
hari ini talita keluar dari rumah sakit,
awalnya dokter menyarankan rawat jalan dengan peralatan masih terpasang di tubuh talita, namun talita bersikeras untuk melepas semua peralatan itu mulai dari infus dan selang NGT.
akhirnya karena Talita begitu bersikukuh dokterpun mengiyakan permintaanya untuk melepas semua peralatan tersebut.
setelah semua urusan administrasi selesai, dennis masuk ke kamar di mana Talita masih berbaring.
talita bahkan tidak mampu untuk berdiri, ia digendong oleh dennis menuju mobil di temani oleh ibu kandungnya talita.
talita sungguh terkulai lemas, wajahnya begitu pucat, terlihat garis garis di bibir nya yang kering dan dipenuhi oleh luka yang berasal dari bintik bintik berisi air tempo lalu.
talita masih merasakan sakit yang luar biasa di tubuhnya, namun ia enggan untuk mengatakannya.
ia hanya berusaha menahan rasa sakit itu.
"litta, apakah kau masih merasakan sangat tidak nyaman?" tanya mama pada ku
"aaaa....
aku berusaha untuk menjawab pertanyaan mama, tapi suaraku belum mampu keluar.
dan kurasakan sakit di area bibir ku yang penuh luka.
mama histeris tiba tiba
"dennis! tisu den tisu, bibir talita berdarah"
dennis dengan segera memberi beberapa helai tisu pada mama.
dan mama mengelap bibirku perlahan dengan tisu tersebut. aku lihat cukup banyak bercak merah merona di tisu itu.
ternyata ketika aku menggerakan bibirku maka luka luka tersebut akan terbuka dan berdarah darah.
pikiranku hanya kosong. merasakan sakit yang kurasakan. aku seperti orang yang seakan akan berada di ambang maut.
"litta, apa kau yakin kau ingin pulang? keadaanmu begitu mengkhawatirkan kami sayang."
"hmm... jawabku sembari mengangguk kan kepalaku
mama membelai rambutku dengan lembut, aku tahu betapa khawatir nya mama pada ku.
tanpa aku sadari airmata ku jatuh membasahi pipiku.
mama dengan senyumnya menghapus air mataku, ya aku tahu mama sedang berusaha kuat demi aku.
aku pun membalas senyum mama dengan wajah senduh.
"den, lebih baik talita mama yang rawat dulu ya." pinta mama pada dennis
"ya ma, aku juga akan lebih tenang bila ada mama yang menjaga talita."
"ya baiklah kalau kau setuju talita sementara di rumah mama."
saat tiba di rumah orang tua talita, dennis membukakan pintu untuk ibu mertua nya.
lalu ia bergegas untuk menggendong talita.
talita hanya terlihat pasrah di gendong oleh dennis. dennis membaringkan talita di kamar yang dahulu di tempati oleh talita sebelum talita di pinang oleh dennis.
"litta, kau istirahat dulu ya, nanti mama masakan bubur untuk mu dan setelah itu minum obat dari dokter ya sayang."
__ADS_1
"he em... gumamku pada mama.
aku terkulai lemas mataku sayu rasa ingin tidur karena tubuhku yang begitu lemah, begitu banyak rasa tidak nyaman yang aku rasakan di tubuhku.
dennis duduk di sampingku sembari menatapku, ku lihat wajahnya terlihat sedih dan gelisah. ia menggenggam tangan ku namun tidak berkata apapun.
karena sangat lemah aku memejamkan mataku dan tertidur.
di kantor talita pak Haslan menanyakan pada zenna apa gerangan hingga saat ini talita tidak masuk ke kantor, tidak ada kabar, bahkan telepon dan sms tidak di balas.
"apa gerangan dengan talita zen? sms saya tidak di balas, saya mencoba menelepon tapi tidak bisa, seperti nya tidak aktif ponselnya"
"saya juga tidak tahu pak, terakhir kak litta sakit dan izin pulang. setelah itu tidak ada kabar pak. sms saya juga tidak ada balasan pak."
"tidak biasanya talita begini, apa dia sudah tidak ingin bekerja!" ucap pak haslan dengan sedikit emosi
"maaf pak, sepertinya tidak demikian pak. kak litta bukan lah orang yang tidak bertanggung jawab, bila tidak ingin bekerja lagi pasti ia akan mengundurkan diri secara baik baik pak. saya rasa ada sesuatu yang menyebabkan kak litta tidak masuk tanpa kabar. nanti zenna akan coba mencari tahu lagi pak."
"baiklah, nanti coba kamu cari tahu siapa yang bisa di hubungi untuk mengetahui ada apa dengan litta."
"baik pak."
zenna pun teringat bahwa ia pernah menyimpan no handphone dennis.
zenna mengirimkan pesan pada dennis.
# bang, ini zenna.
kak litta kenapa tidak masuk ya? sudah 5hari kak zenna tidak datang ke kantor tanpa kabar.
apa telah terjadi sesuatu dengan kak litta bang? #
begitu isi pesan zenna yang ia layangkan pada dennis
# kak litta sakit keras? sakit apa bang? #
# iya zen, awalnya hanya demam dan sakit maag. litta ke dokter dan di beri obat namun sayangnya litta alergy dengan salah satu obat tersebut dan menyebabkan reaksi anafilaksis #
sekilas info ya guys :
Syok anafilaktik atau anafilaksis adalah reaksi alergi yang tergolong berat karena dapat mengancam nyawa penderitanya. Reaksi alergi ini berkembang dengan cepat dan membutuhkan penanganan medis segera ketika terjadi. Syok anafilaktik terjadi dalam hitungan detik atau menit setelah penderita terpapar oleh penyebab alergi (alergen).
Sejumlah faktor yang dapat memperbesar risiko seseorang untuk mengalami syok anafilaktik adalah memiliki penyakit asma dan alergi, serta riwayat syok anafilaktik sebelumnya, baik pada pasien sendiri ataupun anggota keluarga yang lain.
Gejala awal syok anafilaktik biasanya terlihat seperti gejala alergi. Gejala ini berupa ruam pada kulit dan pilek. Namun setelah 30 menit berlalu, sejumlah gejala serius mulai terlihat.
Gejala syok anafilaktik lainnya yang patut diperhatikan adalah:
Badan tiba-tiba terasa hangat.
Pembengkakan bibir dan lidah.
Bengkak di tenggorokan atau kesulitan menelan.
Sensasi kesemutan pada kulit kepala, mulut, tangan, dan kaki.
Mual, muntah, dan diare.
Sakit perut.
Tampak bingung dan gelisah.
__ADS_1
Terasa melayang, ingin pingsan, sampai kehilangan kesadaran
Sesak atau mengigil
Berdebar-debar, denyut nadi lemah, keringat dingin, dan pucat
back to story ya guys 😄
tanpa banyak bertanya zenna membalas pesan dennis dengan singkat.
# semoga kak litta cepat sehat ya bang #
zenna segera melapor pada pak haslan bahwa talita ternyata sedang sakit keras menurut info dari dennis suami talita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ikuti terus ya cerita ini.
jangan lupa untuk klik favorit dan beri jempolmu ya.
__ADS_1
dukungan kalian sangat berarti bagi saya.
terimakasih