
setelah cukup lama kami berada di taman kota, merah di pipi ku dan sembab di mataku pun telah berkurang banyak setelah menggunakan ice bag kompress yang tadi Mike berikan.
tiba tiba saja aku seperti ingin muntah, dengan cepat aku menutup mulutku menggunakan tanganku. sepertinya disebabkan oleh refluks asam lambungku akibat sedari semalam aku tidak makan.
Mike yang melihatku demikian tentu saja panik.
"kenapa litt?" apa kau sakit?"
"tidak apa Mike, sepertinya maag ku kambuh, sebab dari semalam belum ku isi"
ucapku sambil mengusap dadaku, berusaha menyamankan tubuhku.
"apa!!" kau sedari semalam belum makan?" apa kau sudah gila litta?" ayolah, setidaknya seperti apapun yang kau hadapi, kau harus tetap makan dan menjaga dirimu sendiri".
"sudah ayo kita kedokter memeriksakan dirimu sebelum lebih parah lagi sakitmu". perintah Mike padaku
Mike pun membawa ku ke dokter, seperti yang ku duga, dokter bilang kalau maag kronisku kambuh akibat dari telat makan dan juga sebagiannya akibat pikiranku yang terlalu stress.
Dokter memberiku resep obat maag kunyah dan 3 butir kaplet anti-depresan, karena aku juga mengeluh sulit tidur belakangan ini.
setelah menembus resep tersebut Mike mengajakku ke sebuah cafe untuk segera mengisi perutku. disana aku mengunyah dahulu obat maag yang dokter berikan.
"aku pesankan kau bubur ayam oriental saja ya litta dan secangkir air hangat, karena kau sedang sakit, jadi jangan makan sembarangan"
ucap Mike selayaknya orangtua yang cemas pada anaknya
"Hem..." gumamku mengiyakan ucapan Mike
saat hidangan datang kami makan bersama, dengan lesu aku makan, dan tiba tiba saja aku ingin muntah kembali. Tampaknya maagku cukup parah, pikirku.
ya sebelumnya aku memang sudah punya masalahnya dengan lambungku, di hantam lagi semalaman tidak makan menjadi seperti ini akibatnya.
"kau tidak apa apa litta?" tanya Mike kembali padaku dengan wajah khawatir nya
"iya Mike, aku baik baik saja". ucapku
"sebaiknya setelah ini kau segera istrahat litta" ucap Mike
mendengar ucapan Mike Tentu saja kepalaku jadi semakin pusing, kemana aku harus pergi beristrahat. Tidak mungkin kan aku kembali ke rumah itu untuk saat ini, terlalu menakutkan bagiku.
tampaknya Mike menyadari kegundahan ku.
"beristirahat saja di tempatku litta, di sana kau bisa beristirahat dengan tenang"
ucapnya
aku memandangnya sesaat tanpa bicara.
"aku tidak ada maksud apa apa litta, aku..."
belum selesai Mike berkata, aku sudah memotong nya
"yah Mike, aku tahu kau tidak akan macam macam, kalau kau tipe laki laki yang demikian mungkin saat di kalimatan kemarin sudah terjadi sesuatu di antara kita" ucapku menertawakannya
"ya, syukur lah kau tahu bahwa aku bukan tipe laki laki yang demikian" Mike seraya tersenyum
di dalam lubuk hatiku yang terdalam sedari dulu sebenarnya aku memang sudah kecewa pada Dennis, hanya saja aku yang terus memaksa untuk tetap bersamanya.
sesaat aku merasa bahwa aku adalah wanita terbodoh yang ada di dunia.
begitu banyak cinta yang datang tapi ku tolak hanya untuk Dennis.
jauh sebelum bertemu dengan Mike pun ada beberapa pria yang mengejarku, namun mereka tentu tidak segigih Mike.
setelah keluar dari cafe, aku memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuaku saja.
__ADS_1
"Mike, kita berpisah di sini ya. aku mau pulang ke rumah orang tuaku saja".
"oke, baiklah litta, kau hati hati ya. Jangan lupa jaga kesehatanmu, kalau ada perlu apa apa hubungi saja aku". ucap Mike
"oke Mike, thanks ya"
kami pun berpisah, aku berjalan pulang ke rumah orang tua ku.
sesampai disana kulihat mama sedang menyapu di teras rumah dan papa sedang membaca koran.
