Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

tentu saja talita menjadi ketakutan setelah tahu ada 2 sosok mahluk di toilet kamar nya.


ia bertanya bagaimana dennis bisa mengetahui hal ini.


"darimana kau tahu den, kenapa kau bisa berkata demikian?" kau hanya menakut nakutiku saja kan?"


tanya talita


"tidak litta, aku tidak berbohong, bagaimana mungkin aku bercanda dengan ucapan ku ini?" ucap dennis yg masih memeluk talita


"lalu darimana kau tahu den?" tanya talita kembali dengan perasaan ingin tahu walaupun ia cukup takut


"sudahlah, hari sudah malam ada baiknya kau tidur litta. besok aku baru memberitahu mu, oke?"


ucap dennis


"baiklah, tapi aku ingin ke toilet temani aku den, aku menjadi takut setelah mendengar apa yang kau katakan tadi."


ucap talita


"pergilah tidak apa litta, aku di sini. kau tidak usah menutup pintunya saja."

__ADS_1


ucap dennis


di toilet talita tentu saja merasa takut dan was-was dengan cepat ia menggunakan toilet.


esoknya subuh hari pukul 04.00 seperti biasa talita bangun untuk memasak menyiapkan bekal makan dan sarapan pagi serta membereskan seluruh pekerjaan rumah sebelum ia berangkat kerja.


sungguh talita cukup ketakutan subuh hari di mana masih cukup gelap yang di mana matahari belum terbit.


namun ia berusaha mengesampingkan perasaan takutnya dan dengan cepat menyelesaikan semua tugasnya.


ketika bangun dennis tinggal mandi dan menyantap sarapannya yang sudah Talita siapkan. selesai itu ia segera berangkat bekerja. ya dennis memang berangkat kerja jauh lebih pagi dari talita.


hidup mereka memang berubah jauh sejak perusahaan ayah dennis bangkrut.


di kantor ia bekerja seperti biasanya, namun dalam hati nya ia cukup gusar dengan masalah pribadinya.


sore hari ketika jam di dinding menunjukan pukul 17.00 yang di mana jam kerja telah usai, talita mulai menjadi lesu dan berat hati karena ia harus pulang menghadapi hidup yang baginya menyiksa.


ia pulang dan seperti biasa mama erin yang selalu standby duduk di depan teras rumah dengan wajah masamnya menyambut talita.


"ma..." sapa talita pada mama erin

__ADS_1


mama erin tentu saja tidak menjawab sapaan talita, ia memandang talita dengan delitan mata nya yang tajam dan wajah masamnya yang tentu saja membuat talita tidak nyaman.


lalu talita pun berlalu memasuki kamarnya. sebenarnya talita takut berada di kamar nya sendiri setelah di beritahu oleh dennis semalam.


ia membayangkan ketika ia mandi apakah sosok itu melihat nya, bagaimana bila tiba tiba saja kedua sosok itu memperlihatkan kan diri mereka dengan jelas.


sore itu talita bahkan tidak berani menginjakkan kaki nya ke dalam toilet kamarnya untuk mandi. ia berharap hari ini dennis pulang cepat dan bisa menemaninya.


ya tentu saja itu bukan berarti makhluk tersebut tidak menggangu nya, di kamar talita mendengarkan suara suara aneh. dan bulu roma Talita pun bergidik, di belakang telinganya seperti ada hembusan angin dingin.


talita menahan takut duduk di sudut kepala ranjangnya dan tanpa sadar ia pun tertidur.


tiba tiba ia terbangun dan melihat sesosok wanita berpakaian dress putih panjang dengan wajah pucat dan rambut yang panjang duduk di samping nya menatap ke arah talita dan membelai belai kepala talita sambil tersenyum dan tertawa


"hihihi..."


tentu Talita ketakutan dan ingin berteriak namun suara Talita seperti tertahankan tak mampu keluar. Tidak perduli seberapa keras Talita berusaha berteriak namun suaranya tak mampu keluar.


wanita itu terus membelai kepala talita, sambil tersenyum jahat dan tentu sangat menyeramkan bagi talita. hingga talita dalam hati terus berdoa berharap wanita itu pergi.


namun isi hati talita yang sedang berdoa sepertinya di ketahui oleh sosok wanita itu. dan wanita itu pun berkata :

__ADS_1


"hihihi... percuma kau berdoa karena itu tidak akan berguna." ucap nya sambil tertawa dan membelai kepala talita


__ADS_2