Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
kegundahan hatiku


__ADS_3

di dunia ini banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan.


Talita terpaksa harus menggertakan gigi dan menahan semua rasa yang harus ia alami.


hari itu ia langsung pulang tanpa memikirkan kondisinya sendiri karena cemas kalau kalau mama Erina akan murka karena ia pergi tanpa pamit.


sedangkan Mike berusaha memaksanya untuk tetap opname dan memberitahu keluarganya. tapi Talita menolaknya dan pulang begitu saja. Hingga kisah keguguran yang di alami nya tidak di ketahui siapapun kecuali dirinya dan mike.


talita pulang ke rumah mertuanya dan ya tentu saja di sana ia kembali di suruh suruh untuk melakukan semua pekerjaan rumah yang sedikit banyak nya di buat secara berlebihan oleh mama Erina dan kak Ina dengan tujuan untuk menyiksa Talita. yang tentu saja di mana membuat Talita merasa tertekan dan juga lelah karena selain bekerja di kantor setelah pulang ia harus mengerjakan pekerjaan rumah yang terkadang beratnya tidak masuk akal.


seperti mencuci seluruh pakaian orang yang tinggal di rumah itu, menyetrika semua pakaian yang berbakul bakul, menyapu dan mengepel serta membersihkan semua perabot di rumah sebesar itu tentu saja sangat menguras tenaga talita. terlebih lagi karena Talita baru saja keguguran.


hari demi hari berlalu, Talita melakukan semua itu dengan perasaan yang cukup tertekan, ia selalu berusaha sabar. ia bahkan tidak menceritakannya pada Dennis suaminya.


Dennis masih dalam perjalan dinasnya, sesekali mereka berbicara melalui telepon. namun tak pernah sepatah katapun terucap dari mulut Talita pada suaminya tentang apa yang ia alami selama ini di rumah tanpa suaminya. tanpa Dennis di sampingnya terkadang membuat airmatanya tidak lagi dapat di bendung. Talita akan menangis meratapi nasibnya di kadang kala.


setelah satu bulan kepergian Dennis, akhirnya hari ini Dennis pulang.


"hallo sayang, kau masih di kantor?" aku sedang dalam perjalanan pulang, nanti ku jemput ya sayang." ucap Dennis pada Talita melalui telepon


"iya sayang, hati hati ya" ucapku seraya mengakhiri pembicaraan


tak butuh waktu lama Dennis sudah muncul di depan halaman kantor ku.


dan aku bergegas menuju mobilnya.


"hi sayang" ucap Dennis seraya tersenyum, terpancar dari wajahnya yang sangat merindukanku


"hi sayang" jawabku dengan senyum yang tak kalah pula rasa rinduku padanya

__ADS_1


"kau baik baik saja?" kenapa kau terlihat kurus?" tanya Dennis padaku


"ya tentu saja baik sayang, benarkah? aku terlihat kurus?" tanyaku memastikan


"ya sayang, apa kau tidak makan dengan baik selama aku pergi?" tanya Dennis kembali


"hmmm...panjang cerita yang akan ku sampaikan padamu" ucapku mulai sedikit lirih sembari berusaha tersenyum dan menyembunyikan kesedihanku selama ini.


"cerita apa sayang? ceritakanlah, aku siap mendengarkanmu."


"kau yakin akan menjadi pendengar yang baik?" kau akan percaya dengan apa yang akan aku ceritakan nanti?"


tanyaku pada Dennis seakan tidak menyakinkan bahwa ia akan percaya dengan ceritaku nantinya.


"ya tentu sayang" jawab Dennis dengan senyum nya yang sangat aku rindukan


lalu aku pun menceritakan dengan detail apa yang aku alami selama satu bulan ini.


"hal buruk bagaimana sayang?"


"iya sayang, kau ingat yang aku katakan padamu sebelum kau berangkat saat itu?


ya tentang fitnah kak Ina dan mama erin yang menamparku. setelah kau pergi mereka semakin menjadi jadi, aku bahkan keguguran dennn..." akhirnya airmata jatuh juga dari kelopak mataku tak lagi mampu ku bendung semua rasa sakit ini.


Dennis tampak mulai serius memandangi wajahku, ia menghentikan kemudinya.


"apa kau bilang sayang? kau keguguran?"


tanya Dennis seakan ragu dengan pendengar an nya.

__ADS_1


"iya denn... tidak ada yang tahu, hanya mike lah saksiku. Mike yang mengantarku ke rumah sakit saat itu".


aku menceritakan secara keseluruhan pada Dennis dan tampaknya Dennis percaya. setelah mendengar kan semua ceritaku, Dennis memelukku.


"maafkan aku sayang, maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu. saat kau membutuhkanku, aku malah tidak ada di sampingmu" ucap Dennis sembari memelukku.


aku hanya menangis dalam pelukannya.


setelah itu kami pun pulang kerumah.


sesampai di rumah mama erina dan kak Ina menyambut kami dengan begitu baik. sangat berbeda perlakuan mereka padaku saat ini.


ya aku tahu mereka sedang berakting di depan Dennis.


"ma, Dennis dan Talita masuk dulu ya." ucap Dennis pada mama Erina dan tidak memperdulikan kak Ina, terlihat di wajah Dennis ia tidak menyukai kak Ina.


saat memasuki kamar, aku ingin segera menuju ke arah kamar mandi. ingin rasanya segera mandi dan beristirahat.


tapi belum sempat aku melakukan itu semua Dennis menarikku.


"sayang..." ucap Dennis sembari menarik lengan kiriku dan aku dengan reflek berputar ke arah dennis.


"ya sayang?"


"apa kau tidak merindukan ku?" tanya Dennis


"tentu saja aku merindukanmu sayang, bukan kan tadi di perjalanan pulang kau sudah memelukku." terukir senyum simpul di wajahku sembari memandangi wajah dennis


"ya, aku hanya ingin memelukmu lagi sayang."

__ADS_1


ucap Dennis seraya memelukku kembali.


aku pun memeluk Dennis dengan kuat, sungguh dalam hatiku, aku begitu takut bila Dennis pergi aku akan kembali merasakan neraka dunia yang mama erin dan kak Ina ciptakan untukku.


__ADS_2