lusuh, dan mengucapkan selamat pada ku.
"congratulations ya litta...
"Terimakasih pak Mike "
Lalu tiba tiba zenna datang memelukku dan ngucapkan selamat:
" selamat ya kak, kakak malam ini cantik sekali bak putri raja, zenna doakan kakak bahagia, cepat di beri momongan ya kak."
"amin... makasi ya zen"
setelah pesta usai aku kini tinggal di rumah Dennis.
karena hari sudah begitu larut dan aku juga sudah cukup lelah dengan semua ritual pernikahan ku yang sedari subuh tadi telah di jalani.
aku dengan segera bersiap siap untuk tidur, begitu juga dengan Dennis.
Dennis tampak biasa saja tidak begitu memperdulikan apa yang aku rasakan saat ini, aku merasa canggung tinggal bersama mereka sekeluarga. perasaanku saat ini sulit untuk ku ungkapkan.
mungkin hanya para istri yang paham bagaimana saat mereka pertama kali menginjakkan kaki mereka di rumah orang tua suaminya.
__ADS_1
aku tidur miring menghadap kekanan, tiba tiba saja Dennis memelukku menciumi bagian leherku hingga ke arah pundakku, aku merasa sangat geli namun seperti melayang.
Dennis membuka kancing baju ku satu persatu sembari menciumi leherku dibagian bagian sensitif.
kini pakaian ku telah terbuka ciuman Dennis turun ke arah dadaku, dan kami bercinta pada malam itu.
kesucian yang ku jaga selama ini ku persembahkan untuk Dennis suamiku.
Keesokan paginya kami keluar dari kamar menuju meja makan keluarga, di sana semua orang telah berkumpul.
ada ayah, ibu Dennis, ada kak Lusia berserta suami dan kedua anaknya, disertai kak Yuna dan kak danuarta.
sungguh sangat canggung bagi ku tuk berkumpul bersama mereka,
dan sepertinya Dennis sedikit mengetahui perasaanku saat itu.
ia membantu ku mengambil nasi dan lauk pauk untuk sarapan pagi ku, dan ya tentu saja ibunya melihat tindakan Dennis tersebut dan memandangku dengan cukup sinis bersama dengan kak yuna, namun Dennis tidak mengetahuinya.
aku hanya diam dan merasa tertekan dengan tatapan ibu mertuaku dan kak Yuna.
kak Lusia sepertinya memahami ku yang baru hadir di tengah tengah keluarga mereka, ia cukup perhatian padaku.
"mari mari di makan litta ambil la apapun yang kau inginkan, sekarang kita semua adalah keluarga tidak perlu sungkan lagi " ucapnya seraya tersenyum manis padaku
"itu benar nak, mari di makan jangan sungkan" ucap ayah mertua ku seraya menyodorkan sebuah piring yang berisikan semur daging.
dan kami semua pun dengan segera menyantap sarapan pagi kami, kak danuarta tiba tiba bersuara setelah selesai dengan sarapannya.
"pa ma... siang ini aku akan kembali kepontianak ya"
"cepat sekali nak... tidak main dulu beberapa hari disini menemani mama dan papa".
ucap ibu mertuaku
"tidak bisa ma, banyak perkerjaan yang harus aku selesaikan di sana ma.
"biarkan saja dia ma, wajar dia sibuk, dia itu punya tanggung jawab yang besar atas perusahaannya sendiri" ucap ayah mertuaku pada istrinya
"Danuarta... adikmu sudah menikah, kau juga secepatnya lah menikah selagi papa masih ada, jangan terlalu lama, papa tidak bisa menunggu lagi nantinya "
"iya iya pa... "seraya menghela napas beratnya
__ADS_1
"itu dengar kata papa dan, jangan lama lama... nanti kau keburu tua dan tidak ada lagi yang mau" ucap kak Lusia seraya tersenyum lebar seraya meledek kak danuarta
"oh ya pa ma, Lusia juga siang ini mau pulang ya kembali ke Bogor."
kak Lusia memang sudah bekeluarga dan memiliki dua orang anak, anak pertamanya laki laki bernama Gian dan anak keduanya perempuan bernama bella.
Gian berusia 7 tahun sedangkan Bella berusia 5 tahun
####
hari demi hari ku lalui hidup di dalam keluarga Dennis, banyak sekali perlakuan yang tidak menyenangkan yang ku terima dari ibu mertuaku dan kak Yuna.
tapi selalu ada ayah mertuaku yang membela, sedangkan dennis kesehariannya hanya bekerja sedari pagi hingga malam hari, waktu kerjanya menjadi lebih panjang sejak papa mertuaku tidak lagi mengurus usahanya.
dan syukurnya aku masih di perbolehkan untuk berkerja di perusahaan pak haslan, sehingga tidak terlalu panjang waktu yang harus kulalui di kediaman keluarga dennis.
sehingga aku hanya perlu menerima perlakuan buruk mereka berdua saat pagi hari sebelum berangkat bekerja dan sore hari setelah pulang bekerja.
aku memang bukan wanita pemberontak, sehingga apapun yang kak Yuna dan ibu mertuaku suruh selalu aku lakukan dengan ikhlas dan sabar, walaupun terkadang aku tahu tujuan mereka untuk membuatku tidak tahan dengan ulah ulah mereka namun aku berharap mereka bisa menerimaku suatu hari nanti.
tak terasa telah berjalan memasuki bulan ke dua pernikahan ku dan Dennis.
namun tiba tiba saja kondisi kesehatan papa mertuaku menurun sangat drastis.
ia tidak lagi dapat berjalan, tubuhnya menjadi sangat kurus, lemah tak berdaya. seakan akan kanker ganas telah menggerogoti tubuhnya.
kesehariannya hanya berbaring, untuk makan dan minum dengan telaten ibu mertua ku menyuapinya.
saat ia ingin ke kamar mandi, entah itu untuk buang air kecil atau air besar maka Dennis suami ku yang akan memapahnya, yang terkadang juga dilakukan oleh mama Erina saat Dennis tak ada. Dennis sering pulang melihat keadaan ayahnya di tengah tengah kesibukannya bekerja,
hati Dennis sangat lah rapuh dan hancur melihat keadaan ayahnya, begitu juga dengan ibu mertua ku serta kak yuna.
walaupun tak pernah mereka bicarakan nya namun aku bisa melihat dengan jelas dari raut wajah mereka.
sesekali aku lah yang mengurus ayah mertua ku, sembari membantu ibu mertua ku yang terkadang kelelahan.
dari situ mulai ibu mertua dan kak Yuna mulai tersentuh dengan ketelatenanku, dan kesabaranku selama ini terhadap apa yang mereka lakukan padaku. mereka mulai bersikap lebih baik padaku.
dan kami mulai sedikit akrab.
aku berharap kedepan keakraban kami semakin besar dan baik serta tak pernah berakhir untuk selama nya
__ADS_1