Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

malam hari nya ketika semua keluarga talita berkumpul, mama mengungkapkan kekhwatiran nya.


berpikir apakah talita sakit bukan sakit secara medis melainkan sakit yang lain, mungkin apakah talita terkena sawan atau mungkin di ganggu sama orang dengan ilmu hitam atau sebagainya.


"aku juga berpikir begitu ma." ucap kak aleandro kakak tertua talita, putra sulung mama hanna


"kalau begitu harus bagaimana?" ucap mama hanna


"tadi aku sudah menelepon dennis ma, nanti begitu ia datang kami akan pergi ke tempat orang yang mengerti dengan hal ini."


tidak butuh waktu lama, dennis pun tiba. dennis masuk dan melihat talita sejenak lalu pergi bersama kak alean.


di rumah talita masih terbaring lemah dengan mata sayu dan wajah yang pucat, sesekali ia menegangkan tubuhnya layaknya seekor kucing yang sedang meregangkan tubuh.


saat mama masuk ke kamar melihat talita demikian mama kaget, mama segera mendekati talita.


"kau kenapa litta?"


"aku sakit ma... sakit.. aku tidak tahan lagi ma." rintih talita.


tapi tiba tiba Talita menangis meraung raung, bibirnya berdarah darah akibat luka nya yang robek kembali.


mama hanna cukup panik melihat talita, mama hanna memanggil Tarani adik perempuan talita.


"tara... cepat kau kemari dan ambilkan minyak gosok, cepat ya tara." pinta mama hanna


dengan cepat tara sudah hadir di kamar talita.


"tara, bantu mama, pijat kaki kak litta ya nak."


mama hanna memijat mijat tangan talita dan tara memijat kaki litta.


tiba tiba saja talita berteriak


"Arrrggghhh.... pergi kau!!! pergi!!!" bentak litta dengan nada kasar dan suara menggelegar pada Tara, saat itu mata talita melotot syaraf syaraf merah halus di matanya sampai sampai tergaris dengan jelas.


terang saja membuat tara kaget dan takut pada talita.


Tara langsung menangis ketakutan.


"kak litta... kak... kau kenapa kak?"


napas litta ngos-ngosan, ia berusaha memberontak, matanya melotot bibirnya tentu saja kembali berdarah darah akibat ia berteriak. talita seperti berubah menjadi orang lain.


tidak lama kemudian talita kembali seperti semua. ia melihat tara dan mama hanna

__ADS_1


menangis nangis.


ia merasakan tubuhnya semakin tidak ada tenaga, lalu ia terkulai lemas.


ia bertanya dengan nada pelan


"kalian kenapa?" jangan nangis ya, Talita tidak apa apa."


tampaknya talita tidak sadar bahwa ia baru saja mengamuk.


mama hanna menelepon kakaknya, tante wulan.


ya tante wulan itu tante yang paling dekat dengan keluarga talita. setiap ada masalah mama hanna akan mencari tante wulan.


tentu saja tante wulan kaget dengan cerita mama hanna mengenai talita, dengan segera beliau bergegas menuju rumah talita.


dennis dan aleandro telah kembali, di rumah aleandro berbicara dengan mama.


"ma, ternyata benar ma... ada sesosok wanita berambut panjang mengenakan pakaian putih yang mengikuti Talita. jadi tadi kita di beri ini dan ini untuk mengobati talita."


kata aleandro sembari menunjuk kan mama sebungkus garam kasar dan satu botol air mineral yang sudah di jampi jampi oleh orang pintar tersebut


dengan cepat aleandro melakukan apa yang di pesan oleh orang pintar tersebut tentunya di bantu dennis.


aleandro menggosok kan garam kasar itu di kaki tangan talita dan sekujur tubuh talita lalu alenadro juga meminum kan air tersebut pada talita.


"sudah... sudah... sudah ini kau akan segera sehat ya adikku sayang." ucap aleandro pada talita


beberapa saat kemudian aku tersadar, seperti ada gambaran bayang bayang di kepala ku tentang apa yang terjadi barusan. namun karena sakit luar biasa yang tubuhku rasakan aku tidak bertanya pada siapapun.


yang ku lihat saat ini, dennis menatapku dengan wajah kacau, antara sedih takut, dan tertekan.


sedangkan mama memandangi ku dengan mata berkaca kaca dan tara sedang menangis di dekat ku.


ada kak alendro di dekatku bersama kakak kedua ku Tora.


hanya papa yang tidak terlihat.


tidak lama kemudian tante wulan datang, aku mendengar mama bilang pada tante wulan tentang kondisiku yang membuat beliau dan keluarga begitu takut.


dan aku juga mendengar mama bilang bahwa mama tidak mengizinkan papa melihatku karena mama sangat takut kalau kalau papa kaget dan terkena serangan jantung kembali.


mama menangis di pundak tante wulan.


ketika aku melihat mama menangis tersedu sedu, sungguh aku merasa sangat berdosa. aku tahu bahwa sakitku kali ini cukup parah.

__ADS_1


sungguh lemah tak berdaya aku di buatnya,


#Mencintaimu...


Seumur hidupku


Selamanya...


Kau tetap milikku...


lagu Krisdayanti mencintaimu, bunyi nada dering ponsel dennis.


dennis dengan segera mengangkat panggilan itu.


"iya, iya, sudah lah. sebentar lagi aku pulang!" bicara dennis dengan nada kesal.


aku yakin itu pasti telepon dari mama erin, yang membuat dennis cukup tertekan.


dalam hatiku sungguh benci dengan keluarga dennis.


namun rasa benci itu aku kesampingkan ketika melihat wajah mama yang begitu senduh, matanya merah sehabis menangisiku.


ya aku memang layaknya manusia lumpuh yang menyusahkan saat ini.


memikirkannya membuat airmataku mengalir.


#Mencintaimu...


Seumur hidupku


Selamanya...


Kau tetap milikku


lagi lagi ponsel dennis berdering, dennis tidak mengangkat nya, tapi ia izin pulang pada keluargaku.


dalam hatiku sungguh aku tahu itu pasti mama erin atau kak yuna. tapi biarlah, saat ini aku tidak perduli lagi. aku hanya ingin sehat agar mama dan seluruh anggota keluargaku tidak lagi sedih ataupun menangis karenaku.


aku berdoa pada Tuhan,


"Tuhan litta mohon, berikan litta kesembuhan Tuhan, litta tidak ingin membuat mama sedih Tuhan... sehatkan lah litta Tuhan.


jangan biarkan litta menyusahkan papa maupun mama.


dengan sangat litta memohon Tuhan...

__ADS_1


aku berdoa sambil menangis.


berharap aku dengan segera sembuh, sehat kembali seperti sedia kala


__ADS_2