Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

pagi hari cicak itu kembali menemplok di dekat jendela kamar dennis dan Talita.


kedua bola matanya terus memperhatikan talita layaknya kamera cctv canggih.


tentu saja hal itu membuat talita sangat takut dan merasa terganggu.


bahkan saat sore hari ketika talita pulang kerja cicak itu masih berada di sana dan terus memperhatikan talita.


talita mulai merasa semakin tidak nyaman dan terganggu.


talita menelepon mama hanna menceritakan soal makhluk kecil itu.


mama hanna menyarankan talita untuk berdoa, meminta pertolongan kepada Tuhan YME, yang di mana bila cicak itu adalah sesuatu makhluk jahat yang memang sengaja di kirim seseorang untuk mengganggu kehidupan talita maka tolong Tuhan musnahkan lah atau usir makhluk itu sejauh mungkin dari pandangan talita.


talitapun melakukan apa yang mama hanna sarankan, selesai berdoa cicak itu masih pada posisinya.


dan ketika malam hari pun demikian. hingga saat talita terbangun pagi talita tidak lagi melihat kehadiran makhluk kecil itu.


saat akan berangkat kerja talita menemukan cicak itu di pekarangan rumah dan mahkluk kecil itu telah mati. talita sangat yakin itu adalah cicak yang di kamarnya karena talita cukup memperhatikan nya selama ini.


sungguh talita berucap syukur dengan musnahnya makhluk kecil ini.


sesampai di kantor talita terus memikirkan tentang cicak itu. jelas jelas bahwa semalam cicak itu berada di kamar. lantas bagaimana bisa bangkainya di temukan di pekarangan?


cukup aneh bukan? talita mulai berpikir bahwa memang ada yang ingin mengganggu nya.


tapi ia tidak tahu siapa itu.


satu minggu setelahnya pada malam hari ada beberapa orang tamu yang datang ke rumah dennis dan ternyata adalah tamu tamu mama erina.


mama erina memanggil kami semua untuk keluar bertemu dengan tamu tamu nya.


tamunya bertiga, satu orang ibu beserta anaknya dan seorang pria dengan wajah kearab araban.


di ruang tamu aku dan dennis serta kak yuna hanya mendengarkan percakapan ketiga tamu itu dengan mama erina yang tidak begitu kami pahami. inti yang ku ambil dari percakapan mereka pria itu semacam peramal atau orang yang memiliki ilmu yang bisa melihat ataupun berkomunikasi dengan makhluk astral.


mama erina menyuruh pria itu untuk melihat tentang aku dan dennis.

__ADS_1


pria itu meminta aku dan dennis untuk pergi bersama nya ke satu ruangan yang di mana hanya kami bertiga saja.


dennis dan aku pun menuntun pria itu ke ruang tengah.


di sana pria itu menyuruh kami berdua untuk duduk bersila membelakangi tubuhnya.


dan ia juga duduk bersila menghadap ke arah punggung kami.


terasa tapak tangan hangatnya menempel di punggung kami berdua.


entah mantra apa yang keluar dari mulutnya. yang tidak kami mengerti sama sekali.


cukup lama ia berkomat kamit, lalu beberapa saat kemudian ia menyuruh kami untuk berbalik menghadap dirinya.


ia menyuruh dennis menggenggam tapak tangan kiriku dengan tapak kanan dennis.


lalu ia sambil memejam matanya dan kembali berkomat kamit cukup lama, setelah ia membuka matanya ia berbicara pada kami.


"saya ingin dalam kehidupan ini kalian bisa di segerakan untuk memiliki anak."


ya hanya itu yg ia ucapkan pada kami, dan kami tidak pernah berpikir apapun tentang hal ini. sehingga kami tidak bertanya apapun padanya.


aku tidak begitu mendengar kan apa yang ia bicarakan tentang kak yuna.


lalu mama erin bertanya lagi tentang rumah yang kami tempati ini.


menurut pria itu rumah ini banyak sekali makhluk astral saat ini.


dan ada sebatang bambu yang di taruh di atas deck rumah dan bambu itu berisi hantu menurutnya.


hantu itu sangat besar dan jahat serta memakan nyawa penghuni rumah ini.


mama erin langsung berkata "bagaimana kau bisa tahu?"


"kalau bertanya demikian berarti ibu telah tahu soal bambu itu?" tanya pria kearab araban itu pada mama erin


"ya, beberapa saat yang lalu sebelum suami ku sakit anakku danu yang membawa pulang bambu itu dan meletakkan nya di atas deck rumah ini. tapi menurutnya bambu itu berguna untuk menjaga penghuni rumah ini."

__ADS_1


hahaha... tawa pria arab itu.


"jelas bahwa isi dari bambu itu bukan lah makhluk yang baik, terserah pada ibu mau percaya pada saya atau tidak." ucap pria itu


dennis menoleh ke arah mama erin, mama erin seperti tahu maksud dari tatapan mata dennis. dan ia langsung keluar bicara.


"mama tidak tahu den".


"kenapa mama tidak katakan pada kita soal adanya bambu itu."


mama erin menekuk wajah nya dan hanya diam.


"pak, lantas kami harus bagaimana? apakah bisa bambu itu kita buang saja?"


"ya ada sebaiknya memang kita buang isinya, terlebih lagi penghuni bambu itu sangat jahat. ia bahkan telah memakan korban penghuni rumah ini."


aku, dennis dan kak yuna cukup kaget dengan ucapan pria itu.


yang di mana kami tangkap maksud ucapan pria itu adalah papa dennis.


sedangkan mama dennis hanya terbengong bengong saja.


"ayo pak kalau begitu cepat kita buang saja benda itu."


pria itu menyarankan agar membuang isinya saja, proses pembuangan makhluk itu di bantu oleh wanita yang ikut dengan pria itu serta dennis turut serta membantunya.


pertama tama ia menyuruh kami menyediakan sebuah ember berisi air dengan 12 rupa bunga dan sebungkus rokok. lalu mereka naik ke atas deck.


aku tidak melihat proses bagaimana mereka melakukannya, karena kami di larang untuk mendekat.


lalu dennis turun dari atas deck dengan membawa seember air yang berisi bunga bunga tadi dan membuangnya ke dalam closet.


setelah selesai di ruang tamu pria itu berpesan agar toilet tempat tadi dennis membuang air itu tidak di gunakan selama tiga hari.


untunglah di rumah ini setiap kamar memiliki toilet sehingga toilet utama jarang di gunakan.


lalu entah kenapa aku bertanya pada pria itu soal pak haslan dan menurutnya pak haslan itu pemuja gunung kawi.

__ADS_1


guna untuk melancarkan usahanya.


namun pria kearab araban itu tidak berbicara apapun lagi selain itu.


__ADS_2