"ma, pa" sapa ku
"eh tumben kau kemari jam segini?",
ucap mama
"ya ma, aku sedang tidak enak badan jadi aku izin dan ingin beristirahat di sini. boleh kan ma?"
ucapku
"tentu boleh, anak bodoh... selamanya rumah ini akan selalu terbuka untukmu sayang, hingga kapanpun itu" ucap mama seraya mengusap kepalaku
aku tersenyum pada mama, dan tidak ingin mereka tahu apa yang sudah terjadi padaku.
"ya sudah kalau begitu litta masuk kamar ya ma, mau tiduran sebentar kepala litta pusing".
"iya sayang pergi la" ucap mama.
aku pun masuk ke kamarku, tidak ada yang berubah di sini, semua masih sama dulu saat aku masih tinggal di sini.
aku segera membaringkan tubuhku pada tempat tidur ternyaman yang aku miliki itu. dan aku pun tertidur.
tidak terasa hari sudah mulai sore, dan aku terbangun oleh bunyi alarm yang ku pasang sebelumnya.
aku masih bermalas malasan sembari menyadarkan diriku dari tidurku yang begitu pulas tadi.
aku bangun dan duduk di pinggir ranjangku, aku mulai berpikir bagaimana nasibku ketika pulang ke rumah Dennis nanti.
"tok...tok...
litta, kau sudah bangun?" suara mama di balik pintu
"ya ma, sudah. jawabku
"mandi lah sayang, hari sudah sore. mama sudah menyiapkan air hangat untuk kau mandi".
"iya ma"
aku pun mandi dan mengganti pakaian ku dengan pakaian yang lain.
mama dan papa menyuruh ku untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang. aku pun akhirnya makan bersama mereka.
dalam hati jujur aku enggan untuk pulang.
"Jika ada yang bilang kulupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang 'ku tak setia
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
'Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau"
tiba tiba handphone ku berdering, dan Mike lah yang menelepon ku
"hallo, litta bagaimana keadaanmu?"
"aku baik baik saja, Mike"
"oh baguslah kalau begitu, aku mengkhawatirkan mu litta. kau sudah makan?"
__ADS_1
"ya, ini aku sedang makan Mike, bagaimana denganmu?"
"aku baru mau keluar mencari makan litta?" apa kau ingin aku membelikanmu sesuatu?"
kulihat papa menatapku dengan tajam, akupun ingin segera mengakhiri percakapanku dengan Mike, karena merasa tidak nyaman dengan tatapan papa.
"tidak Mike, sudah dulu ya aku mau menyelesaikan makanku dulu"
"oh ya baiklah, bye"
"bye"
"siapa yang menelepon mu litta?" tanya papa
"aa... teman kantorku pa, pak mike. jawabku
"litta kau sudah bersuami batasi hubunganmu dengan laki laki lain nya, papa tidak ingin kau dalam masalah nantinya".ucap papa dengan tegas
"ya pa" jawabku mengiyakan nasehat papa
"benar nak, yang papa katakan pada mu adalah demi kebaikanmu" sambung mama
"iya ma, litta tahu dan mengerti kok"
"Jika ada yang bilang kulupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang 'ku tak setia
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
'Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau"
lagi lagi handphone ku berdering dan kali ini Dennis.
"hallo sayang, kau di mana? mama bilang kau belum pulang dari sore tadi"
tanya Dennis
"iya, aku tadi tidak enak badan. aku pulang ke rumah mama, sekarang aku lagi makan bersama mama dan papa".
"kau sakit?" apa yang sakit sayang?" aku tenang kalau kau di sana, aku hanya takut terjadi apa apa padamu sayang".
"ya, maagku kambuh, tapi tadi siang aku sudah ke dokter kok sayang. sekarang kau di rumah?"
"ya sayang, aku berada di rumah. bila sudah selesai pulang dan istirahat lah lebih awal sayang".
"iya, sebentar lagi aku pulang ya"
"apa perlu ku jemput?"
"tidak apa denn, aku bisa pulang sendiri".
"oke baiklah, kalau begitu kau hati hati ya sayang" ucap Dennis mengakhiri pembicaraan
"ya sayang"
__ADS_1